Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Dinas Pariwisata terhadap Pengembangan Wisata Halal di Kabupaten Gowa Nur Rahmia Syam; Idris Parakkasi; Muhammad Nasri
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 5 No 2 (2024): Dialektika, Sosial dan Budaya (Juni-Desember 2024)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/ad.v5i2.379

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah tentang Peran Dinas Pariwisata terhadap Pengembangan Wisata Halal di Kabupaten Gowa. Pokok masalah penelitian yaitu 1. Bagaimanakah peran Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan terhadap pengembangan wisata halal di kabupaten Gowa? 2. Bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan parawisata halal di Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan terhadap pengembangan wisata halal di Kabupaten Gowa diantaranya: a) Motivator b) Fasilitator, c) Dinamisator Faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan parawisata halal di Kabupaten Gowa. Faktor Pendukung meliputi a) Pentahelix Pariwisata, b) Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan c) Fasilitas beribadah umat muslim yang lengkap 2) Faktor Penghambat meliputi a) Kurangnya anggaran dana, b) Infastruktur yang tidak memadai, c) Keterbatasan lahan parkir khususnya di daerah dataran tinggi dan d) Transportasi ke tempat wisata belum ada, e) Medical center (pusat layanan kesehatan) belum memadai.
Kebijakan Reforma Agraria Dalam Menjamin Kesejahteraan Sosial Ekonomi di Indonesia Sulistiyono, Kartiko; Nasri, Muhammad; Ramadhan, Muhammad Ridha; Saripudin, Akhmad
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol 1, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v1i2.2244

Abstract

Tanah memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia, menjadi sumber daya penting bagi yang bergantung pada pertanian. Signifikansi tanah melampaui sekadar sebagai aset sosial; itu adalah warisan yang sangat berarti bagi penduduk. Kejelasan status tanah menjadi krusial bagi mereka yang tinggal di tanah leluhur untuk menjaga harga diri. Artikel ini menjelajahi pentingnya tanah, khususnya dalam konteks reforma agraria di Indonesia, sejalan dengan prinsip konstitusional dan perjuangan untuk keadilan sosial.
PEMAHAMAN KONSEP KUNCI GEOGRAFI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GEOGRAFIS SISWA SMAN 2 BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR, RIAU (Studi Kasus Materi Keanekaragaman Hayati Fase F Kelas XI) Nasri, Muhammad; Ahyuni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45221

Abstract

This study aims to analyze the application of key geographic concepts (space, place, interconnection, and change) in improving students' geographic literacy on biodiversity material. This study uses a mixed method approach with a sequential explanatory design, which combines quantitative and qualitative data. The subjects of the study were grade XI students of SMAN 2 Bangko Rokan Hilir Regency, Riau. Data collection techniques were carried out through pre-tests and post-tests as well as interviews with geography teachers. The results of the study showed an increase in student literacy as indicated by an increase in the average score from 59.26 in the pre-test to 64.51 in the post-test. The results of the N-Gain analysis showed that the increase was in the moderate category with more prominent developments in higher-order thinking indicators, namely the ability to integrate, evaluate, and use information. In addition, the interview results showed that students became more active and had a high interest in learning after implementing learning based on key geographic concepts, so that the application of key geographic concepts made a positive contribution to improving students' geographic literacy.