Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

DEGRADASI FENOL MENGGUNAKAN TiO2/ZEOLIT SECARA FOTOLISIS DAN APLIKASINYA PADA AIR LIMBAH KARET Zilfa; Yulizar Yusuf; Salsa Nurul Fadhilah; Rahmiana Zein
Journal of Research and Education Chemistry Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jrec.2024.vol6(1).17258

Abstract

Fenol merupakan salah satu polutan umum pada berbagai industri. Fenol berbahaya dalam air limbah karena bersifat toksik walaupun pada konsentrasi yang rendah. Keberadaan fenol dalam air limbah dapat mengganggu organisme di sekitarnya. Penelitian tentang degradasi fenol menggunakan TiO2/zeolit secara fotolisis dan aplikasinya pada air limbah karet dan CPO telah dilakukan. Metoda analisis sampel air limbah karet dan CPO menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR sedangkan karakterisasi katalis dengan FTIR dan XRD. Kondisi optimum dari degradasi fenol tanpa katalis didapatkan persen degradasi sebesar 15,79% dengan waktu penyinaran selama 75 menit, sedangkan degradasi fenol menggunakan TiO2/zeolit sebanyak 0,8 gram didapatkan persen degradasi sebesar 75,28%. Degradasi fenol dengan katalis TiO2 saja dengan waktu penyinaran selama 60 menit didapatkan persen degradasi sebesar 52,86%. Degradasi fenol dengan zeolit saja diperoleh persen degradasi sebesar 38,90% dengan waktu penyinaran 75 menit. Degradasi fenol dengan menggunakan TiO2/zeolit sebanyak 0,8 gram dengan penyinaran selama 75 menit didapatkan persen degradasi sebesar 76,43%, tetapi tanpa disinari UV didapatkan persen degradasi sebesar 35,69%. Degradasi fenol yang ada dalam air limbah karet dan CPO dilakukan dengan penambahan TiO2/zeolit sebanyak 0,8 gram dengan lama penyinaran 75 menit didapatkan persen degradasi sebesar 51,53% pada air limbah karet dan 59,56% pada air limbah CPO. Karakterisasi air limbah sebelum dan sesudah degradasi dengan FTIR terjadi pergeseran bilangan gelombang yang menunjukkan bahwa telah terjadi degradasi. Karakterisasi katalis sebelum dan setelah degradasi dengan menggunakan FTIR dan XRD menunjukkan tidak terjadinya perubahan struktur, oleh karena itu TiO2/Zeolit dapat digunakan untuk degradasi fenol.
PENGARUH KANDUNGAN Na & K DARI FINE COALDAN RAW MATERIAL TERHADAP NILAI ALKALI PADA KLINKER DAN SEMEN PCC Hanifah, Mutia; Yusuf, Yulizar; Aziz, Hermansyah
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan Semen PCC membutuhkan raw material berupa limestone, clay, pasir silika, dan pasir besi serta bahan bakar berupa batubara. Raw material digiling dalam kiln dibantu dengan pembakaran batubara dengan komposisi tertentu menghasilkan klinker. Proses pembakaran batubara menghasilkan limbah padat (fine coal) yang kemungkinan dapat masuk ke dalam proses klinkerisasi. Raw material maupun fine coal memiliki kandungan alkali dalam bentuk Na2O dan K2O yang memiliki batas tertentu. Jika melebihi, akan menyebabkan reaksi alkali-sulfat yang mempengaruhi kualitas semen seperti kuat tekan dan setting time. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan alkali total yang ada pada raw material dan fine coal, pengaruhnya terhadap klinker dan semen, serta kualitas semen PCC. Pengujian nilai alkali menggunakan metode flame photometry. Hasil menunjukkan bahwa alkali pasir besi menjadi penyumbang nilai alkali total pada klinker sebesar 1,42% dibandingkan raw material lainnya. Kandungan alkali total fine coal pada kiln mengandung alkali total sebesar 0,41%. Fine coal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai alkali pada klinker. Sedangkan nilai alkali pada klinker cukup signifikan mempengaruhi nilai alkali pada semen. Kandungan alkali dari raw material dan fine coal mempengaruhi kuat tekan 28 hari, setting time awal, dan setting time akhir.
PENENTUAN KADAR RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PENGARUH PENCUCIAN PADA CABAI, BUNCIS DAN SAWI PUTIH SERTA NILAI RISIKO KESEHATAN PADA MANUSIA Zilfa; Yusuf, Yulizar; Anggreini Putri, Mitha; Heysha, Fheiza
Jurnal Zarah Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Zarah
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan bahan pangan yang digemari masyarakat untuk dikonsumsi karena banyak mengandung nutrisi. Cabai (Capsicum annuum L.), buncis (Phaseolus vulgaris L), sawi putih (Brassica pekinensia L) termasuk  sayuran yang dapat diolah menjadi berbagai olahan sayuran yang lezat maupun dimakan sebagai lalapan. Untuk memperoleh tanaman sayuran yang subur diperlukan pestisida untuk membasmi hama yang dapat merusak sayuran. Salah satu pestisida yang banyak digunakan yaitu klorpirifos yang dapat meninggalkan residu sehingga menyebabkan risiko akut dan kronis pada kesehatan, oleh sebab itu perlu dilakukan analisis mengenai kadar residu pestisida klorpirifos pada sayuran. Kadar residu pestisida klorpirifos ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 230 nm menggunakan pelarut diklorometana dan analisis kualitatif menggunakan HPLC dengan membandingkan waktu retensi larutan standar dan sampel sayuran. Pada penelitian ini dilakukan pencucian pada sayuran menggunakan diklorometana, akuades, air sumur dan air PDAM untuk melihat pengaruh pencucian terhadap kadar residu pestisida yang terkandung. Konsentrasi residu pestisida pada sayuran yang tidak dicuci yaitu cabai (2,6680±0,0214 mg/kg), buncis (2,4658±0,0193 mg/kg), dan sawi putih (2,7950±0,0379 mg/kg). Proses pencucian pada sayuran dilakukan tiga kali untuk masing-masing pelarut. Pencucian tiga kali menggunakan diklorometana dan akuades, didapatkan bahwa residu pestisida sudah tidak terdeteksi, sedangkan pencucian menggunakan air PDAM dan air sumur masih menyisakan residu pada sayuran tetapi kadarnya sangat kecil dibandingkan nilai Batas Maksimum Residu (BMR). Pada perhitungan nilai resiko kesehatan diperoleh nilai aHQ dan cHQ  <1  yang menunjukkan bahwa konsumsi batas yang dianjurkan dari sampel penelitian ini tidak menimbulkan risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.. Penelitian ini memberikan informasi bahwa perlu pencucian berulang kali untuk menghilangkan kadar residu pestisida pada sayuran sebelum dikonsumsi.
Pembuatan Teh Daun Kelor untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman Matlal Fajri Alif; Yulizar Yusuf; Emriadi Emriadi; Deswati Deswati; Mai Efdi; Novesar Jamarun; Syukri Arief; Adlis Santoni; Bustanul Arifin; Suryati Suryati; Yetria Rilda; Safni Safni; Zilfa Zilfa; Olly Norita Tetra
Warta Pengabdian Andalas Vol 31 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.31.4.682-688.2024

Abstract

The Moringa plant, a tropical species, exhibits prolific growth and is abundantly present in Indonesia and other tropical regions worldwide. An extended lifespan, continuous flowering, and a high tolerance for elevated temperatures characterize it. Utilizing its components, including leaves, bark, seeds, and roots, this multifaceted plant is renowned for its therapeutic properties. The plant's antioxidants and various nutrients, including vitamins and minerals (iron, magnesium, vitamin B6, vitamin B2, vitamin C, and vitamin A), have led to studies on the plant's potential health benefits. In order to develop the local economy in Ulakan village, Padang Pariaman Regency, Moringa plants were processed by using the plant leaves to manufacture herbal tea, which can then be sold. This community service program was significant given the widespread presence and ease of cultivation of Moringa plants within the local region. The program involved the planning and selection of the activity site, the implementation of training sessions, and the assessment of the program's outcomes. The result of this community engagement initiative was the demonstrated interest of many participants in producing Moringa leaf tea.
Penggunaan Zeolit sebagai Adsorben untuk Penjernihan Air Sumur terhadap Kandungan Logam Fe, Nilai BOD, COD, dan TSS di Kelurahan Kampuang Jua Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang Zilfa, Z.; Yusuf, Yulizar; Syahputra, Dian
Jurnal Kimia Unand Vol. 13 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Departemen Kimia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jku.13.2.24-33.2024

Abstract

Nobita Hill is an area that will be used as a tourist destination located in Kampung Jua Nan XX Village, at the foot of Nobita Hill, precisely in RW III, there are many houses with poor well water quality. The purpose of this study is to determine the use of zeolite (adsorbent) to purify well water based on Fe metal content parameters, BOD, COD, TSS values and also to determine the effect of adsorbent mass, sample volume, contact time and stirring time on the adsorption process. Determination of Fe content using atomic absorption spectrophotometry (AAS). Determination of the value of Biological Oxygen Demand (BOD) using the Iodometric titration method, determining the value of Chemical Oxygen Demand (COD) using the visible spectrophotometric method and determining the value of Total Suspended Solids (TSS) using the gravimetric method. Zeolite was characterized by X-Ray Fluorescence (XRF) before and after adsorption. Analysis of the concentration of Fe in well water before adsorption 2.1 mg/L. 40 mL of well water was adsorbed with 0.1 g of zeolite for 45 minutes at a stirring speed of 200 rpm, Fe decreased by 96.1%, from 2.1 mg/L to 0.1 mg/L. COD, BOD and TSS values also decreased 57.1%, 63.9% and 67.5% respectively. Characterization using XRF showed a decrease in Si and Al content and an increase in Fe metal content in the adsorbent after adsorption.
Penanggulangan Limbah Ubi Kayu dengan Menggunakan Katalis TiO2/Zeolit Alam Clinoptilolit-Ca secara Sinergi Fotokatalis dan Adsorpsi Zilfa, Z.; Yusuf, Yulizar; Putri, Alsa Sepia
Jurnal Kimia Unand Vol. 13 No. 1 (2024): May 2024
Publisher : Departemen Kimia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jku.13.1.14-21.2024

Abstract

Cassava waste containing cyanogenic glycosides is very dangerous for the environment because there is cyanide bound to organic compounds. Cyanide bound to organic compounds is degraded by photolysis using TiO2 catalyst/Clinoptilolite-Ca natural zeolite to break the bond between HCN and organic compounds so that it is no longer harmful to the environment, besides that cassava waste also contains suspended solids and organic compounds that affect water quality, resulting in high COD, BOD, TOC, and TSS values in waters. Therefore, the values of COD, BOD, TOC, and TSS were determined before and after degradation. In addition, the effect of time, mass, and type of catalyst (TiO2, Zeolite, and TiO2/Zeolite) on the percentage of cassava waste degradation was also determined. CN- analysis was performed with a UV-VIS spectrophotometer, where maximum absorption occurred at a wavelength of 573 nm. The optimum time of degradation without catalyst is 75 minutes with a degradation percentage of 20.52%, the optimum mass of TiO2/Zeolite catalyst is 0.8 grams with a degradation percentage of 79.97% at 60 minutes, the percentage of degradation using 0.03 grams of TiO2 is 58.65% at 75 minutes, the percentage of degradation using 0.77 zeolite is 35.43% at 75 minutes. COD value before degradation 1406 mg/L and after degradation 465 mg/L. BOD value before degradation 226 mg/L and after degradation 95.4 mg/L. TSS value before degradation 400 mg/L and after degradation 220 mg/L. While the TOC value before degradation was 546 mg/L and after degradation was 670 mg/L. FTIR analysis of cassava waste shows a peak shift indicating degradation, the 750-1000 cm-1 and 1250-1500 cm-1. While the characterization of the TiO2/zeolite catalyst in FTIR and XRD showed no change in the structure of the TiO2/zeolite catalyst before and after degradation.    
Pengaruh Degradasi Pelumas Bekas Menggunakan Katalis Zno/Zeolit terhadap Kandungan Mg dan Na secara Fotolisis Zilfa, Z.; Yusuf, Yulizar; Hanifah Adhisa
Jurnal Kimia Unand Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Departemen Kimia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jku.14.2.15-24.2025

Abstract

Every year the number of car users has increased significantly, leading to an increase in used lubricant waste. Used lubricants are the result of oil that has been subjected to engine friction, combustion residue and dust. As a result, the effectiveness of the lubricant decreases, and if left for a long time, these contaminants can turn into harmful abrasive particles. The purpose of this study is to see the effect of using ZnO/Zeolite catalysts in degrading used lubricants on the reduction of Mg and Na content by photolysis. Analysis of Mg and Na metal content in used lubricants was carried out using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results of this study showed that the degradation process through photolysis lasted for 15 minutes with the utilization of 0.4 grams of ZnO/Zeolite, and the volume of used lubricant samples was 10 mL for Mg and Na metals. After the degradation process was carried out under optimal conditions, the percentage of metal degradation of Mg reached 84.407% and Na 78.155%. Analysis of used lubricants before and after the degradation process was carried out using FTIR and UV-Vis Spectrophotometer, which showed a change in the spectrum, characterized by a shift in wave numbers, which indicated that the degradation had been successfully carried out. The results of catalyst characterization using FTIR and XRD showed that there was no change in the structure of ZnO/zeolite.