Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Pemborosan Proses Loading dan Unloading Pupuk dengan Pendekatan Lean Supply Chain Tubagus Ardi Ferdiansyah; Asep Ridwan; Widi Hartono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.842 KB)

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengangkutan barang, baik barang curah kering maupun barang curah cair sehingga tidak terlepas dari kegiatan logistik. Penelitian ini difokuskan pada jenis barang curah yaitu pupuk. Permasalahan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah terjadinya inefesiensi di aliran Supply Chain pada proses Load dan Unload pupuk yang disebabkan adanya waste(pemborosan) dan Non Value Added (NVA) yang dapat merugikan perusahaan. Tujuan penelitian ini yang adalah mengetahui jenis waste apa saja yang ada pada aliran Supply Chain pada produk pupuk dan bagaimana rekomendasi perbaikan yang dilakukanuntuk mengurangi waste tersebut. Dengan menggunakan pendekatan Plan Do Check Action (PDCA) dan metode Value Stream Analysis Tools (VALSAT) diharapkan dapat mengurangi waste dan membuat perusahaan lebih produktif lagi. Usulan perbaikan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan conveyor untuk proses pembongkaran dari dermaga ke gudang packaging,mendekatkan timbangan dengan gudang penyimpanan, penyuluhan tentang pentingnya K3 secara kontinyu setiap dua bulan kepada operator dan karyawan lainya sehingga bisa menghindari kecelakaan di tempat kerja, mendesign grab dengan ukuran yang lebih besar yaitu 13,37 m , menambah jumlah truck, pelatihan pada operator dan supir. pengaturan truk yang lalu lalang di dermaga dan penempatan parkir lebih teratur dan rapih. Dengan usulan perbaikan yang tersebut untuk nilai NVA yang semula 405,78 menit atau 39,88% turun sebesar 7,40% menjadi 294,42 menit atau 32,48% , waktu siklus menjadi berkurang yang semula sebesar 1017,46 menit turun sebesar 110,94 menit menjadi 906,52 menit dan untuk Process Cycle Efficiency (PCE) yang semula 39,03% naik sebesar 4,77% menjadi 43,80%. . 2
PELATIHAN DASAR BUILDING INFORMATION MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MODELING BANGUNAN GEDUNG PADA PERUSAHAAN JASA KONSTRUKSI MENENGAH Hartono, Widi; Handayani, Dewi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27668

Abstract

Abstrak: Kontraktor klasifikasi menengah ke bawah dihadapakan pada masalah keterbatasan sumber daya manusia, hal ini disebabkan oleh beberapa masalah salah satunya proses perekrutan tidak dilaksanan dengan baik. PT. Pesona Karya Sejahtera merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha menengah yang sedang berkembang dihadapkan pada permasalahan kualitas sumber daya manusia yaitu penggunaan teknologi Building Information Modelling (BIM). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memodelkan bangunan gedung dengan menggunakan teknologi BIM. .. Untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut maka dilakukan kegiatan pelatihan teknologi BIM kepada 35 karyawan PT. Pesona Karya Sejahtera dan memberikan pendampingan agar karyawan dapat menguasai teknologi BIM. Evaluasi kegiatan pelatihan dilakukan dengan memberikan lembar soal dengan jumlah 10 pertanyaan...Tes awal diperoleh skor rata-rata pengetahuan dari karyawan adalah sebesar 43.91, hasil tersebut termasuk masih kurang. Karyawan masih belum mengenal dan memahami teknologi BIM dengan baik, karena latar belakang pendidikan dari karyawan yang sangat beragam. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan yang baik yaitu meningkat sebesar 56.35%. Peningkatan terbesar berasal dari karyawan yang ditugaskan di bagian teknik dan memiliki latar pendidikan teknik.Abstract: Limited human resources are a concern for medium-sized contractors, and it stems from a number of issues, including improper hiring practices. The medium-sized contractor PT. Pesona Karya Sejahtera is presently developing and facing issues with the caliber of its workforce, especially when it comes to using BIM technology. In order to solve this problem, PT. Pesona Karya Sejahtera trained its staff in BIM technology and offered mentorship to guarantee that they were proficient in it. The evaluation of the training activity is conducted by providing a question sheet with a total of 10 questions. The initial test yielded an average knowledge score of 43.91, which is still within the acceptable range. Because of their varied educational backgrounds, employees are still unfamiliar with and lack a thorough understanding of BIM technology. With a 56.35% rise, the training and mentorship outcomes show a notable improvement. Employees assigned to the engineering department and those with engineering degrees make the biggest improvements.
Evaluation of Road Preservation Priorities Based on Road Condition and Traffic Load on the Jambi Province Border-Maur Project Corridor Pratiwi, Kimgrace Martha Putri; Handayani, Dewi; Hartono, Widi
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v7i1.27822

Abstract

This study aims to evaluate road preservation priorities based on road surface condition and traffic load along the Jambi Province Border–Maur project corridor. The dataset comprises maintenance cost data for ten road sections. The analysis was conducted by calculating the maintenance cost per kilometer, applying min–max normalization to the International Roughness Index (IRI) and Average Daily Traffic (ADT), and developing a Service Pressure Index (SPI). The results indicate that the Betung–Bts. Kota Palembang section has the highest preservation priority, with an SPI value of 0.953, followed by the Bts. Prov. Jambi–Peninggalan section with an SPI value of 0.623 and the Sei Lilin–Betung section with an SPI value of 0.431. These findings suggest that the SPI can serve as an initial decision-support tool for establishing road preservation priorities in a more proportional manner by considering both infrastructure condition and service pressure.
Analytical Hierarchy Process (AHP), Fuzzy AHP, and TOPSIS for Determining Bridge Maintenance Priority Scale in Banjarsari, Surakarta Nurani, Ayu Intan; Pramudyaningrum, Astri Tamara; Fadhila, Shofie Rizqi; Sangadji, Senot; Hartono, Widi
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 2, No 1 (2018): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.806 KB) | DOI: 10.20961/ijsascs.v2i1.16680

Abstract

Data on 2015 [9] show that less than 50 percent of provincial and local level bridges in Central Java are in good condition. In the other hand, it has been reported that local bridges in the city of Surakarta have been deteriorated and damaged. The maintenance and rehabilitation action often done based solely on incidental reports without systematic planning. Analytical Hierarchy Process, Fuzzy Analytical Hierarchy Process, and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) were used to compare the priority scale of bridge management in Kecamatan (District) Banjarsari, Surakarta. Bridge Management System 1993 (BMS 1993) standard was used to quantify bridge damage condition by means of direct visual observation. Scores used in this 3 different analysis were determined by comparing aforementioned 2 criteria and 9 sub criteria. Accordingly, criteria and subcriteria defined in this paper were based on the standard. The criteria employed were bridge damage condition and average daily traffic (ADT). Bridge condition criteria were then divided further into sub criteria; i.e. river stream, safety support building, foundation, pier, girder system, parapet, floor system, expansion joint, and other property. From 11 bridges considered in this study, Maris Bridge has the highest pirority determined in 3 different methods. AHP and TOPSIS methods show Ringin Semar Bridge the lowest priority to maintain. On the other hand, Fuzzy AHP determines Balapan Bridge as the lowest order. Keyword: Bridge Management, BMS 1993, AHP, FAHP, TOPSIS.
TINGKAT KEDEWASAAN PENERAPAN BIM PADA KONTRAKTOR JEMBATAN DI INDONESIA Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Syafi'i, Syafi'i
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.132 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v5i1.53628

Abstract

Perkembangan konstruksi di Indonesia berkembang cukup pesat, pembangunan infrastruktur meningkat 6 tahun terakhir termasuk didalamnya adalah konstruski jembatan. Jembatan merupakan konstruksi yang digunakan untuk melewati rintangan seperti sungai, danau, jalan raya, jalan kereta api atau lembah. Konstruksi jembatan ini banyak ditemui pada pembangunan jalan tol dimana konstruski ini sangat vital untuk menghubungkan dua sisi yang dipisah oleh rintangan. Selain itu jembatan juga banyak kita pada jalan non tol. Di Indonesia teknologi BIM mulai berkembang, beberapa kajian sudah dilakukan baik oleh pemerintah atau swasta untuk memberikan pembelajaran dan pengembangan BIM. Aplikasi BIM sudah mulai dilakukan untuk bangunan gedung baik untuk tahap perencanaan, konstruksi dan operasi dan maintenance. Dalam penelitian ini akan mengkaji penerapan konsep BIM yang sudah dilaksanakan khususnya untuk perencanaan konstruksi jembatan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan indeks kedewasaan penerapan BIM untuk mengetahui seberapa jauh peneran BIM dalam proyek jembatan. Selain itu juga dilakukan identifikasi terhadap permasalahan atau hambatan dalam penerapan teknologi BIM. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi BIM pada kontraktor masih terbatas pada penggunaan CAD 2D dan 3D dalam desain yang dikerjakannya. Beberapa kendala dihadapi oleh tenaga ahli terkait dengan software, hardware, jaringan komputer dan kesulitan dalam perencanaan dengan BIM. Penerapan teknologi BIM pada perusahaan kontraktor adalah pada level 1 dengan skor 1.16. Pada level ini penerapan teknologi BIM masih didominasi oleh pengelolaan desain berbasis file.
Efektifitas Aplikasi Kasus Lapangan dalam Peningkatan Keterampilan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT Mekar Mulia Contractor Handayani, Dewi; Hartono, Widi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.83599

Abstract

Infrastruktur di bidang ketekniksipilan merupakan salah satu ujung tombak penggerak ekonomi pada suatu daerah atau negara. Kontraktor merupakan perusahaan yang menjadi garda terdepan untuk mewujudkan infrastruktur tersebut. Kontraktor non besar memiliki banyak keterbatasan yaitu keterbatasan dana, peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya sering ditemui pada kontraktor non besar terutama yang berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan. Banyak kontraktor non besar melakukan perekrutan tidak didasarkan pada tenaga kerja yang memiliki keahlian bidang teknik sipil dan bangunan. Hal ini disebabkan keterbatasan dana yang digunakan untuk menggaji tenaga kerja apabila perusahaan merekrut pegawai dengan klasifikasi dan keahlian yang bagus. Keahlian dan ketrampilan pegawai sering kali diberikan langsung saat mengerjakan proyek, sehingga sering kali ditemui permasalahan di lapangan. Masalah yang sering muncul adalah masalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dimana pegawai masih perlu diberikan bekal tambahan agar dapat melaksanakan proyek dengan aman dan selamat. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha menengah juga dihadapkan pada permasalahan tersebut. PT. Mekar Mulia Contractor merupakan kontraktor dengan visi yang bagus dengan memperhatikan pengembangan pegawai dan kesejahteraannya. Kegiatan pengabdian ini akan membantu PT. Mekar Mulia Contractor dengan memberikan pelatihan mengenai penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kepada pegawai. Kegiatan pengabdian ini juga bersamaan dengan kegiatan upgrading pegawai yang dilaksanakan secara rutin oleh perusahaan setiap tahunnya. Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja, Teknik Sipil, kontraktor, pelatihan.
Pelatihan Penjadwalan Proyek Konstruksi dengan Microsoft Project Pada PT Insan Pesona Kabupaten Pati Hartono, Widi; Handayani, Dewi
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 1 (2022): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.53626

Abstract

Kontraktor di Indonesia dibagi menjadi 3 klasifikasi kontraktor besar, menengan dan kecil. Kontraktor menangan ke bawah terutama kontraktor kecil memiliki banyak keterbatasan yaitu masalah dana, peralatan, teknologi, dan sumber daya manusia. Keterbatasan sumber daya sering ditemui pada kontraktor kecil terutama yang berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan. Banyak kontraktor kecil melakukan perekrutan tidak didasarkan pada tenaga kerja yang memiliki keahlian bidang sipil. Hal ini berkaitan dengan keterbatan dana yang digunakan untuk menggaji tenaga kerja. Keahlian dan ketrampilan tenaga yang dimiliki sering kali diberikan langsung saat mengerjakan proyek, sehingga sering kali ditermui permasalah di lapangan karena keterbatasan keahlian. Masalah yang sering muncul adalah masalah pembuatan jadwal pekerjaan yang tidak dilakukan dengan baik. Urutan pekerjaan sering kali hanya mengandalkan intuisi dari seniornya sehingga para yunior tidak begitu memahami apabila ada masalah. PT Insan Pesona Group merupakan salah satu kontraktor yang memiliki klasifikasi usaha kecil sampai menengah juga dihadapkan pada permasalahan tersebut. Untuk itu maka akan direncanakan untuk melakukan pembinaan terhadap perusahaan ini melalui berbagai cara yaitu melakukan pelatihan penjadwalan pada staff atau pegawai dan melakukan pendampingan apabila terdapat permasalahan pada saat membuat penjadwalan. Hasil pengabdian menunjukkan pre test terhadap semua karyawan PT Insan Pesona menunjukkan hasil yang tidak bagus. Seleksi peserta pelatihan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Jumlah peserta yang banyak akan menambah energi instruktur untuk menyampaikan dan menjelaskan materi Ms Project. Selain itu latar belakang pendidikan yang tidak sesuai juga menambah kesulitan dalam proses pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan hasil yang baik dimana ada peningkatan pemahaman dan pengetahui dari karyawan terhadap penjadwalan dan Ms Project. Peningkatan yang paling tinggi terletak pada karyawan yang memiliki latar belakang Pendidikan Teknik Sipil.
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN STANDAR AS/NZS 4360:2004 PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN BETON Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Ahya, Balqis Aqila
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 4 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i4.76561

Abstract

Permasalahan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) memiliki peluang untuk terjadi karena masalah tersebut salah satu risiko dalam pekerjaan konstruksi. Pekerjaan yang mengandung risiko dominan adalah pekerjaan konstruksi pembangunan jembatan. Penelitian dilaksanakan pada proyek konstruksi jembatan beton yang berada di Indonesia. Pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan kuisioner dan wawancara. Metode yang menggunakan Standart Australia/New Zealand (AS/NZ) 4360:2004. Penentuan potensi risiko dominan menggunakan prinsip pareto. Variabel potensi risiko yang digunakan dalam penelitian sejumlah 31 variabel risiko. Untuk mengetahui respon risiko meliputi cara pencegahan dan penanganan diperoleh dari wawancara dengan pakar. Risiko dominan yang diperoleh adalah risiko pekerja tertimpa barang/material atau peralatan dari ketinggian, risiko pekerja terjatuh dari ketinggian, risiko girder terjatuh saat erection, risiko peralatan terjatuh dari ketinggian, risiko tiang pancang terguling, risiko pekerja terpotong alat saat sedang memotong besi dan risiko dinding tanah runtuh. Respon risiko dominan sesuai dengan rekomendasi dari pakar maupun aturan atau SOP (Standar Operasional Prosedur) yang sudah ada. Tindakan pencegahan risiko dominan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dilanjutkan dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan. Cara penanganan risiko dominan yaitu dengan pengobatan dan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan kerja yang selanjutnya terdapat SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku di setiap pekerjaan.
Variabel Berpengaruh dalam Implementasi Building Information Modeling (BIM) dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Meminimalisasi Kecelakaan Kerja pada Tahap Perancanaan Proyek Konstruksi Hartono, Widi; Handayani, Dewi; Prasetya, Najwa
Matriks Teknik Sipil Vol 11, No 3 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v11i3.76638

Abstract

BPJS Ketenagakerjaan telah mencatat setidaknya 177 ribu kecelakaan kerja pada rentang waktu dari bulan Januari sampai Oktober 2020. Dampaknya dapat merugikan proyek dalam hal biaya, mutu, dan waktu. Terdapat beberapa pendekatan mengenai perencanaan keselamatan konstruksi untuk mengatasi masalah tentang keselamatan kerja. Dewasa ini, teknologi BIM merupakan teknologi paling maju di bidang konstruksi salah satunya terhadap perencanaan keselamatan kerja untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja dan pengembangan rencana mitigasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh implementasi BIM dengan K3 untuk meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi tahap perencanaan. Studi pustaka dilakukan guna mengetahui variabel implementasi BIM dengan K3 untuk meminimalkan kecelakaan kerja di proyek konstruksi tahap perencanaan yang selanjutnya akan dibuatkan kuesioner. Kuesioner tersebut akan disebar kepada 34 responden yang merupakan praktisi BIM dengan metode Delphi. Hasil dengan menggunakan metode Delphi menyatakan bahwa terdapat tujuh dari delapan variabel pendekatan implementasi BIM dengan K3 yang dapat meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tahap perencanaan. Tiga variabel pendekatan BIM dengan K3 yang paling berpengaruh dalam meminimalkan kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tahap perencanaan adalah (1) Model 4D BIM; (2) Simulasi 4D BIM; dan (3) Design for Safety (DfS).
Analisis Percepatan Waktu Terhadap Biaya Proyek Konstruksi Menggunakan Konsep Nilai Hasil Dengan Program Primavera 6.0 (Studi Kasus : Proyek Pelebaran Jalan, Banten). Nuranto, Ambar Suhartina; Hartono, Widi; Rifai, Muji
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55321

Abstract

Perkembangan proyek konstruksi saat ini menjadi sangat besar dan kompleks. Pertumbuhan nilai konstruksi di Indonesia rata-rata pada tahun 2017-2019 sebesar 1% sedangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia ditargetkan mencapai 6% dalam waktu 5 tahun. Karena itu, manajemen konstruksi yang baik sangat dibutuhkan untuk mempelajari, mengatur serta mempraktikkan seluruh kegiatan yang ada di sebuah proyek konstruksi. Pada penelitian ini digunakan metode nilai hasil dan juga ditunjang dengan Primavera 6.0. Metode ini menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi tentang kinerja proyek dalam periode pelaporan dan perkiraan biaya produksi serta waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan proyek. Data yang diperlukan yaitu rencana anggaran biaya (RAB), kurva-S, dan laporan mingguan. Dari asil analisis data yang dilakukan pada proyek pelebaran jalan menunjukkan pengerjaan proyek yang awalnya direncanakan selesai selama 367 hari mundur menjadi 424 hari. Nilai kontrak awal proyek sebesar Rp. 76.970.691.038,18 dengan prakiraan biaya penyelesaian proyek Rp. 69.956.635.970 sehingga terdapat sisa anggaran Rp. 7.014.055.068. Karena terjadi keterlambatan maka dilakukan analisis untuk mengatasi keterlambatan. Dengan skenario percepatan jam kerja shift didapatkan hasil percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 172.982.672. Dengan skenario percepatan penambahan tenaga kerja didapatkan percepatan selama 35 hari, yang semula 203 hari menjadi 168 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 95.553.848. Selanjutnya dengan skenario percepatan penambahan alat berat didapatkan hasil percepatan sebesar 68 hari, yang semula 203 hari menjadi 135 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp. 1.690.580.160 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelino, Sheiza Ahryko Ady Candra, Wahyu Prasetya Ahya, Balqis Aqila Alamsyah, Muhammad Duta Ali Ikhwan Andhina, Monica Anggraeni, Elisabeth Riska Ardi, Afrinur Winursito Arniati, Apriliani Nur Artanto, Abdjad Agung Arya, Irla Gabriela Asep Ridwan Aspia Ningrum, Fika Giri Astri Tamara Pramudyaningrum, Astri Tamara Ayu Intan Nurani, Ayu Intan Baskoro, Sukho Cahyarini, Vina Putri Destyarini, Arum Dewi Handayani Dilian Yanuar Agus Putri, Alfichri Edy Purwanto Faizah, Dwi Rahmawati Firdaus, Fakhri Firdausy, Sabila Fitria, Arif Hanifah, Amaniyah Wahidatul Hapsari, Azharia Nur Hartomo, Christianto Himawan, Ardyan Reza Iswati Iswati, Iswati Khalifah, Suciati Nur Kork, MAN Kusuma, Doni Probo Laili, Fitria Nur Lanjari, Lanjari Larto, Larto Lilik Kurniawan Magna, Monica Tanskanovia Maharu, Edo Mahestika, Resti Artha Muali, Ahmad Muchacha Mufti, Muchacha Muji Rifai, Muji Mulyarko, Lazuardi Gagah Murdoko, Bayu Ari Muttaqien, Adi Yusuf Novita Anggraeni Nugroho, Andreawan Setyo Nuranto, Ambar Suhartina Nurhidayah, Lutfiana Nurmufti, Sitcha Atat Nurul Fatimah Olivia, Janeta Ophelia, Rahma Ori Pancaningrum, Endar Prakoso, Indra Tri Prakusya, Muhammad Bara Pranestika, Kameliana Ravesa Prasetya, Najwa Pratitasari, Putri Pratiwi, Kimgrace Martha Putri Purba, Derry Handoko Purnama, Mila Nata Purnomo, Sri Cipto Purwosri, Visaretri Pramuktia Putri, Maharani Kurnia Rahardi, Akbar Prakosa Rahayu, Pangestuti Siwi Rahma, Diyar Rahmah, Hanan Nur Ranu Prana, Yoka Raditya Ridwansyah, Fajar Sabrina, Farasheila Sabry, SLES Saido, Agus Prijadi Saparudin, Yopi Senot Sangadji, Senot Shapeka, Shandra Shofie Rizqi Fadhila, Shofie Rizqi Siwi R, Pangestuti Sobriyah Sobriyah Soeharto, Delan Sugiyarto Sugiyarto Sunarmasto, Sunarmasto Sunarmasto, Sunarmasto Syafi'i, Syafi'i Taufiq Akbar Tubagus Ardi Ferdiansyah Utami, Hartanty Utami, Novita Putri Wardani, Paula Karisma Widayanti, Diyah Ayu Wikan Prasodjo3, Eva Kumala Yunita Purwandari