Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGEMBANGAN PENILAIAN KONDISI FISIK BENDUNGAN UNTUK PENENTUAN PENANGANAN PEMELIHARAAN BENDUNGAN Study Kasus : Waduk Lodan Heryant, Yullius; Sobriyah, Sobriyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJumlah bendungan sekarang ini semakin banyak, mulai dari bendungan kecil saapi dengan bedungan besar. Dalam pengoperasian dan pemeliharaan bendungan sering kali ditemui banyak kerusakan pada bangunan bendung maupun bangunan pelengkapnya. Banyak sekali faktor yang mepengaruhi pemeliharaan bendungan, antara lain: biaya, keamanan, optimalisasi, dan faktor alam. Penentuan dalam penanganan pemeliharaan pada bendungan sangatlah penting. Apabila salah dalam melakukan penanganan pemeliharaan bendungan maka dampak bahaya yang ditimbulkan sangat besar. Sering kali dalam penentuan penanganan pemeliharaan bendungan terjadi kebingungan, mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu, faktor biaya biasanya sangat berperan dalam penanganan pemeliharaan ini. Dengan biaya yang besar tentu pemeliharaan dapat maksimal dan hasil yang didapat bisa optimal. Berbanding terbalik apabila biaya yang tersedia sangat terbatas. Bagaimanakah pemeliharaan yang akan di tangani dengan dana yang terbatas akan tetapi menghasilkan hasil yang optimal. Sekarang ini telah ada pengawasan pada bendungan yang menghasilkan  penilaian tentang kondisi bendungan yang ada. Dengan mengacu pada Penilaian Kondisi Fisik Bendungan tersebut, maka dikembangkanlah menjadi penentuan penaganan pemeliharaan yang sesuai dengan dana yang sangat terbatas. Metode Analitycal Hierarki Process yang telah ada dapat digunakan dalam penentuan penanganan pemeliharaan bendungan. Dengan berbagai macam faktor yang mempengaruhi dalam penanganan pemeliharaan, maka faktor tersebut dapat dijadikan sebagai kriteria yang menjadi faktor penentu. Sedangkan alternatif pilihan dapat diambil dari komponen komponen yang memerlukan penanganan. Perbandingan ketrpentingan antar faktor dan keterpentingan antar alternative pilihan sangat menentukan dalam metode ini. Pemilihan kriteria dan alternatif pilihan dengan pembobotan sangat diperlukan dalam penentuan ini. Metode Analitycal Hierarki Process yang di pilih dapat dibantu dengan alat lain. Pemilihan alat bantu dalam penentuan pengangan pemeliharaan ini menggunakan program Expert Choice 11 versi trial yang ada di internet. Pemilihan program ini dikarenakan mudah dalam pengoperasiannya dan banyak alternative alternative pilihan yang dimasukkan kedalamnya.Kata kunci: Bendungan, Pemeliharaan Bendungan, Penilian Kondisi Fisik Bendungsn, AHP, Expert Choice 11
KINERJA DAN ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI TAMBAK DESA TLUWUK KABUPATEN PATI Kusumo, Ery Suryo; Hadiani, Rintis; sobriyah, sobriyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKeberlangsungan sistem irigasi untuk mendukung ketahanan pangan memerlukan program operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang efektif. Salah satu bentuknya adalah dengan perencanaan penyediaan angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP). Sebagai langkah awal penyusunan AKNOP perlu adanya penilaian kinerja jaringan irigasi, yang salah satunya adalah irigasi tambak. Selama ini sistem penilaian kinerja masih menggunakan sistem manual yang memakan waktu cukup lama, sehingga diperlukan suatu sarana pendukung teknologi komputasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana mempertahankan sistem jaringan irigasi tambak melalui rangkaian proses yang sistematis, yakni menciptakan model penilaian kinerja (tools), menghitung indeks kinerja di setiap komponen penilaian, mendapatkan kinerja jaringan tambak secara umum, merekomendasikan bentuk kegiatan yang diperlukan, dan menghitung kebutuhan anggaran berdasarkan bentuk kegiatan yang direkomendasikan. Metodepenelitian ini melalui tiga tahap yaitu tahap perancangan model penilaian, tahap penilaian kinerja dan tahappenyusunan AKNOPjaringan tambak di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan telah berhasil diciptakan model penilaian kinerja sebagai alat bantu (tools) yang berbasis PHP dan MySQL serta dapat digunakan pada jaringan reklamasi rawa pasang surut (tambak) maupun rawa non pasang surut (rawa lebak) yang dapat digunakan oleh lembaga maupun instansi yang membidangi irigasi rawa. Hasil penilaian kinerja jaringan irigasi tambak Tluwuk pada periode pasang purnama didapatkan indeks kinerja saluran dan bangunan sebesar 2,71 atau berfungsi 57,20%; dan kinerja tanggul pelindung dalam kondisi baik. Untuk periode pasang perbani didapatkan indeks kinerja saluran dan bangunan sebesar 3,18 atau berfungsi 45,40%; dan kinerja tanggul pelindung dalam kondisi baik. Sesuai dengan kondisi terakhir yakni pengamatan saat pasang perbani maka tindakan yang direkomendasikan terhadap saluran dan bangunan air adalah rehabilitasi sedangkan tanggul pelindung berupa pemeliharaan. AKNOP jaringan irigasi tambak Tluwuk adalah Rp 2.511.253.700,-. Implementasi dari AKNOP ini diharapkan indeks kinerja tambak Tluwukmeningkatkan menjadi 1,00 atau berfungsi 100% baik saat pasang purnama maupun pasang perbani.Kata kunci: Model Penilaian Kinerja Tambak,PHP dan MySQL, AKNOP
REHABILITASI BENDUNG SINOMAN DI KALI BRANGKAL UNTUK MENGATASI BANJIR DI DESA SOOKO KOTA MOJOKERTO Sulomo, Iwan Joko; Sobriyah, Sobriyah; Suprapto, Mamok
Jurnal Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banjir merupakan permasalahan umum yang sering melanda sebagian besar wilayah Indonesia.Salah satunya terjadi di Kali Brangkal yang berada di Kota Mojokerto. Pada Tahun 2004 terjadi banjir di Kota Mojokerto, karena luapan Kali Brangkal. Banjir tersebut disebabkan karena adanya tanggul yang putus dibeberapa ruas hulu Bendung Sinoman. Akibatnya, timbul genangan air di Desa Sooko,Kota Mojokerto. Selain itu, ada dugaan bahwa penyebab jebolnya tanggul akibat dari dampak pembendungan pada Bendung Sinoman. Untuk itu permasalahan banjir perlu segera diatasi sebab daerah yang banjir merupakan daerah pemukiman pendudukPenelitian ini dilakukan dengan pendekatan sederhana untuk mencari kesesuaian debit puncak dan bentuk hidrograf aliran antara hidrograf terukur dan hidrograf satuan sintetis pada daerah aliran Kali Brangkal, beberapa metode seperti metode Gama I,Nakayasu,Snyder, ITB-1 dan ITB-2 digunakan untuk menghitung debit puncak. Untuk memperoleh profil muka air dilakukan simulasi dengan bantuan software Hec-ras, dan konsep yang direncanakan dalam rangka pengendalian banjir tersebut yaitu dengan modifikasi Bendung Sinoman dengan mengurangi tinggi mercu bendung  dengan tujuan untuk menurunkan tinggi muka air dihulu bendung yang menyebabkan banjirHasil dari penelitian ini, menunjukan bahwa hidrograf yang paling sesuai dengan hidrograf terukur adalah hidrograf sintetik Nakayasu. Debit puncak pada hidrograf kala ulang 100 tahunan adalah sebesar 636,25 m3/s. Hasil simulasi dengan input debit kala ulang 100 tahunan pada kondisi bendung eksisiting terjadi banjir. Dan dilakukan modifikasi Bendung Sinoman dengan mengurangi tingggi mercu 3m hasilnya masih terjadi banjir. Sehingga dengan mengurangi tinggi mercu belum dapat mengatasi banjir di hulu Bendung Sinoman. Untuk mengatasi hal itu perlu peninggian tanggul 1 m di tanggul sebelah kiri dan 1.5 m di tanggul sebelah kanan. Hasil simulasi dengan peninggian tanggul, banjir di hulu bendung dapat teratasi. Kata kunci:  Debit Banjir, Mercu bendung, Hec-ras,Tanggul,Tinggi Muka Air.
Persoalan Proses Kalibrasi Model Perkiraan Banjir Daerah Aliran Sungai Besar Studi Kasus DAS Bengawan Solo Sobriyah, Sobriyah
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 12, Nomor 2, Edisi XXIX, JULI 2004
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.954 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v12i2.2681

Abstract

Rainfall runoff model with system approach do not interested of the process that happened on the land, but its more interested of the truth of the result which is obtained through calibration. The problem emerge and its  started from the existing data condition. The existing of rainfall data have different range of time and it owning many empty data. The areal precipitation analysis by Thiessen’s methode get difficulty because its polygon fluctuate. For large catchment with some place of Automatic Water Level station, the chosen of streamflow represent the time series of streamflow from the upstream to the downstream. Some gathered data indicate that the upstream hydrograf is high but the downstream hydrograf is low, or on the contrary. Most of Bojonegoro’s hydrograph data has smaller volume than its upstream hydrograph. For the overcome of this problem its used the various method, so that result of calibrating is satisfy Key Words : calibration problem, rainfall-runoff model, large catchment
Semi Cascade Dam Operation for Flood Control at Pacal Dam and Gongseng Dam Zahari, Renalvin; Sobriyah, Sobriyah; Hadiani, Rintis
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v6i4.2272

Abstract

The existing condition of the Pacal Dam is experiencing swallowing due to sedimentation, resulting in a reduction in storage capacity.The construction of the Gongseng Dam is a solution to this problem.Pacal Dam and Gongseng Dam are semi-cascade dams whose management is an integration of different rivers. Hydrological analysis was carried out to obtain the Inflow hydrograph using the Nakayasu HSS Method using the discharge value at a 500-year return period (Q500). To determine the optimal capacity in flood control, a simulation of the operation of the Pacal Dam gate was carried out using the Level Pool Routing method on each dam. There are four scenarios simulated in the operation of the Pacal Dam spillway gate, namely the gate is completely closed (scenario 1), the gate is opened 50% (scenario 2), the gate is opened 75% (scenario 3), and the gate is fully opened (scenario 4). The simulation results show that in scenario 1 the Pacal dam is not safe, with a maximum outflow discharge value of 72.12 m3/dt with a water level above the spillway of 6.16. In scenarios 2, 3, and 4, the outflow discharge value is 80.39 m3/dt, 113,49 m3/dt, 143,62 m3/dt with water height above the spillway of 2.68 m, 2.37 m, 2.14 m. The results of the simulation of the operation of scenarios 1, 2, 3, and 4 of the Gongseng Dam routing are safe with a maximum outflow discharge value of 260.15 m3/dt, 280,89 m3/dt, 297,90 m3/dt, 319, 38 m3/dt and water height of 1.98 m, 2.08 m, 2.16 m, 2.27 mon spillway landmark. The best scenario is scenario 4 considering the height of the guard water on the spillway.
Simulation of Dungdo Reservoir Water Distribution for Irrigation and Raw Water Pratiwi, Sekar Arum; Sobriyah, Sobriyah; Setyawan, Ary
Journal La Multiapp Vol. 6 No. 4 (2025): Journal La Multiapp
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamultiapp.v6i4.2287

Abstract

Small reservoirs are structures that function to accommodate excess water during the rainy season so that it can be used during the dry season. Dungdo Reservoir is expected to help meet the needs of irrigation water and raw water for livestock in the surrounding community. Water distribution simulation aims to optimize water availability efficiently and evenly. The methodology used includes water balance analysis based on rainfall data, evapotranspiration, inflow, and changes in reservoir capacity. Irrigation water requirements are calculated based on the crop coefficient (Kc), while raw water requirements are calculated based on the number of livestock. Based on the simulation results with the existing planting pattern with an irrigation area of 171.60 Ha, it shows that the average water requirement is 279605.66 m3/15 days, while the reservoir's capacity to provide water is 53135.20 m3/15 days. The simulation results show that Dungdo Reservoir has not been able to optimally meet irrigation water and raw water needs.
Performance Evaluation of Dimoro Irrigation Area Based on Rating Scale Methods Anugrah, Dian Retno; Sobriyah, Sobriyah; Handayani, Dewi
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 2, No 1 (2018): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (819.499 KB) | DOI: 10.20961/ijsascs.v2i1.16684

Abstract

Sustainable operation and maintenance activities determine durability and success level of irrigation infrastructure. Success indicator of irrigation such as increasing of water usage efficiency, increasing of plant intensity, decreasing of water distribution conflict, increasing of agricultural production result and decreasing of dryness of plant. Therefore, it is necessary to have research to determine the performance of irrigation operation that had been carried out from 2013 – 2106 at Dimoro Irrigation Area. The Dimoro operational data records 2013 - 2016 were analyzed by simple weighting for each indicator, then analyzed to obtain performance for each year. The results showed that the operation irrigation at Dimoro Irrigation Area tend to succeed if seen from its performance that rises.