Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 2 KOTAMOBAGU: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Suhartono, Fila; Meruntu, Oldie S.; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai jenis dan fungsi tindak tutur yang dilakukan oleh guru dan siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotaomobagu dalam situasi formal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman, dan pencatatan lapangan. Analisis data melibatkan klasifikasi jenis tindak tutur, serta analisis fungsi dari setiap tindak tutur. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotamobagu dengan jumlah responden 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu melibatkan penggunaan tindak tutur langsung literal. Tindak tutur ini digunakan baik oleh guru maupun siswa dalam situasi formal, terutama saat proses pembelajaran di kelas, siswa menggunakan tindak tutur langsung literal dalam bentuk memberitakan atau menyatakan (deklaratif). Fungsi tindak tutur pada siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu adalah: tindak tutur langsung literasi tindak tutur langsung literal memerintah (imperatif), tindak tutur bertanya (interogatif) dan tindak tutur memberitakan atau menyatakan (deklaratif), sedangkan yang digunakan oleh siswa adalah tindak tutur langsung literal memberitaan atau menyatakan (deklaratif). Tindak tutur tindak langsung literal digunakan oleh guru ketika memerintah. Namun, perintah disampaikan dengan modus memberitakan atau menyatakan (deklaratif).
SAPAAN KEAKRABAN BAHASA BATAK KARO OLEH KALANGAN MAHASISWA ASAL BATAK KARO DI UNIMA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Perangin-angin, Regristri Putri Br; Meruntu, Oldie S.; Monoarfa, Susan; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi kata sapaan keakraban bahasa Batak Karo yang di gunakan sebagai alat komunikasi oleh mahasiswa asal Batak Karo di Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Sumber data peneliti diambil dari mahasiswa Batak Karo yang tergabung dalam rukun IKMBI (Ikatan kerukunan mahasiswa batak Indonesia) di Tondano dan Mahasiswa IMKA Taneh Perburu (Ikatan Mahasiswa Karo) yang ada di Tondano. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 Mahasiswa Batak yang memiliki kemampuan dalam penggunaan Bahasa Batak Karo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Dari Hasil penelitian dalam bahasa Batak Karo terdapat 18 kata sapaan keakraban yang sering di gunakan oleh mahasiswa batak karo di UNIMA yaitu: Senina, Turang, Impal, Abang, Kakak, Agi, Silih, Eda, Bere-bere, Bapak, Nande, Bulang, Nini, Bengkila, Bibi, Mama, Mami, Permain. Faktor sosiolingusistik yang mempengaruhi sistem sapaan kekaraban pada mahasiswa batak karo di UNIMA adalah dari status sosial, usia, marga (tutur), dan jenis kelamin. Dalam praktiknya dalam komunikasi antar mahasiswa dalam IKMBI dan IMKA terlihat bahwa mahasiswa sudah mampu menggunakan sapaan kekraban dengan baik. Mesikpun demikian, masih ada beberapa mahasiswa yang masih salah dalam menggunakan sapaan keakraban dan melanggar adat istiadat.
ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN ANTAR TOKOH PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Kolompoy, Jonatan I.; Meruntu, Oldie S.; Wengkang, Thelma I. M.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, bentuk dan makna alih kode, dalam percakapan antartokoh pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian deskriptif kualitatif ini disusun dengan menggunakan dua sumber data: primer dan sekunder. Sumber data primer adalah film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck yang disutradarai oleh Sunil Soraya. Sumber data sekunder adalah berbagai literatur terkait seperti buku, hasil riset dan artikel pada berbagi jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan (note-taking). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi yang terdiri dari tahap: reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis alih kode dalam percakapan antartokoh dalam film: interen dan eksteren. Bentuk alih kode yang ditemui adalah: alih kode tag, alih kode antar kalimat, dan alih kode dalam kalimat. Dalam percakapan antar tokoh, alih kode memiliki makna yang beragam tergantung pada situasi di mana alih kode tersebut digunakan. Karena film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memiliki latar belakang tempat, waktu dan sosial yang sangat kaya maka penggunaan alih kode dalam percakapan antar tokoh adalah sebuah konsekuensi logis.
MAKNA LIRIK LAGU DIRI KARYA TULUS MENURUT KAJIAN SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA PADA TINGKAT SMK Goni, Viorela Meysi; Meruntu, Oldie Stevie; Poli, Intama Jemy
KOMPETENSI Vol. 4 No. 5 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i5.8844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lirik lagu Diri karya Tulus melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di tingkat SMK. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data utama berupa lirik lagu Diri karya Tulus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sementara teori Semiotik Charles Sanders Peirce yang didasarkan pada Sign, Object, dan Interpretant dijadikan sebagai dasar analisis data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, bait pertama dari lirik lagu Diri menggambarkan makna bahwa kita selalu belajar untuk bersikap ikhlas dan tulus menghadapi kejadian yang menimpa kita. Ini mencakup aspek memaafkan, jujur, dan percaya, serta berdamai dengan situasi yang terjadi. Kedua, bait kedua menyoroti pembelajaran untuk melupakan hal-hal yang terjadi pada diri kita. Ketiga, bait ketiga mengartikan bahwa mereka yang terluka perlu bersyukur atas kemampuan mereka untuk melupakan luka berdasarkan ketulusan hati mereka. Terakhir, bait keempat mengandung makna bahwa senyum tidak hanya pantas diberikan dalam kebahagiaan, namun juga ketika sedang menghadapi kesedihan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi dalam pembelajaran di tingkatan SMK adalah dalam lirik lagu Diri dari Tulus terdapat pesan dan makna tentang subuah kehidupan Dimana kita harus selalu bersyukur dan belajar dari sebuah keselahan sehinggnya kedepan nanti kita menjadi manusia yang baik dan berjiwa positif.
TINDAK SARKASME BERBAHASA INDONESIA DALAM JEJARING SOSIAL FACEBOOK: SEBUAH KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Hendrini, Hendrini; Ratu, Donal M.; Meruntu, Oldie Stevie
KOMPETENSI Vol. 4 No. 5 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i5.8846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan bahasa sarkasme dalam jejaring sosial Facebook serta mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terjadi di platform tersebut. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari pengguna Facebook tanpa batasan usia, yang diambil secara acak dari unggahan, status, komentar, dan percakapan netizen pada periode Juni hingga Agustus 2023 yang berkaitan dengan penggunaan bahasa sarkasme. Teknik pengumpulan data meliputi tangkapan layar dan pencatatan data dari kolom komentar, unggahan, status, dan percakapan di Facebook. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori linguistik forensik dan teori kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kesantunan berbahasa, seperti maksim simpati, kebijaksanaan, kerendahan hati, kedermawanan, penghargaan, dan kecocokan. Mayoritas pelanggaran terjadi pada maksim simpati, menunjukkan kecenderungan pengguna Facebook untuk menggunakan bahasa yang mengejek, mencaci, dan merendahkan lawan tutur. Kesadaran pengguna media sosial, khususnya Facebook, perlu ditingkatkan guna membangun komunikasi yang harmonis dan meminimalisir pelanggaran kesantunan berbahasa.
KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI TEKNIK MENULIS OBJEK LANGSUNG SISWA KELAS VII SMP KATOLIK KEMBES Nadila V. Kindangen; Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.12209

Abstract

This study aimed to describe the ability of seventh-grade students at SMP Katolik Kembes to write descriptive texts using the direct object writing technique. The research employed a descriptive analytical method and involved 29 seventh-grade students of SMP Katolik Kembes, located in Kembes Satu Village, Tombulu District, Minahasa Regency, during the first semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected through writing tests and documentation. The assessment focused on the structure of descriptive texts, including identification, description of parts, conclusion, structural organization, and overall completeness of the text framework. Data analysis was conducted through scoring, calculating total scores, converting scores into values, classifying achievement levels, and interpreting the findings using descriptive analytical techniques. The results showed that the students’ ability to write descriptive texts was categorized as good, with a mean score of 76.55. The implementation of the direct object writing technique, which involved observing objects directly, recording observations, and composing texts based on identification, description, and conclusion elements, enabled students to produce coherent and well-organized descriptive texts. Most students demonstrated the ability to write texts relevant to the assigned theme, understand the structure of descriptive texts, and express their ideas effectively. However, some students still required additional guidance, particularly in applying proper Indonesian language conventions. Therefore, the direct object writing technique proved effective in supporting the development of descriptive writing skills among seventh-grade students at SMP Katolik Kembes. ABSTRACT Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan seberapa baik kemampuan siswa kelas tujuh SMP Katolik Kembes dalam menulis teks deskriptif menggunakan pendekatan penulisan objek langsung. Sebanyak 29 siswa kelas tujuh berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dilaksanakan di SMP Katolik Kembes di Desa Kembes Satu, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, pada semester ganjil tahun ajaran 2025-2026 menggunakan teknik analitis deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengujian dan dokumentasi, dengan penilaian yang berfokus pada struktur teks deskriptif, termasuk identifikasi, informasi komponen, kesimpulan, organisasi struktural, dan kelengkapan kerangka keseluruhan. Analisis data dilakukan dengan pemberian skor, penggabungan total skor, konversi nilai-nilai tersebut, pengkategorian skor, dan interpretasi temuan melalui teknik analitis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks deskriptif berada dalam kisaran baik, dengan skor rata-rata 76,55. Penerapan teknik penulisan objek langsung, yang meliputi pengamatan objek, pencatatan pengamatan, dan penyusunan teks berdasarkan unsur identifikasi, deskripsi bagian, dan kesimpulan, memungkinkan siswa untuk menyusun teks deskriptif yang koheren dan jelas. Mayoritas siswa menunjukkan kemampuan untuk menulis yang relevan dengan tema yang diberikan, memahami struktur teks deskriptif, dan mengartikulasikan ide-ide mereka secara efektif, meskipun beberapa siswa masih membutuhkan dukungan tambahan, khususnya dalam mematuhi norma-norma bahasa Indonesia yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan penulisan objek langsung telah terbukti bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan menulis teks deskriptif siswa kelas VII di SMP Katolik Kembes.
Analisis Gaya Bahasa Cerpen Senyum Karyamin dan Jasa-jasa Buat Sanwirya Karya Ahmad Tohari serta Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMP Kezia Konehe; Oldie S. Meruntu; Viktory N. J. Rotty
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1482

Abstract

Teaching short story analysis for junior high school students often does not prioritize the examination of writing style, which limits student understanding. Ahmad Tohari's writing uses a choice of writing style to express meaning, convey social criticism, and foster empathy. The purpose of this study is to analyze the language style contained in Ahmad Tohari's short stories, especially Smile Karyamin and Jasa-jasa Buat Sanwirya, and to explore its influence on the teaching of short stories in junior high school. This study uses a library study methodology. The research location is the library. The research time is from November 2025 to February 2026. The data source for this study is the Smile Karyamin Short Story Anthology by Ahmad Tohari. The data analysis technique follows the steps of the content analysis technique. The language style data analysis technique is based on Gorys Keraf's theory. The results of the study show that the short story "Senyum Karyamin" uses various language styles, namely comparison (personification, metaphor, association), opposition (hyperbole, paradox), affirmation (repetition), and satire (irony and cynicism), also found euphemism. Meanwhile, the short story "Jasa-jasa Buat Sanwirya" utilizes comparative language styles (personification and association), contrast (hyperbole and litotes), and satire (irony and cynicism) that frequently appear in the characters' dialogues. The results of this study have implications for short story teaching in junior high schools, particularly in contextually teaching language styles to make learning more applicable and meaningful for students.
Nilai Religius “Lucy Shimmers and the Prince of Peace” terhadap Karakter Siswa Thitania Evangliesti Murchita; Uus Martinus Kamajaya AL Katuuk; Oldie S. Meruntu
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam teks film Lucy Shimmers and The Prince of Peace karya Rob Diamond, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa kelas V sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa film tersebut dan data sekunder dari jurnal serta artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyimakan dialog, dan pencatatan nilai religius. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk mengidentifikasi makna nilai religius yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai iman, kasih dan pengampunan, pertobatan dan penebusan, panggilan hidup, kekeluargaan, serta doa. Nilai tersebut berimplikasi pada penguatan karakter siswa seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Temuan ini relevan sebagai sumber pembelajaran pendidikan karakter berbasis nilai religius di sekolah dasar khususnya dalam membentuk pribadi siswa yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam implementasi