Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pemandu Wisata Guna Mengembangkan Potensi Desa Wisata di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat Putra, Taufan Handika; Didy Ika Supriadi; Himawan Sutanto; Rahman; Kertajadi; Ade Paranata
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2558

Abstract

Kabupaten Lombok Utara merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang signifikan. Terdiri atas lima kecamatan, yaitu Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan, daerah ini dikenal dengan keindahan alam serta kekayaan budaya dansejarahnya. Keberagaman seni tradisional Sasak, adat istiadat, dan kerajinan tangan menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat posisi Kabupaten Lombok Utara sebagai destinasi wisata unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema“Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pemandu Wisata” bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Kabupaten Lombok Utara. Program ini mencakup pelatihan keterampilan pemanduan, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk promosi. Tahapannya meliputi survei potensi, penyusunan kurikulum, pelatihan teori dan praktik, hingga strategi pengemasan paket wisata. Dengan memberikan pelatihan pemandu wisata, bertujuan diharapkan masyarakat mampu meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola wisata berbasis komunitas, mengoptimalkan potensi lokal, dan menciptakan layanan wisata berkualitas dan berkelanjutan dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi dan praktik lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan pemanduan, kesadaran pentingnya kelembagaan, serta kemampuan awal promosi digital. Dampaknya, masyarakat lebih termotivasi mengembangkan potensi lokal, menjalin kerjasama, dan memperkuat identitas desawisata. Kegiatan ini diharapkan mendorong kemandirian, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Pelatihan Manajemen Kemasan Dan Branding Produk Jajanan Kering Dalam Meningkatkan Nilai Tambah Produk Di Desa Langko Lingsar Lombok Barat Suriadi, Irwan; Sutanto, Himawan; Sriningsih, Siti; Wijimulawiani, Baiq Saripta; Paranata, Ade; Ismiwati, Baiq
Jurnal Abdi Anjani Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Abdi Anjani (JAA)
Publisher : Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis,Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/anjani.v3i2.2691

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam mengaplikasikan manajemen kemasan dan branding produk agar terlihat lebih menarik, tidak mudah rusak produk mudah diingat konsumen dan menarik bagi konsumen. Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah penerapan manajemen kemasan yang kuat handal dan memiliki daya tahan, tidak mudah rusak dengan memilih kemasan yang kuat seperti menggunakan kemasan alumunium voil atau kemasan PE dan menjadikan produk jajanan Kering menjadi produk yang memiliki brand yang mudah diingat, dan tertanam dibenak konsumen. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan menajemen kemasan yang baik dan benar serta pelatihan manajemen brand yang mudah diingat dan tertanam dibenak konsumen. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan manajemen kemasan terutama pemilihan dan penggunaan kemasan yang tidak mudah rusak seperti penggunaan kemasan Plastik PE atau Alumunium Voil serta melakukan perekatan dengan alat perekat Handseler (2) Pelatihan manajemen branding produk yang baik mulai dari pemilihan nama brand produk, warna, tampilan, gambar serta corak brand produk jajanan kering agar mudah diingat dan melekat dibenak konsumen. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pada usaha jajanan kering menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagian besar kelompok usaha jajanan kering telah memahami pemilihan dan penggunaan kemasan yang baik serta pemilihan nama brand, warna, tampilan, gambar serta corak brand produk jajanan kering agar mudah diingat konsumen.