Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Mitologi Sejarah Eropa Kuno : Studi Tentang Pemahaman Sejarah Dan Mitologi Pada Mata Kuliah Historiografi Di Semester IV Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto Luwistiana, Farida; Jazimah, Ipong
Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014 2014: Proceeding Seminar Hasil Penelitian LPPM 2014, 6 September 2014
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap masalah pokok mengenai (1) Fungsi dan kedudukan mitologi dalam sejarah; (2) Pemahaman dan sikap mahasiswa dalam mempelajari mitologi Eropa Kuno; (3) Pendekatan yang digunakan dalam mempelajari mitologi Eropa Kuno. Penelitian ini dilakukan pada Prodi pendidikan sejarah FKIP UMP, mata kuliah Historiografi yang ditempuh di semester IV. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskritif. Sumber data terdiri atas informan dan aktifitas belajar. Pengambilan data ditempuh dengan tehnik wawancara dan observasi. Teknik cuplikan yang digunakan adalah purposive sampling. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan yang berinteraksi dengan pengumpulan data secara siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mitologi sebagai dari pola pikir masyarakat mempunyai peran dalm sejarah, karena merupakan bagian dari perkembangan masyarakat. Perkembangan dan perubahan jaman akan membawa dampak dalam perubahan kepercayaan masyarakat, sehingga perubahan ini harus dimaknai dan dipahami agar tidak disikapi secara subyektif oleh generasi yang lahir kemudian. Selain itu karena berkaitan dengan pola pikir manusia dan sistim kepercayaan, maka diperlukan pendekatan secara Hermeneutik atau memahami secara menyeluruh mengenai jiwa jaman.  Kata Kunci : Historiografi, Mitologi Eropa, Hermeneutik
MALARI: STUDI GERAKAN MAHASISWA MASA ORDE BARU Jazimah, Ipong
Jurnal Agasthia Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Agasthia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) latar belakang terjadinya Peristiwa Malaria 1974; 2) Kronologi peristiwa Malaria 1974; dan 3) Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa Malaria 1974 menyangkut kebijakan pemerintah terhadap kegiatan mahasiswa di kampus.Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang tahapannya meliputi heuristik, kritik sumber (verifikasi), interpretasi dan penyajian (historiografi). Sumber yang akan dipakai dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah koran sejaman, sementara sumber sekunder adalah buku-buku yang ditulis oleh sejarawan berikutnya.Peristiwa Malari bisa dikatakan sebagai titik awal perlawanan terhadap Soeharto secara besar-besaran, ditandai dengan adanya aksi pembakaran, perusakan, dan kerusuhan yang menyebabkan beberapa korban meninggal dan luka-luka. Sebelum Malari memang telah ada aksi mahasiswa menggugat, aksi Golongan Putih dan sebagainya. Tetapi tidak mampu mengikutsertakan massa dalam jumlah yang cukup signifikan. Namun peristiwa Malari bagi generasi muda yang lahir pada tahun 1973 tidak cukup dikenal dengan baik. Bagi mereka, peristiwa Malari adalah “Peristiwa ribut-ribut di Monas”.Ada juga yang melihat peristiwa Malari sebagai konspirasi para jenderal yang tidak memiliki sandaran politik dalam struktur kala itu, dengan memakai mahasiswa untuk dijadikan alat politik terhadap para petinggi Orde Baru saat itu. Apa pun yang dikatakan oleh generasi muda, namun bagi para pelaku Malari, peristiwa Malapetaka 15 Januari itu adalah momentum awal memanfaatkan kontradiksi di kalangan militer untuk mempertajam kekuatan-kekuataan pro status quo dengan kekuatan yang pro perubahan bagi kepentingan rakyat banyak. Kata kunci: Malari, Gerakan Mahasiswa, Orde baruKata Kunci: Malari, Gerakan Mahasiswa, Orde baru
MUATAN SEJARAH PERISTIWA KONTROVERSIAL (SEJARAH KONTROVERSIAL) PADA BUKU TEKS SEJARAH SMA KURIKULUM 2013 Nugroho, Arifin Suryo; Jazimah, Ipong
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui muatan peristiwa sejarah kontroversial apa saja yang terdapat dalam buku teks Sejarah SMA kurikulum 2013, dan sebab peristiwa sejarah kontroversial muncul dalam penulisan sejarah, tidak terkecuali dalam buku teks. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, meskipun untuk mengungkap permasalahan yang terjadi, peneliti juga mempertimbangkan waktu  dan tempat dalam dimensi sejarah. Hal ini karena dalam obyek kajiannya lebih melihat pada fenomena kekinian dan bukan fenomena sejarah. Rancangan penelitian diarahkan pada studi dokumentasi (study document), dan studi kepustakaan (library study).Hasil dari penelitian ini adalah terdapat beberapa peristiwa sejarah kontroversial yang termuat dalam buku teks sejarah SMA kurikulum 2013 kelas 10, 11, dan 12 yaitu mengenai teori-teori masuknya Islam ke Indonesia, organisasi bersifat nasional yang pertama, Serangan Umum 1 Maret 1949, Gerakan 30 September 1965, dan Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). Peristiwa sejarah yang bersifat kontroversial muncul sebagai bagian dari persepsi atas tafsir atau interpretasi terhadap peristiwa sejarah itu sendiri. Kata kunci: buku teks SMA, sejarah kontroversial 
Penggunaan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Berbasis Model HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Pembelajaran Daring di LMS (Learning Management System) Onlineclass UMP Matakuliah Sejarah Australia dan Oseania Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) Bagaimana penggunaan metode pembelajaran project based learning pada matakuliah Sejarah Australia dan Oseania (2) Bagaimana penerapan ranah kognitif HOTS (menganalisis, mengevaluasi, mencipta) pada project based learning matakuliah Sejarah Australia dan Oseania (3) Apa saja produk pembelajaran yang dihasilkan dengan metode pembelajaran project based learning pada matakuliah Sejarah Australia dan Oseania?. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri atas dokumen dan informan. Dokumen berupa buku, majalah, dan jurnal. Pengambilan data ditempuh dengan mencatat dokumen, observasi, dan wawancara. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa 1) Model pembelajaran project based learning efektif digunakan untuk pembelajaran 2) Kognitif HOTS bisa lebih tereksplorasi dengan metode project based learning 3) Produk pembelajaran dari project based learning adalah video, peta konsep, dan peta bergambar.Kata kunci : HOTS, Pembelajaran daring, Project based learningThis study aims to reveal (1) how to use project-based learning methods in the Australian and Oceanian History course (2) how to apply the HOTS cognitive domain (analyze, evaluate, create) in project-based learning Australian and Oceanian History courses (3) What are the learning products produced by the project-based learning method in the Australian and Oceanian History course. This study uses a qualitative approach. Data sources consist of documents and informants. Documents in the form of books, magazines, and journals. Data collection was taken by recording documents, observations, and interviews. The validity of the data is done by data triangulation. Data analysis used interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research concludes that 1) the Project-based learning model is effectively used for learning 2) HOTS cognitive can be explored more with project-based learning method 3) Learning products from project-based learning are videos, concept maps, and picture maps.Keywords: HOTS, Pembelajaran daring, Project-based learning
PENGEMBANGAN DESA KALIBAGOR BANYUMAS SEBAGAI DESA SENTRA WISATA KERAJINAN PAYUNG KERTAS TRADISIONAL Arifin Suryo Nugroho; Ipong Jazimah; Wildan Nurul Fajar
Khazanah Pendidikan Vol 14, No 1: September 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v14i1.8476

Abstract

ABSTRACTKalibagor Village, Kalibagor District, Banyumas has the potential forcrafting paper umbrellas that have been passed down from generation togeneration. This partner village program aims to raise the potential for paperumbrella craft tourism in Kalibagor Village by preparing village resourcesthrough training and providing tools that support the promotion of KalibagorVillage as a paper umbrella craft Tourism Village. This activity lasted for 8months, involving 1 chief executive, 2 members, and the participation of UMPHistory Education students. The output program is in the form of scientificjournal articles, travel guides for paper umbrella crafts, and intellectualproperty rights in the form of copyrights.Keywords: tourism village, umbrella craft
PENULISAN SKENARIO DRAMA BERSETTING SEJARAH UNTUK OSIS SMP MUHAMMADIYAH SUMBANG BANYUMAS Arifin Suryo Nugroho; Ipong Jazimah
Khazanah Pendidikan Vol 12, No 2: Maret 2019
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v12i2.4294

Abstract

ABSTRACTThe problem discussed by partners is the limitations of students in terms ofunderstanding history and making drama scenarios, especially drama scenarioswith historical settings. This program aims to support creativity and students inreconstructing a historic event. Reconstruction then continued in making dramascenarios. Writing historical drama scenarios can provide alternative dramaperformances at school. Another benefit is fostering a sense of nationalism andnationality in students. The method used is training and mentoring. The resultsof this study are the increasing ability of students in making drama scenarioswith historical settings.Keywords: Student Council students, drama scenarios, historical understanding
MODEL DIRECT INSTRUCTION UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENETAPAN ANGKA KREDIT GURU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI CALON GURU SEJARAH PROFESIONAL Ipong Jazimah; Arifin Suryo Nugroho
Khazanah Pendidikan Vol 14, No 1: September 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v14i1.8471

Abstract

ABSTRACTThe problems in this study are 1) How to apply the direct instruction model to developthe ability to determine teacher credit points as an effort to increase the competence ofprospective professional history teachers 2) What are the results of improving studentabilities that have been achieved by applying the direct instruction model 3) What arethe obstacles faced and how to attempt to solve it. This research uses a qualitativeapproach. Data sources consist of documents and informants. Documents in the form ofbooks, magazines, journals, pretest and posttest results. Data were collected byrecording documents, observations, and interviews. The data validity was done by meansof data triangulation. Data analysis used interactive analysis with three stages ofanalysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Thisresearch results in the conclusion that 1) The direct instruction learning model canimprove understanding of the material, 2) Studying the material for teacher credit scoresmakes education study program students more creative and innovative in creating newideas, 3) The need for educational study program students to be equipped with the abilitymaterial for teacher credit scores so that later when they become teachers they becomeprofessional teachers with teacher professional rank lines.Keywords: Direct instruction learning model, teacher credit score
PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN SINTESIS MAHASISISWA PADA MATA KULIAH KAJIAN KURIKULUM DAN BUKU TEKS Sumiyatun Septianingsih; Ipong Jazimah
Khazanah Pendidikan Vol 13, No 2: Maret 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jkp.v13i2.6979

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to (1) reveal the increase in analysis and synthesis of studentsthrough the implementation of cooperative learning approaches with the Problem BasedLearning (PBL) method, (2) find out the learning problems experienced by students andtheir solutions. This research was conducted with the stages similar to classroom actionresearch consisting of: (1) action planning (plan), (2) implementing the action (do) and(3) observation and reflection (see). The subjects of the research in this study were thefourth semester students of History Education Study Program in the academic year2018/2019, as many as 26 students. This research was conducted in February-June2019. The subject taken in this study was A Study of Curriculum and Textbooks. Datacollection techniques were done by interview, observation and literature study.Triangulation was employed to validate the data, namely, (1) source or datatriangulation, (2) method triangulation, and (3) theory triangulation. The data obtainedwere then analyzed using qualitative descriptive through four stages, consisting of; datacollection, data reduction, data presentation and drawing conclusions or verification.The results of this study indicated that in the first cycle the average of synthesis analysisthinking ability in the group category was 61.1% in the fair category and 38.9% in thegood category, in the second cycleit increased to 50% in the good category and 50%good enough category. In the individual category 50% are in the fair category, 38.5%in the good category and 11.5% in the poor category, while in the second cycle, it raisedto 53.8% in the good category, 34.6% in the fair category, and 11.5% in the poorcategory. Furthermore, in the cycle III the mean of synthesis analysis thinking ability forthe group category was 94.4% in the good category and 5.6% in the fair category. Inthe individual category 65.4% was in the good category and 34.6% was in the faircategory. Based on these results, it could be concluded that the increase of students’synthesis analysis thinking ability in group was quite good, including for individualabilities. The lack of students’ interest in reading became a major factor in otherresearch findings.Keywords: Problem Based Learning (PBL), lesson study, analytical and synthesis
S.K. TRIMURTI: PEJUANG PEREMPUAN INDONESIA Ipong Jazimah
Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 1 (2016): JURNAL SEJARAH DAN BUDAYA, JUNI 2016
Publisher : Jurnal Sejarah dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.067 KB) | DOI: 10.17977/sb.v10i1.5915

Abstract

Abstrak. S.K. Trimurti adalah seorang tokoh perempuan yang memiliki peran sangat besar dalam perjuangan Indonesia. Berguru langsung kepada Soekarno dan berpartisipasi aktif dalam Partindo adalah salah satu fase penting yang membentuk kepribadian dan jiwa perjuangannya. Dikenal berani, lantang, dan sangat nasionalis S.K. Trimurti saat itu cukup merepotkan pemerintah Belanda. Kesimpulan dari artikel ini menunjukkan bahwa perempuan juga mempunyai tempat yang sama pentingnya dengan laki-laki di masa perjuangan kemerdekaan dan setelahnya. Dibuktikan dengan posisi S.K. Trimurti sebagai ketua Partai Buruh Indonesia, ketua Barisan Buruh Wanita, Ketua Gerwis, Menteri Perburuhan, dan juga pemimpin surat kabar seperti Pesat dan Mawas Diri.  Sebagai bagian dari historiografi, tulisan singkat ini tidak mengabaikan metode penelitian historis yang terdiri dari 4 langkah yaitu: (1) heuristik (pengumpulan sumber) yang berupa buku dan surat kabar; (2) kritik sumber dalam rangka mendapatkan sumber yang akurat; (3) interpretasi atau penafsiran terhadap data-data; (4) historiografi atau penyajian data.  Abstract. S.K. Trimurti is a figure having a significant role in pursuing Indonesian Independence. She inspired by Soekarno and actively participating in Partindo is one phase shaping her personality and her spirit of struggle. She is well-known as a brave and nationalistic woman. She is also known as a stone for the Dutch government. It could be clearly seen that woman has also a place in the period of Indonesian revolution. S.K. Trimurti roles as a chair of Indonesian Labour party, a chair of Women Labour, a chair of Gerwis, a Ministry of labour, and a chair of some newspapers of Pesat and Mawas Diri. As a part of historiography, this short article does not ignore the historical method. This method consisted of four steps of (1) heuristic of books and newspapers; (2) verification in searching accurate data; (3) interpretation on teh data; and (4) historiography.
MALARI: Studi Gerakan Mahasiswa Masa Orde Baru Ipong Jazimah
AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 01 (2013)
Publisher : UNIVERITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.295 KB) | DOI: 10.25273/ajsp.v3i01.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: 1) latar belakang terjadinya Peristiwa Malaria 1974; 2) Kronologi peristiwa Malaria 1974; dan 3) Dampak yang ditimbulkan dari peristiwa Malaria 1974 menyangkut kebijakan pemerintah terhadap kegiatan mahasiswa di kampus. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang tahapannya meliputi heuristik, kritik sumber (verifikasi), interpretasi dan penyajian (historiografi). Sumber yang akan dipakai dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer yang digunakan adalah koran sejaman, sementara sumber sekunder adalah buku-buku yang ditulis oleh sejarawan berikutnya. Peristiwa Malari bisa dikatakan sebagai titik awal perlawanan terhadap Soeharto secara besar-besaran, ditandai dengan adanya aksi pembakaran, perusakan, dan kerusuhan yang menyebabkan beberapa korban meninggal dan luka-luka.  Sebelum Malari memang telah ada aksi mahasiswa menggugat, aksi Golongan Putih dan sebagainya. Tetapi tidak mampu mengikutsertakan massa dalam jumlah yang cukup signifikan. Namun peristiwa Malari bagi generasi muda yang lahir pada tahun 1973 tidak cukup dikenal dengan baik. Bagi mereka, peristiwa Malari adalah “Peristiwa ribut-ribut di Monas”. Ada juga yang melihat peristiwa Malari sebagai konspirasi para jenderal yang tidak memiliki sandaran politik dalam struktur kala itu, dengan memakai mahasiswa untuk dijadikan alat politik terhadap para petinggi Orde Baru saat itu. Apa pun yang dikatakan oleh generasi muda, namun bagi para pelaku Malari, peristiwa Malapetaka 15 Januari itu adalah momentum awal memanfaatkan kontradiksi di kalangan militer untuk mempertajam kekuatan-kekuataan pro status quo dengan kekuatan yang pro perubahan bagi kepentingan rakyat banyak.