Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Aktivator dan Prekursor dengan Fly Ash 40% pada Kinerja Timbunan Lapisan Pondasi Jalan Menggunakan RCA melalui Proses Geopolimerisasi Ramadhani, Fadhilah; Yulvi Zaika; As’ad Munawir
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia dihadapkan pada dua tantangan yang saling berkaitan, yaitu terbatasnya ketersediaan agregat alam serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan limbah fly ash dari industri pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi rasio aktivator (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:1; 1:2; 2:3; 3:7) dan rasio aktivator terhadap prekursor (AC/FA = 0,4; 0,6; 0,8; 1,0) pada campuran RCA dengan fly ash tipe C sebesar 40% yang distabilisasi melalui proses geopolimerisasi, untuk digunakan sebagai material lapis pondasi jalan. Pengujian laboratorium meliputi workability, setting time, densitas, kuat tekan bebas (UCS), kuat lentur, kuat tarik belah, serta ketahanan abrasi Los Angeles, dilanjutkan dengan analisis numerik metode elemen hingga pada tiga skenario struktur perkerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio AC/FA memperpanjang setting time dan menurunkan densitas akibat bertambahnya cairan bebas dalam campuran. Komposisi optimum diperoleh pada rasio NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2 dan AC/FA = 0,6 (kode RF40.1/2.0,6) dengan kuat tekan 6,534 MPa, kuat lentur 1,607 MPa, kuat tarik belah 0,53 MPa, dan modulus elastisitas 778.349,88 kN/m² pada umur curing 3 hari, seluruhnya memenuhi persyaratan Cement Treated Base. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi dengan material geopolimer RCA–fly ash mampu menurunkan defleksi vertikal hingga 24,78% dan meningkatkan kapasitas dukung struktur sebesar 42,9% dibandingkan struktur acuan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, serta memungkinkan reduksi ketebalan lapis pondasi hingga 58% tanpa penurunan kinerja struktural yang berarti. Kata kunci: geopolimerisasi, Recycled Concrete Aggregate, fly ash, lapis pondasi jalan, metode elemen hingga    
Pengaruh Waktu Curing terhadap Sifat Fisik dan Mekanis Campuran RCA Geopolimer Fly Ash (30% dan 40%) untuk Aplikasi Timbunan Jalan Ekatama, Muhammad Ihsan; Yulvi Zaika; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menghadapi tantangan berupa tingginya kebutuhan agregat lapis fondasi di satu sisi, serta meningkatnya volume limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) dan fly ash dari industri pembangkit listrik yang belum dimanfaatkan secara optimal di sisi lain. Stabilisasi RCA melalui geopolimer berbasis fly ash dinilai sebagai solusi berkelanjutan tanpa semen, namun pengaruh durasi waktu curing terhadap perkembangan sifat fisik dan mekanis campuran tersebut pada kadar fly ash 30% dan 40% masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi waktu curing (3, 7, 14, dan 28 hari) terhadap sifat fisik dan mekanis campuran RCA-geopolimer dengan fly ash 30% (RF30) dan 40% (RF40), menentukan waktu curing terbaik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan lapis fondasi jalan melalui pengujian laboratorium dan analisis metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Pengujian laboratorium meliputi abrasi Los Angeles, kuat tekan bebas (UCS), kuat tarik belah, dan kuat lentur pada komposisi tetap RF30 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,8) dan RF40 (NaOH:Na₂SiO₃ = 1:2; AC/FA = 0,6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu curing berpengaruh signifikan terhadap seluruh sifat fisik dan mekanis kedua campuran, dengan kuat tekan puncak dicapai pada rentang hari ke-7 hingga ke-14 sebesar 18,081 MPa (RF30) dan 18,882 MPa (RF40), keduanya telah memenuhi persyaratan Cement Treated Base menurut Spesifikasi Umum Bina Marga, MDP 2024, maupun FHWA-HIF-16-005 sejak hari ke-3. Nilai keausan Los Angeles kedua campuran konsisten di bawah batas maksimum 50% sepanjang waktu curing, mencapai 37,2% (RF30) dan 34,4% (RF40) pada hari ke-28, sedangkan kuat lentur mencapai 2,814 MPa (RF30) dan 2,599 MPa (RF40) pada hari ke-28. Analisis elemen hingga menunjukkan bahwa substitusi lapis pondasi konvensional MDP 2024 setebal 60 cm dengan lapisan geopolimer tunggal mampu menurunkan defleksi hingga 42,00% (RF30) dan 27,15% (RF40) pada beban 700 kPa, sementara optimasi ketebalan berbasis prinsip layer equivalency menghasilkan lapisan RF30 setebal 20 cm dan RF40 setebal 25 cm dengan defleksi yang hampir identik terhadap struktur acuan (deviasi 3,46% dan 0,43%). Hasil ini membuktikan bahwa material RCA-geopolimer berbasis fly ash layak digunakan sebagai alternatif material timbunan lapis fondasi jalan yang lebih tipis, efisien, dan berkelanjutan. Kata kunci: Recycled Concrete Aggregate, fly ash, geopolimer, waktu curing, kuat tekan, metode elemen hingga