Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS KAPASITAS MOMEN NOMINAL PROFIL PADA KONDISI STRAIN HARDENING Angelo Adrian Ibrahim; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam material baja terdapat 3 zona yaitu zona elastis, zona plastis , dan zona strain hardening. Pada analisis zona plastis yang disebut analisis plastis, baja dianggap seolah-olah mengalami keadaan plastis hingga putus. Pada kenyataannya masih ada zona strain hardening yang terjadi pada material baja dengan efek terjadi peningkatan tegangan . Hal ini yang mendasari analisis ini untuk mencoba menganalisis seberapa besar peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi pada baja jika memperhitungkan kondisi strain hardening. Pada analisis ini dilakukan analisis kapasitas momen nominal pada kondisi elastis, kondisi strain hardening, dan kondisi putus. Grafik hubungan tegangan dan regangan yang digunakan menggunakan mutu Q335B dengan nilai tegangan leleh sebesar 384 MPa. Profil yang digunakan pada analisis ini adalah WF dengan dimensi 200.100.5,5.8. Pada grafik hubungan tegangan dan regangan , ditentukan 7 titik tinjau dari kondisi elastis hingga kondisi putus guna menyederhanakan grafik tegangan yang awalnya kurvatur menjadi multilinier.Hasil dari analisis menunjukkan bahwa kapasitas momen nominal yang didapat pada kondisi elastis adalah 67,6198 kNm. Pada kondisi strain hardening, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2785 kNm. Pada kondisi putus, kapasitas momen nominal yang didapat adalah 108,2945 kNm. Peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi strain hardening yaitu 60,1283%. Sedangkan peningkatan kapasitas momen nominal yang terjadi dari kondisi elastis ke kondisi putus yaitu 60,1521%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar regangan yang terjadi pada baja, semakin besar juga kapasitas momen nominal yang dapat ditahan oleh profil. Kata kunci: Baja, Strain Hardening, Profil WF, Momen Nominal, Elastis
PENGARUH VARIASI KADAR INTEGRAL WATERPROOFING CONPLAST WP421 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON Francisco Jason Lopes Monteiro; Devi Nuralinah; Indra Waluyohadi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses hidrasi beton meninggalkan banyak pori yang dapat dilalui cairan, menyebabkan tekanan dan keretakan yang mengurangi kekuatan tekan beton. Untuk mengatasi kelemahan ini, dapat digunakan admixture seperti Conplast WP421. Namun, admixture memiliki keuntungan dan kerugian yang mempengaruhi kualitas beton. Penelitian ini menganalisis pengaruh penambahan Conplast WP421 terhadap karakteristik beton. Metodologi penelitian adalah analisis eksperimental dengan 9 benda uji silinder dan 9 benda uji kubus, menggunakan tiga variasi kadar Conplast WP421 yaitu 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³. Target mutu beton adalah 25 MPa. Pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Material Konstruksi Universitas Brawijaya, dengan tiga parameter utama yaitu kuat tekan, permeabilitas, dan modulus elastisitas. Silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, sementara kubus dengan sisi 15 cm digunakan untuk pengujian permeabilitas. Pengujian kuat tekan pada beton berumur 28 hari menunjukan bahwa penambahan Conplast WP421 mempengaruhi kekuatan beton. Nilai rata-rata kuat tekan untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ masing-masing adalah 31,237 MPa, 30,030 MPa, dan 22,409 MPa. Kadar 1,75 L/m³ memenuhi standar mutu 25 MPa. Kuat tekan beton berkurang seiring dengan penambahan kadar Conplast WP421. Pengujian permeabilitas menunjukkan penurunan koefisien permeabilitas, dengan nilai 3,955 x 10⁻¹³ m/det (0 L/m³), 3,655 x 10⁻¹³ m/det (1,75 L/m³), dan 2,605 x 10⁻¹³ m/det (3,5 L/m³). Dengan perhitungan standar ASTM, nilai modulus elastisitas untuk kadar 0 L/m³, 1,75 L/m³, dan 3,5 L/m³ adalah 32321 MPa, 31996 MPa, dan 27320 MPa. Dengan perhitungan standar SNI, nilainya adalah 26252 MPa, 25754 MPa, dan 22155 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar Conplast WP421 mengakibatkan penurunan modulus elastisitas beton dan kuat tekan beton jika tidak ada pengurangan air. Namun, Conplast WP421 efektif sebagai admixture yang membuat beton kedap air dengan menurunkan koefisien permeabilitas beton. Kata Kunci: Beton, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Permeabilitas, Conplast WP421.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Expanded Polystyrene Berukuran Dua Sentimeter dengan Coating Pasta Semen terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton dengan Metode Destructive Test Tirta Admaja Kuncoro; Indra Waluyohadi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2024): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase expanded polystyrene terhadap kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton. Terdapat 5 variasi beton yaitu EPS25, EPS-50, EPS-75, EPS-100, dan NCA yang digunakan sebagai kontrol. Pengaruh penggunaan agregat kasar expanded polystyrene dengan coating pasta semen terhadap kuat tekan beton terlihat pada hasil pengujian yang dilakukan. Pengujian akan dilakukan dengan menggunakan metode destructive test menggunakan alat Comprestion Testing Machine untuk mengetahui nilai kuat tekan beton dan nilai modulus elastisitas beton. Berdasarkan pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas, menunjukkan nilai kuat tekan NCA yang paling tinggi. Serta nilai kuat tekan dari variasi campuran expanded polystyrene yang menggantikan agregat kasar alam membuat nilai kuat tekan dan nilai modulus elastisitas menurun. Hal ini menunjukan jika semakin bertambahnya persentase expanded polystyrene maka akan semakin berkurangnya nilai dari kuat tekan dan modulus elastisitas. Kata Kunci: Expanded polystyrene, Destructive test
PENGARUH JUMLAH LAPISAN GEOPOLIMER SEBAGAI COATING AGREGAT KASAR DAUR ULANG TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BETON M.Rizky Reza; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan aktivitas konstruksi di Indonesia menghasilkan volume limbah beton yang signifikan, menimbulkan masalah lingkungan dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Pemanfaatan agregat kasar daur ulang (RCA) dari limbah beton menjadi solusi berkelanjutan untuk melestarikan sumber daya alam. Namun, RCA memiliki kualitas lebih rendah dibandingkan agregat alami (NCA), ditandai dengan daya serap air lebih tinggi dan berat jenis lebih rendah karena sisa mortar yang menempel. Untuk mengatasi kelemahan ini, diusulkan metode pelapisan (coating) menggunakan geopolimer berbasis abu terbang (Fly Ash) untuk mengisi pori-pori dan meningkatkan ikatan antara agregat dengan pasta semen. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jumlah lapisan geopolimer (satu, dua, dan tiga lapisan) pada RCA terhadap kualitas agregat dan dampaknya pada kuat lentur balok beton. Penelitian ini membandingkan kinerja beton menggunakan agregat kasar alami (NCA), RCA tanpa perlakuan, dan RCA dengan variasi jumlah lapisan geopolimer. Hasil penelitian menunjukkan pelapisan geopolimer meningkatkan kualitas fisik RCA, di mana berat isi meningkat dan penyerapan air menurun seiring penambahan lapisan. Beton dengan RCA tanpa perlakuan mengalami penurunan kuat lentur sebesar 19,9% dibandingkan beton NCA (4,06 MPa). Pelapisan satu kali (RAC1) meningkatkan kuat lentur menjadi 3,54 MPa, dan pelapisan dua kali (RAC2) mencapai nilai optimal sebesar 3,63 MPa (naik 11,7% dari RCA). Namun, penambahan lapisan ketiga (RAC3) secara drastis menurunkan kuat lentur menjadi 3,26 MPa. Disimpulkan bahwa aplikasi dua lapis geopolimer adalah perlakuan optimal untuk meningkatkan kuat lentur balok beton yang menggunakan RCA, karena lapisan berlebih justru bersifat merugikan. Kata kunci: Agregat Kasar Daur Ulang, Geopolimer, Abu Terbang, Coating, Kuat Lentur.
PENGARUH JUMLAH LAPISAN GEOPOLIMER SEBAGAI COATING AGREGAT KASAR DAUR ULANG TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON Abdul Hakim Al-Jauhari Ibnu Zain; Eva Arifi; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Recycled Coarse Aggregate (RCA) merupakan solusi berkelanjutan untuk mengurangi limbah beton, namun kualitasnya yang rendah akibat adanya sisa mortar yang menempel seringkali menurunkan performa mekanik beton. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas RCA dan kekuatan tarik belah beton dengan mengaplikasikan lapisan coating geopolimer, serta mengevaluasi pengaruh jumlah lapisan terhadap hasilnya. Lima variasi beton disiapkan: beton kontrol dengan agregat alami (NA), beton dengan RCA tanpa lapisan (RA), dan beton dengan RCA yang dilapisi geopolimer sebanyak satu (RAC1), dua (RAC2), dan tiga (RAC3) lapis. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan dua lapis (RAC2) memberikan performa optimal, meningkatkan kuat tarik belah dari 1,893 MPa (RA) menjadi 2,070 MPa. Meskipun demikian, nilai ini masih di bawah kekuatan beton NA (2,482 MPa). Studi ini menyimpulkan bahwa pelapisan geopolimer adalah metode yang efektif untuk merekayasa RCA, dengan dua lapisan menjadi konfigurasi paling optimal, meskipun belum sepenuhnya mengembalikan kekuatan beton ke level agregat alami. Kata Kunci: Agregat Daur Ulang, Geopolimer, Kuat Tarik Belah, Coating
Hubungan antara Jumlah Kurvatur terhadap Keruntuhan Bangunan Halawane, Francisius Marcelleon; Wisnumurti; Devi Nuralinah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia berada pada zona Cincin Api Pasifik sehingga sering mengalami gempa bumi yang dapat menyebabkan deformasi signifikan pada elemen struktur. Penelitian ini menganalisis keruntuhan struktur berdasarkan jumlah kurvatur pada tiap elemen serta menilai pengaruh variasi kombinasi tumpuan terhadap pembentukan kurvatur. Struktur dua lantai dimodelkan dengan beberapa jenis tumpuan dan dianalisis gaya dalamnya menggunakan SAP2000. Hasil perhitungan kurvatur dan kurvatur leleh digunakan untuk menentukan kondisi keruntuhan elemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpuan yang lebih kaku menghasilkan jumlah kurvatur yang lebih besar. Secara umum, semakin banyak kurvatur yang terbentuk, struktur memiliki kapasitas yang lebih baik dan mengalami keruntuhan pada tahap lebih akhir. Sebaliknya, struktur dengan kurvatur lebih sedikit cenderung runtuh lebih cepat. Namun, pemodelan dengan tumpuan sendi-sendi menunjukkan ketidaksesuaian sehingga memerlukan analisis lebih lanjut.