Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik atlet Taekwondo asal Jawa Barat berdasarkan kategori pertandingan pada PON XXI Aceh–Sumut 2024. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 13 atlet yang terbagi ke dalam dua kategori: Poomsae dan Kyorugi. Pengukuran kondisi fisik mencakup sepuluh komponen utama, yaitu kapasitas VO₂Max, fleksibilitas panggul dan punggung, kelincahan, keseimbangan, waktu reaksi, daya tahan otot, stabilitas inti, serta kekuatan eksplosif tungkai dan otot dada. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann–Whitney U, disesuaikan dengan distribusi data yang tidak normal serta jumlah sampel yang terbatas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa atlet Poomsae memiliki rerata yang lebih unggul dalam aspek fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot, dan daya tahan. Namun, secara statistik, perbedaan yang signifikan hanya ditemukan pada fleksibilitas punggung. Hal ini mencerminkan tuntutan teknis dari masing-masing kategori, di mana Poomsae menitikberatkan pada kontrol gerakan dan postur, sedangkan Kyorugi lebih menekankan kekuatan, kecepatan, dan reaksi dalam situasi duel. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam menyusun program latihan yang lebih terarah dan spesifik sesuai kebutuhan kategori pertandingan