Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Optimalisasi Perawatan Sistem Tali Tambat Agar Mengurangi Kecelakaan Kerja pada Saat Kapal Berada Dipelabuhan Ferdi Rohmi Saputra; Firdaus Sitepu; Trisnowati Rahayu; Samsul Huda
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 12 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i12.31840

Abstract

Latar Belakang: Tali tambat merupakan alat vital yang berfungsi menjaga keseimbangan kapal saat bersandar, baik pada kapal dengan pelabuhan maupun kapal dengan kapal. Untuk memastikan seluruh proses sandar berjalan lancar dan aman, penting dilakukan perawatan serta pengecekan rutin terhadap tali tambat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai metode pemeriksaan dan pemeliharaan tali tambat guna kelancaran pada saat sandar, serta menilai apakah perawatan yang dilakukan di atas kapal telah benar dan efektif dalam mencegah kecelakaan. Metode: Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian difokuskan pada cara awak kapal melaksanakan perawatan tali tambat, termasuk wawancara dengan mualim I dan bosun Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis, diketahui bahwa perawatan tali tambat di kapal LNG/C Al Khuwair belum dilakukan dengan optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan awak kapal mengenai perawatan tali tambat, serta minimnya perhatian dari perusahaan terkait permintaan alat perawatan dan tali cadangan. Kesimpulan: Perusahaan belum menetapkan aturan yang memadai mengenai perawatan tali tambat, sehingga upaya perawatan yang telah dilakukan belum cukup untuk mencegah kecelakaan saat sandar dan membahayakan awak kapal dalam pengoperasian tali tersebut
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN NASABAH PADA BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG MALANG Septiana Sawitri Dewi; Erlin Iriani; Samsul Huda
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 3 No. 3: Nopember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v3i3.9324

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan fungsi dari Persepsi terhadap kinerja dan harapan. Jika kinerja lebih rendah dari harapan, maka akan menyebabkan pelanggan menjadi tidak puas, sebaliknya jika kinerja sama dengan harapan, maka pelanggan akan puas dan jika kinerja lebih baik dari apa yang diharapkan maka pelanggan akan sangat puas. BRI sebagai salah Lembaga Keuangan apakah telah melaksanakan kualitas pelayanan yaitu keandalan, daya tangkap, keyakinan, empati dan berwujud dan manakah dari kelima dimensi tersebut paling berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Dari penelitian dengan menggunakan dua variabel yaitu terikat kepuasan nasabah (Y),  dan varabel bebas terdiri dari variabel keandalan (X1), daya tanggap (X2), keyakinan (X3), empati(X4) dan berwujud (X5). Berdasarkan uji parsial didapatkan hasil dimana keandalan, daya tanggap, empati, berwujud berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan nasabah Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Malang sementara keyakinan tidak berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Berdasarkan uji smultan didapatkan hasil dimana semua variabel bebas keandalan, daya tanggap, keyakinan, empati, berwujud berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan nasabah Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Malang
RESTORATIVE JUSTICESEBAGAI UPAYA ALTERNATIF PENYELESAIAN TINDAK PIDANADI INDONESIA BERDASARKAN PERATURAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 15 TAHUN 2020: RESTORATIVE JUSTICESEBAGAI UPAYA ALTERNATIF PENYELESAIAN TINDAK PIDANADI INDONESIA BERDASARKAN PERATURAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIANOMOR 15 TAHUN 2020 admin, Admin; Putri Qomariyah Dewi Kumala; Samsul Huda; Hasan Basri
JUSTNESS - Jurnal Hukun dan Agama Vol 4 No 2 (2024): September 2024
Publisher : STIH Zainul Hasan Kraksaan Kraksaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/justness.v4i2.71

Abstract

Abstract Restorative justice is the resolution of criminal cases involving the perpetrator, victim, family of the perpetrator/victim, and other related parties to jointly seek a fair resolution by emphasizing restoration back to its original state, and not retaliation. One of the goals of Restorative Justice is to resolve things together by seeking a fair resolution as a result of the law violation for the benefit of the future. The aim of this research is to find out what mechanisms and efforts are made to achieve restorative justice and what the advantages and disadvantages of restorative justice are. The research approach used in preparing this thesis is normative juridical using a statutory approach. Apart from that, the researcher also uses a conceptual approach so that in this writing the author refers to legal principles. The results of this thesis research show that: (a) Restorative Justice is also one of the principles of law enforcement in resolving cases which can be used as an instrument of recovery. Several mechanisms for resolving prosecutions based on restorative justice according to the Republic of Indonesia Attorney's Regulation Number 15 of 2020 are contained in articles 3, 4, 5 and 6 of the Republic of Indonesia Attorney's Regulation Number 15 of 2020, where the completion of prosecution must meet the requirements for terminating prosecution based on the Republic of Indonesia Attorney's Regulation No. .15 of 2020. (b) Restorative Justice in carrying out its duties also has advantages and disadvantages, one of the advantages of restorative justice is that it not only benefits victims and perpetrators but also society, restorative justice also prioritizes recovery of losses experienced by victims both materially and immaterial. On the other hand, there are shortcomings in restorative justice, namely that restorative justice is not suitable for all criminal acts, only minor crimes. Keywords:Restorative Justice, Criminal Offenses, Termination of Prosecution
Analisis Pengaruh Kualitas Main Seal Ring Terhadap Kinerja LO Purifier Dalam Mencegah Overflow Muhammad Syahrul Muharom; Didik Dwi Suharso; Samsul Huda
Indonesian Journal of Marine Engineering Vol 2 No 1 (2025): February
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/ijme.v2i1.770

Abstract

Purifier diatas kapal berfungsi sebagai alat untuk memisahkan zat cair dengan air, kotoran dan endapan lumpur yang ada didalam sump tank atau setlink tank yang kebawa masuk kedalam purifier, lubricating oil purifier berfungsi untuk memisahkan oli dengan kotoran atau endapan yang ada didalam sumpt tank. dengan menggunakan gaya sentrifugal yang kecepatan tinggi yang dirancang khusus untuk melakukan proses purifikasi minyak lumas dari kotoran (sludge) atau air sehingga minyak lumas dapat dibersihkan dengan optimal. Lubricating oil Purifier memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran pelumasan, karena kualitas pelumasan yang buruk pada mesin dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin induk. Hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin induk, yang pada akhirnya dapat mengganggu kelancaran operasional kapal. Bagian paling penting dari purifier adalah main seal ring, fungsi dari main seal ring adalah untuk menutup rapat antara main cylinder dengan bowl hood dalam mencegah terjadi overflow minyak lumas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab pengaruh kualitas main seal ring terhadap kinerja purifier dalam mencegah overflow lubricating oil pada purifier. Menggunakan metode kualitatif dengan analisis data SHEL dalam mencegah terjadinya overflow lubricating oil pada purifier. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara bersama para Masinis dan engine crew dan observasi langsung kelapangan untuk mengetahui pengaruh kualitas main seal ring dalam mencegah overflow lubricating oil pada purifier. Dari hasil identifikasi, peneliti menemukan kotornya oli yang masuk purifier yang menyebabkan gesekan yang mengakibatkan aus, dimana main seal ring yang aus tidak dapat menutup celah antara main cylinder dan bowl hood sehingga oli bersih keluar ke sludge port atau intermediate tank. Masinis ataupun crew mesin yang sedang tugas jaga harus selalu melakukan pengecekan terhadap tanki intermediate lubricating oil purifier dan melakukan maintenance sesuai dengan jam kerja. Agar tidak terjadi kerusakan pada main seal ring yang menyebabkan overflow lubricating oil pada purifier lagi, operasional mesin induk juga lancar dan tidak merugikan berbagai pihak.
PENGARUH BUDAYA KERJA DAN BUDAYA KAIZEN TERHADAP PRODUKTIFITAS KERJA KARYAWAN PT.YMPI (PASURUAN) M. Masrifan; Rita Alfin; Samsul Huda
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 2: Juli 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i2.9753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pengaruh Budaya Kerja dan Budaya Kaizen terhadap Produktifitas Kerja karyawan PT.YMPI (PASURUAN) Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah karyawan PT.YMPI bagian Lacquering, jumlah sampel penelitian sebanyak 43 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. uji yang dilakukan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesa. Perolehan data dilakukan dengan sebar kuesioner, dengan menggunakan skala Likert, data diolah menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel bebas adalah budaya kerja (X1), dan budaya kaizen (X2) bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat yaitu produktifitas kerja karyawan (Y),demikian juga hasil penelitian uji t menunjukan bahwa variabel budaya kerja (X1) dan budaya kaizen (X2) berpengaruh secara parsial terhadap produktifitas kerja karyawan (Y).
Rancang Bangun Sistem Monitoring Muatan Batu Bara Menggunakan Data Logger Berbasis Mikrokontroler Esp32 pada Kapal Bulk Carrier Bayu Setiono; Sonhaji Sonhaji; Samsul Huda
Jupiter: Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika Vol. 3 No. 3 (2025): Mei : Publikasi Ilmu Keteknikan Industri, Teknik Elektro dan Informatika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jupiter.v3i3.863

Abstract

A conveyor is a tool with a large rubber band arranged transversely between two pulleys at a constant speed as a transporter of solid material in this case coal with the provisions of the permitted amount. Damage to the conveyor tool has a major impact on the smooth running of a coal loading and unloading process, so a coal monitoring tool was designed using an ESP32 microcontroller-based data logger. The purpose of this study is to find out how to design a coal load monitoring tool based on a data logger using the Research and Development (R&D) method type ADDIE. Using the following types of testing: static and dynamic. The research results show that the load monitoring system based on a load cell and ESP32 microcontroller demonstrates high accuracy, with a reading deviation of less than 2% from the actual weight. The system is also considered effective, as it can detect loads, adjust the hatch door angle, and transmit data to Google Spreadsheet in real-time without disruptions. Its ability to adapt to varying loads indicates that the prototype operates stably, responsively, and in accordance with the design objectives.
PERBEDAAN ANTARA MEDIASI DAN KOSILIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA: PERBEDAAN ANTARA MEDIASI DAN KOSILIASI DALAM PENYELESAIAN SENGKETA Siti Aminatus Sa’diyah; Anis Fitria; Samsul Huda
JUSTNESS - Jurnal Hukun dan Agama Vol 5 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : STIH Zainul Hasan Kraksaan Kraksaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61974/justness.v5i1.81

Abstract

Abstract Dispute resolution is an important part of maintaining order and justice in the legal system, both through litigation and non-litigation. As the public's need for faster, cheaper, and more peaceful dispute resolution grows, Alternative Dispute Resolution (ADR) methods such as mediation and conciliation are becoming increasingly relevant choices. This article aims to analyze the differences between mediation and conciliation, explain the role of the conciliator in the conciliation process, and examine the legal regulations governing both dispute resolution methods in Indonesia. This study examines the differences between mediation and conciliation in dispute resolution, the role of the conciliator in the conciliation process, and the legal regulations governing mediation and conciliation in Indonesia. This study uses a normative juridical method with a qualitative approach based on laws and legal literature. The results of the discussion show that although mediation and conciliation both involve a neutral third party and aim to reach a peaceful agreement, there are fundamental differences in the process, the role of the third party, and the level of formality. The conciliator plays a more active role than the mediator, with the authority to provide opinions and design settlement proposals, but without making binding decisions. Regulations such as Perma No. 1 of 2016, Law No. 2 of 2004, Law No. 32 of 2009, and Law No. 30 of 1999 are the legal basis that strengthens the position of mediation and conciliation as legitimate instruments in resolving various types of disputes in Indonesia. Keywords: Dispute Resolution, Mediation, Conciliation, Conciliator, Indonesian Law
Analisis Kegiatan Bongkar Muat KM. X di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Julviakmal Ilham Firmanda; Firdaus Sitepu; Ardhiana Puspitacandri; Samsul Huda
JURNAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v4i1.5401

Abstract

Loading and unloading is the activity of moving goods from land transportation, and to carry out the activity of moving the load, adequate facilities or equipment are needed in a shipping method or procedure. The implementation of loading and unloading occurs various obstacles that often slow down loading and unloading activities, especially in the 3T (Underdeveloped, Frontier, and Outermost) areas. The equipment and facilities available by the port greatly affect how fast or slow the loading and unloading activities take place. This study aims to determine: 1) What are the factors that cause delays in the loading and unloading process of containers in the 3T area 2) What efforts are made by company and port management in overcoming delays in the loading and unloading process of containers in the 3T area. The method used by the researcher this time is descriptive qualitative. Primary data in this study were obtained directly through interviews, observations (observations) and also documentation. The main factors that are the main causes of why loading and unloading activities in the 3T area are ineffective and inefficient, namely the lack of adequate loading and unloading equipment and port facilities, the lack of human resources and skills from TKBM, as well as geographical conditions and bad weather. This situation causes loading and unloading activities to be ineffective.
DAY OF SEAFERER DAN EDUKASI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PERHUBUNGAN DALAM ASPEK KESELAMATAN PELAYARAN DI PULAU KARIMUNJAWA Samsul Huda; Erliyani, Dian; Saraswati, Indah
Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2023): JTSE Vol.1 No.2 2023
Publisher : Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46484/jtse.v1i1.501

Abstract

Peringatan Day of the Seafarer tahun 2022 di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan bertujuan mengedukasi dan meningkatkan pemahaman keselamatan pelayaran bagi nelayan Karimunjawa sebagai bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat. Acara ini melibatkan kepala lembaga terkait, narasumber berpengalaman dalam pelayaran, dan sesi tanya jawab interaktif. Hasil survei menunjukkan peningkatan pemahaman keselamatan pelayaran lebih dari 90%. Tingginya antusiasme peserta dan motivasi untuk menerapkan pengetahuan ini sehari-hari mencerminkan efektivitas metode sosialisasi, sejalan dengan temuan penelitian terdahulu yang menyoroti partisipasi masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu-isu penting, termasuk kebersihan pantai, tumbuh kembang anak, dan promosi destinasi wisata. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif dalam sosialisasi keselamatan pelayaran membawa perubahan nyata dan berkelanjutan dalam pemahaman serta implementasi isu-isu keselamatan pelayaran dan isu-isu masyarakat yang relevan.
Analysis of Tourist Perceptions of Ecotourism Facilities in Surabaya Mangrove Forest Kodariawan, Rachmad; Samsul Huda; Winarno, Sri Tjondro; Hamidah Hendrarini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12751

Abstract

Mangrove ecotourism has been increasingly developed as both a tourist destination and a conservation medium; however, understanding of visitor perceptions toward available facilities remains limited. This study aims to identify tourist evaluations of mangrove forest ecotourism in Surabaya by examining four dimensions: accessibility, attractions, supporting infrastructure, and additional services. A survey was conducted with 100 respondents at Wonorejo, Medokan, and Gunung Anyar mangrove sites, and the data were analyzed using WarpPLS 8.0 to test the validity and reliability of the instruments. The results indicated that all indicators were consistent, and overall tourist assessments tended to be positive. The main strengths were the well-preserved environment, integration of local culture, and staff hospitality, while entertainment attractions were perceived as less developed. These findings highlight the importance for managers to maintain the existing strengths while improving weaker aspects in order to provide a more comprehensive visitor experience. An integrated enhancement of facilities is considered essential to strengthen visitor satisfaction and improve destination competitiveness. From an academic perspective, this study contributes as a reference for future research on mangrove ecotourism and tourism development studies.