Nia Supiana
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik & Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Sriama Muliani; Nia Supiana; Nurul Auliya Kamila
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i2.1398

Abstract

Ibu hamil merupakan fase siklus reproduksi yang sangat berisiko pada perempuan, menjaga asupan nutrisi dan memantau status gizi menjadi hal mutlak yang harus dilaksanakan Ibu hamil. Keberhasilan melalui proses yang fisiologis hasil penelitian menggungkapkan bahwa karakteristik yang melekat pada diri seorang perempuan akan menjadi salah satu penentu dari keberlangsungan kehamilan yang dialami. Anemia merupakan salah satu faktor langsung yang mempengaruhi kesehatan selama kehamilan, bersalin serta nifas, tidak hanya itu anemia juga akan mempengaruhi kondisi janin dan status kesehatan nantinya setelah dilahirkan. Upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia dengan memberikan tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan, program tersebut akan berhasil jika dibarengi dengan kepetuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Metode penelitian yang digunakan deskriftif analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang datang ke Puskesmas dan tinggal menetap di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Taliwang berjumlah 439 ibu hamil. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 81. Teknik pengambilan sampel yang digunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian: dari 81 responden, sebagian besar responden berumur 20-35 tahun sebanyak 59 orang (72,8%) berpendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 30 orang (37%) bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 66 orang (81,5%) dan tingkat pengetahuan ibu cukup 37 responden (45,7%). Ibu hamil sebagian besar tidak patuh mengkonsumsi tablet fe yaitu sebanyak 49 orang ( 60, 5 % ) Setiap nakes memiliki kewajiban untuk ikut mensukseskan penanganan anemia melalui pemberian tablet Fe dan tentunya harus disertai dengan kontrol yang baik terhadap kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe.
Beberapa Karakteristik Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Puskesmas Ampenan Nia Supiana; Sriama Muliani
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah perilaku pencarian punting payudara ibu sesaat setelah lahir. Hal ini sangat dibutuhkan, karena bayi setelah lahir langsung mendapat asupan gizi dari ASI. Pemberian ASI secara dini juga sangat bermanfaat bagi ibu,terutama untuk merangsangkelancaran ASI. Program IMD merupakan program pendukung dari pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Pentingnya pemberian IMD merupakan salah satu cara dalam menyukseskan Kesehatan bayi secara fisik dan psikis yang selama ini masih kurang diterapkan karena cenderung mengabaikan IMD dengan anggapan bahwa putting mengandung kuman dan kotor pada saat ibu bersalin (Fauziah Nasution, 2017). Metode penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar partograf dan kohort bayi, yang berisi tentang data responden dan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Inisiasi Menyusu Dini, mengenai penatalaksanaan IMD di puskesmas Ampenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari 56 responden yang dijadikan sampel di Puskesmas Ampenan, sebagian besar berada pada kelompok mutipara ( 2-4) sebanyak 38 orang (67,86 %), pendidikan menengah sebanyak 25 orang (44,64 %), kesehatan ibu sebanyak 56 orang (100 %), kesehatan bayi 54 orang (96,43 %) dan keberhasilan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang (96,43 %). Ibu bersalin yang berada di Puskesmas Ampenan sebagaian besar berhasil melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang ( %). Peran tenaga kesehatan atai Bidan dalam membimbing proses IMD sudah baik, dan responden yang masih belum melakukan IMD adalah ibu yang memiliki kondisi bayi yang perlu penanganan intensif saat bayi baru lahir. Selain itu walaupun hamper semua redponden melakukan IMD , Bidan harus tetap memberikan dukungan dan promkes terhadap manfaat melakukan IMD pada ibu bersalin.
Pengetahuan Remaja Putri Kelas X Terhadap Kesehatan Reproduksi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari Nia Supiana; Bq. Safinatunnaja
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1660

Abstract

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk, Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. sekitar 43% kematian akibat kanker Dapat dicegah jika setiap wanita rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker. Hasil studi pendahuluan di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri kelas X dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari Metode penelitian dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah semua siswa Kelas X di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari sebanyak 150 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 150 siswi. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisa statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 remaja putri di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari, sebagian besar berumur 15 tahun sebanyak 91 orang (60,7%), tidak mendapatkan informasi sebanyak 115 orang (76,7%), pengetahuan kurang sebanyak 82 orang (54,7%), tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebanyak 117 orang dan ada hubungan antara pengetahuan tentang kesadaran siswi dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05. Disarankan kepada pihak sekolah di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari bekerja sama dengan pihak puskesmas atau instansi kesehatan dalam memberikan edukasi tentang kespro dalam hal SADARI, penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang periksa payudara sendiri kepada siswi remaja/santri di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari
Beberapa Karakteristik Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di Puskesmas Ampenan Nia Supiana; Sriama Muliani
JIKF Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v10i2.1404

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah perilaku pencarian punting payudara ibu sesaat setelah lahir. Hal ini sangat dibutuhkan, karena bayi setelah lahir langsung mendapat asupan gizi dari ASI. Pemberian ASI secara dini juga sangat bermanfaat bagi ibu,terutama untuk merangsangkelancaran ASI. Program IMD merupakan program pendukung dari pemberian ASI Eksklusif pada bayi. Pentingnya pemberian IMD merupakan salah satu cara dalam menyukseskan Kesehatan bayi secara fisik dan psikis yang selama ini masih kurang diterapkan karena cenderung mengabaikan IMD dengan anggapan bahwa putting mengandung kuman dan kotor pada saat ibu bersalin (Fauziah Nasution, 2017). Metode penelitian yang digunakan Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar partograf dan kohort bayi, yang berisi tentang data responden dan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Inisiasi Menyusu Dini, mengenai penatalaksanaan IMD di puskesmas Ampenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari 56 responden yang dijadikan sampel di Puskesmas Ampenan, sebagian besar berada pada kelompok mutipara ( 2-4) sebanyak 38 orang (67,86 %), pendidikan menengah sebanyak 25 orang (44,64 %), kesehatan ibu sebanyak 56 orang (100 %), kesehatan bayi 54 orang (96,43 %) dan keberhasilan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang (96,43 %). Ibu bersalin yang berada di Puskesmas Ampenan sebagaian besar berhasil melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 54 orang ( %). Peran tenaga kesehatan atai Bidan dalam membimbing proses IMD sudah baik, dan responden yang masih belum melakukan IMD adalah ibu yang memiliki kondisi bayi yang perlu penanganan intensif saat bayi baru lahir. Selain itu walaupun hamper semua redponden melakukan IMD , Bidan harus tetap memberikan dukungan dan promkes terhadap manfaat melakukan IMD pada ibu bersalin.
Pengetahuan Remaja Putri Kelas X Terhadap Kesehatan Reproduksi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari Nia Supiana; Bq. Safinatunnaja
JIKF Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jikf.v11i1.1660

Abstract

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk, Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia serta menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. sekitar 43% kematian akibat kanker Dapat dicegah jika setiap wanita rutin melakukan deteksi dini dan menghindari faktor risiko penyebab kanker. Hasil studi pendahuluan di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri kelas X dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari Metode penelitian dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah semua siswa Kelas X di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari sebanyak 150 siswi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 150 siswi. Alat bantu yang digunakan adalah kuesioner. Analisa statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 remaja putri di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari, sebagian besar berumur 15 tahun sebanyak 91 orang (60,7%), tidak mendapatkan informasi sebanyak 115 orang (76,7%), pengetahuan kurang sebanyak 82 orang (54,7%), tidak melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebanyak 117 orang dan ada hubungan antara pengetahuan tentang kesadaran siswi dalam melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dengan nilai p value sebesar 0,000 < 0,05. Disarankan kepada pihak sekolah di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari bekerja sama dengan pihak puskesmas atau instansi kesehatan dalam memberikan edukasi tentang kespro dalam hal SADARI, penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai sumber informasi tentang periksa payudara sendiri kepada siswi remaja/santri di MA Al-Aziziyah Putri Kapek Gunungsari