Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER CINTA TANAH AIR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Agung, Rendi Marta; Septianingsih, Sumiyatun; Jazimah, Ipong
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v6i2p229-238

Abstract

Abstract: The development of the 21st century presents challenges for the education sector to produce globally competitive human resources. One crucial demand in 21st-century learning is the cultivation of character. Character is a key aspect in education, and one of them is the character of love for one's homeland. National education in Indonesia faces complexity in addressing students' character issues, including the lack of love for the homeland character among students. This research aims to find appropriate solutions, identify root problems, and discover ways to strengthen the character of love for the homeland among students. The method used is qualitative research with a phenomenological approach, aiming to understand and study human life experiences and seek the essence of those experiences. The research findings show that character encompasses values that govern all aspects of life. The formation of the character of love for the homeland is vital for nation-building. Nationalism and love for one's homeland reflect loyalty, concern, and appreciation for the country and its culture. History education is considered a means to instill nationalism and love for the homeland values in students. Proper history learning can develop a sense of nationalism and love for one's homeland. Teachers play a crucial role in the success of history learning and the formation of the character of love for the homeland in students. By integrating effective history learning and the cultivation of the character of love for the homeland, it is hoped that students will become citizens with a nationalist spirit, caring for their nation and ready to face future challenges. Abstrak: Perkembangan abad ke-21 menghadirkan tantangan bagi dunia pendidikan untuk menghasilkan SDM yang kompetitif secara global. Salah satu tuntutan penting dalam pembelajaran abad ke-21 adalah pembentukan karakter. Karakter menjadi aspek kunci dalam pendidikan, dan salah satunya adalah karakter cinta tanah air. Pendidikan nasional di Indonesia menghadapi kompleksitas dalam mengatasi masalah karakter siswa, termasuk rendahnya karakter cinta tanah air pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi yang sesuai, mengidentifikasi akar masalah, dan menemukan solusi untuk menguatkan karakter cinta tanah air pada siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yang bertujuan untuk memahami dan mempelajari pengalaman hidup manusia serta mencari hakikat pengalaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang meliputi segala aspek kehidupan. Pembentukan karakter cinta tanah air sangat penting dalam pembangunan bangsa. Nasionalisme dan cinta tanah air mencerminkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan terhadap negara dan budaya bangsa. Pendidikan sejarah dianggap sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan cinta tanah air pada siswa. Pembelajaran sejarah yang tepat dapat mengembangkan semangat nasionalisme dan cinta pada tanah air. Guru memiliki peran krusial dalam keberhasilan pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter cinta tanah air pada siswa. Dengan mengintegrasikan pembelajaran sejarah yang efektif dan pembentukan karakter cinta tanah air, diharapkan siswa akan menjadi warga negara yang berjiwa nasionalis, peduli terhadap bangsa dan negaranya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Evaluasi Pembelajaran Model CIPP (Context, Input, Process, And Product) Pada Materi Sejarah Asia Selatan Ipong Jazimah; Septianingsih, Sumiyatun
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v11i3.69851

Abstract

The ability to carry out evaluations is a basic ability that must be possessed by all educators and prospective educators. In line with the curriculum change to an independent curriculum, the evaluation model must be more active and creative by involving all students' thinking skills, namely cognitive, affective, and psychomotor. This research was conducted to reveal 1) How the CIPP model learning evaluation is used on South Asian history material. 2) What are the results of the CIPP model learning evaluation on South Asian history material? This research was conducted on students of the History Education Study Program, FKIP UMP who were taking the South Asian History course in the even semester 2022/2023 using qualitative research methods. Data sources consist of informants, observation notes, and documents. Data collection was carried out through interviews, observation, and document analysis. Data validity is carried out by data triangulation. Data analysis uses interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and conclusion. This research resulted in the conclusion that 1) The CIPP model evaluation can be used to evaluate learning of South Asian history material. 2) The products resulting from the CIPP model evaluation of South Asian history material are concept maps and map images of the South Asian region. Keywords: Learning evaluation, CIPP model evaluation, South Asian material
Asesmen Pembelajaran pada Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Mata Pelajaran Sejarah Kurikulum Merdeka Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 7 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v7i1.6437

Abstract

Learning assessments are carried out to interpret various kinds of information about student learning processes and outcomes. It is important to carry out assessments to see the extent of the success of learning. This research aims to reveal 1) How learning is assessed in the Teacher's Guidebook and Student's Book for history subjects in the Merdeka Curriculum. 2) What are the advantages and disadvantages of learning assessment in the Teacher's Handbook and Student's Book for history subjects in the Merdeka Curriculum. This research uses descriptive qualitative research methods with document study. Data validity is carried out by data triangulation. Data analysis uses interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results showed that the assessment used consisted of 2 forms, namely diagnostic assessment and formative assessment. Formative assessment consists of self-assessment and summative assessment. When analyzed, the assessment carried out uses operational keywords in the cognitive, affective and psychomotor domains. The advantage of the assessment used is that it is varied and explores many students' abilities to support the development of students' creativity and independence. The disadvantage of assessment is that it requires quite a lot of time to complete all the assessments carried out, so the teacher's workload also increases. Key words: learning assessment, history books, independent curriculum
PELATIHAN BUDIDAYA TANAMAN OBAT BUNGA TELANG SEBAGAI SUMBER IMUNITAS TUBUH MASA PANDEMI COVID 19 DI PAGUYUBAN IBU-IBU CLUSTER CIBEREM INDAH SUMBANG BANYUMAS Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v6i2.415

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah masih rendahnya pengetahuan ibu-ibu di Cluster Ciberem Indah tentang tanaman obat bunga telang dan pemanfaatannya sebagai sumber imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19, serta rendahnya budidaya tanaman obat bunga telang di Cluster Ciberem Indah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan budidaya tanaman obat bunga telang sebagai sumber imunitas tubuh di masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Kelompok sasaran yang mengikuti pengabdian yaitu Paguyuban Ibu-Ibu Cluster Ciberem Indah Sumbang Banyumas. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta tentang budidaya tanaman obat bunga telang.
Biografi Mumu Alimudin : Tokoh Pendiri Kampung Angklung di Ciamis Tahun 1966-2024 Turohmah, Annisa; Nugroho, Arifin Suryo; Septianingsih, Sumiyatun
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1572

Abstract

Biografi merupakan kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Dalam biografi biasanya digambarkan perjalanan hidup seorang tokoh mulai dari masa kecilnya, termasuk latar belakang keluarga dan lingkungan tempat ia tumbuh. Penelitian ini mengkaji tentang biografi tokoh pendiri kampung angklung di Ciamis Mumu Alimudin atau kerap disapa Mumu angklung adalah seorang tokoh pendiri kampung angklung yang berada di desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dan penelitian sejarah dengan mencakup tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta wawancara guna menggali informasi secara mendalam dari para narasumber yang mengetahui sejarah komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Kisah hidup Mumu Alimudin mencerminkan perjalanan inspiratif seorang tokoh lokal yang berperan besar dalam pelestarian budaya angklung dan pemberdayaan masyarakat. Mumu juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang rendah hati, aktif di berbagai kegiatan sosial, dan menanamkan nilai-nilai kemandirian serta kerja keras kepada keluarganya. Ia berhasil mengintegrasikan aspek budaya, ekonomi, dan pendidikan melalui angklung, dengan jangkauan pemasaran hingga luar Pulau Jawa. Meski menghadapi tantangan, termasuk dampak pandemi, semangatnya tetap teguh dalam mengembangkan warisan budaya Sunda.
Sejarah Lembaga Pemasyarakatan Pulau Nusakambangan Cilacap 1998 – 2015 Ningrum, Ratri Radhitya; Priyadi, Sugeng; Septianingsih, Sumiyatun
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 24 (2025): Proceedings of International Student Conference on Education (ISCE) 2025
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v24i.1597

Abstract

Lapas Nusakambangan berdiri sejak masa kolonial Belanda sekitar tahun 1908 yang berawal dari rencana pembangunan benteng pertahanan di Nusakambangan. Pada Periode 1998 hingga 2015 merupakan salah satu fase perkembangan dalam sejarah Lapas Nusakambangan dengan dinamika politik dan hukum di Indonesia yang mengalami perubahan besar. Periode ini juga ditandai dengan adanya kasus kejahatan-kejahatan berat seperti terorisme dan narkotika dan Nusakambangan sering kali mendapat perhatian publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Lapas Nusakambangan pada periode tersebut,menganalisis pengelolaan narapidana dan mengidentifikasi kegiatan pembinaan di Lapas Nusakambangan. Metode yang digunakan yaitu metode sejarah, dengan melalui tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Keberadaan Lapas di pulau ini tidak hanya menjadi bagian dari sistem penegakan hukum, tetapi juga berdampak pada citra Pulau Nusakambangan sebagai tempat penegakan sanksi hukum tertinggi di Indonesia. Selain itu, banyak pelaku kejahatan yang dipindahkan ke Lapas-lapas di Pulau Nusakambangan, mengingat fasilitas ini memiliki keamanan yang sangat ketat. Hal ini menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengelolaan Lapas di Pulau Nusakambangan, termasuk dalam hal kapasitas penahanan, kondisi fasilitas, dan pendekatan pembinaan bagi para narapidana.