Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Design of Lifter Flyover Segment with a Structure of Lifting Beam can Escape Pairs Dhimas Satria; Aswata Aswata; Imron Rosyadi; Rina Lusiani; Erny Listijorini; Fadhil Arief
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v5i2.9123

Abstract

The flyover development today is very much at all to do because it is one solution as degrading congestion and lifter segment flyover is one important tool in the construction of flyovers. This final project offers an example of the calculation and planning lifter segment fly over the beam structure for lifting can be separated pairs which can later be changed in accordance with the specification segment flyover to be lifted. The final project is expected to be one of the references manufacture segments lifter fly over. This design uses Pahl and Beitz method and the results of this research. Specifications lifter segment fly over with beam structure for lifting to be loose tide is Lifting Equipment; Wire rope with two types of options on each drum are strands left and right torsion. Mechanism trolley; Can move on the path along the 3,019 mm, diameter the wheel trolley 381 mm, Trolley the wheel shaft diameter: 12 cm or 120 mm with material JIS S45C. Struktur lifter; Beam lifting using a beam with a weight per unit length of 1.97 N / mm with JIS G3101 SS540 material along the 4900 mm and a surface area of retaining cylindrical pedestal A of 5024 mm2 with material JIS G3101 SS540. The mechanism of motion lifter can move on the path along the 4000 mm. Wheel lifter diameter 533.4 mm. Hydraulic of lifters driver using a double acting hydraulic with a maximum
Analisa Performa Mesin Stirling Tipe Alpha Inovasi Desain Berbasis Biomassa Dhimas Satria; Rina Lusiani; Erni Listijorini; Aswata Aswata; Yogi Hermawan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 15, No 1 (2020): Volume 15, Nomor 1, April 2020
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.286 KB) | DOI: 10.32497/jrm.v15i1.1839

Abstract

Energi fosil yang terbatas menuntut untuk mengembangkan teknologi yang menggunakan energi alternatif, salahsatu teknologi yang sesuai adalah mesin stirling karena merupakan teknologi pembakaran luar yang dapat memanfaatkan sumber kalor yang tersedia, termasuk di dalamnya adalah biomassa yang merupakan sumber energi yang melimpah dan mudah didapatkan. Penelitian ini merupakan inovasi desain dari penelitian terkait mesin stirling sebelumnya, yaitu dengan membuat sudut fasa menjadi 180o, dengan tujuan untuk mengurangi pengaruh gravitasi pada saat silinder dingin terkompresi, karena sudut fasa yang sekarang digunakan (90o) memiliki kekurangan yaitu silinder dinginnya yang tegak lurus ke atas, sehingga proses kompresinya melawan gravitasi.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui performa dari mesin stirling tipe alpa inovasi desain berbasis biomassa ini. Sedangkan metode yang digunakan menggunakan metode Schmidt yaitu salah satu metode perhitungan isothermal untuk mesin stirling. yang berdasarkan pada ekspansi isothermal dan kompresi dari gas ideal. Hasil penelitian menghasilkan efisiensi thermal dari mesin stirling adalah 51%. Kemudian pengaruh perbedaan temperatur panas dengan tempertur dingin yang menunjukkan bahwa semakin besar delta temperatur semakin besar pula kerja outputnya, dan pengaruh rasio volume yang menunjukkan semakin besar rasio volume semakin besar pula kerja outputnya.
ANALISA PERHITUNGAN ENERGI LISTRIK PADA SEPEDA LISTRIK HYBRID Dhimas Satria; Rina Lusiani; Haryadi Haryadi; Imron Rosyadi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 11, No 1 (2017): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this increasingly modern era, many needs are increasing, one of which is energy. Fossil energy has long been the main fuel used on machines. Excessive use of energy further decreases the availability of fossil energy. To reduce the dependence on fossil energy that its formation is very long and quickly exhausted, hence the need for the utilization of alternative energy more environmentally friendly and easy to get. In this research, electrical energy analysis on hybrid electric bikes is done. In this analysis includes the utilization of electrical energy and electrical energy consumption on a hybrid electric bike with the test results to utilize the energy wasted on a hybrid electric bike at a speed of 25 km / h when the horizontal road condition is 9.36 watts. Whereas with the utilization of wasted energy at a speed of 20 km / h when the road conditions horizontally, the generator generated power of 8.16 watts. While on road conditions decreases at a speed of 15 km / h when the road conditions decrease is 3 watts and at a speed of 10 km / h power raised by 0.03 watts. For electric energy consumption of power used by hybrid electric bikes at the initial loading with a distance of 25 meters and travel time of 12.83 seconds is 87.61 watts, while for horizontal road conditions at a constant speed of 20 km / h is 29.42 watts with Covering 475 meters. While the power used by a hybrid electric bike on a ride load up to 25 meters with a slope of 220 at a speed of 5 km / h will consume power of 483.85 watts.
DISTRIBUSI TEMPERATUR AREA PEMOTONGAN PADA PROSES DRAY MACHINING BAJA AISI 1045 Slamet Wiyono; Rina Lusiani; Ari Wibowo
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.543 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.521

Abstract

Temperatur pemotongan merupakan data pemesinan yang sangat penting dalam suatu proses pemotongan logam. Laju kenaikan temperatur pemotongan yang tinggi menyebabkan pendeknya umur pahat yang mengakibatkan proses pemesinan menjadi tidak ekonomis. Temperatur pada area kontak antar muka pahat dan benda kerja diprediksi melalui simulasi pemotongan untuk mengetahui distribusi temperatur pada pahat dan benda kerja sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam perencanaan proses pemesinan. Dalam penelitian ini dijelaskan simulasi proses pemotongan mekanik pada baja AISI 1045 menggunkan material pahat HSS. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pengaruh variasi kedalaman pemotongan terhadap distribusi temperatur pada pahat dan benda kerja. Variasi kealaman pemotongan yang digunakan adalah 0.5 mm,1.0 mm,1.5 mm sedangkan parameter lainnya konstan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semakin tinggi kedalaman potong dan panjang pemotongan menghasilkan temperatur pemotongan yang semakin tinggi. Pemakaian kedalaman 1.5 mmdan panjang pemotongan 35 mm menghasilkan temperatur tertinggi mencapai 380,4 K pada area rekahan geram, 341,7 K pada permukaan benda kerja dan 345,7 K pada pahat. Validasi temperatur dilkakukan melalui pengukuran temperatur secara langsung pada proses machining pada kondisi pemotongan yang sama dengan bantuan infrared thermometer. Tempertaur yang terukur adalah 315,13 K, 322,67 K dan 359,23 K.
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Sifat Mekanik Paduan Besi Tuang Putih Dengan Cr-Ni Untuk Bilah Shot Blasting Hamdan Akbar Notonegoro; Hasanudin Gufron Fachrudin; Greida Frista; Yusvardi Yusuf Yusuf; Erny Listijorini; Rina Lusiani; Kurnia Nugraha
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.2585

Abstract

Bilah sebagai salah satu komponen yang berfungsi sebagai pelontar bola-bola logam dalam mesin shot blasting, masih banyak yang diimpor dari luar negeri. Namun demikian, ditemukan banyak kegagalan ataupun umur pakai yang pendek yang disebabkan karena bahan bilah tersebut rentan mengalami kerusakan lebih cepat akibat kondisi operasional. Dalam penelitian ini dikembangkan bahan bilah berbasis paduan besi tuang putih dengan Cr-Ni yang diberi variasi perlakuan panas, baik hardening maupun tempering, untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa nilai optimal kenaikan sifat mekanik diperoleh melalui hardening pada suhu 1000 oC yang dilanjutkan tempering pada suhu 400 oC. Pada kondisi tersebut, sampel hasil paduan memiliki struktur fasa ferit acicular, perlite dan karbida berbentuk bulat-bulat kecil. Struktur fasa ini membuat sifat mekanik sampel menjadi lebih keras dan lebih tahan terhadap gerusan saat terjadi gesekan.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH UKURAN PARTIKEL SERBUK BAMBU TERHADAP SIFAT MEKANIS KOMPOSIT UNTUK APLIKASI KAMPAS REM SEPEDA MOTOR Rina Lusiani; Sunardi Sunardi; Nico Purnama
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume II Nomor 2, November 2016
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.284 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.1366

Abstract

Kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat, rem juga dituntut untuk dapat digunakan pada kondisi yang ekstrem sekalipun. Dalam aplikasinya kampas rem juga harus memiliki sifat fisik dan karakteristik yang baik dengan faktor keamanan yang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi material komposit sebagai solusi alternatif bahan kampas rem sepeda motor dengan harga terjangkau, ramah lingkungan, memiliki karakteristik yang baik, dan mengetahui pengaruh dari variasi ukuran serbuk bambu terhadap sifat mekanik. Bahan utama yang digunakan adalah bambu betung, bahan yang tersusun dari serat bambu, serbuk bambu, serbuk Zn dan resin epoksi, dengan variasi ukuran serbuk bambu K1 (40 mesh), K2 (60 mesh), dan K3 (80 mesh). Pembuatan bahan dilakukan dengan metode metalurgi serbuk, menggunakan kompaksi cold press punch dengan tekanan 400 kg/cm². Selanjutnya bahan di sintering pada temperatur 150oC selama 1 jam. Karakteristik yang diteliti yaitu kekerasan, laju keausan, densitas, porositas, koefisien gesek, dan pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian komposit dengan karakteristik terbaik yaitu K3, dengan nilai kekerasan 60 N/mm2, laju keausan 3.23 x 10⁻⁶ mm³/mm, densitas 1.39 gr/cm3, dan porositas 0.48%.
Pengaruh Perlakuan Panas Terhadap Peningkatan Sifat Mekanik Paduan Besi Tuang Putih Dengan Cr-Ni Untuk Bilah Shot Blasting Hasanudin Gufron Fachrudin; Hamdan Akbar Notonegoro; Greida Frista; Yusvardi Yusuf; Erny Listijorini; Rina Lusiani; Kurnia Nugraha; Aswata Aswata
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume III Nomor 2, Oktober 2017
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.011 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.2651

Abstract

Bilah sebagai salah satu komponen yang berfungsi sebagai pelontar bola-bola logam dalam mesin shot blasting, sebagian besar diimpor dari luar negeri. Namun demikian, masih ditemukan kegagalan ataupun umur pakai yang pendek. Hal ini disebabkan bilah-bilah tersebut rentan terhadap gesekan dan benturan akibat kondisi operasional. Untuk itu, dalam penelitian ini dikembangkan bahan bilah berbasis paduan besi tuang putih dengan Cr-Ni. Peningkatan sifat mekaniknya dilakukan melalui variasi perlakuan panas, baik hardening (900–1000 oC) maupun tempering (400 oC, 500 oC, dan 1000 oC). Dari penelitian ini didapati bahwa nilai optimal kenaikan sifat mekanik, baik kekerasan dan ketahanan gesek, dihasilkan melalui hardening pada suhu 1000 oC yang dilanjutkan tempering pada suhu 400 oC. Pada kondisi tersebut, struktur fasa yang terbentuk berupa ferit acicular, perlite dan karbida berbentuk bulat-bulat kecil. Struktur fasa ini membuat sifat mekanik sampel menjadi lebih keras dan lebih tahan terhadap gerusan saat terjadi gesekan.
PEMANFAATAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI PAPAN KOMPOSIT DENGAN VARIASI PANJANG SERAT Rina Lusiani; Sunardi Sunardi; Yogie Ardiansah
FLYWHEEL : Jurnal Teknik Mesin Untirta Volume I Nomor 1, April 2015
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.796 KB) | DOI: 10.36055/fwl.v2i1.520

Abstract

Potensi limbah tandan kosong kelapa sawit yang kurang dimanfaatkan menjadi inspirasi untuk pembuatan papan komposit dari limbah tersebut. Pembuatan papan komposit dari limbah tandan kelapa sawit bertujuan untuk menghasilkan produk furniture yang ramah lingkungan dan memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan yang ada di pasaran. Bahan yang digunakan adalah serat tandan kelapa sawit, serbuk kayu sengon resin epoxy dan PVAc. Fraksi volume dari komposit ini adalah serat tandan kelapa sawit 15%, serbuk kayu 50%, resin epoxy 15% dan lem fox 20%. Pembuatan bahan dilakukakn dengan metode cold press single punch dengan tekanan 300 kg/cm2. Karakteristik bahan yang diteliti yaitu densitas, pengembangan tebal, kekerasan, impak, bending serta pengamatan struktur mikro. Dari hasil pengujian diperoleh papan komposit dengan karakteristik optimum yaitu pada panjang variasi serat 15 mm. Papan komposit variasi panjang 15 mm memiliki nilai densitas 0.973 g/cm3, pengembangan tebal 1.025%, kekerasan 26 N/mm2, nilai max force 41.904 N, batas elastisitas 904, 745 N/mm2, nilai impak 8.247 kj/m2.
Perilaku kekasaran permukaan baja AISI 1045 terhadap kekerasan dan laju korosi serta daya lekat permukaan hasil elektroplating Sunardi Sunardi; Slamet Wiyono; Dhimas Satria; Rina Lusiani; Erny Listijorini; Wira Pratama
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 9, No 1 (2020): Jurnal TURBO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.497 KB) | DOI: 10.24127/trb.v9i1.1155

Abstract

Electroplating is the coating metals with thin layers of other metals by electrolysis to improve the surface properties of materials, especially corrosion resistance. Electroplating is widely used in the automotive, electronics, medical, aerospace, gas, and oil industries. This study will discuss the effect of substrate surface roughness of AISI 1045 steel toward surface roughness, hardness, corrosion rate, and bonding strength of the coating. The surface roughness of the substrate is obtained by grinding process using sandpaper with grades 80, 320, and 1000. In this study, the coating material is Chromium. The electroplating parameters used in this research are 5-volt voltage, current 500 Amperes, and the time of 15 minutes. From this research, it is known that the surface roughness of the substrate material has an influence on the quality of the coating. The lower the surface roughness, improve the roughness, hardness, corrosion rate, and bonding strength.Keywords: electroplating, surface roughness, hardness, corrosion rate, bonding strength.
PENGARUH TEMPERATUR PELAPISAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN TERHADAP LAJU KOROSI LAPISAN ELECTROLESS NI-P BAJA KARBON RENDAH ASTM A36 Iman Saefuloh; Ipick Setiawan; Sunardi Sunardi; Miftahul Jannah; Rina Lusiani
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 6 No. 2 (2021): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dinamika.v6i2.44135

Abstract

Pemakaian bahan baja karbon rendah ASTM A36 sebagai bahan dasar bangunan konstruksi pipa dan tanki yang dimodifikasi menggunakan proses pelapisan Electroless Ni-P. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh plat baja ASTM A36 dari ketahanan korosinya. Dengan variasi temperatur pelapisan dan kekasaran permukaan serta penambahan proses perlakuan panas, karakteristik lapisan electroless Ni-P berupa nilai laju korosi, kekerasan, struktur mikro dan persentase kandungan nikel dianalisis. Dengan variasi kekaasaran permukaan 0,28 𝜇𝑚, 0,15 𝜇𝑚 dan 0,07 𝜇𝑚 serta variasi temperatur pelapisan 60º C, 70º C dan 80º C dan dengan penambahan perlakuan panas 500º C selama 120 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin kasar permukaan dan semakin tinggi temperatur pelapisan menyebabkan lapisan tersebut memiliki nilai ketahanan korosi yang lebih baik. Proses perlakuan panas 500º C selama 120 menit meningkatkan nilai ketahanan korosi secara signifikan tetapi tidak dapat meningkatkan uji kekerasan rockwell secara signifikan tetap berada di kisaran 70-80 HRB.