TN Saifullah Sulaiman, TN Saifullah
Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

OPTIMASI STARCH 1500® DAN CROSPOVIDONE PADA FORMULASIORALLY DISINTEGRATING TABLET (ODT) ANTASIDA Ananthi, Dea Gita; Sulaiman, T.N. Saifullah; Lewi, Ishak
Media Farmasi Indonesia Vol. 11 No. 1 (2016): Media Farmasi Indonesia
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.128 KB)

Abstract

SARIGastritis atau secara umum dikenal dengan istilah sakit “maag” ialahperadangan pada dinding lambung terutama pada selaput lendir lambung.Penyakitgastritis umumya diatasi dengan penggunaan antasida yang merupakan kombinasiantara Aluminium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida.Orally DisintegratingTablet diketahui dapat hancur atau melarut dalam mulut tanpa memerlukanair.Antasida diformulasikan dalam bentuk sediaan Orally Disintegrating Tabletdiharapkan mampu memberikan onset yang cepat dengan penggunaan yang lebihpraktis.Diperlukan eksipien berupa superdisintegrant untuk dapat meningkatkanwaktu hancurnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari Starch1500® dan Crospovidone sebagai superdisintegrant serta interaksi keduanya danmenentukan formula optimum pada karakteristik fisik Orally DisintegratingTablet (ODT) Antasida.Optimasi Starch 1500® dan Crospovidone dilakukandengan metode factorial design.Konsentrasi Starch 1500® yang digunakan adalah5% dan 10%, sedangkan Crospovidone 2% dan 5%.Orally Disintegrating Tablet(ODT) Antasida dibuat dengan metode kempa langsung dan formula optimumdiperoleh dari respons daya alir, kandungan lembab, kekerasan, kerapuhan, waktuhancur serta wetting time. Formula optimum yang didapat adalah komposisiStarch 1500® sebesar 6,467% danCrospovidone sebesar 2,000%.
INFLUENCE OF SOLID PARTICLE AND SOYBEAN OIL OF PICKERING EMULSION DICLOFENAC DIETHYLAMINE USING TAGUCHI METHOD Hutami, Shabrina Nindya; Kuncahyo, Ilham; Sulaiman, TN Saifullah
Jurnal Kimia Riset Vol. 9 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v9i1.55069

Abstract

Emulsions stabilized by solid particles are called Pickering emulsions, using diclofenac diethylamine for topical use. In this study, screening for the effect of the type of solid particles (bentonite 3%; Avicel RC-591 2.5%; and kaolin 15%) and soybean oil concentration (10%; 20%, and 30%) using the Taguchi orthogonal array method, with independent variables (type of solid particles and concentration of soybean oil, dependent variables (viscosity, pH, %EE, creaming index, globule size, and % cumulative penetration). The Pickering emulsion with Avicel RC-591 for solid particles produced a stable emulsion during 21 days of storage. Using the Taguchi orthogonal array method, the best formula based on the dependent variable is Formula 4 with physical test results at viscosity 566 cp, pH value 8.18, adsorption efficiency 55.70%, creaming index 100%, globule size 57.1 µm, cell diffusion Franz test at 120 minutes resulted in a cumulative penetration of 69.829%. The penetration power of Formula 4 is better than the emulsion with tween and span emulsifiers, which has a cumulative amount at 120 minutes of 12.609%. Therefore, Avicel RC-591 2.5% solid particles with 10% soybean oil concentration resulted in a stable Pickering emulsion and better penetration than emulsions with tween and span emulsifiers.
Review: Pendekatan Formulasi Sediaan SNEDDS terhadap BCS Kelas II, III, dan IV Sari, Isnia Sekar; Sulaiman, T.N. Saifullah; Laksitorini, Marlyn Dian
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.98040

Abstract

Latar Belakang: Self Nano-emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan basis lipid yang mampu membawa zat aktif sukar larut dalam air, permeabilitas dan ketersediaan hayati yang rendah. Kombinasi komponen SNEDDS merupakan campuran isotropik yang stabil dan memberikan pengaruh pada pengujian sediaan. Karakteristik fisik dan stabilitas sediaan yang baik berbanding lurus dengan pengujian in-vitro dan in-vivo, dapat diartikan bahwa zat aktif dalam sistem SNEDDS dapat meningkatkan ketersediaan hayati oral.Tujuan: Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait karakteristik fisik, ketersediaan hayati, dan stabilitas sediaan SNEDDS dengan natural oil sebagai fase minyak yang berperan secara sinergis dengan zat aktif.Metode: Penelusuran jurnal ilmiah diambil pada laman Sciencedirect, Researchgate, dan MDPI dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Pencarian jurnal ilmiah dengan kata kunci diantaranya bio-active, SNEDDS, stability, bioavailability, anticancer, antiinflammation, dan antioxidant.Hasil: Jurnal ilmiah yang di-review menunjukan bahwa zat aktif berupa ekstrak hingga senyawa sintesis yang diformulasikan dalam sistem SNEDDS mampu meningkatkan ketersediaan hayati oral, stabilitas sediaan, dan karakteristik fisik.Kesimpulan: Self Nano-emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) dengan komponen yang sesuai mampu meningkatkan ketersediaan hayati, mencapai target terapi yang diinginkan, dan berpotensi sebagai pilihan terapi penyakit.
Komposisi Kimia dan Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Bunga Kecombrang (Etlingera elatior (Jack) R.M. Sm.) Warna Merah dan Merah Muda terhadap Cutibacterium acnes Farras, Hazimah Anis; Purwantini, Indah; Sulaiman, T.N. Saifullah
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i4.99046

Abstract

Minyak atsiri bunga kecombrang telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap beberapa bakteri Gram positif dan Gram negatif. Bunga kecombrang memiliki empat variasi warna. Tinjauan terhadap kandungan senyawa bunga kecombrang dengan warna spesifik perlu dilakukan untuk membantu pemanfaatannya secara khusus. Ekstrak bunga kecombrang telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Namun, belum ada publikasi jurnal aktivitas antibakteri minyak atsiri bunga kecombrang terhadap bakteri penyebab jerawat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kandungan kimia minyak atsiri bunga kecombrang warna merah dan merah muda serta uji aktivitas antibakteri keduanya terhadap C. acnes. Minyak atsiri diperoleh melalui destilasi uap-air. Analisis kandungan kimia dilakukan menggunakan GC-MS. C. acnes digunakan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri menggunakan mikrodilusi. Sebanyak 72 komponen teridentifikasi pada bunga kecombrang merah sedangkan 59 komponen teridentifikasi pada bunga kecombrang merah muda. Konsentrasi hambat minimum yang dihasilkan adalah 12,5 mg/mL pada masing-masing variasi bunga kecombrang. Kesimpulannya adalah komponen kimia dominan pada minyak atsiri kecombrang merah dan merah muda adalah dodekanal (24,47% dan 25,84%) dan 1-dodekanol (21,15% dan 39,99%). Minyak atsiri bunga kecombrang merah dan merah muda memiliki aktivitas penghambatan terhadap C. acnes.