Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN STYRENE BUTADIENE RUBBER LATEX TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN AGREGAT KASAR DAUR ULANG Pawitrama, Nyoman Iswarya; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh kota-kota besar adalah menyempitnya daerahresapan. Daerah resapan yang sudah banyak tertutup oleh infrastruktur membuat air hujan tidakdapat terserap oleh tanah dan menyebabkan genangan pada setiap sudut kota. salah satu solusiuntuk menyelesaikan permasalahan ini adalah Beton Porous. Beton porous merupakan materialyang termasuk dalam kategori berkelanjutan dikarenakan tingkat porositas beton porous yangtinggi dapat mengurangi tingkat limpasan air hujan yang menggenangi permukaan jalan danmembantu air terserap kembali menuju tanah. Dalam meningkatkan efektivitas beton poroussebagai material berkelanjutan, maka digunakan agregat kasar hasil daur ulang limbah beton.Pada penelitian ini beton porous yang digunakan tersusun atas gradasi agregat kasar ukuranseragam, yaitu 5 mm – 10 mm dan menggunakan dua jenis agregat kasar, yaitu agregat kasaralami dan agregat kasar daur ulang dengan Styrene Butadiene Rubber Latex sebagai bahantambah (admixture). SBR Latex ditambahkan untuk meningkatkan daya ikat antar agregat betonsehingga dihasilkan beton dengan performa yang lebih baik. Pada penelitian ini difokuskanpada performa kekuatan lentur yang menggunakan persentase campuran SBR Latex, yaitu: 0%,5% dan 10%, rasio semen dan agregat kasar yang digunakan adalah 1:4 dengan nilai faktor airsemen (FAS) sebesar 0,27 pada setiap campurannya Dari penelitian ini diketahui bahwapeningkatan kuat lentur sebanding dengan penambahan persentase penggunaan SBR Latexpada setiap variabelnya.Kata kunci : beton porous, agregat kasar daur ulang, styrene butadiene rubber latex (SBRLatex), kuat lentur.
ANALISIS PENETRASI KLORIDA KE DALAM BETON DENGAN METODE ERROR FUNCTION Tanawa, Yanssen; Nuralinah, Devi; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan permasalahan dari beton bertulang karena itu diperlukan uji analispenetrasi klorida untuk mengetahui laju difusinya ,salah satu pemodelannya adalahmenggunakan metode Error Function . Data yang diperlukan adalah koefisien difusidan kadar klorida permukaan yang kemudian dengan menyesuaikan waktu dankedalaman sesuai eksperimen dapat diperoleh konsentrasi klorida di setiap intervalkedalaman tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa keakuratan dari metode errorfunction untuk memodelkan penetrasi klorida dalam beton sangat ditentukan oleh nilaidari kadar klorida permukaan dan koefisien difusi yang digunakan sehingga harus telitidalam perhitunganKata kunci : Korosi , Penetrasi , Klorida , Error Function , Beton, Difusi
UPAYA PENINGKATAN KUAT TEKAN MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI PENGENDAP CACO3 Kistanti, Ida Fitri; Arifi, Eva; Cahya, Evi Nur
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material beton semakin meningkat karena memiliki sifat yang kuat, ketahananyang tinggi, mudah dibentuk, relatif murah dan mudah didapatkan. Namun umum terjadifenomena keretakan pada penggunaan beton yang dapat mengakibatkan mudah masuknyapartikel korosif yang akan merusak struktur dalam beton. Oleh karena itu, salah satualternatif untuk mengurangi retakan yang terjadi dilakukan dengan upaya peningkatan kuattekan mortar yang merupakan unsur penyusun beton menggunakan bakteri sebagai agenbiologis yang ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujiankarakteristik material pasir, kuat tekan dan modulus elastisitas mortar menggunakan isolatbakteri Micrococcus luteus strain S17 dan isolat R20. Hasil Pengujian diolah menggunakangrafik hubungan kuat tekan mortar dengan jumlah densitas sel bakteri (105, 106, dan 107sel/mL) terhadap kuat tekan mortar kontrol pada usia 7,14 dan 28 hari. Hasil dari penelitianmenunjukkan bahwa mortar dengan menggunakan bakteri pengendap CaCO3 dapatmemberikan pengaruh peningkatan kuat tekan mortar. Mortar bakteri yang memberikan efekpeningkatan kuat tekan lebih baik adalah bakteri R20 dengan densitas sel 105 sel/mL padausia 28 hari yakni sebesar 13% dengan kuat tekan sebesar 33,47 Mpa dibandingkan denganmortar kontrol sebesar 29,6 Mpa dan mortar bakteri S17 sebesar 31,4 Mpa. Penggunaan duajenis isolat bakteri memiliki pengaruh dan karakteristik yang berbeda pada kuat tekan mortardilihat dari perbandingan variasi konsentrasi dan usia mortar terhadap kontrol.Kata kunci: Mortar, Kuat Tekan, Bakteri Pengendap CaCO3, Modulus Elastisitas
STUDI ANALISIS PEMODELAN PERILAKU LENTUR PADA BAJA COLD-FORMED DALAM MENAHAN BEBAN Sucipto, Nugroho Adi; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini disertai denganbertambahnya kebutuhan infrastruktur. Dibutuhkan berbagai macam ilmu dalam pembuataninfrastruktur. Dalam analisis ini dilakukan dengan perhitungan manual yangberdasarkan SNI 7971:2013 tentang Struktur Baja Cold-Formed dan menggunakan bantuan softwareABAQUS student edition. Profil yang digunakan pada analisis yaitu profil C80.30.9 dengan tebal 0,75mm, profil Square Hollow 41x41 dengan tebal 1,31 mm, dan profil Double Canal yang terbuat dariprofil kanal yang disusun I. Profil yang digunakan memiliki mutu G550 dengan nilai fy dan fu nyasebesar 550 MPa. Pembebanan ABAQUS student edition di lakukan pada tengah bentang dengan bebanyang naik secara bertahap hingga analisis berhenti atau aborted. Hasil dari analisis ini yaitu, kapasitasProfil Kanal adalah 13534,386 N (berdasarkan SNI) dan 13558,7832 N (berdasarkan ABAQUS).Kapasitas Profil Square Hollow adalah 52570,0575 N (berdasarkan SNI) dan 54263,6914 N(berdasarkan ABAQUS). Tegangan puncak Profil Kanal sebesar 514,311 MPa dengan regangan 0,008yang terletak pada lip nya. Profil Square Hollow memiliki tegangan puncak sebesar 484,468 MPadengan regangan 0,0038 yang terletak pada web bagian bawah. Tekuk yang terjadi pada profil kanaldan square hollow merupakan tekuk lokal karena terjadi tekuk pada flens. Secara teoritis momenyang dapat di tahan oleh profil square hollow hampir dua kali dari profil kanal, tetapi rotasiyang terjadi pada profil square hollow lebih besar dua kali profil kanal. Nilai rotasi berdasarkanhasil analisis ABAQUS pada profil kanal dan square hollow terjadi kenaikan dan penurunan.Hal ini disebabkan terjadinya tekuk lokal di daerah tumpuan.Kata Kunci : Cold-Formed, kapasitas, tegangan dan regangan, tekuk, momen dan rotasi
PENGARUH PENGGUNAAN SBR LATEX TERHADAP KETAHANAN ABRASI BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) K., Lyutasya. K; Arifi, Eva; Bayu B.K, Bhondana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis dan negara berkembang yang menuntut peningkatankebutuhan tempat tinggal dan transportasi yang mengurangi daerah resapan air. Beton berporiadalah salah satu solusi untuk mencegah kerusakan perkerasan jalan dan mengurangi limpasanpermukaan. Penggunaan agregat kasar daur ulang juga bermanfaat untuk mengurangi limbah.Fungsi SBR Latex untuk meningkatkan perekatan antar agregat pada beton porous.Penelitian ini dilakukan uji ketahanan abrasi beton porous menggunakan alat HamburgWheel Tracking. RCA adalah agregat kasar dari beton yang sudah tidak terpakai. Variasi bendauji adalah kadar SBR Latex 0%, 5%, dan 10% terhadap berat semen dengan penggunaan RCA0% dan 100%. Pengujian bahan dasar terdiri dari pengujian berat isi, berat jenis, danpenyerapan agregat. Perbandingan volume campuran semen dengan agregat kasar adalah 1:4dengan faktor air semen 0,27. Pengujian ketahanan abrasi beton porous menggunakan standarsesuai ASTM C944.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan agregat kasar daur ulang pada betonporous akan meningkatkan ketahanan terhadap abrasi dibandingkan dengan beton porous yangmenggunakan agregat kasar alami. Penambahan SBR Latex 10% juga meningkatkan abrasikarena sifat lentur yang mendukung terjadinya abrasi permukaan beton porous ketikapengujian. Pada penambahan SBR Latex 5% dan 0% tidak terlalu terlihat perbedaan yangsignifikan.Kata Kunci: Beton porous, RCA, SBR Latex, ketahanan abrasi
PENGARUH PENGGUNAAN SBR LATEX TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Siregar, Julius; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of conventional concrete, which continues to increase along with the rapid development ofinfrastructure in Indonesia, has resulted in a more extensive waterproof layer. One solution that canovercome this problem is porous concrete using recycled coarse aggregate or RCA (Recycled CoarseAggregate). However, porous concrete has a disadvantage, there is a weak bond between aggregates.In this research, the compressive strength of concrete tested with SBR Latex variations of 5% and 10%of cement weight and variations of recycled coarse aggregate 0% and 100%. Concrete compressivestrength testing is in accordance with SNI 03-1974-1990. Apart from that, test of content weight,specific gravity, absorption, and void ratio is based on SNI 1969: 2008, ASTM C29, and ASTM C1688.Making concrete samples using a cement mix ratio with aggregate of 1: 4 and a cement water factor(FAS) value of 0.27.The use of RCA in porous concrete resulted in a decrease in the compressive strength of porousconcrete compared to NCA and the modulus of elasticity of RCA was lower than NCA. This is due to thelower quality of RCA than NCA. The use of SBR Latex can increase the compressive strength ofconcrete. In tested porous concrete with 5% SBR latex, there was an increase in the compressivestrength of the concrete by 15.21% with NCA and 22.3% with RCA. Porous concrete with the additionof 10% SBR latex, there was an increase of 47.5% in with NCA and 65.87% with of RCA.Keywords: porous concrete, recycled coarse aggregate, SBR Latex, compressive strength of concrete,modulus of elasticity
PERILAKU SAMBUNGAN SEKRUP PADA BAJA CANAI DINGIN (COLD-FORMED) DI BATANG TARIK DAN BALOK LENTUR (SINGLE) Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana; Setyowulan, Desy; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, penggunaan bahan baja padakonstruksi sudah banyak berkembang. Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah baja ringan, danpenggunaannya sudah lazim ditemukan dimana-mana. Baja cold-formed atau baja canai dingin atau bajaringan memiliki dimensi yang relatif kecil dan tipis. Untuk mengetahu perilaku dari sambungan baja canaidingin maka diperlukan pengujian langsung terhadap baja canai dingin. Pengujian dilakukan diLaboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya, Malang.Pengujian yang dilakukan antara lain uji tarik dan uji lentur (single), penelitian ini menggunakandua profil baja yaitu profil C80x30x9x0,75 dan C80x30x9x0,60. Pada penelitian uji tarik penelitimenentukan benda uji dengan beberapa konfigurasi sambungan yaitu tanpa sambungan, satu sambungan,tiga sambungan dan sambungan zig-zag. Sambungan yang peneliti gunakan antara lain sekrup SDS 12x20dan baut baja diameter 6 mm dengan mur. Pada pengujian lentur terdapat dua jenis benda uji lentur yaitubenda uji C80x30x9x0,75 dan benda uji C80x30x9x0,60. Masing-masing benda uji memiliki bentang kotorsekitar 1400 mm. Peneliti melakukan pengujian menggunakan loading frame dan pada tengah bentangbenda uji diberikan beban melalui hydraulic jack. Benda uji lentur juga menggunakan pemodelan tumpuanagar meminimalisir terjadinya torsi atau puntir.Kata Kunci: Baja Canai Dingin, Baja Cold-formed, Profil Kanal C, Uji Tarik, Uji Lentur, Sekrup, Bautdan Mur, Konfigurasi Sambungan, Sambungan Zig-zag, Pola Keruntuhan.
Koreksi Pembacaan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) Terhadap Kesalahan Akibat Ketidakstabilan Posisi Tranducer Sugeng P. Budio; Ming Narto Wijaya; Eva Arifi; Putri Dewanti
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.653 KB)

Abstract

Pengawasan dalam bidang konstruksi bertujuan agar struktur bangunan laik fungsi, dan metode NonDestructive Test (NDT) telah banyak digunakan di Indonesia. Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) merupakan salah satu alat NDT yang dapat digunakan untuk mengetahui kualitas kerapatan beton. Gangguan sinyal atau noise akibat ketidakstabilan posisi tranducer selama pembacaan dapat mengakibatkan kesalahan dalam pengukuran, oleh sebab itu perlu dibuat suatu formula koreksi pembacaan. Penelitian ini dilakukan terhadap tiga jenis benda uji, dan masing-masing dibuat menggunakan tiga nilai kuat tekan karakteristik. Setelah dilakukan pengukuran menggunakan UPV terhadap seluruh benda uji, didapatkan penyebaran data yang sangat beragam yang ditampilkan dalam diagram box whiskers. Namun tidak terlihat suatu pola sebaran yang konsisten yang dapat digunakan untuk melakukan regresi yang bertujuan untuk menurunkan formula koreksi. 
Pengaruh Variasi Jarak Sengkang Dan Rasio Tulangan Longitudinal Terhadap Mekanisme Dan Pola Retak Kolom Bertulangan Ringan Akibat Beban Siklik Ari Wibowo; Sugeng P. Budio; Siti Nurlina; Eva Arifi; Dufanti Ayu W
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.172 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.01

Abstract

Kolom merupakan struktur batang tekan vertikal yang memiliki fungsi utama sebagai penyalur beban-beban bangunan dari atas hingga ke pondasi. Di Indonesia, masih sering dijumpai bangunan tua dan rumah tinggal yang memiliki rasio tulangan longitudinal kurang dari 1% atau biasa dikenal dengan kolom bertulangan ringan. Kolom bertulangan ringan dipercaya memiliki performa yang buruk dalam menahan gempa, padahal di beberapa kasus yang ditemui di banyak negara, kolom bertulangan ringan cukup mampu bertahan terhadap gempa. Di sisi lain jarak sengkang merupakan salah satu aspek konstruksi yang penting pada kolom. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut tentang jarak sengakang dan rasio tulangan longitudinal. Penelitian ini membahas tentang pengaruh jarak sengkang dan rasio tulangan longitudinal terhadap kolom bertulangan ringan akibat beban siklik.Dalam penelitian ini kolom beton bertulang digunakan sebagai benda uji dengan banyak benda uji sebanyak 4 buah kolom dengan variasi rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan variasi jarak sengkang (15 cm dan 25 cm). Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0.1 Pu dan beban siklik hingga kolom melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control. Data berupa beban dan perpindahan setiap siklusnya dicatat untuk analisis mekanisme retak. Sedangkan gambar diambil sebagai acuan pola retak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mekanisme yang terjadi pada keempat spesimen kolom adalah sama, dimana terjadi retak lentur pada pembeban awal. Keruntuhan lateral terjadi pada drift yang hampir sama pada spesimen dengan rasio tulangan yang sama. Sehingga variasi jarak sengkang tidak begitu berpengaruh pada mekanisme retak kolom tersebut. Adapun besarnya beban saat retak untuk masing-masing spesimen L15C, L25C, M15C, dan M25C berurutan adalah sebesar 1127 kg, 1062 kg, 1008,5, dan 937 kg. Pola retak yang terjadi pada keempat spesimen adalah sama, yang diawali dengan retak lentur dan kemudian dilanjutkan dengan retak geser. Jarak sengkang yang lebih rapat (15 cm) akan menghasilkan jarak retak yang lebih rapat daripada sengkang dengan jarak yang lebih renggang (25 cm). 
Pengaruh Konfigurasi Rangka Dan Optimasi Profil Terhadap Kinerja Pada Struktur Jembatan Rangka Baja Eva Arifi; Hendro Suseno; M. Taufik Hidayat; Hafidz Emirudin Grahadika
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.494 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konfigurasi jembatan rangka baja dan optimasi profil terhadap kinerja jembatan rangka baja. Terdapat 4 tipe jembatan tipikal, yaitu warren truss, pratt truss, howe truss, dan K-truss, serta 4 tipe jembatan modifikasi dengan menggunakan profil siku 40.40.4 yang diuji dalam penelitian ini dengan menggunakan perbandingan antara berat jembatan dan lendutan yang dinyatakan dalam suatu effeciency ratio sehingga diketahui konfigurasi jembatan yang memberikan kuat, namun juga ekonomis. Selanjutnya dilakukan otimasi profil terhadap 8 tipe jembatan tersebut. Optimasi profil dilakukan terhadap batang-batang dengan perbandingan luas dan gaya dalam yang masih mencukupi untuk dioptimasi untuk meningkatkan nilai ekonomis jembatan. Berdasarkan hasil analisis struktur yang dilakukan terhadap 4 konfigurasi tipe jembatan dasar, yaitu warren, pratt, howe, dan K-truss, diperoleh bahwa tipe K-truss menghasilkan lendutan terkecil, namun merupakan struktur jembatan rangka terberat diantara keempatnya, sedangkan tipe warren, pratt dan howe truss mempunyai berat yang sama, dengan lendutan yang bervariatif untuk beban yang sama. Lendutan yang terjadi dari berbagai tipe jembatan, modifikasi konfigurasi, serta optimasi terhadap tipe dan modifikasi konfigurasi diperoleh hasil bahwa konfigurasi 4 memberikan nilai lendutan terkecil, yaitu 2,556 mm, sedangkan optimasi dari tipe Pratt memberikan nilai lendutan terbesar, yaitu 3,632 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi dari tipe jembatan Howe memberikan nilai efficiency ratio terbesar, dimana perbandingan antara lendutan dan beratnya adalah 57,387. 
Co-Authors Abrar, Muhammad Fathul Adikasih, Prima Aditya, Brillyan Agriansyah, Eza Al Raes, Sulaiman Alangnabil, Muhammad Aldhico Satria Firmansyah Alista, Fenty Putri AmbarPratiwi, Isma Arum Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana Aprianti, Kartini Ari Wibowo Bayu B.K, Bhondana BAYU B.K., BHONDANA Bayu, Bondhana Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Budiawati, Desi Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti Nainggolan Coritsa, Agatha Leonie Dessanda, Ryan Radya Desy Setyowulan Devi Nuralinah Devi Nuralinah Dicky Aditya Candra Dobonsolo, Angga Januar Dufanti Ayu W Dwi Argo Eko Andi Suryo Ervando Dian Prakosa Evi Nur Cahya Farhan Aditya Farid, Muhammad Firdausy, Ananda Insan Fitri, Fatimah Azzahra FITRIA, WIKHA Gde Agung Oka Widyastana, Anak Agung Giovanni, Christoper Houston Hafidz Emirudin Grahadika Hasymi A.Q, Muhammad Ali Hendro Suseno Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi, Indra Irfan Mustafa Irfanto, Luthfi Rinda Iswoyo Jong, Edwin Putra Jelian, Adven Jeremi Cevin Silitonga Juniko, Kanza Syahdi K, N V K., Lyutasya. K Kamilah, Fauziyah Karina Cahyaning Cahyaning Rosita Kistanti, Ida Fitri Krisnawan, Bagus Kurniawati, Agustin Dian Lufti Akbar M, N M. Taufik Hidayat M. Taufik Hidayat Marsoli, Ayuning Fitriani Maulana, Akbar Maulidianto, Mohammad Irvan Mauzudah, Ma’rifatul Mauzudah Ming Narto Wijaya Mohamed, Saker Morrida, Adam Akbar Mufarida, Nely A. Mufika, Neyla Rohmah Muhammad F, Dito Muhammad Rizky Ananda Naufal Ammar Ainurridho Nur Rizqi, Mohammad Radja Nurreza, Aditya Bagus Oktavianto Dwi Wicaksono Pawitrama, Nyoman Iswarya Permana, Muhamad Hilman Prasetyo, Faishal Dwi Prihanto, Aris Dwi Putri Dewanti Putri Patricia Raharjo, Edy Sulistyanto Redianto, Mukhamad Rivo Arrohman Fauzi Rizal, Nanang S. Rizky Pradita Sutrisno Roland Martin S Salsabila, Arna Sari, Rika Amenetya Setiawan, Ronny Shella Amalia Ramadhani Simarmata, Iwan Fernando Siregar, Julius Siti Nurlina Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sucipto, Nugroho Adi Sugeng P. Budio Sugeng P. Budio Sugeng Prayitno Budio Sugiarto, Najmi Nabila Suharto, Stefanus Sulistomo, Jourdan Tri Surya Pramana, Dewa Ketut Suryo, Eko Andi Suryo Suseno, Kartika Candra Tanawa, Yanssen Toruan, Andre Wirakusuma Vansya, Muhammad Lawdy Dhiyaa Wiwik Handayani