Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

TAMAN EDUKASI ANAK DI TONDANO, Arsitektur Ekologis Diandra Pitta; Herry Kapugu; Raymond D. Ch. Tarore
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 10 No. 2 (2021): DASENG Volume 10, Nomor 2, November 2021
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v10i2.40959

Abstract

Taman Edukasi Anak adalah tempat wisata berbasis pengetahuan yang menyajikan kegiatan belajar sambil rekreasi bagi anak–anak dalam mengembangkan nilai pendidikan dan memperluas wawasan bagi anak-anak sekaligus wisatawan yang berkunjung. Munculnya Taman Edukasi Anak ini karena pendidikan di daerah Minahasa mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Hal ini terlihat dari sarana dan prasarana sekolah di Minahasa sampai saat ini masih belum memadai. Sehingga dengan adanya objek Taman Edukasi Anak di Tondano ini dapat membantu pendidikan di Minahasa untuk lebih berkembang yaitu dengan menyediakan fasilitas-fasilitas Edukasi bagi anak seperti Gedung Sejarah sebagai edukasi mengenalkan sejarah Agama di Minahasa, Gedung Pendidikan Minahasa sebagai edukasi mengenalkan perkembangan pendidikan di Minahasa dan Zona Sains yang terdiri perpustakaan. Dengan pendekatan konsep Arsitektur Ekologi  menuntun pembelajaran bagi anak maupun dewasa agar mengerti merawat segalanya tentang lingkungan hidup. Untuk membangun dearah yang lebih baik di masa yang akan datang dan tidak menghancurkan sehingga pencapaian kualitas kehidupan yang layak bagi semua penghuni pada permukiman penduduk dan menghargai setiap budaya dan estetika.Kata Kunci: Taman Edukasi Anak, Arsitektur Ekologis, Minahasa
STASIUN KERETA API DI KOTA MANADO: Arsitektur Neo Vernakular Xavaldo G. Pontoh; Aristotulus E. Tungka; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana program pemerintah pembangunan jalur rel kereta api di Sulawesi Utara akan segera dilaksanakan. Jalur yang menghubungkan Manado – Bitung memiliki jarak sekitar 42 Kilometer yang memiliki 5 stasiun pemberhentian yaitu di Manado, Airmadidi, Girian, Bitung kota dan Bitung Pelabuhan. Mega Proyek yang direncanakan akan segera dimulai pada Tahun 2020 ini bertujuan meningkatkan peluang di berbagai sektor di Sulawesi Utara, terutama sektor ekonomi akan terbuka luas. Pemerintah setempat menargetkan Sulawesi utara akan segera memiliki jalur kereta api, kurang lebih pada tiga hingga empat tahun yang akan datang. Sarana stasiun kereta api dibutuhkan sebagai penunjang program pemerintah yang berfunsi sebagai tempat naik dan turun nya pengguna kereta api di suatu titik tertentu. Menjadi salah satu lokasi / tempat pertama yang dicapai oleh pengguna stasiun dari luar kota Manado maka dibutuhkan perancangan stasiun kereta yang mampu memberikan kesan yang baik bagi pengunjung. Sebagai salah satu tempat kedatangan, maka stasiun dapat berperan menjadi wajah sebuah kota sehingga dapat berfungsi sebagai suatu objek pengenal sebuah kota. Penggunaan tema Arsitektur Neo Vernakular pada perancangan ini digunakan karena tema ini memiliki perpaduan unsur tradisional dimana dapat berperan sebagai penunjuk identitas kota Manado dan juga unsur modern yang menarik bagi pengunjung saat ini. Dengan implementasi tema ini, penulis bertujuan melakukan desain stasiun kereta api pertama di kota Manado dengan menjadikan objek stasiun menjadi wajah yang mampu mengoptimalkan segala aspek pada stasiun dan juga dapat menjadi salah satu objek yang mengedukasi dan memperkenalkan identitas kota Manado pada pengunjung stasiun. Kata Kunci: Stasiun, Kereta Api,, Neo Vernakular.
MUSEUM SAM RATULANGI . Extending Tradition Tiatira B. F. Pomantow; Herry Kapugu; Amanda S. Sembel
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24617

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang telah di wariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat-istiadat, perkakas, pakaian, bangunan, peristiwa penting, transportasi, karya seni, dan bahasa sebagaimana juga budaya yang telah menjadi sejarah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari diri  manusia. Sehingga banyak orang cenderung menganggapnya sebagai warisan genetis Museum merupakan lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat umum. Museum juga berfungsi mengumpulkan, merawat, dan menyajikan serta melestarikan warisan budaya untuk tujuan pembelajaran, penelitian ataupun dapat diartikan sebagai hiburan. Museum harus aktif dalam pembangunan moral. Dalam perancangan ini akan dirancangkan sebuah museum yang mana dilengkapi dengan aktifitas edukasi agar masyarakat dapat mempelajari budaya lokal dari Sulawesi Utara mulai dari aspek kesenian, budaya dan nilai lokalitas yang berhubungan erat antara agama dan kebudayaan juga sejarah. Perancangan Museum Sam Ratulangi ini mengusung tema Extending Tradition sebagai titik dasar landasan perancangan, sehingga keutuhan dan kebersamaan merupakan tujuan akhir dalam pencapaian nilai-nilai yang terdapat pada museum ini, pola tatanan ruang museum yang terpusat melambangkan interaksi antar sesama makhluk. Pola tatanan seperti ini diharapkan museum Sam Ratulangi ini akan menumbuhkan nilai-nilai tradisi lokal yang dapat mengedukasi para pengunjung. Kata kunci: Museum Sam Ratulangi di Manado, Extending Tradition.
RUMAH SAKIT JIWA DI MANADO. Healing Environment Fabiola G. Wuner; Julianus A. R. Sondakh; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24624

Abstract

             Rumah  sakit jiwa merupakan  salah  satu  pelayanan  kesehatan jiwa yang  berfungsi  memberikan  perawatan dan   pengobatan   medis   kepada   masyarakat yang memiliki gangguan kejiwaan.   Sekarang   ini,   sudah   banyak   rumah   sakit   yang menerapkan healing   environment dalam   perencanaan   rumah   sakit. Healing   environment merupakan  suatu  desain  lingkungan  terapi  yang  memadukan  antara  unsur  alam,  indra  dan psikologis.  Unsur  alam  dapat  dirasakan  melalui  indra. Dengan  indra  dapat  membantu  melihat, mendengar  dan  merasakan  keindahan  alam  yang  didesain.  Hal  tersebut  secara  tidak  langsung mempengaruhi  psikologis  pasien.  Secara  psikologis,  pasien  akan  merasakan  kenyamanan  dan keamanan  dalam  diri  mereka.  Ketiga  aspek  tersebut  saling  berhubungandan  mempengaruhi lingkungan  terapi  yang  dirancang. Contoh  aplikasi  dari  konsep  ini  yaitu  penerapan  elemen  air seperti   air   mancur,   kolam,   akuarium   ataupun   gambar-gambar   latar   yang   menggambarkan pemandangan  alam,  serta  perpaduan  warna  pada  interior  rumah  sakit  dan  perpaduan  warna  pada tanaman  yang  digunakan  untuk  membuat  taman  pada  eksterior  rumah  sakit. Desain healing environment diterapkan dalam interior dan eksterior rumah sakit. Desainnya di maksimalkan pada bagian rehabilitasi juga pad ataman disekitar rumah sakit. Kata kunci : rumah sakit jiwa, healing environment, kesehatan jiwa, gangguan jiwa
SPORT CENTER DI MINAHASA TENGGARA. Arsitektur Metafora Agrendi A. C. Wojongan; Dwight M. Rondonuwu; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25585

Abstract

Sport Center merupakan Fasilitas olahraga terpadu yang memadukan fungsi Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi yang didalamnya menawarkan area yang cukup untuk mengakomodasi banyak pengunjung. Di Kabupaten Minahasa Tenggara, fasilitas untuk menampung kegiatan olahraga belum  terfasilitasi dengan baik dan representatif. Menurunnya tingkat kenyaman dalam beberapa fasilitas olahraga menjadi alasan utama pengadaan  fasilitas olahraga terpadu di Kabupaten Minahasa Tenggara. Tujuan Perancangan objek ini adalah untuk menyediakan wadah yang representatif untuk menunjang kegiatan olahraga bagi masyarakat umum dan atlit baik untuk berlatih maupun untuk penyelenggaraan event – event olahraga dalam skala kabupaten.Proses perancangan  menggunakan metode perancangan menurut teori John Zeizel, dengan 3 aspek pendekatan yaitu Pendekatan Tematik, Pendekatan Tipologi Objek serta   pendekatan terhadap analisa tapak dan lingkungan dilakukan dengan metode deskriptif dengan tahapan pengumpulan data, analisis data, dan transformasi konsep. hasil dari proses perancangan terdiri dari layout, siteplan, denah, tampak, potongan, perspektif, dan gambar tambahan lainnya.. Bangunan disampaikan dengan tampilan Arsitektur Metafora  untuk memberikan kesan menonjol pada bentuk bangunan. Metafora diterapkan pada dua massa bangunan yaitu pada massa utama (sport hall) yang menggunakan bentukan kepala burung manguni sebagai simbol budaya di kabupaten Minahasa Tenggara dan menggunakan penggunaan metafora konkrit atau tangible metaphor dan aquatic center menggunakan bentukan sifat air yaitu gelombang yang diterapkan pada atap bangunan sebagai visualisasi metafora abstrak atau intangible metaphor.Kata Kunci :    Sport Center, Arsitektur Metafora, Kabupaten Minahasa Tenggara
PUSAT REKREASI EDUKASI PROFESI UNTUK ANAK DI MANADO. Arsitektur Perilaku dengan Pendekatan Emotional Rachel F. Massie; Judy O. Waani; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30145

Abstract

Proses belajar semakin berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Proses belajar sudah tidak lagi terbatas pada rutinitas belajar formal di sekolah, tetapi juga melalui cara informal salah satunya adalah dengan bermain. Melalui bermain, anak-anak tidak hanya bisa belajar tanpa rasa tekanan dan paksaan, tetapi juga anak bisa mengekspresikan dirinya dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Salah satu penerapan metode belajar sambil bermain dapat ditemukan pada edukasi profesi untuk anak-anak. Edukasi profesi ditujukan untuk mengenalkan berbagai profesi yang ada kepada anak-anak. Sarana edukasi dengan menggunakan metode ini sudah ada di beberapa negara, sedangkan di Indonesia sendiri sarana ini hanya ada di Kota Jakarta dan dikenal dengan nama Kidzania. Kota Manado, sebagai ibukota provinsi Sulawesi Utara, merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang berkembang dan memiliki tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Namun peningkatan jumlah penduduk ini tidak sejalan dengan jumlah tempat rekreasi yang ada. Sehingga pemilihan objek Pusat Rekreasi Edukasi Profesi Untuk Anak, diharapkan dapat menjadi alternatif tempat untuk berekreasi yang edukatif, serta membuka peluang investasi di Kota Manado, mengingat tempat wisata dengan konsep serupa belum ditemui di Kota Manado. Penerapan tema Arsitektur Perilaku dalam perancangan diharapkan dapat memberikan wadah untuk berekreasi dan belajar yang disesuaikan dengan perilaku anak. Dalam hubungannya dengan pengembangan kecerdasan emosional, sebuah objek sebagai sarana edukasi yang berkualitas diharapkan dapat memberikan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Dimana suasana belajar yang berkualitas dianggap mampu menstimulasi psikologis dan emosi anak untuk lebih semangat dalam proses edukasi melalui bentuk-bentuk dalam perancangan objek. Objek dan ruang di dalamnya harus bisa memberikan efek positif, baik dari bentuk, ukuran, sampai pada penataannya. Hal ini agar anak-anak menjadi termotivasi dan memberikan emosi positif yang dapat membantu proses pembelajaran. Kata kunci: Rekreasi Edukasi, Profesi, Arsitektur Perilaku, Kecerdasan Emosional
GEDUNG PARKIR VERTIKAL DI MANADO. High Technology Architecture Sherli C. T. Polii; Herry Kapugu; Leidy M. Rompas
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30170

Abstract

Saat ini salah satu permasalahan di Kota Manado adalah kemacetan. Kemacetan merupakan situasi tersedatnya atau bahkan terhentinya lalulintas yang disebabkan oleh banyaknya kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan di Kota Manado tidak hanya disebabkan oleh  faktor kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, tetapi juga disebabkan oleh kendaraan-kendaraan yang menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir karena tidak adanya ketersediaan lahan parkir pada pusat-pusat perkantoran, pertokoan ataupun bangunan publik.Salah satu bentuk solusi dalam masalah kekurangan lahan parkir adalah pembuatan Gedung Parkir Vertikal di Manado. Karena dalam realisasinya gedung parkir vertikal dapat dibangun pada lahan yang kecil sehingga sangat cocok dihadirkan pada daerah-daerah pusat kota yang padat penduduk. Dengan mengaplikasikan tema High Technology Architecture pada objek perancangan Gedung Parkir Vertikal di Manado, dapat mempermudah pengguna objek untuk memarkirkan kendaraan mereka pada gedung parkir karena dalam penerapannya Gedung Parkir Vertikal menggunakan sistem parkir otomatis disesaikan dengan tema yang diangkat pada perancangan ini, sehingga pengguna objek tidak perlu bersusah payah untuk memarkirkan kendaraan mereka didalam gedung parkir. Kata Kunci: Gedung Parkir Vertikal, High Tecnology Architecture
KANTOR SEWA DI MANADO. Arsitektur Parametrik Brilian L. Kaunang; Herry Kapugu; Johansen C. Mandey
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30865

Abstract

Iklim bisnis yang baik di kota Manado mendorong munculnya kantor sebagai suatu wadah yang bisa menampung kegiatan berbisnis. Disisi lain, belum tersedia wadah yang representative yang bisa menampung kegiatan berbisnis ini. Akibatnya, kegiatan berbisnis sekarang ini dilakukan di tempat yang tidak dirancang khusus sesuai dengan fungsinya sebagai wadah untuk kegiatan berbisnis.Mencermati tendensi yang berkembang sekarang ini, bangunan kantor umumnya dibangun dengan sistem sewa. Hal ini dilakukan untuk merespon dinamika penyewa bangunan. Kemudian setelah meninjau tipologi, bangunan Kantor Sewa umunya dibangunan secara vertikal, agar supaya efisien dan efektif dalam pemanfaatan lahan.Dalam kegiatan perancangan Kantor Sewa, terdapat variable dan parameter yang mesti dipertimbangkan. Maka dari itu, penulis mengangkat tema “Arsitektur Parametrik” sebagai pendekatan perancangan. Arsitektur Parametrik adalah pendekatan yang didasarkan pada proses berpikir algoritmik dan bersifat topologis (saling terhubung) antara variable dan parameter. Penulis menggunakan tema ini karena dinilai lebih integratif.Metode yang penulis gunakan dalam perancangan ini adalah metode perancangan menurut Tim Ginty yang terbagi menjadi 5 langkah. Langkah pertama (permulaan), Langkah kedua (persiapan), Langkah Ketiga (pengajuan usulan), Langkah Keempat (evaluasi) dan Langkah kelima (Tindakan).Hasil perancangan Kantor Sewa ini mengambil bentuk komposit yaitu kotak (sebagai respon tipologi) dan bulat (sebagai respon tapak) yang divariasikan menggunakan teknik parametrik dengan cara mengubah parameter desain melalui penggunaan piranti lunak. Desain bangunan yang apik dengan mengkombinasikan kebutuhan objek, lokasi dan tema.Kata Kunci: Kantor, Sewa, Arsitektur, Parametrik
MALL DAN MUSEUM MAKANAN DI MANADO. Arsitektur Futuristik Threeva R. Kaligis; Frits O.P. Siregar; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31005

Abstract

Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Menurut C Kluckhohn ada 7 unsur kebudayaan secara universal yaitu bahasa, sistem pengetahuan, sistem teknologi dan peralatan, sistem kesenian, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi dan sistem kekerabatan. Dalam hal ini makanan tradisional masuk kedalam kategori kesenian. Secara sederhana kesenian dapat diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap keindahan atau estetika. Di seluruh Sulawesi masih banyak lagi makanan tradisional yang mempunyai makna tersendiri, maka dari itu dibutuhkanlah suatu wadah yang dapat menjadi sarana pembelajaran dan pelestarian sehingga keberadaannya dapat selalu dikenal dan tidak hilang sampai ke generasi-generasi selanjutnya. Namun masih banyak masyarakat yang kurang berminat dengan museum dikarenakan museum terkesan sebagai bangunan yang kuno, sepi dan hanya ramai pada hari-hari tertentu. Oleh karna itu, upaya untuk perancangan mix-use building merupakan salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menghadirkan mall.Metode yang di gunakan mengarah pada pengembangan varieta- reduksi varietas yang di kembangkan oleh Horst Rittel. Dimana pengembangan varietas adalah identifikasi atau kreasi dari kemungkinan atau alternatif deskripsi permasalahan dan solusinya. Reduksi varietas adalah prediksi dan evaluasi performa alternatif deskripsi permasalahan dan solusinya, serta seleksi dari alternatif yang terbaik. Dua aktivitas ini berlangsung secara berulang, bukan serial tapi berkelanjutan dengan argumentasi yang dalam.. Sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Mall dan Museum Makanan Tradisional di Manado seperti, rencana tapak, layout, denah tampak, dan dengan konsep bangunan sesuai implementasi tema Arsitektur Futuristik.Dengan begini tak hanya masyarakat Indonesia yang dapat mengenal makanan tradisional ini tapi juga masyarakat luar. Untuk menambah daya tarik dari museum itu, maka dihadirkan Mall yang merupakan suatu wadah dalam masyarakat yang mengidupkan kota/lingkungan setempat. Selain berfungsi sebagai tempat untuk kegiatan berbelanja atau transaksi jual beli, juga berfungsi sebagai tempat berkumpul atau berekreasi.Kata Kunci: Mall dan Museum Makanan, Arsitektur Futuristik
RESORT TEPI PANTAI DI INTATA TALAUD. Arsitektur Vernakular Chrisandy Y. Ria; Octavianus H. A. Rogi; Herry Kapugu
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31058

Abstract

Indonesia terkenal dengan memiliki alam dan budaya yang sangat indah serta menarik banyak minat wisatawan. Pada zaman sekarang ini pariwisata merupakan suatu hal yang sangat penting bagi pemerintahan, pengembangan pariwisata di Indonesia telah difokuskan ke pariwasata ekowisata oleh pemerintah setempat khususnya di Sulawesi Utara. Hal tersebut dikarenakan ekowisata telah menjadi salah satu pariwisata yang sangat populer dan di anggap oleh dunia pada tahun 2015 kemarin. Ekowisata hadir karena adanya pengembangan dan perhatian lebih dari masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Pariwisata di Indonesia khususnya di Sulawesi utara banyak membantu ekonomi pemerintah, disamping itu banyak pengusaha juga menginvestasikan dana mereka untuk pembangunan objek resort sebagai pusat pariwisata. Pada umumnya pembangunan resort di Sulawesi utara hanya melalui pendekatan terhadap pemanfaatan keindahannya saja namun kurang mempertimbangkan cara menjaganya. Namun,konsep – konsep yang ditawarkan resort di Sulawesi utara banyak menarik wisatawan asing untuk datang.Kata kunci : Resort Tepi Pantai Intata , Arsitektur Vernakular