Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalensi depresi pada wanita dengan riwayat keguguran: Studi berbasis data IFLS-5 Herdiyan Maulana; Marty Mawarpury; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu469

Abstract

Keguguran (abortus spontanea) pada wanita dalam masa kehamilan adalah peristiwa traumatik yang berhubungan erat dengan berbagai permasalahan psikologis, seperti kecemasan, gangguan emosi, dan depresi. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan kondisi komorbiditas psikologis, baik itu yang bersifat segera atau di kemudian hari. Studi sebelumnya menunjukkan lebih dari 50% wanita memiliki riwayat keguguran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi faktor-faktor psikologis (religiositas dan kepuasan hidup) dan sosial-demografi (usia, pendidikan, dan status pekerjaan) terhadap gejala depresi pada wanita dengan riwayat keguguran. Data didapatkan dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang ke lima, dengan sampel wanita dewasa yang memiliki riwayat keguguran sebanyak 1097 orang (Musia = 35.7; SD = 9.36). Pengukuran depresi dilakukan dengan skala Brief Centers for Epidemiologic Studies Depression Scale (BCES-D-10). Hasil analisis regresi ganda menunjukkan faktor psikologi dan sosial-demografi secara signifikan memprediksi tingkat gejala depresi. Dinamika faktor demografi terhadap tingkat depresi dan implikasinya turut didiskusikan.
DINAMIKA KECANDUAN TELEPON PINTAR (SMARTPHONE) PADA REMAJA DAN TRAIT MINDFULNESS SEBAGAI ALTERNATIF SOLUSI Laras Prassetio Waty; Endang Fourianalistyawati
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 1, No 2: Juli 2018
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v1i2.11573

Abstract

Remaja merupakan pengguna telepon pintar yang rentan mengalami kecanduan telepon pintar.Perlu ada penanganan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian terdahulu yang dilakukan di negara luar menunjukkan peran trait mindfulness dalam membantu menurunkan kecanduan telepon pintar pada remaja, namun belum ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana trait mindfulness berperan dalam menurunkan perilaku kecanduan telepon pintar pada remaja di DKI Jakarta Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan penyebaran kuesioner kepada 511 remaja dengan rentang usia 13-18 tahun. Berdasarkan hasil screening menggunakan uji kategorisasi hipotetik diperoleh sebanyak 286 subjek yang mengalami kecanduan telepon pintar. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan alat ukur Mindful Attention Awareness Scale (MAAS), dan Smartphone Addiction Scale (SAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness dapat berperan dalam menurunkan perilaku kecanduan telepon pintar pada remaja. Dengan demikian, semakin tinggi skor mindfulness, maka semakin rendah kemunculan perilaku kecanduan telepon pintar. Sebaliknya, semakin rendah skor mindfulness, maka semakin tinggi pula kemunculan perilaku kecanduan telepon pintar.
Hubungan persepsi anak mengenai dukungan sosial orangtua terhadap perilaku mengkonsumsi buah Mina Henrietty Anindia; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 1 No 2 (2013)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu8

Abstract

This research was conducted based on the phenomenon where children are more familiar with foods that have a low nutrient content. Fruit is a healthy food intake component that has many beneits. Child feeding behavior relate to the role of parents in providing social support, including the support provided in the form of emotional support, self-esteem, instrumental, informational, and social networking. Attitude is the evaluation of various aspects of the social world that includes the people around, objects, and ideas. Attitudes are formed from the components of affective, cognitive, and behavioral. All three components must be consistent with one another, so that alignment occurs in the formation of attitudes. Children have the ability to see and judge others, it is called social perception. A total of 70 elementary school students ranging in age from 9-11 years participated in the study. Children with the age range has been progressing more advanced cognitively and socially. In this study, the scale of the study was made by researchers. The results showed that there was a signiicant relationship between children’s perception of the social support parents with children’s attitudes towards the consumption of fruit. Thus, it was suggested to the parties concernedto participate to make efforts to increase consumption of fruit in children, as a way to maintain health.
Peran trait mindfulness terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia Ayu Suci Purnamaning Dyah; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu74

Abstract

Memasuki masa lansia, individu mengalami banyak perubahan pada kondisi fisik, sosial, spiritual dan psikologisnya. Lansia yang tidak siap dengan perubahan tersebut akan rentan terhadap stres. Kondisi yang demikian dapat menurunkan kesejahteraan psikologis (psychological well-being) pada lansia. Untuk menangani permasalahan tersebut, lansia perlu mengembangkan sifat mindfulness (kemampuan untuk berfokus pada apa yang terjadi saat ini) didalam dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah trait mindfulness berperan secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia. Sampel penelitian ialah orang-orang yang sudah tidak bekerja dan berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (n = 120). Penelitian ini menggunakan adaptasi skala Five Facet Mindfulness Questionnaire untuk mengukur trait mindfulness dan Scale of Psychological Well Being untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan empat dari lima dimensi trait mindfulnessberperan signifikan terhadap beberapa dimensi kesejahteraan psikologis. Dimensi-dimensi dari trait mindfulness tersebut yaitu acting with awareness, describing, non-reactivity, dan non-judging. Sementara itu, dimensi lainnya yang tidak berperan adalah observing.
Peran self-compassion dan spiritualitas terhadap depresi pada ibu hamil Alfira Chairunnisa; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu83

Abstract

Kehamilan merupakan peristiwa penting yang menyebabkan adanya perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil, sehingga dapat menimbulkan gejala depresi selama masa kehamilan. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa self-compassionberkorelasi negatif secara signifikan dengan depresi, begitu pula pada spiritualitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran self-compassion dan spiritualitas secara bersama-sama terhadap depresi pada ibu hamil. Penelitian ini melibatkan 125 ibu hamil yang melengkapi kuesioner Edinburgh Posnatal Depression Scale (EPDS), Self-Compassion Scale (SCS), dan Daily Spiritual Experience Scale (DSES). Hasil uji regresi ganda menunjukkan bahwa self-compassion dan spiritualitas memiliki peran yang signifikan secara bersama-sama dalam memprediksi depresi pada ibu hamil. Ibu hamil dengan skor self-compassion yang lebih tinggi mampu memprediksi skor depresi yang lebih rendah meskipun skor spiritualitasnya dibuat tetap, dan sebaliknya. Aspek self-judgement dan persepsi terhadap peristiwa transenden diketahui memiliki kontribusi yang signifikan terhadap depresi pada ibu hamil. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengatasi prevalensi depresi pada ibu hamil yang semakin meningkat.
Adaptasi dan properti psikometri Parental Stress Scale versi Bahasa Indonesia Dewi Kumalasari; Izmiyah Afaf Abdul Gani; Endang Fourianalistyawati
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu527

Abstract

Stres pengasuhan adalah ketegangan yang dialami orang tua terkait peran pengasuhan. Parental Stress Scale (PSS) merupakan instrumen yang telah banyak digunakan untuk mengukur stres pengasuhan yang dialami orang tua. Sejumlah studi di beberapa negara telah berusaha mengungkap validitas konstruk dan reliabilitas dari PSS. Penelitian ini bertujuan untuk menguji properti psikometri Skala Stres Pengasuhan (SSP) yang merupakan adaptasi PSS dengan mengombinasikan pendekatan Analisis Faktor Eksploratori (EFA) dan Analisis Faktor Konfirmatori (CFA). Penelitian ini melibatkan 449 orang tua, khususnya ibu di Indonesia yang memiliki anak berusia 3-12 tahun. Sampel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok sampel secara acak, di mana analisis EFA dilakukan pada kelompok sampel pertama (N = 249) dan analisis CFA dilakukan pada kelompok sampel kedua (N = 200). Hasil analisis statistik menunjukkan struktur dua dimensi dari 15 butir SSP memiliki properti psikometri yang memuaskan.
Measuring Mindfulness in one minute or less: A 10-item short version of the Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) in Indonesian Fourianalistyawati, Endang; Listiyandini, Ratih Arruum; Sahidah, Titi; Kumalasari, Dewi; Grasiaswaty, Novika
Jurnal Online Psikogenesis Vol 11 No 1 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v11i1.3797

Abstract

The Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ) is a scale to measure a person's level of mindfulness. FFMQ has been used extensively in other countries. In multi-construct research, a scale with fewer items is needed but with a qualified psychometric value. The purpose of this study was to obtain a short version of the Indonesian FFMQ which has good psychometric properties. The research was carried out in three stages, namely the adaptation stage, the long form test stage and then the short form test. The sample of this study is Indonesian people who are over 15 years old. The results show that the short form has shown good results. This indicates that the short form version of FFMQ Indonesia has good psychometric properties.
Strategi Peningkatan Motivasi dan Resiliensi Akademik Siswa SMK Melalui Pembekalan Guru Bimbingan Konseling Akmal, Sari Z.; Patnani, Miwa; Nurhayati, Entin; Fourianalistyawati, Endang
Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Vol.5 No.1, October 2024
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/society.v5i1.708

Abstract

Rendahnya motivasi dan resiliensi akademik siswa SMK merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi siswa SMK dan berdampak jangka panjang pada mereka ketika memasuki dunia kerja. Pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman kepada guru BK mengenai strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan resiliensi akademik siswa SMK. Bekal pengetahuan dan pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan guru untuk membantu persoalan siswanya. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan 20 orang guru BK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Bimbingan Konseling SMK Jakarta Pusat. Kegiatan dilakukan selama dua hari dan terdiri atas empat sesi yaitu: pengantar motivasi dan resiliensi akademik, strategi identifikasi permasalahan motivasi dan resiliensi akademik siswa, strategi untuk meningkatkan motivasi dan resiliensi akademik, dan mindfulness sebagai salah satu strategi peningkatan motivasi dan resiliensi siswa. Hasil evaluasi dengan membandingkan skor pre-test dan post-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga memberikan penilaian positif terhadap kegiatan yang dilakukan, seperti: kejelasan materi, kebermanfaatan kegiatan dan kemampuan dan keterbukaan pemateri. Meskipun demikian, kegiatan ini masih perlu dikembangkan dengan melakukan follow-up keberlangsungan program dan melibatkan siswa dalam kegiatan pelatihan.
Adaptation of Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) for parents of children aged 2-12 years Febriani, Zulfa; Setyowati, Retno Budi; Kumalasari, Dewi; Fourianalistyawati, Endang
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.31 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v6i2.7952

Abstract

Mindful parenting intervention programs and characteristics can support positive parenting conditions and have an impact on children's psychosocial development. However, the measurement of mindful parenting has not been widely developed, although one example is the Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) scale, which has good psychological properties and has been validated in several countries. This study aims to obtain evidence of the validity of the interpretation of the Indonesian version of the MIPQ scale (MIPQ-Ind) amongst a population of parents with children aged 2 -12. The participants were 822 parents (268 fathers and 554 mothers) who live in Jakarta, Indonesia. The results, based on the use of the split sample technique and EFA and CFA tests, show that the MIPQ-Ind has two valid factors, as indicated by the index 2/df= 2.8, CFI = 0.9, GFI = 0.96, RMSEA = 0.06 and RMSR = 0.04. The internal structure validity is 0.913 for the ‘being in the moment with child’ (BMC) factor and 0.906 for the mindful discipline (MD) factor. The study shows that the MIPQ-Ind was able to measure mindful parenting in the population of parents with children aged 2-12 in Indonesia.
Peran Trait Mindfulness terhadap Regulasi Emosi pada Remaja Panti Asuhan Ulfah, Uthami; Fourianalistyawati, Endang
Majalah Sainstekes Vol. 11 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ms.v11i2.3914

Abstract

Remaja yang tinggal di panti asuhan mengalami prevalensi permasalahan tinggi terhadap gangguan emosi seperti kepribadian yang inferior, pasif, apatis, menarik diri, mudah putus asa, penuh dengan ketakutan dan kecemasan. Disamping itu, remaja panti asuhan menunjukkan perilaku yang negatif, takut melakukan kontak dengan orang lain, lebih suka sendirian, menunjukkan rasa bermusuhan, lebih egosentrisme. Masalah emosi itu cukup mendominasi dalam hal perkembangan remaja panti asuhan. Oleh karena itu remaja panti asuhan diharapkan mampu meregulasi emosi dalam kehidupannya. Salah satu cara untuk meregulasi emosi dengan baik adalah dengan trait mindfulness. Dalam hal ini tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran trait mindfulness terhadap regulasi emosi pada remaja Panti Asuhan. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) untuk mengukur trait mindfulness dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi. Subjek penelitian ini sebanyak 68 remaja yang tinggal di panti asuhan Jabodetabek dengan rentang usia 11-20 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan peran yang signifikan dari trait mindfulness terhadap regulasi emosi cognitive reappraisal (R=0.074 dengan nilai sig. 0.025<0.05). sementara itu tidak terdapat peran yang signifikan dari trait mindfulness terhadap regulasi emosi exppressive suppression (R=0.037 dengan nilai sig. 0.117> 0.05).