Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI ANALISIS PERILAKU LENTUR BAJA CANAI DINGIN PADA STRUKTUR BALOK C DOUBLE (BERHADAPAN) TEHADAP PENGARUH JARAK SEKRUP Muhammad Rizky Ananda; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan infrastruktur pada masa kini sangatlah besar dikarenakan perkembangan jumlah penduduk di Indonesia semakin meningkat. Diantara kemajuan tersebut baja canai dingin menjadi bahan bangunan alternatif, beratnya yang ringan, dan mudah diperoleh dipasaran menjadikan material baja ringan ini unggul. Tetapi, kelemahan struktur baja canai dingin adalah tekuk lokal yang disebabkan tipisnya elemen penampang. Salah satu cara mengurangi tekuk lokal adalah menggabungkan dua profil menjadi satu menggunakan sambungan sekrup. Pada penelitian ini dilakukan pengujian lentur terhadap beberapa pemodelan profil tipe C double (berhadapan) menggunakan sambungan sekrup dengan berbagai variasi jarak dan ketebalan jarak. Variasi jarak yang digunakan diantara lain yaitu, 150, 200, 250, 300, dan 350 mm. Sedangkan variasi ketebalan yang digunakan yaitu, 0,75, dan 1,00 mm dengan mutu G550. Pembebanan di lakukan pada tengah bentang dengan beban yang naik secara bertahap hingga analisis berhenti atau aborted. Analisis ini dilakukan dengan perhitungan manual yang berdasarkan SNI 7971:2013 tentang Struktur Baja Canai Dingin dan menggunakan bantuan software ABAQUS. Hasil pada analisis ini berdasarkan ABAQUS didapat rata-rata kapasitas beban untuk tebal profil 1,00 dan 0,75 mm berturut-turut sebesar 12255,72 N dan 9700.99 N. Dari hasil kapasitas beban rata-rata antara profil dengan ketebalan 0,75 mm dan 1,00 mm memiliki perbedaan kapasitas beban dimana, pada ketebalan 1,00 mm memiliki kapasitas beban lebih besar 26,335% dari pada profil dengan ketebalan 0,75 mm. Begitupun dengan lendutan dimana, lendutan rata-rata pada profil dengan ketebalan 0,75 dan 1,00 mm berturut-turut adalah 17,781 dan 9,479 mm. Semakin dekat jarak sambungan yang ada akan memiliki kapasitas beban yang semakin besar. Juga didapat jarak efisien ada pada jarak sambungan 200 mm. Pola-pola keruntuhan yang terjadi adalah tekuk lokal. Hal ini diakibatkan beban yang bekerja merupakan beban terpusat pada tengah bentang.
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN BETON BERAGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SERANGAN NATRIUM KLORIDA DENGAN SIKLUS KERING-BASAH Farhan Aditya; Devi Nuralinah; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh bangunan lepas pantai adalah rentan akan kerusakan yang disebabkan oleh air laut, dimana kandungan NaCl pada air laut mengandung 1-5%. Garam yang terkandung pada air laut menyebabkan penurunan kualitas beton. Beton dapat rusak secara perlahan jika terpapar air laut secara terus-menerus. Selain itu limbah material konstruksi menjadi masalah serius dan mengancam. Pada penelitian ini beton yang digunakan tersusun dari dua jenis penggunaan agregat kasar, yaitu agregat kasar alami dan agregat kasar daur ulang, agregat kasar daur ulang diambil dari limbah mutu K-300. Bentuk dari benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran 15 cm x 30 cm. penelitian ini menggunakan metode perendaman kering-basah dengan rasio 3:1 dimana dalam 1 siklus terdiri dari 3 hari kering dan 1 hari basah, larutan perendaman menggunakan natrium klorida (NaCl) 4%. Pengambilan data akan dilakukan setelah 28 hari proses curing yaitu pada umur beton ke-28, 84, dan 168 hari. Dan dilakukan pengujian kuat tekan, modulus elastisitas beton, dan penuruunan massa. Dari penelitian ini diketahui bahwa nilai dari modulus elastisitas berbanding lurus dengan nilai kuat tekan beton. Dan efek dari perendaman dengan siklus keriing-basah menggunakan larutan NaCl 4 mengakibatkan penurunan kuat tekan pada nilai pengujian hari ke-168 dan didapatkan hasil nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih tinggi pada beton beragregat normal
STUDI EKSPERIMEN PENGGUNAAN BETON BERAGREGAT DAUR ULANG TERHADAP SERANGAN NATRIUM SULFAT DENGAN SIKLUS KERING-BASAH Rivo Arrohman Fauzi; Devi Nuralinah; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastructure development in Indonesia is currently growing rapidly in coastal areas because Indonesia has the second longest coastline in the world, development in coastal areas has a high risk of damage due to sodium sulfate contained in seawater. The ebb and flow of seawater cause parts of the concrete to be submerged during high tide and exposed to air during low tide. Sodium sulfate attack with dry-wet cycle 3:1 is known to be the most damaging to concrete. The use of recycled coarse aggregate is also expected to be a solution to the increasing amount of concrete waste from construction. This study used cylindrical specimens measuring 15 x 30 cm using normal coarse aggregate (NCA) and recycled coarse aggregate (RCA). The dry-wet cycle begins when the concrete is 28 days old with 3 dry days and 1 wet day using 4% Na2SO4 by weight of water. The tests were carried out at the age of the concrete at 28, 84, and 168 days. From this study, it is known that the value of compressive strength of concrete is directly proportional to the value of the modulus of elasticity of concrete, where the value of the compressive strength and modulus of elasticity in RCA concrete is lower than that of NCA concrete. In addition, there is a decrease in mass in both variations with the largest decrease in RCA concrete. Keyword: Sodium sulfate, Wet-dry ratio, Recycled Coarse Aggregate (RCA)
Studi Analisis Perilaku Sambungan Balok Kolom Baja Canai Dingin (Cold Formed Steel) C Double Berkebalikan terhadap Variasi Jumlah Sambungan Sekrup Putri Patricia; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu inovasi material bangunan yang saat ini banyak berkembang adalah penggunaan material baja cold-formed sebagai pengganti material baja konvensional dengan efektivitas tinggi, ekonomis, pelaksanaanya mudah, ringan, dan ramah lingkungan. Selain itu, material tersebut merupakan material ramah lingkungan yang dapat mendukung realisasi sustainable development goals. Salah satu implementasi baja cold formed yang sedang berkembang adalah penggunaan baja cold formed sebagai material struktur balok kolom. Sebagai struktur balok kolom, sambungan memiliki peran penting yang berlaku sebagai faktor kritis suatu struktur secara keseluruhan. Ketebalan penampang baja cold-formed yang tipis (0,378 mm – 6,35 mm) berdampak pada adanya potensi tekuk pada baja cold-formed. Pada penelitian ini dilakukan pengujian struktur balok kolom dengan pemberian beban lentur pada ujung balok dengan tumpuan jepit bebas, sedangkan kolom didesain dengan tumpuan jepit-jepit. Benda uji pada penelitian ini adalah profil balok kolom baja cold-formed C 80.30.9 dengan tebal 0,75 mm dipasang ganda berkebalikan (back to back) dengan sambungan sekrup SDS 12x20 diameter 4 mm dengan dua variasi jumlah sekrup pada benda uji yaitu variasi jumlah 8 sekrup pada setiap pelat siku (top angle/ seat angle), dan variasi jumlah 4 sekrup pada setiap pelat siku (top angle/ seat angle). Analisis dilakukan dengan dua cara yaitu disesuaikan perhitungan tahanan sambungan sekrup pada SNI 7971:2013 dan anlisis menggunakan software ABAQUS. Hasil pada analisis penelitian ini, didapatkan adanya perbedaan analisis perhitungan SNI 7971:2013 dan software ABAQUS, untuk variasi 8 sekrup memiliki perbedaan hasil nilai beban maksimum sebesar 15,75%, sedangkan untuk variasi 4 sekrup memiliki perbedaan hasil nilai beban maksimum sebesar 47,86%. Untuk hasil analisis lendutan dan momen didapatkan bahwa semakin besar beban maka semakin besar lendutan dan momen yang terjadi, dan semakin banyak sambungan sekrup maka semakin kuat benda uji, begitu pula adanya penambahan pelat dalam yang dapat memperkuat benda uji. Kata kunci : Baja Cold Formed, Beban, Jumlah Sekrup, Lendutan, ABAQUS.
Studi Eksperimental Pengaruh Variasi Jarak Antar Sambungan Sekrup Pada Baja Cold-Formed Tipe Double C Berhadapan Sebagai Struktur Balok Komposit Berongga Terhadap Kapasitas Lentur dan Lendutan Shella Amalia Ramadhani; Desy Setyowulan; Eva Arifi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan inovasi penggunaan baja cold-formed meningkat seiring dengan perkembangan prinsip pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan material yang ramah lingkungan, praktis, serta ekonomis. Material ini selain dapat didaur ulang, praktis, ringan, dan tahan lama, juga memiliki kekurangan yaitu ketebalan profil yang tipis sehingga rawan terjadinya tekuk. Pengembangan penelitian terkait inovasi baja cold-formed juga berkembang hingga penggabungan material baja cold-formed dengan material lain sebagai struktur utama seperti balok komposit. Pada penelitian ini dilakukan studi eksperimental terkait balok komposit baja cold-formed dengan material beton yang juga terdapat rongga sehingga dapat mengurangi berat dari balok tersebut. Benda uji penelitian ini menggunakan beton normal dan profil double canal C80.30.9 dengan tebal profil 0,75mm dengan menggunakan sambungan sekrup SDS 12x20 dengan variasi jarak sambungan sekrup 150mm dan 300mm yang selanjutnya dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok dengan satu titik pembebanan di tengah bentang. Selain dilakukan uji lentur juga dilakukan pengujian tekan untuk mengetahui kuat tekan beton, dan uji tarik untuk mengetahui tegangan leleh baja cold-formed. Analisis data yang dilakukan terkait nilai lendutan, besar beban maksimum, dan kapasitas lentur yang dihasilkan. Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan bahwa semakin rapat jarak antar sambungan sekrup pada baja cold-formed, nilai lendutan yang terjadi seamkin kecil dan kapasitas lentur yang dihasilkan semakin besar. Nilai lendutan terkecil terjadi pada benda uji balok dengan jarak sekrup 150mm dan memiliki kapasitas lentur yang terbesar. Kata kunci : Baja cold-formed, Balok komposit, Sambungan sekrup, Uji lentur
Pengaruh Penggunaan Recycled Coarse Aggregate (RCA) terhadap Kuat Tekan Beton Polimer Porous Oktavianto Dwi Wicaksono; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pertumbuhan populasi global menciptakan permintaan besar untukpembangunan gedung sehingga menyebabkan eksploitasi besar-besaran pada alam danpeningkatkanya limbah konstruksi. Salah satu solusinya dengan menggunakaan kembalilimbah konstruksi. Agregat kasar daur ulang (RCA) memiliki kualitas yang lebih rendahdibandingkan dengan agregat kasar alami atau Natural Coarse Aggregate (NCA) dikarenakanpori-pori yang ada menyebabkan penyerapan yang besar sehingga menghasilkan kuat tekanyang lebih rendah. Beton polimer dikenal kekuatannya yang sangat baik, penggunaan polimersebagai pengganti semen diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitasdari beton. Pada penelitian ini beton porous dibuat dengan polimer sebagai pengganti semendan menggunakan RCA. Langkah pertama pada penelitian ini adalah membandingkan antarabeton porous yang sama-sama menggunakan semen beragregat NCA dan RCA. Langkah keduamembandingkan beton porous yang sama-sama menggunakan RCA dengan bahan perekatsemen dan polimer. Selain itu ada variasi untuk meningkatkan persentase polimer danpenambahan fly ash pada beton. Didapatkan hasil kuat tekan yang dihasilkan dari beton yangmenggunakan NCA menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan RCA. Betondengan bahan perekat polimer memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengansemen. Peningkatan persentase polimer dan penambahan fly ash menghasilkan peningkatankuat tekan pada beton porous. Kata Kunci : agregat kasar daur ulang, polimer, beton porous, kuat tekan
MEKANISME SELF-HEALING PADA MORTAR YANG MENGGUNAKAN BAKTERI Bacillus subtilis Lufti Akbar; Eva Arifi; Evi Nur Cahya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton digunakan secara luas dalam dunia konstruksi karena memiliki banyak kelebihan. Namun, beton juga memiliki kekurangan, seperti rentan mengalami keretakan. Perbaikan keretakan ini memerlukan upaya manusia dan menjadi masalah jika keretakan terjadi di area yang sulit dijangkau. Untuk mengatasi masalah ini, telah dikembangkan penelitian mengenai perbaikan keretakan beton dengan bantuan bakteri melalui proses yang disebut perbaikan sendiri beton dengan presipitasi kalsium karbonat yang diinduksi secara microbial (MICP). Dalam proses MICP, digunakan bakteri Bacillus subtilis yang akan menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) melalui proses metabolisme bakteri. Endapan kalsium karbonat (CaCO3) ini akan menutupi keretakan pada beton. Pada penelitian ini digunakan benda uji mortar 20x5,5x5,5 dengan 2 perlakuan bakteri saat dicampurkan dengan mortar, yaitu bakteri terenkapsilasi natrium alginat (beads) dan tanpa terenkapsulasi natrium alginat (inokulum). Kemudian medium UMB (Urea Mineral Broth) dan Ca asetat atau zat nutrisi yang digunakan diberi 2 variasi, yang mana perbandingan kandungan variasi A dan variasi B yaitu (1:2). Efektivitas kinerja bakteri akan dinyatakan dengan persentasi healing efficiency. Hasil yang diperoleh adalah mortar inokulum memiliki nilai healing efficiency sebesar 65,5%. Sedangkan mortar beads hanya mencapai 62%. Selain itu ditemukan bahwa mortar dengan zat nutrisi variasi A memiliki hasil yang sedikit lebih baik daripada zat nutrisi variasi B dengan nilai healing efficiency beads 65% dan inokulum 70%. Sedangkan mortar dengan zat nutrisi variasi B hanya memiliki nilai healing efficiency beads 59% dan inokulum 61%.
PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE NON-DESTRUCTIVE TEST (NDT) Dicky Aditya Candra; Eva Arifi; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penduduk yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan infrastruktur semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan sosial maupun ekonomi. Pekerjaan infrastruktur menimbulkan pencemaran lingkungan dengan sebagian besar berupa beton. Upaya penyelesaian dapat dilakukan dengan mengubahnya menjadi material daur ulang. Salah satu yang dapat dimanfaatkan adalah agregat kasar daur ulang (RCA). RCA memiliki kualitas yang lebih rendah dibandingkan dengan agregat alami (NCA) karena memiliki kandungan mortar yang menempel pada permukaan RCA. Cara untuk memperbaiki kualitas RCA adalah memodifikasi mortar yang menempel pada permukaan RCA dengan metode biodeposisi yaitu menggunakan bakteri ureolitik yang dapat menghasilkan kalsium karbonat (CaCO3) dan mengisi pori-pori pada RCA sehingga RCA akan menjadi lebih padat dan kualitasnya akan meningkat. Jenis bakteri yang digunakan adalah Bacillus subtilis. Perbaikan dilakukan dengan merendam RCA pada bakteri Bacillus subtilis selama 14 hari. Dilakukan uji material berat isi, berat jenis dan penyerapan, serta kadar air pada RCA sebelum dan sesudah dilakukan perendaman untuk mengetahui pengaruh yang terjadi. Kemudian material RCA digunakan sebagai material penyusun beton yang selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan metode Non-Destructive Test pada saat umur beton mencapai 28 hari. Pengujian yang dilakukan antara lain Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, dan Compression Test yang kemudian data hasil pengujian diolah menggunakan metode Sonic Rebound (SONREB) untuk mendapatkan kuat tekan perkiraan. Pengaruh dari proses perendaman bakteri Bacillus subtilis meningkatkan kualitas RCA yang dibuktikan adanya peningkatan berat isi dan berat jenis serta nilai kadar air yang lebih rendah dibandingkan RCA yang tidak direndam bakteri. Pada pengujian hammer test juga menunjukkan adanya peningkatan kuat tekan. Namun karena terdapat faktor-faktor lain, hasil pengujian Ultrasonic Pulse Velocity, Compression Test, dan kuat tekan perkiraan menggunakan metode SONREB menunjukkan penurunan kualitas pada beton dengan material RCA yang direndam bakteri. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor lain dikarenakan hal tersebut tidak sesuai dengan uji material yang dilakukan.
Pengaruh Bakteri Bacillus Subtilis yang Diinokulasi pada Agregat Daur Ulang terhadap Penyusutan Kering Beton Aldhico Satria Firmansyah; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan yaitu eksploitasi bahan baku alam dalam jumlah besar seperti agregat untuk produksi semen dan beton mengakibatkan ketersediaan sumber daya alam yang terus menerus tersubgradasi. Salah satu alternatif untuk mengurangi masalah yang ditimbulkan oleh industri konstruksi tersebut adalah dengan menggunakan agregat kasar daur ulang atau recycled coarse aggregate (RCA) yang berasal dari limbah konstruksi dan pembongkaran sehingga menghasilkan produk beton baru dan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan. Namun RCA memiliki kekurangan dibanding NCA, karena RCA masih memiliki kandungan mortar yang melekat pada permukaannya, porositas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retakan mikro, serta zona transisi antarmuka atau interface transition zones yang lemah. Maka dari itu, dilakukan perbaikan pada RCA dengan metode pengisian pori-pori dengan presipitat kalsium karbonat (CaCO3) dengan Bakteri Bacillus subtilis. Kalsium karbonat yang terbentuk dari biodeposisi yang terjadi pada permukaan RCA yang mampu mengisi pori-pori dan meningkatkan nilai ITZ antara RCA dengan mortar. Pengunaan material memiliki pengaruh terhadap mutu beton karena perbedaan sifat mekanis materialnya, oleh karena itu, dilakukan pengujian penyusutan kering beton untuk mengetahui pengaruh material tersebut, penyusutan kering beton akan menyebabkan keretakan dan pengurangan dimensi pada struktur yang akan mempengaruhi dari kekuatan struktur. Penelitian ini menggunakan benda uji balok dengan ukuran 7,5 x 7,5 x 28 cm. Pada benda uji ditanamkan gauge stud dengan ukuran 2,25 cm di kedua belah sisi untuk memudahkan pengujian pada alat vertical length comparator. Kesimpulan penelitian ini adalah Penggunaan beton yang menggunakan material RCA yang telah diinokulasi bakteri Bacillus subtilis menunjukkan hasil penyusutan kering yang lebih kecil jika dibandingkan dengan beton yang menggunakan material Natural Coarse Aggregate (NCA) dan recycle coarse aggregate (RCA). limbah beton dengan minimal mutu beton K-300 yang diperbaiki dengan bakteri Bacillus subtilis dapat dimanfaatkan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan kualitas beton yang baik. Kata Kunci: Penyusutan kering beton, Recycled Coarse Aggregate, Bacillus subtilis
PENGARUH BAKTERI Bacillus subtilis YANG DIINOKULASI PADA AGREGAT DAUR ULANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON Ervando Dian Prakosa; Eva Arifi; Irfan Mustafa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan infrastruktur menjadi faktor peningkatan kebutuhan bahan konstruksi, yaitu beton. Penggunaan beton menyebabkan turunnya jumlah sumber daya alam serta mengakibatkan adanya limbah beton pada lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan ialah dengan pemanfaatan agregat kasar daur ulang/recycled coarse aggregate (RCA) sebagai pengganti dari agregat kasar alami/natural coarse aggregate (NCA). Namun, RCA mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibandingkan NCA, sehingga diperlukan upaya perbaikan untuk peningkatan kualitas RCA. Upaya perbaikan yang dilakukan ialah penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA karena dianggap ramah lingkungan dan ekonomis dalam pengaplikasiannya. Metode perbaikan yang dilakukan menggunakan isolat bakteri Bacillus subtilis R20 dengan densitas sel dalam medium sebanyak 105 sel/ml. Perbaikan RCA dilakukan dengan proses inkubasi dengan bakteri Bacillus subtilis R20 selama 14 hari. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji beton silinder berukuran tinggi 30 cm dengan diameter 15 cm. Pengujian benda uji dilakukan ketika umur beton mencapai 28 hari dengan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Penggunaan bakteri pengendap kalsium karbonat (CaCO3) pada RCA dapat meningkatkan kualitas agregat dibandingkan dengan RCA tanpa adanya perbaikan dengan meningkatnya berat isi sebesar 1,92% pada kondisi agregat jenuh kering permukaan dan sebesar 1,70% pada kondisi agregat kering oven, berat jenis sebesar 0,41%, serta menurunnya kadar air sebesar 57%. Dengan peningkatan kualitas material RCA, tentunya berpengaruh dalam peningkatan kuat tekan dan modulus elastisitas beton. Namun karena adanya faktor lain yang berpengaruh dalam pembuatan benda uji menyebabkan kuat tekan dan modulus elastisitas beton RCA bakteri tidak maksimal dibanding beton RCA. Kata kunci: agregat kasar daur ulang, bakteri pengendap kalsium karbonat, beton, kuat tekan, modulus elastisitas.
Co-Authors Abrar, Muhammad Fathul Adikasih, Prima Aditya, Brillyan Agriansyah, Eza Al Raes, Sulaiman Alangnabil, Muhammad Aldhico Satria Firmansyah Alista, Fenty Putri AmbarPratiwi, Isma Arum Anugerah Nurtjahja, Edwardo Pradana Aprianti, Kartini Ari Wibowo Bayu B.K, Bhondana BAYU B.K., BHONDANA Bayu, Bondhana Brahmana Kridaningrat, Bhondana Bayu Brahmana Budiawati, Desi Christin Remayanti Christin Remayanti N Christin Remayanti Nainggolan Coritsa, Agatha Leonie Dessanda, Ryan Radya Desy Setyowulan Devi Nuralinah Devi Nuralinah Dicky Aditya Candra Dobonsolo, Angga Januar Dufanti Ayu W Dwi Argo Eko Andi Suryo Ervando Dian Prakosa Evi Nur Cahya Farhan Aditya Farid, Muhammad Firdausy, Ananda Insan Fitri, Fatimah Azzahra FITRIA, WIKHA Gde Agung Oka Widyastana, Anak Agung Giovanni, Christoper Houston Hafidz Emirudin Grahadika Hasymi A.Q, Muhammad Ali Hendro Suseno Indra Waluyohadi Indra Waluyohadi, Indra Irfan Mustafa Irfanto, Luthfi Rinda Iswoyo Jong, Edwin Putra Jelian, Adven Jeremi Cevin Silitonga Juniko, Kanza Syahdi K, N V K., Lyutasya. K Kamilah, Fauziyah Karina Cahyaning Cahyaning Rosita Kistanti, Ida Fitri Krisnawan, Bagus Kurniawati, Agustin Dian Lufti Akbar M, N M. Taufik Hidayat M. Taufik Hidayat Marsoli, Ayuning Fitriani Maulana, Akbar Maulidianto, Mohammad Irvan Mauzudah, Ma’rifatul Mauzudah Ming Narto Wijaya Mohamed, Saker Morrida, Adam Akbar Mufarida, Nely A. Mufika, Neyla Rohmah Muhammad F, Dito Muhammad Rizky Ananda Naufal Ammar Ainurridho Nur Rizqi, Mohammad Radja Nurreza, Aditya Bagus Oktavianto Dwi Wicaksono Pawitrama, Nyoman Iswarya Permana, Muhamad Hilman Prasetyo, Faishal Dwi Prihanto, Aris Dwi Putri Dewanti Putri Patricia Raharjo, Edy Sulistyanto Redianto, Mukhamad Rivo Arrohman Fauzi Rizal, Nanang S. Rizky Pradita Sutrisno Roland Martin S Salsabila, Arna Sari, Rika Amenetya Setiawan, Ronny Shella Amalia Ramadhani Simarmata, Iwan Fernando Siregar, Julius Siti Nurlina Siti Nurlina Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi, Hendro Suseno, Tatang Fendy Harianto, Sucipto, Nugroho Adi Sugeng P. Budio Sugeng P. Budio Sugeng Prayitno Budio Sugiarto, Najmi Nabila Suharto, Stefanus Sulistomo, Jourdan Tri Surya Pramana, Dewa Ketut Suryo, Eko Andi Suryo Suseno, Kartika Candra Tanawa, Yanssen Toruan, Andre Wirakusuma Vansya, Muhammad Lawdy Dhiyaa Wiwik Handayani