Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Idiom Bahasa Indonesia Berupa Bagian Tubuh dalam Koran Padang Ekspres: Kajian Morfologi dan Semantik Atika Kurnia Ilahi; Noviatri Noviatri; Leni Syafyahya
Puitika Vol 16, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.16.2.58--73.2020

Abstract

Penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan, yaitu padan referensial, dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar, yaitu teknik Bagi Unsur Langsung. Teknik lanjutannya teknik sisip dan teknik balik. Pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan analisis data, ditemukan idiom berupa bagian tubuh manusia yang terdapat dalam koran Padang Ekspres, di antaranya adalah: 1) putar otak terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘berpikir keras’, 2) kepleset lidah terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘salah bicara’, 3) aman di bibir terbentuk dari kategori KS+FP yang bermakna ‘hanya omongan; hanya sekadar diucapkan’, 4) urat nadi terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘jalan raya atau alur lalu lintas (yang digunakan untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain)’, 5) mata hati terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘perasaan yang dalam’.  
Kata Sapaan Kekerabatan yang Digunakan Masyarakat di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan Kabupaten Pesisir Selatan: Kajian Sosiolinguistik Diny Aprilisyanda, Aslinda, Leni Syafyahya
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.218

Abstract

This study aims to describe the kinship greeting words used by the Minangkabau society in Ranah Ampek Hulu Tapan District. The theory used is the theory put forward by Koentjaraningrat about kinship terms of address. The methods used at the data provision stage are the listening method and the speaking method. In the data analysis stage, using the pragmatic equivalent method and the translational equivalent method. In the stage of presenting the results of data analysis using formal and informal methods. Based on the results of data analysis, the kinship terms of address used by the Minangkabau society in Ranah Ampek Hulu Tapan Distirct, Pesisir Selatan Regency are as follows: (1) The kinship terms of address used by the people in Ranah Ampek Hulu Tapan District are the core family, namely Bak, Ibung, Andak, Nah, Onen, Senu, Kaban. (2) The kinship terms of address used by the people in Ranah Ampek Hulu Tapan District are the extended family, namely Ndoang, Unyai, Con, Cung, Mak Dih, Jatan, Gadih, Manatung, Cucuang, Piyut.
Gangguan Berbahasa Afasia Motorik pada Ny. Nurhayati Muftiathul Huda; Leni Syafyahya; Alex Darmawan
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.209

Abstract

The purpose of this study was to describe and explain the verbal language disorders in patients with motor aphasia in cases of NH. The stages in the research, namely the first stage of providing data used observation and analysis methods, case study methods, and natural observation methods. Follow the see method. The listening method uses tapping techniques as a basic technique and advanced techniques, namely the Libat Cakap (SLC) technique, the Libat Cakap Free Listening technique (SBLC), recording techniques, and note taking techniques. At the data provision stage, the technique of providing an image to NH was also carried out. the second stage, namely the data analysis stage, used the articulatory equivalent method and the translational equivalent method with the determining element sorting technique (PUP) as the basic technique and the follow-up technique is the differential linking technique (HBB). In the methods and techniques of presenting the results of data analysis, informal presentation methods are used. The results of the study showed that NH experienced problems in terms of speaking, naming, and repeating. Interference in terms of speech such as short and spontaneous speech (sparse output), speech that is not fluent so that it requires duration (pauses), and speech that is wrong in its pronunciation. Disturbances in naming, such as NH's inability to name objects, names of days, names of prayers, and names of family members. Problems with repetition, such as the inability of NH to repeat words that have the letter "R" and to repeat complex sentences.
Temuan Ketidaktepatan Penggunaan Ejaan Huruf dalam Surat Dinas Kantor Camat Kuranji, Padang Shinta Amelia Putri; Noviatri Noviatri; Leni Syafyahya
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.224

Abstract

This research is motivated by the identification of the phenomenon of inaccuracies in spelling usage within official correspondence from the Kuranji Subdistrict Office in Padang. Consequently, the aim of this study is to describe these spelling inaccuracies. To address this issue, the research is structured into three distinct phases, namely data collection, data analysis, and presentation of the data analysis results. In the data collection phase, the employed methodology and techniques consist of the observational method using the basic technique of direct observation, complemented by the advanced technique of unobtrusive observation. In the data analysis phase, the utilized methodology and techniques involve referential and orthographic matching methods, utilizing the fundamental technique of Element Determination Sorting (EDS) along with the advanced techniques of Differentiating Comparative Analysis (DCA) and Equating Comparative Analysis (ECA). Subsequently, in the presentation of the data analysis results phase, both formal and informal methods are employed. Based on the analysis results, inaccuracies in letter spelling usage were identified, encompassing the misuse of capital letters, italics, and bold letters.
THE MEANINGFULNESS OF SCHIZOPHRENIC’S VERBAL LANGUAGE (MAK WAL CASE STUDY) Sari, Reno Novita; Syafyahya, Leni; Yades, Efri
Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 11 No 2 (2023): Gramatika, Volume XI, Nomor 2, Juli--Desember 2023
Publisher : Kantor Bahasa Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31813/gramatika/11.2.2023.577.117--129

Abstract

Generally, language disorders experienced by people with schizophrenia include speaking often interspersed with other words, creating new words, and often speaking out of context. Even so, some people with schizophrenia can still be invited to talk or communicate. This study aims to explain the characteristics and meaning of the verbal language of schizophrenics. The methods and techniques used are data provision, data analysis, and presentation data, according to Sudaryanto (2015). Tapping techniques and pancing techniques are used to obtain data. Then, the data is analyzed using the padan method and presented descriptively. The results found that there are five characteristics of the schizophrenic’s verbal language, namely incoherence, neologisms, mixed words, silences, and repetition. Then, there are three meanings of the schizophrenic’s verbal language, namely sense, tone, and intention. In this research, there is no feelings because the splitting of the soul experienced by the sufferer caused what the sufferer said was not compliant with what he felt.
KATA PENUNJUK UKURAN DALAM MASYARAKAT MINANGKABAU Syafyahya, Leni
Jurnal Ilmu Budaya Vol. 3 No. 1 (2006)
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jib.v3i1.690

Abstract

Setiap kelompok masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, mempunyai cara tersendiri dalam menentukan ukuran atau jumlah suatu benda. Demikian pula halnya dengan masyarakat di Minangkabau, mereka mempunyai cara yang unik dan menarik dalam menentukan ukuran sesuatu benda. Berdasarkan hasil analisis, kata penunjuk ukuran dalam masyarakat Minangkabau dapat diklasifikasi atas empat bagian, yaitu kata penunjuk ukuran untuk ukuran panjang, ukuran takaran, ukuran berat, dan ukuran untuk mata uang. Di samping itu, penggunaan kata penunjuk ukuran sangat dipengaruhi oleh faktor situasional yaitu tempat penggunaan kata penunjuk ukuran itu. Karena dipengaruhi oleh tempat penggunaannya, hal ini mengakibatkan kata penunjuk ukuran yang sama kadangkala memiliki makna yang berbeda di daerah lain. Dengan demikian, terjadi variasi makna dalam kata penunjuk ukuran tersebut. Konsep penggunaan kata penunjuk ukuran ini juga berkaitan dengan konsep budaya Minangkabau yaitu "Alam Takambang jadi Guru".
MALAKOK SEBAGAI DASAR INTEGRASI OLEH ETNIS MINANGKABAU DI KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT (Malakok as a Mean for Integrition by Minangkabau Ethnic in Dharmasraya Regency, West Sumatra) Syafyahya, Leni; Yades, Efri; Usman, Fajri
Salingka Vol 13, No 2 (2016): Salingka, Edisi Desember 2016
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v13i2.129

Abstract

AbstractIn this paper, the authors explain the procession called malakok, signs used in the processionof malakok, and the meaning of the signs used in the procession of malakok in the DistrictDharmasraya. The method used in collecting the data was the receptive method and themethod consider ably. Methods of data analysis used the (conversion) method frontier. Inaddition, the data analysis stage also used the editing and coding stage. Based on data analysis,the procession should be conducted by the person who would do malakok, who went to theprospective adoptive parents with his motehr’s brother (mamak bladder). Then, the prospectiveadoptive parents will tell the news to ninik mamak in the village. Furthermore, Ninik mamak/ Datuak will select a certain day and place. Prior to implementation, early in the morning,the women cook a meal for the event in the evening. Event praying ceremoy /Baralek started,which were attended by the invited people, Datuak from other clan, and the youth in thearea. In this malakok procession, there would pasambahan speech be delivered. Tanda-marksused in the procession malakok as a condition for the implementation of this procession,among them, namely: a goat, gold, money, and successor agreement letters. The meaning ofall signs is validation and recognition of the existence of a person in the clan in an area. AbstrakDalam tulisan ini, penulis menjelaskan prosesimalakok, tanda-tanda yang digunakan dalam prosesimalakok, dan makna tanda-tanda yang digunakan dalam prosesi malakok di KabupatenDharmasraya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ialah metode simak dan metodecakap. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode padan. Di samping itu, tahap analisis datajuga dilakukan yakni editing dan koding. Berdasarkan analisis data, prosesi yang harus dilakukanoleh pihak yang akan malakok, yaitu mendatangi calon orang tua angkatdengan membawa mamakkandung (saudara laki-laki ibu). Kemudian, calon orang tua angkat akan memberitahukan kabartersebut kepada ninik mamak yang ada di kampung. Selanjutnya, ninik mamak/datuak akan memilihhari dan tempat yang ditentukan. Sebelum pelaksanaan, pagi-paginya para ibu memasak hidanganuntuk acara di malam harinya. Acara kenduri berdoa,mendoa/baralek, dimulai yang dihadiri olehmasyarakat, datuak dari suku lain, dan para pemuda di daerah tersebut. Dalam prosesimalakokini, ada pasambahan.Tanda-tanda yang digunakan dalam prosesimalakok sebagai syarat pelaksanaanprosesi ini, di antaranya, yaitu satu ekor kambing, emas, uang, dan surat perjajian. Makna darisemua tanda itu ialah pengesahan dan pengakuan tentang keberadaan seseorang dalam persukuandi suatu daerah.
DIKSI DAN GAYA BERBAHASA GENERASI MILENIAL Diction and Millennial Generation Language Style Syafyahya, Leni
Salingka Vol 17, No 2 (2020): SALINGKA, Edisi Desember 2020
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v17i2.326

Abstract

Generasi milenial berkaitan dengan milenium. Kehidupan generasi milenial tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi terutama internet. Semua aspek kehidupan bagi generasi ini diekspresikan melalui media. Dengan demikian, perkembangan teknologi sudah mempengaruhi generasi milenial. Pengaruh ini sangat jelas terlihat dalam pemilihan kata atau diksi dan gaya berbahasa mereka. Bagaimanakah pemilihan kata/diksi dan gaya berbahasa generasi milenial? merupakan masalah dalam penelitian ini.  Tujuan dari penelitian ialah mendeskripsikan  pemilihan kata atau diksi dan  gaya berbahasa generasi milenial. Dalam pengumpulan data, digunakan metode simak dan metode cakap. Metode cakap dapat disejajarkan dengan metode wawancara. Dalam analisis data, digunakan metode, editing, koding, dan metode padan. Data diperoleh dari media sosial dan media massa cetak. Teori yang digunakan ialah teori tentang jenis-jenis diksi dan kedwibahasaan. Hasil penelitian menunjukkan diksi yang digunakan oleh generasi milenial ialah diksi khusus, slang, jargon, dan kata asing. Sementara, gaya berbahasa generasi milenial pada umunya menggunakan campur kode, interferensi, dan memutarbalikkan kata.vMillennial generation is related to millennium. The life of the millennial generation cannot beseparated from technology, especially the internet. All aspects of life for this generation areexpressed through the media. Thus, technological developments have influenced the millennialgeneration. This influence is most evident in their diction and language style. What is thediction and language style of the millennial generation? This is a problem in the research. Theresearch objective is to describe the diction and language style of the millennial generation. Toobtain data, the listening method and proficient method were used. The proficient method canbe compared with the interview method. Data obtained from social media and print media.Indata analysis, editing, coding, and matching methods were used. The theory used is about thetypes of diction and bilingualism. The research results show that the diction used by the millennialgeneration is special diction, slang, jargon, and foreign words. Meanwhile, the language styleof the millennial generation generally uses code mixing, interference, and twisting words.