Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 2 KOTAMOBAGU: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Suhartono, Fila; Meruntu, Oldie S.; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai jenis dan fungsi tindak tutur yang dilakukan oleh guru dan siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotaomobagu dalam situasi formal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman, dan pencatatan lapangan. Analisis data melibatkan klasifikasi jenis tindak tutur, serta analisis fungsi dari setiap tindak tutur. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotamobagu dengan jumlah responden 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu melibatkan penggunaan tindak tutur langsung literal. Tindak tutur ini digunakan baik oleh guru maupun siswa dalam situasi formal, terutama saat proses pembelajaran di kelas, siswa menggunakan tindak tutur langsung literal dalam bentuk memberitakan atau menyatakan (deklaratif). Fungsi tindak tutur pada siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu adalah: tindak tutur langsung literasi tindak tutur langsung literal memerintah (imperatif), tindak tutur bertanya (interogatif) dan tindak tutur memberitakan atau menyatakan (deklaratif), sedangkan yang digunakan oleh siswa adalah tindak tutur langsung literal memberitaan atau menyatakan (deklaratif). Tindak tutur tindak langsung literal digunakan oleh guru ketika memerintah. Namun, perintah disampaikan dengan modus memberitakan atau menyatakan (deklaratif).
SAPAAN KEAKRABAN BAHASA BATAK KARO OLEH KALANGAN MAHASISWA ASAL BATAK KARO DI UNIMA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Perangin-angin, Regristri Putri Br; Meruntu, Oldie S.; Monoarfa, Susan; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi kata sapaan keakraban bahasa Batak Karo yang di gunakan sebagai alat komunikasi oleh mahasiswa asal Batak Karo di Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Sumber data peneliti diambil dari mahasiswa Batak Karo yang tergabung dalam rukun IKMBI (Ikatan kerukunan mahasiswa batak Indonesia) di Tondano dan Mahasiswa IMKA Taneh Perburu (Ikatan Mahasiswa Karo) yang ada di Tondano. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 Mahasiswa Batak yang memiliki kemampuan dalam penggunaan Bahasa Batak Karo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Dari Hasil penelitian dalam bahasa Batak Karo terdapat 18 kata sapaan keakraban yang sering di gunakan oleh mahasiswa batak karo di UNIMA yaitu: Senina, Turang, Impal, Abang, Kakak, Agi, Silih, Eda, Bere-bere, Bapak, Nande, Bulang, Nini, Bengkila, Bibi, Mama, Mami, Permain. Faktor sosiolingusistik yang mempengaruhi sistem sapaan kekaraban pada mahasiswa batak karo di UNIMA adalah dari status sosial, usia, marga (tutur), dan jenis kelamin. Dalam praktiknya dalam komunikasi antar mahasiswa dalam IKMBI dan IMKA terlihat bahwa mahasiswa sudah mampu menggunakan sapaan kekraban dengan baik. Mesikpun demikian, masih ada beberapa mahasiswa yang masih salah dalam menggunakan sapaan keakraban dan melanggar adat istiadat.
ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN ANTAR TOKOH PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Kolompoy, Jonatan I.; Meruntu, Oldie S.; Wengkang, Thelma I. M.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, bentuk dan makna alih kode, dalam percakapan antartokoh pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian deskriptif kualitatif ini disusun dengan menggunakan dua sumber data: primer dan sekunder. Sumber data primer adalah film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck yang disutradarai oleh Sunil Soraya. Sumber data sekunder adalah berbagai literatur terkait seperti buku, hasil riset dan artikel pada berbagi jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan (note-taking). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi yang terdiri dari tahap: reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis alih kode dalam percakapan antartokoh dalam film: interen dan eksteren. Bentuk alih kode yang ditemui adalah: alih kode tag, alih kode antar kalimat, dan alih kode dalam kalimat. Dalam percakapan antar tokoh, alih kode memiliki makna yang beragam tergantung pada situasi di mana alih kode tersebut digunakan. Karena film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memiliki latar belakang tempat, waktu dan sosial yang sangat kaya maka penggunaan alih kode dalam percakapan antar tokoh adalah sebuah konsekuensi logis.
MAKNA LIRIK LAGU DIRI KARYA TULUS MENURUT KAJIAN SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA PADA TINGKAT SMK Goni, Viorela Meysi; Meruntu, Oldie Stevie; Poli, Intama Jemy
KOMPETENSI Vol. 4 No. 5 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i5.8844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lirik lagu Diri karya Tulus melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di tingkat SMK. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data utama berupa lirik lagu Diri karya Tulus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sementara teori Semiotik Charles Sanders Peirce yang didasarkan pada Sign, Object, dan Interpretant dijadikan sebagai dasar analisis data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, bait pertama dari lirik lagu Diri menggambarkan makna bahwa kita selalu belajar untuk bersikap ikhlas dan tulus menghadapi kejadian yang menimpa kita. Ini mencakup aspek memaafkan, jujur, dan percaya, serta berdamai dengan situasi yang terjadi. Kedua, bait kedua menyoroti pembelajaran untuk melupakan hal-hal yang terjadi pada diri kita. Ketiga, bait ketiga mengartikan bahwa mereka yang terluka perlu bersyukur atas kemampuan mereka untuk melupakan luka berdasarkan ketulusan hati mereka. Terakhir, bait keempat mengandung makna bahwa senyum tidak hanya pantas diberikan dalam kebahagiaan, namun juga ketika sedang menghadapi kesedihan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi dalam pembelajaran di tingkatan SMK adalah dalam lirik lagu Diri dari Tulus terdapat pesan dan makna tentang subuah kehidupan Dimana kita harus selalu bersyukur dan belajar dari sebuah keselahan sehinggnya kedepan nanti kita menjadi manusia yang baik dan berjiwa positif.
TINDAK SARKASME BERBAHASA INDONESIA DALAM JEJARING SOSIAL FACEBOOK: SEBUAH KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Hendrini, Hendrini; Ratu, Donal M.; Meruntu, Oldie Stevie
KOMPETENSI Vol. 4 No. 5 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i5.8846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan bahasa sarkasme dalam jejaring sosial Facebook serta mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa yang terjadi di platform tersebut. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari pengguna Facebook tanpa batasan usia, yang diambil secara acak dari unggahan, status, komentar, dan percakapan netizen pada periode Juni hingga Agustus 2023 yang berkaitan dengan penggunaan bahasa sarkasme. Teknik pengumpulan data meliputi tangkapan layar dan pencatatan data dari kolom komentar, unggahan, status, dan percakapan di Facebook. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori linguistik forensik dan teori kesantunan berbahasa. Hasil penelitian menunjukkan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kesantunan berbahasa, seperti maksim simpati, kebijaksanaan, kerendahan hati, kedermawanan, penghargaan, dan kecocokan. Mayoritas pelanggaran terjadi pada maksim simpati, menunjukkan kecenderungan pengguna Facebook untuk menggunakan bahasa yang mengejek, mencaci, dan merendahkan lawan tutur. Kesadaran pengguna media sosial, khususnya Facebook, perlu ditingkatkan guna membangun komunikasi yang harmonis dan meminimalisir pelanggaran kesantunan berbahasa.