Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Nozzle : Journal Mechanical Engineering

PERBANDINGAN AKSELERASI MOBIL LISTRIK TUXUCI MENGGUNAKAN SISTEM PENGGERAK MODEL GEAR RASIO DENGAN MODEL IN WHEEL Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 2 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v5i2.811

Abstract

AbstrakMobil listrik merupakan mobil yang digerakan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpanan energi lainnya. Politeknik Harapan Bersama berpartisipasi aktif dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kendaraan yang ramah lingkungan dengan menciptakan mobil listrik yan diberi nama “Tuxuci”. Pada mobil listrik terdapat dua jenis sistem penggerak, yaitu sistem penggerak model gear rasio dan sistem penggerak model in wheel. Akselerasi pada kedua sistem penggerak berbeda, tergantung pada kondisi lintasan yang dilalui. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan membandingkan akselerasi pada sistem penggerak model gear rasio dengan sistem penggerak model in wheel mobil listrik Tuxuci Politeknik Harapan Bersama berdasarkan waktu tempuh mobil dengan jarak yang ditentukan pada lintasan datar dan lurus.Untuk dapat mengetahui perbandingan akselerasi antara dua model system penggerak, peneliti melakukan pengujian dengan cara melihat kecepatan pada jarak 200 m, 300 m dan 400 m. Dikarenakan hasil uji coba dari system penggerak model gear rasio sudah dilakukan penelitian sebelumnya oleh saudara Riza Bachtiar, maka peneliti fokus melakukan pengujian dengan menggunakan sistem penggerak model in wheel.Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem penggerak model in wheel dari segi laju kecepatan dan percepatan pada lintasan lurus dan datar lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan sistem penggerakgear rasio. Pada penggunaan system penggerak model in wheel yang perlu diperhatikan adalah hall sensor yang sering rusak, kabel-kabel penghubung dari baterai, kontroler dan motor karena hal-hal tersebutlah yang menjadi permasalahan pada penggunaan sistem penggerak model in wheel. Kata Kunci : Mobil listrik, gear rasio, in wheel, akselerasi
ANALISA JARAK PENGEREMAN MOBIL URBAN TUXUCI POLITEKNIK TEGAL Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 4, No 1 (2015): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v4i1.789

Abstract

AbstrakKeselamatan adalah bagian yang terpenting dalam dunia otomotif dalam arti yang luas yaitu paduan antara kwalitas dan mutu dari komponen-komponen yang harus di perhatikan dengan cermat, Perawatan sistem rem pada rem cakram, yaitu dengan cara memeriksa komponen rem: kanvas, piringan, seal caliper maupun selang minimal setiap kelipatan 10.000 km, selanjutnya menguras minyak rem setiap kelipatan 20.000 km (1 tahun). Konstruksi rem cakram berbeda dengan rem tromol, dimana rem cakram didesain tanpa penutup sehingga jauh lebih mudah dihinggapi debu atau kotoran dari jalan, metode penelitian Pada saat melakukan pengujian ini, membutuhkan bahan yang untuk diujikan agar mendapatkan data yang diinginkan, yaitu mobil urban Tuxuci, hasil hasil analisa sistem rem Mobil Urban Bala Manter telah menghasilkan jarak pada tiap-tiap pengujian di jarak 100 meter dilakukan 3x percobaan, Percobaan1,2,3 dengan jarak 5 meter,38 meter, 5 cm, Tabel di atas menjelaskan bahwa pengereman dijarak 100 meter menghasilkan jarak 5 meter pada percobaan 1, dan 3.8 meter pada percobaan 2, dan untuk percobaan 3 menghasilkan jarak 5 cm. hasil analisa sistem rem Mobil Urban Bala Manter telah menghasilkan jarak pada tiap-tiap pengujian di jarak 150 meter dilakukan 3x percobaan. Hasil pengereman seperti padaTabel 3,Jarak pengereman percobaan 1,2,3 denagn jarak 3 meter,2 meter dan 30 meter Kata kunci :  Jarak Pengereman,mobil Urban.
RANCANG BANGUN SUSPENSI BELAKANG TIPE SWING ARM PADA MOBIL LISTRIK TUXUCI 2.0 POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA Mukhamad Khumaidi Usman; Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 2 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v5i2.813

Abstract

Abstrak Mobil listrik adalah mobil yang digerakkan dengan motor listrik, menggunakan energi listrik yang disimpan dalam baterai atau tempat penyimpanan energi lainnya. Mobil listrik hampir sama dengan mobil lain pada umumnya dari bentuknya, komponennya, semuanya pun sama. Perbedaannya terdapat pada motoran (mesin) penggeraknya. Jika mobil umum menggunakan mesin yang menggunakan bahan bakar bensin atau solar, mobil listrik menggunakan energi berasal dari listrik yang disimpan pada baterai. Maka perlu digunakannya sistem suspensi pada kendaraan agar dapat menyerap getaran dan impact dari permukaan jalan sehingga menambah kenyamanan dalam berkendara. Mobil listrik Tuxuci 2.0 menggunakan sistem penggerak tipe in wheel berbeda dengan generasi pertama yang menggunakan sistem penggerak tipe gear rasio maka perlu diganti pula sistem suspensinya. Sebelumnya mobil potachi generasi pertama menggunakan sistem suspensi tipe wish bone, karena menggunakan sistem penggerak tipe in wheel maka sistem suspensi belakang yang digunakan adalah tipe swing arm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rancang bangun suspensi belakang tipe swing arm yaitu dengan melakukan pencatatan proses dari awal pembuatan suspensi belakang tipe swing arm sampai akhir proses pembuatan. Yang diujikan kelayakan suspensi belakang tipe swing arm yang telah dibuat. Sudut kemiringan shock absorber belakang dengan swing arm yang paling nyaman dengan beban pengemudi 55 kg yaitu dengan sudut tanpa beban 27° dan dengan beban sudut shock absorber 25°.Kata Kunci : Suspensi, Rancang Bangun, swing arm.
PENGARUH PENGGUNAAN KNALPOT STANDART DENGAN RACING TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR MIO GT SOUL TAHUN 2012 Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 5, No 1 (2016): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v5i1.803

Abstract

AbstrakPada umumnya knalpot racing banyak digunakan untuk lomba balapan motor, dikarenakan knalpot racing tidak ada hambatan dalam system pembuan gan gas sisa pembakaran sehingga performa dan tenaga yang dihasilkan lebih besar, tetapi sekarang ini tidak hanya pembalap yang menggunakan knalpot racing pengendara motor biasa juga banyak yang menggunakan knalpot racing, selain untuk meningkatkan performa / tenaga mesin juga sebagai tren modifikasi motor saat ini,  tetapi dari segi suara dan bahan bakar tentunya ada pengaruhnya yang sangat signifikan Semakin pesatnya perkembangan dunia otomotif dan kreatifitas pemilik kendaraan bermotor untuk memodifikasi kendaraanya salah satunya dengan memodifikasi knalpot motor agar yang bertujuan untuk mendapatkan performa mesin lebih maksimal dan tampilan yang berbeda dari yang lainnya. Penggunaan knalpot yang tidak standart tentunya sangat berpengaruh pada kendaraan itu sendiri termasuk dari suara dan konsumsi bahan bakarnya. Dimana suara mesin motor lebih keras dibandingkan dengan knalpot racing dan konsumsi bahan bakar juga lebih boros atau meningkat sekitar 90% untuk yang menggunakan knalpot racing dibandingkan dengan knalpot standar. Pada pengujian knalpot racing didapatkan data pada kecepatan 1000 Rpm konsumsi bahan bakarnya 75 ml selama 60 detik, jadi konsumsi bahan bakar untuk menggunakan knalpot racing lebih besar 90% dibandingkan dengan knalpot standart. Hal ini dikarenakan knalpot standar memiliki skat untuk menahan sisapembakaran yang belum sempurna tetap berada di tabung silinder dan akan di bakar lagi untuk langkah usaha. Kata kunci : knalpot standart, knalpot racing, motor mio.
PENGGUNAAN SISTEM AIR CYCLE SEBAGAI SISTEM AC MOBIL TOYOTAKIJANG INNOVA Agus Suprihadi; Syarifudin Syarifudin
Nozzle : Journal Mechanical Engineering Vol 6, No 1 (2017): Nozzle : Journal Mechanical Engineering
Publisher : Politeknik Harapan Bersama Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/nozzle.v6i1.819

Abstract

AbstrakKebutuhan akan kondisi udara yang nyaman pada saat ini nampaknya sudah merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama pada kendaraan seperti pada mobil, bus, kereta, pesawat, dll. Upaya manusia untuk menciptakan kondisi yang nyaman diantaranya dengan menggunakan sistem Air Conditioning (AC). Definisi dari AC adalah suatu proses pengkondisian udara dimana udara itu didinginkan, dikeringkan, dibersihkan dan disirkulasikan yang selanjutnya jumlah dan kualitas dari udara yang dikondisikan tersebut di kontrol. Pengontrolan itu meliputi temperatur, kelembaban danvolume udara pada setiap kondisi yang diinginkan. Pemakaian sistem AC pada mobil bertujuan untuk mempertahankan temperatur udara di dalam mobil pada kondisi nyaman khususnya bagi pengemudi dan penumpang. Selain itu, pemasangan AC mobil juga dapat bermanfaat untuk menghindari terjadinya pengembunan pada kaca mobil ketika musim hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan sistem refrigerasi siklus udara (air cycle) sebagai sistem AC mobil pada kendaraan penumpangAnalisis komponen sistem bertujuan untuk menentukan spesifikasi dari komponen utama sistem yaitu kompresor, penukar kalor, turbin dan kipas penghisap dengan mempertimbangkan keterbatasan ruang dalam kendaraan penumpang. Kajian ini meliputi analisis jenis siklus yang sesuai beserta komponen-komponennya, beban pendinginan, serta konsumsi energi dari sistem yang digunakan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh daya teoritis sistem sebesar 1821,6 W dan COP sebesar 2,44. Kata Kunci : Air Cycle, Kijang Inova