Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Manajemen Pendidikan MANAJEMEN KERJA SAMA INDUSTRI DUNIA USAHA DAN DUNIA KERJA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA DI SMKS CENDEKIA WANASARI KABUPATEN INDRAMAYU Asep Sudarmono; Cecep Sumarna; Dian Widiantari; Teguh Lesmana
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.1518

Abstract

Manajemen kerjasama yang dilakukan sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) merupakan salah satu bentuk pengelolaan manajemen yang saling terkait antara dua institusi dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang saling mengisi, saling membutuhkan, dan saling menguntungkan di dalam melakukan program kerjasama yang direncanakan.. Jenis penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif kualitatif, metode pengumpulan data menggunakan : (1) wawancara, (2) observasi, dan (3) analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data tunggal SMKS Cendekia Wanasari Kabupaten Indramayu . Dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa: (1) Tahap perencanaan yang dilakukan di SMKS Cendekia Wanasari Kabupaten Indramayu didasarkan pada sinkronisasi kurikulum bersama, pembuatan MoU antara sekolah dengan DUDI, perencanaan kesiapan siswa (pemetaan kompetensi), dan perencanaan penempatan (pemetaan tempat DUDI) yang akan digunakan dalam praktik kerja industri yang sesuai dengan kompetensi peserta didik yang dibutuhkan oleh DUDI. (2) Program kegiatan praktik kerja industri terdapat dua aspek, yaitu departementalisasi dan pembagian kerja. Yang mana pembagian kerja terdiri dari pembagian tenaga pengajar/pembimbing dari pihak sekolah, Tenaga instruktur dari pihak pihak Dunia Usaha/Dunia industri. Sedangkan, departementalisasi terdiri dari pemetaan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang dimiliki serta penempatan siswa pada DUDI masing-masing. (3) Tahap pelaksanaan dalam kisi-kisi penelitian meliputi ; koordinasi dunia usaha dan industri, Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman bersama, sinkronisasi kurikulum, dan Praktik Kerja industri. (4) Tahap evaluasi bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki para peserta didik ketika melaksanakan kegiatan praktik kerja industri dengan penilaian dari pihak DUDI tersebut. Selanjutnya tujuan evaluasi yang dilaksanakan antara guru pembimbing dengan para peserta didik yang selesai prakerin adalah mengetahui kelayakan maupun kondisi DUDI sebagai acuan tempat dalam melaksanakan praktik kerja industri selanjutnya
Manajemen Pendidikan PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA GURU SMK SWASTA SE-KABUPATEN INDRAMAYU H. Priyanto; Cecep Sumarna; Dian Widiantari; Teguh Lesmana
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 1 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i1.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kompetensi terhadap produktivitsa kerja, pengaruh kompensasi finansial terhadap roduktivitas kerja dan pengaruh kompetensi dan terhadap kompensasi finansial terhadap roduktivitas kerja guru SMK Swasta di Kabupaten Indramayu. Sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 41 guru sebagia responden. Adapun variabel dalam penelitian ini terdiri dari dari dua variabel yaitu variabel bebas (kompetensi dan kompensasi finansial) dan variabel terikat (produktivitas kerja). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan tingkat pengukuran skala likert. Hasil penelitian perhitungan SPSS 25 menunjukan bahwa 1). terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka thitung > ttabel yaitu 3,110 > 2,023 dan nilai pvalue sebesar 0,003 sehingga p value<5% (0,003<0,05 dan besarnya pengaruh kompetensi terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 19,9%. Adapun sisanya sebesar 81,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 2). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka thitung > ttabel yaitu 3,202 > 2,023 dan nilai pvalue sebesar 0,003 sehingga p value<5% (0,003<0,05). Besarnya pengaruh kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 20,8%. Adapun sisanya sebesar 79,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. 3). Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi dan kompensasi finansial secara bersama-sama terhadap produktivitas kerja. Dibuktikan dengan angka fhitung > ftabel yaitu 8,266 > 3,243 dan nilai pvalue sebesar 0,001 sehingga p value<5% (0,001<0,05, besarnya pengaruh kompetensi kompensasi finansial terhadap produktivitas kerja adalah sebesar 26,6%. Adapun sisanya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi terhadap kompensasi finansial dengan besarnya pengaruh kompetensi terhadap kompensasi finansial adalah sebesar 11,7%. Adapun sisanya sebesar 88,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Manajemen Pendidikan Model Kepemimpinan Transformatif KH. Muh. Musthofa ‘Aqiel dalam Pengembangan Kualitas Pendidikan di Pondok Pesantren Khas Kempek Kabupaten Cirebon Musa Musa; Teguh Lesmana
Edulead : Journal of Education Management Vol 4 No 2 (2022): Edulead : Journal of Education Management
Publisher : LPPM Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47453/edulead.v4i2.1525

Abstract

Pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam pembangunan bangsa Indonesia. Secara historis, pesantren sudah ada sebelum penjajahan Belanda. Selain Pusat Penyiaran Islam, beberapa pesantren juga menjadi pusat gerakan nasional melawan penjajah. Hingga saat ini, pesantren merupakan bagian dari subsistem pendidikan negara. Pada umumnya pesantren merupakan lembaga tradisional yang bersifat bebas dan proses perkembangannya hanya bergantung pada kemauan dan kecenderungan para pemimpinnya, sehingga kepemimpinan di pesantren perlu mendapat perhatian yang serius, kemungkinan-kemungkinan yang ada bisa dimanfaatkan untuk mendukung operasional pesantren. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang berbagai aspek manajemen kepemimpinan transformasional dan upaya peningkatan mutu pendidikan di pesantren. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data mengenai profil pondok pesantren, profil KH. Muh Mustofa 'Aqiel dan data-data yang berhubungan dengan tempat penelitian. Pemikiran K.H. Muh Mustofa ‘Aqiel dalam mengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek dapat ditelusuri dari beberapa prinsip KH. Muh Mustofa 'Aqiel yaitu: (1) Untuk menjadi pemimpin harus mempunyai wibawa, disiplin, dan berbakti kepada negara dan bangsa, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan ketika memecahkan masalah yang dihadapi pemimpin dan bawahannya, pemimpin perlu membangun jaringan komunikasi yang baik dengan semua orang, 2) Inisiatif KH. Muh Mustofa 'Aqiel bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui perubahan sistem pendidikan pesantren, khususnya melalui kurikulum modern yang terarah, (3) Model Kepemimpinan Transformatif KH. Muh Mustofa 'Aqiel dapat diimplementasikan dalam empat dimensi: pengaruh ideal, rangsangan intelektual, pertimbangan pribadi, motivasi inspirasional
Meditasi Mindfulness Guna Meningkatkan Mindfulness Siswa SMA Sebagai Cara Menjaga Kesehatan Mental Teguh Lesmana
Devotion : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol 2 No 02 (2023): November
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difficulties and challenges in the lives of teenagers who are in the transition period to adulthood, if they are not equipped with good adaptability, will cause problems with teenagers' mental health. One of the factors that influences teenagers' mental health is a feeling of gratitude. Regarding this gratitude factor, an approach that can be used to increase feelings of gratitude in teenagers is a mindfulness approach. Mindfulness is considered suitable for high school students because mindfulness is something that is applied in everyday life. In this research, what we want to prove is the role of mindfulness meditation in increasing high school students' mindfulness. The research subjects consisted of 92 Atisa Dipamkara High School students in grades 10 and 11. The method used was a quantitative research method that used SPSS for the data processing program. The design used is quasi-experimental research, a one-group pre-test post-test design. The measuring instrument used is the Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS), which has been adapted into Indonesian. The research results showed that there was a significant difference between before and after the mindfulness meditation training was given. Thus, the mindfulness meditation provided has been proven to significantly increase mindfulness in high school students.
Peran Kualitas Pelayanan dalam Meningkatkan Kepuasan Konsumen Pemesanan Tiket Kereta Api Jarak Jauh Melalui Aplikasi KAI Access Ditinjau dari Perspektif Marketing Syariah Nia Rifanda Putri; Teguh Lesmana; Eva Yuniarti Utami; Musran Munizu; Nersiwad
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 6 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i6.4181

Abstract

In this modern era, all fields are required to move faster so time is considered very valuable in this era. Therefore, transportation as a tool used by humans to travel is also required to be improved so that it can be faster and more comfortable. The aim of this research is to find out whether service quality influences consumer satisfaction when ordering long-distance train tickets via the KAI Access application. The data collection method used in this research is by using a questionnaire, which is a data collection technique that is carried out by giving a set of questions or statements to consumers or users of the KAI Access application. The data analysis method in this research uses descriptive analysis, simple regression and coefficient of determination. The research results show that service quality has a significant effect on consumer satisfaction when ordering train tickets via the KAI Access application. This is known from the results of the t test where the t count of 9.017 is greater than the t table value of 1.984 or can be seen from the significant value of 0.000 < 0.05.
Analisis Etika Bisnis Islam dalam Transaksi Jual Beli Online di Indonesia D Purnomo; Teguh Lesmana; Fitri Novilia; Djoko Wijono; Asri Ady Bakri
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 5 No. 11 (2024): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v5i11.5641

Abstract

The development of the world of technology and increasingly advanced internet networks has an impact on people's consumption techniques, thus giving rise to new shopping channels, namely online. People's need for fast information is very easy, can be accessed by anyone, anytime and anywhere. Internet technology has a very big effect on trade or business. Can access information on goods from anywhere, both from prices, specifications, and making purchase transactions. The purpose of this study is to analyze Islamic business ethics in online buying and selling transactions in Indonesia. This research approach collects data through literature studies, which involve reading literature from various sources including books, journals and reports using qualitative and deductive approaches. The findings in this study are that the application of Islamic business ethics in online buying and selling transactions in Indonesia has not been fully implemented, because there are still some sellers who violate the principles of Islamic business ethics. One example is that there are still some sellers who provide escorts or summaries so that the goods received by the buyer do not match the specifications, the seller does not respond to goods complained about by the buyer, and there are still sellers who do not accept returns.
BREAK FROM THE SCREEN: MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI ERA DIGITAL Samuel Adiprasetya Isaputra; Teguh Lesmana; Helsa Helsa; Allegra Tayori
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2596

Abstract

The Child Welfare Institution (LKSA) X is currently facing a serious issue related to social media addiction among its residents. Most of the residents, who are elementary to high school-aged children and adolescents, have begun accessing social media continuously. This behavior has affected their study time, self-confidence, and social relationships. In response, a service program in the form of a training was conducted to raise awareness of the signs of social media addiction and strategies to prevent and reduce its impact. The training methods included simulations, reflections, and group discussions, encouraging both residents and staff to find contextually appropriate ways to manage social media use. Participants were also given space to share their daily challenges and co-create solutions. The training’s effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test Social Media Addiction Scale adapted by Agung and Sahara (2023). The analysis showed a decrease in average social media addiction scores, although not statistically significant. These results indicate a positive impact of the training, suggesting the need for a longer intervention period and further evaluation to ensure lasting outcomes.
PENDIDIKAN SEKSUALITAS:PACARAN SEHAT PADA REMAJA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) WIDHYA ASIH BALI BARAT Krishervina Rani Lidiawati; Meira Emily Wijaya; Leticia Justine; Dylan Kerry Ciaputra; Teguh Lesmana; Erni Julianti Simanjuntak
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2646

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang mengalami berbagai perubahan baik fisik, kognitif dan sosial-emosional. Salah satu aspek penting yang sering menjadi perhatian adalah pola pacaran remaja. Kurangnya pemahaman mengenai pendidikan seksualitas dapat menimbulkan perilaku pacaran yang berisiko, seperti kekerasan dalam hubungan, perilaku seksual pranikah, hingga rendahnya kesadaran menjaga kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, pendidikan seksualitas dengan fokus pada pacaran sehat menjadi sangat penting, khususnya bagi remaja yang berada di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Bali Barat. PKM kali ini dilakukan di LKSA Widya Asih Melaya yang cenderung rentan mengalami keterbatasan informasi dan membutuhkan bimbingan terkait seksualitas. PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran remaja mengenai konsep pacaran sehat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, serta pemberian poster psikoedukasi baik secara daring dan luring. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terkait ciri-ciri pacaran sehat, keterampilan berkomunikasi asertif, serta kemampuan mengenali dan menghindari bentuk pacaran yang tidak sehat. Selain itu, remaja juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Dengan demikian, pendidikan seksualitas berbasis pacaran sehat terbukti relevan dan bermanfaat untuk membekali remaja di LKSA dalam membangun relasi yang sehat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan norma sosial serta nilai-nilai moral yang berlaku.
SINERGI KONSELING BERBASIS RELASI DAN PENDIDIKAN TRANSFORMATIF: PARADIGMA SPIRITUALITAS RELASIONAL MENUJU HUMAN FLOURISHING DI PERGURUAN TINGGI KRISTEN : [SYNERGY OF RELATIONSHIP-BASED COUNSELLING AND TRANSFORMATIVE EDUCATION: A PARADIGM OF RELATIONAL SPIRITUALITY TOWARDS HUMAN FLOURISHING IN CHRISTIAN HIGHER EDUCATION] Teguh Lesmana; Christina Lumbantoruan
Polyglot Vol 22 No 2 (2026): Polyglot: Jurnal Ilmiah
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i2.11617

Abstract

Pervasive change presents significant challenges for Christian Higher Education Institutions (CHUs), particularly regarding the escalating mental health crisis and the stagnation of students' spiritual formation. Facing this disruption, CHUs are called to focus not only on academic achievement but also on holistic well-being (human flourishing). This literature study aims to formulate a synergistic model integrating relationship-based counseling and transformative education through the lens of the relational spirituality paradigm. The method used is a narrative literature review, synthesizing contemporary research in integrative psychology, relational spirituality, and Christian education. The findings indicate that students' mental health is closely related to their patterns of attachment patterns, both horizontally and vertically. Relationship-based counseling provides a psychologically safe space that enables students to process emotional distress, restore psychological flexibility, and build readiness for transformative learning. When mental burdens and relational wounds are addressed, students become more open to the transformative educational process. This synergy demonstrates that character formation and holistic spiritual development in CHUs can be optimally fostered when mental health services are organically integrated into the educational ecosystem. This article offers practical recommendations for Christian educators to strengthen their role as agents of relational healing in promoting resilient spiritual maturity among students amid pervasive change. Abstrak Bahasa Indonesia Perubahan yang bersifat pervasif menghadirkan tantangan yang signifikan bagi Perguruan Tinggi Kristen (PTK), khususnya terkait meningkatnya krisis kesehatan mental dan stagnasi pembentukan spiritual mahasiswa. Dalam menghadapi disrupsi ini, PTK dipanggil untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan holistik (human flourishing). Studi literatur ini bertujuan untuk merumuskan suatu model sinergis yang mengintegrasikan konseling berbasis relasi dan pendidikan transformatif melalui perspektif paradigma spiritualitas relasional. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur naratif dengan mensintesis penelitian-penelitian kontemporer di bidang psikologi integratif, spiritualitas relasional, dan pendidikan Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa berkaitan erat dengan pola kelekatan (attachment), baik secara horizontal maupun vertikal. Konseling berbasis relasi menyediakan ruang yang aman secara psikologis sehingga memungkinkan mahasiswa memproses tekanan emosional, memulihkan fleksibilitas psikologis, serta membangun kesiapan untuk menjalani pembelajaran transformatif. Ketika beban mental dan luka relasional ditangani, mahasiswa menjadi lebih terbuka terhadap proses pendidikan yang bersifat transformatif. Sinergi ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dan pengembangan spiritual yang holistik di PTK dapat dioptimalkan ketika layanan kesehatan mental diintegrasikan secara organik ke dalam ekosistem pendidikan. Artikel ini menawarkan rekomendasi praktis bagi para pendidik Kristen untuk memperkuat peran mereka sebagai agen pemulihan relasional dalam mendorong kedewasaan spiritual yang tangguh di kalangan mahasiswa di tengah perubahan yang bersifat pervasif.