Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal Dalam Film Imperfect Maharani Maharani; Nuraida Nuraida; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6003

Abstract

Komunikasi merupakan istilah akrab dalam kehidupan sehari-hari, namun sulit didefinisikan secara ilmiah karena sifatnya yang abstrak dan memiliki banyak makna. Dalam konteks sosial budaya, komunikasi menjadi sarana penting untuk memahami relasi kekuasaan, termasuk dalam budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pusat otoritas dan perempuan dalam posisi subordinat. Sistem ini membentuk konstruksi sosial mengenai tubuh perempuan yang sering kali dinilai berdasarkan standar kecantikan sempit. dalam kerangka inilah, penelitian berjudul “Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal dalam Film Imperfect” hadir untuk menganalisis bagaimana konsep body neutrality digunakan sebagai strategi perlawanan terhadap konstruksi patriarkal tersebut. Salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni patriarki adalah konsep body neutrality, yakni pemahaman bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi body neutrality yang muncul dalam film tersebut sebagai strategi melawan konstruksi patriarkal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori feminisme tubuh dan interaksionisme simbolik. Data diperoleh melalui observasi, pengamatan, dan analisis dokumentasi, kemudian diolah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect menggambarkan kuatnya pengaruh standar kecantikan patriarkal terhadap cara perempuan memandang tubuhnya. Konsep body neutrality menegaskan bahwa tubuh adalah bagian fungsional yang menopang kehidupan, bukan objek estetis yang harus memenuhi tuntutan publik. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kecantikan, sementara penerimaan diri tidak mensyaratkan perubahan fisik, melainkan kestabilan emosi dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri. Sikap netral terhadap tubuh berarti menghargai tubuh apa adanya, tanpa menghakimi perubahan bentuk maupun berat badan.
Analisis Framing Pemberitaan Khilafatul Muslimin Tentang Ideologi Bernegara Yudha Saputra; Muslimin Muslimin; Lilis Sukmawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7266

Abstract

Penelitian ini mengkaji framing media daring nasional terhadap pemberitaan Khilafatul Muslimin dalam konteks ideologi bernegara di Indonesia. Kemunculan kelompok ini memicu perdebatan publik karena ideologi khilafah yang diusung kerap dipersepsikan bertentangan dengan Pancasila. Media massa berperan penting dalam membentuk pemahaman publik melalui proses framing. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan framing pemberitaan Khilafatul Muslimin pada Kompas.com dan Republika.co.id menggunakan model framing Robert N. Entman. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan berita yang terbit pada Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com membingkai Khilafatul Muslimin sebagai ancaman terhadap Pancasila, stabilitas nasional, dan keamanan negara dengan penekanan pada penegakan hukum dan risiko radikalisme. Sementara itu, Republika.co.id menampilkan framing yang lebih moderat dengan menempatkan isu khilafah dalam konteks keagamaan dan sosial serta menekankan pendekatan dialogis dan deradikalisasi. Perbedaan framing ini mencerminkan orientasi editorial media dan menunjukkan bahwa pemberitaan turut membangun makna serta realitas sosial
Dualisme Moral dalam Film “Sheriff: Narko Integrity” Keberpihakan antara Hukum dan Vigilantisme Amalia, Sari Ifhada; Nuraida, Nuraida; Sukmawati, Lilis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang representasi konflik antara hukum dan vigilantisme dalam film Sheriif: Narko Integrity dengan fokus pada relasi moral antara karakter Sheriff dan Nazri. Film ini dipilih karena menghadirkan persoalan keadilan secara kompleks dan tidak hitam-putih, melalui pertarungan batin antara aparat penegak hukum ditengah kegagalan sistem hukum melindungi korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Teori representasi Stuart Hall digunakan sebagai kerangka utama untuk membaca pembentukan makna hukum dan vigilantisme dalam film, sedangkan teori konflik sosial digunakan sebagai pendukung untuk memahami pertentangan antara individu dan struktur institusional. Metodologi penelitian ini bersifat interpretatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi teks visual dan naratif terhadap adegan-adegan kunci yang merepresentasikan hukum, vigilantisme dan konflik moral antar tokoh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hukum direpresentasikan sebagai institusi yang sah secara prosedural tetapi lambat dan terbatas dalam menghadirkan keadilan secara substantif. Vigilantisme Nazri ditampilkan sebagai respons emosional atas kegagalan hukum, bukan sebagai solusi ideal. Sheriff direpresentasikan sebagai simbol hukum yang berjuang menjaga integritas institusi, sementara Nazri sebagai figur yang terjebak antara trauma dan profesinya sebagai polisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film tidak memihak secara mutlak pada hukum maupun vigilantisme, tetapi menempatkan keduanya sebagai dua kutub moral yang sama-sama problematis hingga keadilan dipahami sebagai konflik antara aturan dan nurani manusia.