TN Saifullah Sulaiman, TN Saifullah
Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFEK GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METHYLCELLULOSE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI Sujono, Tanti Azizah; Hidayah, Ullya Nur Wahyu; Sulaiman, T.N. Saifullah
Biomedika Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L. Urban) contain saponin asiaticoside, which is a structural protein. The compound plays a role in the wound healing process by the formation of collagen. This research was conducted to determine the effect of wound healing of burns on New Zealand male rabbits using gel extract of Pegagan (Centella asiatica L. Urban) herbs using hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) as gelling agent. This research was an experimental with the same subject design, using � ve male New Zealand rabbits to test the wound healing of burns, and the backs of each rabbit were divided into six treatment i.e : positive control (Bioplasenton), negative control (no treatment), control HPMC base (no extract), and three formula with herbal extracts of Centella asiatica with a concentration of gelling agent HPMC 8%, 9%, and 10% respectively. Gel was applied to the back of rabbits with the use ± 0.3 grams once daily until the wound diameter equal to zero or until healed. The data was analyzed by one way anava with a 95% confidence level. The result showed that of the gelling agent HPMC concentration effect on the increased the viscosity, and decreased the spreadability and the burn wound healing time is a longer. Gel herb pegagan extract (Centella asiatica L. Urban) with a gelling agent HPMC concentration of 8% (17,60±1,14 days) most effectively heal burns compared to the concentration of 9% (19,40 ±1,14 days) and concentration 10% (20,40±1,14 days).Keywords: Centella asiatica L. Urban, gel, hydroxypropyl methylcellulose, burns.
FORMULASI SIRUP EKSTRAK DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) Sulaiman, T. Nanda Saifullah; Murti, Yosi Bayu; Lisprayatna, Lalita
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.1 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss2pp34-38

Abstract

Daun legundi telah digunakan masyarakat Indonesia sebagai antiasma. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sirup ekstrak daun legundi dengan kualitas baik dan mengetahui perubahan kadar relatif viteksikarpin dalam sirup setelah formulasi. Sirup ekstrak daun legundi dibuat sejumlah 4 formula dengan variasi kadar propilen glikol (PG). Formula I (PG 11 %), formula II (PG 12 %), formula III (PG 13%), dan kontrol (tanpa PG). Masing-masing formula diuji sifat fisiknya (organoleptis, viskositas, waktu tuang, tanggap rasa), ditetapkan kadar relatif viteksikarpin terhadap ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar propilen glikol, viskositas sirup semakin meningkat, waktu penuangan semakin bertambah, dan persentase kadar relatif viteksikarpin terhadap ekstrak semakin rendah. Pada penelitian ini, formula I (PG 11 %) merupakan formula terpilih karena memiliki rasa dan penampilan menarik, tingkat kekentalan yang rendah, endapan paling sedikit, kadar relatif viteksikarpin paling tinggi, dan lebih layak diterima pasar dibandingkan formula II, III, dan kontrol.
PEMBUATAN CHEWABLE LOZENGES EKSTRAK DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L. ) DENGAN VARIASI PROPORSI BASIS GLISERIN-GELATIN Sulaiman, TN. Saifullah; Aryani, Dina; Murti, Yosi Bayu
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.609 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp103-109

Abstract

Daun Legundi (Vitex trifolia L.) sering digunakan dalam ramuan obat tradisional di Indonesia sebagai antiasma. Penggunaan tanaman ini dalam pengobatan dirasa kurang praktis dan kurang dapat diterima, sehingga perlu dibuat dalam sediaan yang lebih sesuai, misalnya chewable lozenges. Bahan yang dapat memberi tekstur kenyal adalah gliserin dan gelatin sebagai basisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi basis (gliserin dan gelatin) terhadap sifat fisik chewable lozenges dan ketersediaan kembali viteksikarpin dari sediaan. Chewable lozenges diproduksi dengan metode cetak tuang (molding mixture method). Formula yang dibuat adalah tiga formula dengan variasi proporsi gliserin dan gelatin yaitu Formula I (10 % : 90 %), Formula II (20 % : 80 %) dan Formula III (30 % : 70 %). Chewable lozenges yang terbentuk diuji sifat fisik meliputi : uji keseragaman bobot, waktu melarut, kadar air, dan KLT-densitometri, serta uji tanggap rasa menggunakan kuesioner oleh responden. Data yang diperoleh dianalisis statistik dengan analisis varian satu jalan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi proporsi gliserin dan gelatin mempengaruhi sifat fisik chewable lozenges ekstrak daun legundi, yaitu semakin besar proporsi gelatin memperlama waktu larut (signifikansi < 0,05), dan semakin besar proporsi gliserin menyebabkan kadar air chewable lozenges semakin tinggi (signifikansi < 0,05). Formulasi chewable lozenges berpengaruh pada ketersediaan kembali viteksikarpin dari sediaan, semakin besar proporsi gelatin maka kadar relatif viteksikarpin yang diperoleh kembali menjadi lebih rendah. Berdasarkan hasil uji tanggap rasa chewable lozenges ekstrak daun legundi secara subjektif, Formula II (20 % : 80 %) paling disukai oleh responden. 
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK KULIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum (L.) Moon.) SEBAGAI SEDIAAN OBAT PENGENCER LENDIR (MUKOLITIK) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI LAKTOSA – SORBITOL Sulaiman, TN Saifullah; Wahyono, Wahyono; Kurniati, Luthfia Hanifah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.509 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp68-80

Abstract

Kulit akar senggugu memiliki khasiat sebagai pengencer lendir (mukolitik) dan sudah digunakan secara empiris.Perlu dibuat sediaan tablet hisap agar dapat digunakan dengan nyaman dan praktis. Simplisia bentuk serbuk diekstraksi dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Tablet hisap ekstrak kulit akar senggugu dioptimasi dengan menggunakan campuran bahan pengisi laktosa-sorbitol, yaitu formula A (100% laktosa), formula B (100% sorbitol), dan formula C (50% laktosa : 50% sorbitol). Tablet dibuat dengan metode granulasi basah. Formula optimum didapatkan dari hasil uji sifat fisik granul dan tablet hisap menggunakan metode SLD, lalu diuji sifat fisik meliputi sifat alir granul, kekerasan, waktu larut, tanggapan rasa serta dilakukan analisa kuantitatif kadar zat aktif dalam tablet hisap. Dari sifat fisik tablet hisap formula prediksi (SLD) dan verifikasi (optimum) diuji statistik menggunakan t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan pengisi laktosa-sorbitol dapat mempengaruhi sifat fisik granul dan tablet hisap kulit akar senggugu.Interaksi bahan pengisi laktosa-sorbitol dalam campuran dapat menaikkan respon kekerasan dan tanggap rasa tablet hisap, menurunkan respon kecepatan alir granul dan waktu larut tablet hisap. Formula optimum yang diperoleh dari campuran laktosa-sorbitol adalah 100% sorbitol : 0% laktosa.
FORMULASI HARD CANDY LOZENGES EKSTRAK DAUN LEGUNDI (Vitex trifolia L.) Sulaiman, T. Nanda Saifullah; Murti, Yosi Bayu; Alkarim, Mahfud
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.144 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss1pp15-21

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi kadar gula (sukrosa dan glukosa) terhadap sifat fisik dan rasa, serta mengetahui tingkat kesukaan konsumen pada hard candylozenges ekstrak daun legundi.Hard candy lozenges diproduksi menggunakan metode peleburan dengan membuat tiga formula kombinasi sukrosa dan glukosa yaitu FI (70%:30%), FII (50%:50%), dan FIII (30%:70%). Hard candy lozenges diuji sifat fisik meliputi: keseragaman bobot, kekerasan, uji kadar air, waktu larut dan KLT-densitometri serta uji tanggap rasa menggunakan kuesioner dengan penilaian secara scoring oleh reponden. Hasil pengujian dianalisa menggunakan SPSS 11.0 for windows dengan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi kadar sukrosa dan glukosa mempengaruhi sifat fisik hard candy lozenges ekstrak daun legundi yaitu meningkatkan kekerasan, dan memperlama waktu larut (p < 0,05) tetapi tidak mempengaruhi kadar air tablet (p > 0,05). Semakin banyak sukrosa yang digunakan maka tablet menjadi semakin keras dan waktu larut menjadi semakin lama. Berdasarkan hasil uji tanggap rasa hard candy lozenges ekstrak daun legundi secara subjektif, Formula III paling disukai oleh responden dengan perbandingan sukrosa dan glukosa 30%:70%.
OPTIMASI FORMULA TABLET DISPERSIBLE EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGHANCUR CROSCARMELLOSE SODIUM DAN SODIUM STARCH GLYCOLATE Rachmawati, Aditya Novera; Wahyono, Wahyono; Sulaiman, T. Nanda Saifullah
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.549 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss1pp%p

Abstract

Khasiat dan keamanan daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antidiare telah diuji secara praklinik dan klinik. Bentuk sediaan yang ada saat ini kebanyakan susah ditelan, waktu disintegrasinya lama serta memiliki rasa dan bau yang kurang enak, sehingga perlu diformulasikan sediaan yang lebih akseptabel bagi anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi formula tablet dispersible ekstrak air daun jambu biji menggunakan variasi bahan penghancur croscarmellose sodium (CCS) dan sodium starch glycolate (SSG) dengan metode simplex lattice design (SLD). Tablet dispersible dibuat 5 formula dengan metode granulasi kering yaitu formula I (100% CCS), II (75% CCS : 25% SSG), III (50% CCS : 50% SSG), IV (25% CCS : 75% SSG) dan V (100% SSG). Standarisasi ekstrak yang dilakukan meliputi uji organoleptik, susut pengeringan dan kromatografi lapis tipis (KLT). Tablet dispersible yang diperoleh, diuji sifat fisik keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan, waktu disintegrasi, waktu dispersi, waktu pembasahan serta KLT. Data dianalisis menggunakan software Design Expert® versi 7.1.4.0 untuk mendapatkan formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan penghancur CCS-SSG mempengaruhi sifat fisik tablet. Semakin besar jumlah SSG maka semakin besar kekerasan, waktu disintegrasi, waktu dispersi dan waktu pembasahan tablet. Formula optimum yang diperoleh adalah formula dengan kombinasi 71% CCS dan 29% SSG. 
FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISIMANITOL – AMILUM MANIHOT Sulaiman, T. Nanda Saifullah; Purwantini, Indah; Haryanti, Farida
Majalah Obat Tradisional Vol 17, No 3 (2012)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.864 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ17iss3pp47-52

Abstract

Ekstrak hidroalkoholik kunyit direkomendasikan sebagai suplemen untuk prevensi atherosklerosis. Namun,penggunaannya dalam pengobatan tradisional dirasa kurang praktis dan kurang acceptable, sehingga perlu dibuat sediaan tablet hisap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kombinasi bahan pengisi manitol-amilum manihot terhadap sifat fisik granul, tablet dan rasa tablet.Formula optimum diperoleh dengan menggunakan metode simplex lattice design. Ekstrak air dibuat menggunakan penyari berupa akuades suhu 80OC sedangkan ekstrak alkohol menggunakan penyari etanol 96%. Kedua ekstrak dicampur  sehingga diperoleh ekstrak hidroalkoholik kunyit, kemudian digranul dengan metode granulasi basah, dibuat menjadi lima formula dengan kombinasi bahan pengisi manitol-amilum manihot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bahan pengisi manitol-amilum manihot mampu mempengaruhi kekerasan tablet, waktu larut dan penerimaan rasa. Formula optimum yang didapat adalah campuran bahan pengisi manitol-amilum manihot dengan perbandingan 80% : 20%.
OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP EKSTRAK KULIT AKAR SENGGUGU (Clerodendrum serratum L. MOON) SEBAGAI SEDIAAN OBAT PENGENCER LENDIR (MUKOLITIK) DENGAN KOMBINASI BAHAN PENGISI MANNITOL-LAKTOSA-SUKROSA Sulaiman, T.N. Saifullah; Puspita, Desi Elvira Cindy; Wahyono, Wahyono
Majalah Obat Tradisional Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.578 KB) | DOI: 10.14499/mot-TradMedJ20iss2pp87-95

Abstract

Senggugu root bark (Clerodendrum serratum L. Moon) is known as a mucolitics. Senggugu root bark is made in the dosage form of lozenges in combination with sucrose, mannitol and lactose in order to obtain good flavor and comfortable when consumed. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of fillers on the physical properties of granules and tablets as well as the composition of the combination of excipients to produce lozenges of extract of senggugu root bark with optimum physical properties. Seven formulas were made with a combination of mannitol, lactose and sucrose as follows: FI (100%: 0%: 0%), FII (0%: 100%: 0%), FIII (0%: 0%: 100%), FIV (50 %: 50%: 0%), FV (50%: 0%: 50%), FVI (0%: 50%: 50%), and FVII (33.3%: 33.3%: 33.3% ). The results showed that the combination of mannitol, lactose and sucrose affected the physical properties of the granules and lozenges of extract of senggugu root bark i.e. flow rate, hardness, dissolved time, compactibility and perceptive sense. The dominant amount of sucrose and lactose can improve the physical properties of granules and tablets. The optimal composition of the combination of mannitol, lactose and sucrose obtained from Design Expert 7.1.5. program was 5.491%: 37.387%: 57.122%, respectively.
Optimization formula gastroretentive tablet of ranitidine HCl with floating system Sulaiman, T.N. Saifullah; Fudholi, Achmad; Nugroho, A. Kharis
INDONESIAN JOURNAL OF PHARMACY Vol 22 No 2, 2011
Publisher : Faculty of Pharmacy Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Skip Utara, 55281, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.929 KB) | DOI: 10.14499/indonesianjpharm0iss0pp106-114

Abstract

Ranitidine  HCl  is  an  H-2  receptor  antagonists  for  the  treatment  of  peptic gastric  secretion  with  a  small  bioavailability,  so  that  should  be  developed  in  a sustained  release  dosage  form  are  retained  in  the  stomach.  Ranitidine  HCl floating  tablet  was  formulation  by  effervescent  system.  Simplex  lattice  design was  applied  to  optimize  the  formula  of  ranitidine  HCl  floating  tablet  by varying levels of Methocel K15M 100-185 mg, sodium bicarbonate 15-100 mg, and  citric  acid0-85 mg.  The  Optimum  formula  determined  by  superimposed contour  plot  from  various  parameters:  flowability  of  granules,  physical properties of tablet and drug release using Design-Expert®program. Based on superimposed  contour  plot obtained  optimum  formula  for  the  area  in  the  range of Methocel K15M 100-145 mg, sodium bicarbonate 20-80 mg and citric acid 25-80 mg.Key words: Ranitidine HCl, Gastroretentive, Simplex lattice design 
EFEK GEL EKSTRAK HERBA PEGAGAN (Centella asiatica L. Urban) DENGAN GELLING AGENT HIDROKSIPROPIL METHYLCELLULOSE TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI Sujono, Tanti Azizah; Hidayah, Ullya Nur Wahyu; Sulaiman, T.N. Saifullah
Biomedika Vol 6, No 2 (2014): Biomedika Agustus 2014
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v6i2.276

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L. Urban) contain saponin asiaticoside, which is a structural protein. The compound plays a role in the wound healing process by the formation of collagen. This research was conducted to determine the effect of wound healing of burns on New Zealand male rabbits using gel extract of Pegagan (Centella asiatica L. Urban) herbs using hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) as gelling agent. This research was an experimental with the same subject design, using ? ve male New Zealand rabbits to test the wound healing of burns, and the backs of each rabbit were divided into six treatment i.e : positive control (Bioplasenton), negative control (no treatment), control HPMC base (no extract), and three formula with herbal extracts of Centella asiatica with a concentration of gelling agent HPMC 8%, 9%, and 10% respectively. Gel was applied to the back of rabbits with the use ± 0.3 grams once daily until the wound diameter equal to zero or until healed. The data was analyzed by one way anava with a 95% confidence level. The result showed that of the gelling agent HPMC concentration effect on the increased the viscosity, and decreased the spreadability and the burn wound healing time is a longer. Gel herb pegagan extract (Centella asiatica L. Urban) with a gelling agent HPMC concentration of 8% (17,60±1,14 days) most effectively heal burns compared to the concentration of 9% (19,40 ±1,14 days) and concentration 10% (20,40±1,14 days).Keywords: Centella asiatica L. Urban, gel, hydroxypropyl methylcellulose, burns.