Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SOSIALISASI TERHADAP MASYARAKAT PENERIMA BANTUAN PKH SEBAGAI MASYARAKAT SADAR BANSOS MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA DI SUMBERTAMAN KOTA PROBOLINGGO Nuril Hidayati; Tri Prihatiningsih; Mimik Umi Zuhroh; Indah Puspa Sari
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 1: Januari 2025 (In Press)
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i1.9590

Abstract

Social assistance (bansos) is an important instrument in overcoming poverty and improving community welfare. However, the success of social assistance really depends on the level of public awareness of its management and use. This service program aims to increase community awareness and participation in managing social assistance through education, training and multi-sector collaboration. This activity involves various elements of society, local government and NGOs to create a social assistance system that is more transparent, targeted and sustainable. The results of this program show an increase in people's understanding of social assistance and strengthening their capacity to use assistance productively, towards a more prosperous society. PKH social assistance as one of the social assistance received by the people of Sumbertaman, Probolinggo city is a form of community awareness of social assistance towards a prosperous society and not making them dependent on aid and becoming an economically independent society.
USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK PENINGKATAN EKONOMI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PAKISTAJI PROBOLINGGO JAWA TIMUR Tjahjaningsih, Yustina Suhandini; Prihatiningsih, Tri; Aprilia, Ira; Umi Zuhro, Mimik; Rahmawati , Anisa; Dwicaksono, Pramuditya F.
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/wq1nnz21

Abstract

Salah satu  usaha yang menjanjikan saat ini adalah budidaya jamur. Peluang usaha budidaya jamur ini perlu dikembangkan karena mempunyai dampak positif bagi peningkatan ekonomi rumah tangga. Permasalahan yang timbul adalah pengetahuan  berwirausaha  masih kurang, lahan kosong milik kelompok masyarakat belum  diberdayakan sebagai sarana  usaha yang bernilai ekonomi dan belum mempunyai kemampuan untuk  mengembangkan hasil panen untuk olahan pangan yang bervariatif. Tujuan Kegiatan Pengabdian ini yang pertama untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang belajar berwirausaha pada usaha budidaya jamur sebagai peluang bisnis untuk peningkatan ekonomi rumah tangga. Tujuan kedua memanfaatkan lahan kosong milik mitra untuk diberdayakan menjadi aset yang bernilai ekonomi dengan usaha budidaya jamur, sekaligus mendukung program ketahanan pangan dengan mengembangkan hasil panen jamur sebagai makanan olahan. Pelatihan budidaya jamur dan pembuatan olahan jamur dilakukan untuk kelompok masyarakat di Kelurahan Pakistaji dan hasilnya usaha budidaya jamur terwujud dengan kemampuan menghitung usaha dan pembuatan olahan jamur sehingga ekonomi rumah tangga meningkat. Kata kunci: Budidaya, Jamur Tiram , Olahan Jamur.   Abstract  One of the promising businesses currently is mushroom cultivation. This mushroom cultivation business opportunity needs to be developed because it has a positive impact on improving the household economy. The problems that arise are the entrepreneurial knowledge is still lacking, empty land belonging to community groups has not been utilized as a means of business with economic value and they cannot develop harvests for varied food processing. The aim of this service activity is firstly to empower community groups who are learning entrepreneurship in mushroom cultivation as a business opportunity to improve the household economy. The second objective is to utilize empty land owned by partners to turn it into an asset of economic value by cultivating mushrooms, as well as supporting food security programs by developing mushroom harvests as processed food. Training on mushroom cultivation and making processed mushrooms was carried out for community groups in Pakistaji Village and as a result, the mushroom cultivation business was realized with the ability to calculate business and make processed mushrooms so that the household economy improved.  Keywords: Cultivation, Oyster Mushrooms, Processed Mushrooms.  
Model Integrasi Servqual and Quality Function Deployment untuk Penilaian Kualitas Pelayanan: A Case Study Industri Garment Haryono, Haryono; Handayani, Dwi Iryaning; Prihatiningsih, Tri; Rosyida, Erly Ekayanti
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.3.2.97-110

Abstract

Servqual merupakan salah satu metode kualitas yang populer digunakan dalam mengukur kualitas layanan. Namun terdapat Keterbatasan pada metode Servqual, keterbatasan ini dapat dicapai dengan integrasi Servqual dan metode Quality Function Deployment (QFD). Tujuan penelitian ini mengintegrasikan Servqual dan QFD dalam melakukan penilaian kualitas layanan dan kepuasan atas layanan pada department IT (information technology) pada industri garmen di Jawa Timur. Metode Servqual untuk menilai kualitas persepsi dan harapan, sedangkan kualitas desain yang dilakukan melalui teknik QFD. Berdasarkan ServQual, ada kesenjangan antara persepsi dan ekspetasi konsumen yaitu dengan rata-rata persepsi 3.96 dan rata-rara ekspetasi 4.36 nilai Gap rata-rata -0.40, dengan demikian semua atribut pelayanan masih di bawah ekspetasi konsumen. Hal ini menunjukan konsumen tidak puas dengan pelayanan yang ada. Pihak Department IT berusaha untuk memperbaiki pelayanan dengan menentukan prioritas Technical Respond.  Berdasarkan QFD prioritas Technical Respond yaitu: mengadakan pelatihan pelayanan, mengadakan program pelatihan berkala, melakukan pekerjaan dengan sop, pengecekan ulang hasil layanan.
Prediksi Kelayakan Ekonomi Pada Pengolahan Limbah Cair Tahu di CV. Proma Tun Saroyyan Probolinggo Menggunakan Algoritma Data Mining Marzuki, Imam; Prihatiningsih, Tri
Jurnal Teknologi Informasi Indonesia (JTII) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Teknologi Informasi Indonesia (November)
Publisher : JURNAL TEKNIK INFORMATIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtii.v5i2.666

Abstract

Tahu merupakan makanan tradisional Indonesia yang sampai saat ini masih sangat digemari masyarakat. Proses produksi tahu relatif mudah dan sederhana. Selain menghasilkan tahu, industri tahu juga menghasilkan limbah. Salah satu limbah yaitu limbah cair tahu. CV. Proma Tun Sarroyan Probolinggo memiliki alat untuk pengolahan air limbah yang disebut IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). IPAL tersebut mengubah limbah cair tahu menjadi biogas yang biasa digunakan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak. Keberadaan biogas hasil pengolahan limbah cair tahu tentunya menghasilkan nilai tambah bagi CV. Proma Tun Sarroyyan. Biogas tersebut telah banyak diminati oleh masyarakat di sekitarnya. Hal ini dikarenakan biogas tersebut lebih ramah lingkungan dan harganya lebih murah dibandingkan dengan biogas lainnya ataupun gas LPG. Namun, belum ada kajian secara ekonomi mengenai kelayakan biogas tersebut. Oleh karena itu penulis melakukan sebuah prediksi mengenai kelayakan ekonomi biogas. Data yang diperlukan yaitu data modal, pendapatan, permintaan, harga dan harga selama 10 tahun sejak CV. Proma Tun Sarroyyan memiliki IPAL. Kemudian data tersebut diklasifikasikan. Teknik klasifikasi menggunakan metode salah satu dari algoritma data mining yaitu algoritma C4.5. Hasil dari proses klasifikasi adalah terbentuknya Decision Tree (Pohon Keputusan). Pohon keputusan tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam memprediksi kelayakan ekonomi biogas di masa-masa yang akan datang.
Analisis Estimasi Biaya Perancangan Baterai Mobil Listrik Berdasarkan Kapasitas Baterai Yang Paling Optimal Dengan Metode Activity Based Costing Fadloli, Ahmad Siraj; Mustakim, Mustakim; Prihatiningsih, Tri; Asrori, Tamam
INTRO : Journal Informatika dan Teknik Elektro Vol 3 No 1 (2024): INTRO : Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Edisi Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Panca Marga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51747/intro.v3i1.1998

Abstract

Penelitian ini mengusulkan pendekatan Activity Based Costing untuk menentukan harga pokok produksi baterai mobil listrik tipe Li-Ion, dengan fokus pada biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi per pack baterai mobil listrik tipe Li-Ion adalah sebesar Rp. 326.486.874. Studi ini bertujuan untuk merencanakan jenis dan bahan pembuatan baterai yang mengoptimalkan biaya produksi secara keseluruhan, memberikan wawasan penting bagi industri dalam menghadapi tren peningkatan permintaan terhadap mobil listrik di pasar global saat ini. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi efisiensi biaya produksi dan menyarankan strategi untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi produsen dalam merancang strategi produksi yang lebih efektif dan efisien.
PELATIHAN PEMBUATAN ALAT EFFICIENT FERTILIZER PUMP SEBAGAI ALAT BANTU PEMUPUKAN TANAMAN SENGON Prasetiyo, Dani Hari Tunggal; Prihatiningsih, Tri; Baihaqi, Mas Ahmad; Mustakim, Mustakim
JE (Journal of Empowerment) Vol 3, No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v3i1.2195

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya flora yang melimpah. Salah satu sumber daya flora tersebut adalah tanaman sengon. Tanaman sengon memiliki potensi tumbuh dan berkembang di Indonesia, hal ini dikarenakan kontur tanah yang subur di setiap wilayah Indonesia. Karena memiliki banyak manfaat, sengon banyak dibudidayakan di Indonesia. Saat ini sengon dikembangkan dalam pembangunan hutan tanaman industri maupun hutan rakyat di Indonesia. Namun, untuk menghasilkan tanaman yang memiliki kualitas yang baik maka diperlukan pola perawatan yang berkualitas. Salah satu pola perawatan yang berkualitas adalah pemberian pupuk dengan takaran yang sesuai dan dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukan proses tersebut maka diperlukan alat bantu. Saat ini, proses pemberian pupuk dilakuakn secara tradisional dengan cara menaburkan pupuk pada tanaman sehingga menyebabkan peningkatan biaya dan kurang efisien terhadap waktu. Berdasarkan permasalahan ini, maka diperlukan pelatihan pembuatan alat efficient fertilizer pump sebagai alat bantu pemupukan. Pelatihan diikuti oleh dua puluh peserta, sehingga mereka dapat menyebarkan ilmu yang telah diperoleh saat pelatihan ditempat tinggal masing-masing kepada petani sengon. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani sengon. Berdasarkan hasil pelatihan, peserta mampu membuat dan mengimplementasikan efficient fertilizer pump dengan baik dan benar untuk diaplikasikan pada tanaman sengon. Selain itu, peserta antusias saat mengikuti acara dan ingin terus berinovasi dengan mengimplementasikan teknologi tepat guna.
Enhancing MSME Competitiveness through Business Legality Mentoring and Digital Transformation in Probolinggo City Aries Budi Wijayanto; Tjahjaningsih, Yustina Suhandini; Tri Prihatiningsih; Trismawati; Muhammad Alghifari; Fitri
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2025): November
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/hfk3c773

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Laweyan Village, Probolinggo City, encounter intertwined challenges in business legality and digital readiness that hinder their competitiveness and access to formal markets. This community engagement program aimed to enhance MSME competitiveness through integrated mentoring on business legality covering Business Identification Number (NIB), and Home Industry Food Permit (PIRT), and digital transformation training. Using a participatory approach, the program involved 20 MSME participants from the food, crafts, and trade sectors in structured workshops, administrative facilitation, and digital mentoring. Results showed that 80% of participants successfully registered for NIB, and 50% initiated PIRT applications. Most participants also adopted QRIS-based digital payment systems, improved product branding, and created active social media profiles for online promotion. Evaluation through pre and post-tests revealed substantial increases in legal and digital literacy, along with improved transaction efficiency and customer engagement. These outcomes demonstrate that combining legality formalization with digital empowerment effectively enhances MSME competitiveness and resilience. Sustained collaboration among academic institutions, local government, and MSME actors is recommended to ensure long-term impact and scalability.