Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Study of Public Elementary School Regrouping in Magelang to Improve Education Quality Management Sri Haryati; Sukarno Sukarno; Astuty Astuty; Ahmad Muhlisin; Suwito Singgih
Tarbawi Vol 7 No 02 (2021): November 2021
Publisher : Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/tarbawi.v7i02.4620

Abstract

The research describes an analysis of regrouping public elementary school implementation plans in Magelang. The research method used is a qualitative method with instruments of open interview sheets and documents. The research results indicate that schools eligible for the regrouping consist of 1) SDN Wates 1 with SDN Wates 5; 2) SDN Rejowinangun Utara 2 with SDN Rejowinangun Utara 3; 3) SDN Kramat 2 with SDN Kramat 3. At the same time, schools that are less eligible for the regrouping include SDN Magersari 1 and SDN Magersari 3 since each school has unique characteristics that require special handling. Recommendations or suggestions that the regional department of education can apply are 1) intensive coordination or communication with all stakeholders; 2) unique approaches to potential resistant parties; 3) the design of the utilization of regrouped school assets; and 4) post-regroup buildings to meet the mandatory affairs of the Regional Government in the Education sector, such as community activity center (SKB) building, the secretariat of school supervisors, education council, and integrated art Council. The research implication becomes a reference in improving education quality in Magelang city through elementary school regrouping.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER MENGGUNAKAN TEKNIK KATA KUNCI Astuty Astuty; Farikah Farikah; Mursia Ekawati
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 4, No 2 (2021): Indonesian Journal of Education and Learning
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v4i2.3870

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pelatihan keterampilan menulis puisi berbasis pendidikan karakter dengan menggunakan teknik kata kunci, mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis puisi berbasis pendidikan karakter dengan menggunakan teknik kata kunci, dan mendeskripsikan persepsi guru MI se-Kota Magelang terhadap pelatihan menulis puisi berbasis pendidikan karakter menggunakan teknik kata kunci. Proses pelatihan pada pretes dan postes meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan, yaitu instrumen tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis puisi berbasis pendidikan karakter menggunakan teknik kata kunci pada guru MI se-Kota Magelang. Nilai rata-rata kelas pada pretes mencapai 60,31 atau dalam kategori cukup dan mengalami peningkatan pada postes menjadi 83,70 atau dalam kategori baik. Peningkatan kemampuan menulis puisi antara pretes dan postes adalah 23,39 atau sebesar 27,90%.  Persepsi guru MI se-Kota Magelang terhadap pelatihan menulis puisi berbasis pendidikan karakter menggunakan teknik kata kunci sangat baik karena dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis puisi. Kata kunci: keterampilan menulis puisi, pendidikan karakter, teknik kata kunci AbstractThe purpose of this study was to describe the process of character education-based poetry writing skills training using keyword techniques , to describe the improvement in the ability to write poetry based on character education using keyword techniques , and to describe the perceptions of MI teachers in Magelang City towards character education-based poetry writing training using keyword technique . The training process on the pretest and posttest includes planning, action, observation, and reflection. The instruments used were test and non-test instruments. The data analysis techniques used in this study were quantitative and qualitative techniques . The results of this study indicate an increase in character education-based poetry writing skills using keyword techniques in MI teachers in Magelang City . The class average value at the pretest reached 6 0 , 31 or in the sufficient category and had an increase in the post-test to 8 3 , 70 or in either category. The increase in the ability to write poetry between pretest and posttest was 23.39 or 2 7 , 9 0 %. The perception of MI teachers in Magelang City towards writing poetry training based on character education using keyword techniques is very good because it can improve the teacher's ability to carry out learning to write poetry.    Keywords: poetry writing skills, character education, keyword techniques
PRODUKTIVITAS TUTURAN ANAK-ANAK TUNAGRAHITA RINGAN DI SEKOLAH DASAR INKLUSI Astuty Astuty
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Education and Learning
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v3i1.1863

Abstract

Anak-anak tunagrahita  ringan mengalami gangguan kebahasaan, seperti gangguan morfologis dan  sintaktis. Gangguan morfologis dan sintaktis yang dialami anak-anak tunagrahita ringan tersebut berpengaruh terhadap  produktivitas kata, frasa, kalimat, dan rerata panjang ujarannya. Penelitian ini  difokuskan untuk menemukan produktivitas kata, frasa, kalimat, dan rerata panjang ujaran dalam tuturan anak-anak tunagrahita ringan. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian berupa penggalan cerita dan percakapan anak-anak tunagrahita ringan. Latar penelitian adalah Sekolah Dasar Inklusi di Kabupaten Semarang. Sumber data penelitian yaitu tuturan dalam bentuk cerita dan percakapan anak-anak tunagrahita ringan di SD Inklusi. Teknik pengumpulan data adalah  teknik rekam, catat, simak bebas libat cakap, dan simak libat cakap. Teknik analisis data adalah teknik agih. Temuan penelitian ini adalah  ((1)  produktivitas kata berupa nomina, verba, kata tugas, adjektiva, pronomina, numeralia, dan adverbia; (2) produktivitas frasa berupa frasa preposisional, nominal, verbal, numeral, pronominal, adjektival, dan konjungsional; (3) produktivitas kalimat berupa kalimat tunggal; dan (4) RPU= 6,94; Simpulan penelitian ini adalah kemampuan berbahasa anak-anak tunagrahita ringan dapat dikembangkan dengan memberikan pertanyaan menggali. Saran diberikan kepada guru agar mendapat pelatihan cara memberikan pertanyaan menggali dengan tepat. Peneliti lain dapat meneliti produktivitas kalimat majemuk pada anak-anak tunagrahita ringan  dengan teknik yang lain
DESAIN INSTRUKSIONAL: SEBUAH REFLEKSI KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR Farikah; Mimi Mulyani; Dwi Winarsih; Astuty; M.Fatkhu Arifin; Danang Dwi Pradita
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.752 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalaindonesia.v1i2.485

Abstract

Penelitian studi kasus deskriptif bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, fenomena yang berkaitan dengan permasalahan penelitian yaitu refleksi guru berkaitan dengan keterampilan instruksional yang diimplementasikan pada pembelajaran daring. Sumber data penelitian ini adalah guru-guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang mengikuti perkuliahan S1 Pendidikan Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara secara daring serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data Induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil temuan, terdapat delapan indikator refleksi yang digunakan dalam penelitian. (1) keterampilan guru dalam membuka pelajaran secara daring, (2) materi yang digunakan dalam pembelajaran daring (3) media pembelajaran yang digunakan guru (4) kegiatan pembelajaran yang telah rancang oleh guru (5) media pembelajaran yang digunakan oleh guru (6) pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru (7) penjelasan/instruksi yang disampaikan oleh guru (8) keterampilan guru dalam menutup pembelajaran.
BLENDED LEARNING MEDIATED INSTRUCTION IN ENGLISH CLASS: STUDENT ENGAGEMENT Farikah; Mimi Mulyani; Astuty; Aulya Cahyaningrum
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 8: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.06 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i8.2020

Abstract

There have been many discussions on the concepts of student engagement in learning during Blended learning mediated instruction. Student engagement tended to be discussed in academic activities during Pandemic learning. This study explored the students’ engagement in a project-based blended learning classroom. It investigated how the project-based blended learning model motivates student engagement. A case study approach was adopted that involved ten English department students. Questionnaires and interviews were used to collect the data. Deci and Ryan’s theory (1985) opted to analyze the data. The results contribute to higher education pedagogy by providing insights into the use of project-based blended learning models in engaging students.
Jenis Tuturan dan Kesantunan Tuturan Anak-Anak Terbelakang Mental Ringan (Atmr) Berdasarkan Kemampuan Aktual dan Kemampuan Potensial astuty astuty
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.51 KB) | DOI: 10.31002/transformatika.v6i1.3886

Abstract

Anak-anak terbelakang mental ringan, selanjutnya disebut  (ATMR) memiliki IQ di bawah 70. Hal tersebut mengakibatkan  jenis tuturannya di bawah rata-rata anak normal. Demikian juga tingkat kesantunannya mengalami defisit.  Meskipun demikian, ATMR masih dapat dikembangkan jenis tuturan dan kesantunan tuturannya dengan menggunakan teknik  probing question. Tujuan penelitian ini  adalah menemukan dan mengeksplanasikan  jenis tuturan dan kesantunan tuturan ATMR berdasarkan kemampuan aktual dan kemampuan potensial.   Data penelitian berupa penggalan cerita dan percakapan ATMR. Latar penelitian adalah SLB Negeri Ungaran dan SLB Negeri Semarang. Teknik pengumpulan data adalah  teknik rekam, catat, simak bebas libat cakap, dan simak libat cakap. Teknik analisis data menggunakan  teknik padan pragmatik.  Temuan penelitian ini adalah  berdasarkan kemampuan aktual ditemukan jenis tuturan (1) konstatif,  (2) lokusioner,   (3) representatif, (4) langsung, (5) harfiah,  dan pematuhan kesantunan bidal ketimbangrasaan serta pelanggaran kesantunan bidal ketimbangrasaan dan keperkenanan. Sementara itu, berdasarkan kemampuan potensial ditemukan jenis tuturan (1) konstatif, (2) lokusioner, (3) representatif, direktif, ekspresif, (4) langsung, dan (5) harfiah; dan  pematuhan kesantunan bidal ketimbangrasaan, kesetujuan, dan kesimpatian dan pelanggaran kesantunan bidal ketimbangrasaan. Simpulan penelitian ini adalah kemampuan berbahasa ATMR dapat dikembangkan dengan teknik probing question. Saran diberikan kepada BSNP agar  memasukkan teknik probing question sebagai salah satu stategi mengajar dalam silabus dan  buku ajar untuk pembelajaran bahasa Indonesia bagi ATMR.
Probing questions and feedback for learners with down syndrome in an inclusive classroom Astuty; Farikah; Mursia Ekawati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v8i2.22242

Abstract

This study aims to investigate the practice of Assessment for Learning (AfL) in the context of inclusive classes focused on how teachers provide effective probing questions and feedback to Down Syndrome (DS) learners. This study involved two teachers from two inclusive elementary schools. The data was collected during the learning process and interviews with teachers and DS students. This research conducted qualitative research used on this study is descriptive qualitative that utters the teachers by using three considerations in providing effective probing questions and feedback for DS students. Those considerations are (1) the level of intelligence by giving direct, short, concrete questions; (2) social-emotional by giving feedback and reinforcement; and (3) limitations of other mental functions by using visual media and non-verbal language. The implications of this study show that the presence of learners with special needs is as important as normal children in an inclusive class. Thus, the teacher must be able to design the learning practice with the diversity of students. The training can be given to them as well. Along with that, the finding of this study can contribute to it. By giving them training, the teacher's confidence, and positive attitude toward teaching in the inclusive class are built up.
PENAMAAN KEDAI KOPI DI MAGELANG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK Astuty Astuty
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 12: Mei 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v1i12.2534

Abstract

Naming process can be stated as a hope, that is why it is important to think more in giving name for something or labeling things. It can be shown in the naming process of the business, one of the business which needs naming process is coffee shop. Coffee shop becomes a new trend in Surabaya lately. The changing era makes naming process for coffee shops more diverse. The coffee shops’ naming not only uses Indonesian, but they use local language and foreign language, and this phenomenon is really interesting to be studied. The purpose of this research is to observe the meaning of the coffee shops from the semantic side. The researcher used ten coffee shops in Surabaya which have "feeling" theme. After did the research by adding the interview with the owners, it can be concluded that the naming process of the coffee shops contain the owner's hopes and explaining the concept of the coffee shop itself
PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN SECARA EFEKTIF PADA SISWA DOWN SINDROME DI KELAS INKLUSI Astuty Astuty
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.5294

Abstract

Dalam praktik pembelajaran dan penilaian di kelas inklusi, guru harus dapat menfasilitasi cara belajar siswa normal dan siswa berkebutuhan khusus secara bersamaan. Namun demikian, penelitian tentang praktik Pembelajaran dan penilaian yang mengakomodasi siswa normal dan siswa berkebutuhan khusus sangat terbatas. Untuk alasan inilah, penelitian ini bertujuan meneliti praktik Pembelajaran dan penilaian dalam konteks kelas inklusi dengan fokus cara guru memberikan pertanyaan dan umpan balik yang efektif pada siswa Down Sindrome (DS). Penelitian ini melibatkan dua orang guru dari dua Sekolah Dasar Inklusi. Pengambilan data dilakukan saat proses pembelajaran serta wawancara terhadap guru dan siswa DS. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa guru menggunakan tiga pertimbangan dalam memberikan pertanyaan menggali dan umpan balik yang efektif bagi siswa DS, yaitu pertimbangan: (1) tingkat intelegensi dengan memberikan pertanyaan langsung, pendek, dan kongkret; (2) sosial-emosional dengan memberikan umpan balik dan penguatan; serta (3) keterbatasan fungsi mental lain dengan mengunakan media visual dan komunikasi non-verbal. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa ketika kehadiran pembelajar berkebutuhan khusus sama pentingnya dengan anak normal, guru harus dapat atau dilatih merancang praktik pembelajaran dengan keberagaman peserta didik dan temuan penelitian ini dapat berkontribusi untuk itu. Implilasi lain penelitian ini adalah memberikan pemahaman lebih baik tentang Pembelajaran dan penilaian di kelas inklusi dan implementasinya di ruang kelas
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ALAT EVALUASI DI SEKOLAH INKLUSI: Studi Multi Situs di MI Al Islam Krasak Salaman, Kabupaten Magelang Astuty Astuty
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1: Juni 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i1.5322

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menemukenali muatan pendidikan karakter pada alat evaluasi di sekolah inklusi MI Al Islam Krasak Salaman, Kabupaten Magelang. Metode analisisnya menggunakan analisis isi (content analysis), mencakupi: mengklasifikasi komponen data, mengambil sampel, merekam dan mengkode, menyederhanakan data, menarik simpulan dan menyusun narasi (Krippendorff, 2004). Hasil penelitian dapat dipaparkan bahwa penanaman pendidikan karakter kepada siswa lewat alat evaluasi Sekolah Inklusi di MI Al Islam Krasak Salaman, Kabupaten Magelang sudah beragam. Muatan dimaksud meliputi: muatan pendidikan karakter berdasarkan (1) olah hati, meliputi: jujurdan tanggung jawab; (2) olah pikir, meliputi: kritis dan kreatif; (3) kinestetik/olah raga, meliputi: tangguh dan disiplin; serta (4) olah rasa dan karsa, meliputi: sikap peduli dan cinta tanah air.