Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Determinants of budget forecast errors and their impacts on budget effectiveness: evidence from Indonesia Siregar, Baldric; Susanti, Lilis
Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura Vol. 21 No. 3 (2018): December 2018 - March 2019
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v21i3.1468

Abstract

This research attempts to identify the determinants of budget forecast errors and explore the impact of the errors on the budget effectiveness. This study differs from the earlier studies such as including covering 90% of districts and cities, other studies on budget forecast error have not addressed how financial and governmental characteristics effect budget forecast error, and using a structural model to test the factors effecting budget forecast error and their impacts on budget effectiveness. The data are derived from Central Bureau of Statistics and local government website. It used the data of 444 local government for the period of 2006 to 2013, and analyzed them using a partial least square for testing the hypotheses. The results show that the significant factors affecting budget forecast errors are revenue growth, expenditure growth, and government complexity. The higher the revenue growth the greater the likelihood of budget forecast errors. Likewise, the greater the spending growth, the greater the budget forecast errors. The empirical evidence also suggests that budget forecast errors are bad for the economy. The implications of this findings are that local government must be more careful in projecting a growing income and expenditure budget, coordinate well so that work units can develop accurate budgets, and carry out a better monitoring function for all the main stages of budgeting.
EDUKASI KEBUTUHAN GIZI PADA REMAJA DI MA BABUL ULUM MARIANA BANYUASIN Susanti, Lilis
Khidmah Vol 2 No 1 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i1.305

Abstract

Pertumbuhan yang pesat termasuk fungsi reproduksi sehinggan mempengaruhi terjadinya perubahan –perubahan perkembanggan baik fisik, mental, maupun peran sosial Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energy dan akan menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Hal ini dapat berdampak pada gangguan haid, tetapi akan membaik bila asupan nutrisinya baik dan ketidak seimbangan antara asupan dan keluaran energi mengakibatkan pertumbuhan berat badan. Obesitas yang muncul pada usia remaja cenderung berlanjut kedewasa hingga kelansia sementara obesitas itu sendiri merupakan salah satu faktor resiko penyakit regenerasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah Memberian informasi kebutuhan gizi pada siswa/siswi MA Babul Ulum Banyuasin sehingga mahasiswa mengetahui akan kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh dan siswa tidak asal makan – makan yang hanya menganyakan saja. Berdasarkan permasalahan yang ada dilapangan maka penulis memberikan edukasi secara langsung melalui penyuluhan tentang makanan yang dibutukan oleh tubuh kepada siswa/siswi tentang kebutuhan gizi terutama untuk pertumbuhan sistim reproduksi, terhidar dari penyakit degeneratif. Program ini dilaksanakan pada 24 April 2019 di MA Babul Ulum Mariana Banyuasin I. Sasaran kegiatan ini adalah remaja atau Siswa/siswi MA Babul Ulum Maiana, berjumla 32 orang. Program kegitan terdiri dari penilaian pengetahuan remah tentang makanan yang sehat dan mengandung gizi. Sebelum intervensi penyuluhan ( pretest) dan penilaian pengetahuan setalah (posttest). Berdasarkan evaluasi terjadinya peningkatan pretes 65 dan skor pengetahuan rata 80. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman pada siswi. Adolescence is a transition from childhood to adulthood, during which time there was rapid growth including reproductive function so that it affects the developmental changes both physical, mental, and social role. Nutrition is a process of organism using transportation, storage, metabolism and removal of substances that are not used to maintain life ormal growth and function of the organs and produce energy Nutrition is lacking or limited in addition to affecting growth, bodily functions, will also cause disruption of reproductive function. This can have an impact on menstrual disorders, but will improve if good nutritional intake and an imbalance between energy intake and output results in weight growth. Obesity that emerges in adolescence tends to continue to add food into adulthood while obesity itself is a risk factor for regeneration. The purpose of this activity is to provide information on nutritional needs of students in the Babul Ulum Banyuasin MA. Based on these problems, the authors provide education directly to students about nutritional needs, especially for the growth of the reproductive system, avoid degenerative diseases. Program ini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2019 di MA Babul Ulum Mariana Banyuasin I. The target of this activity is teenagers or students of MA Babul Ulum Maiana. The activity program consists of assessing adolescent knowledge about healthy and nutritious foods. Before the counseling intervention (pretest) and assessment of knowledge after (posttest). based on the evaluation of an increase in pretest 65 and an average knowledge score of 80. This activity is expected to be able to provide understanding to students.
EDUKASI KESIAPAN REMAJA DINI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SD 7 MUHAMMADIYAH PALEMBANG Susanti, Lilis
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.352

Abstract

Menarche (menstruasi) merupakan salah satu aspek kematangan seksual yang pertama kali terjadi pada masa puberitas seorang wanita. Menstruasi terjadi secara regular setiap bulan akan membentuk siklus menstruasi, yang menunjukkan bahwa organ-organ reproduksi seorang wanita berfungsi dengan baik. Usia terjadinya Menarche dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ras, keadaan gizi, dan kesehatan. Menarche biasanya terjadi pada usia 13 tahun dengan rentang usia 9-15 tahun. Menarche merupakan proses alamiah yang normal dialami remaja putri menarche sering membuat panik remaja. Kurangnya pengetahuan anak dan ketidaksiapan menghadapi menarche mengakibatkan kecemasan dan ketakutan tersendiri bagi mereka, dikarenakan anak tidak cukup mendapat informasi mengenai menarche dan yang menjadi penyebab terjadinya sehingga menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan, persepsi yang negatif terhadap menarche dan ketidaksiapan secara psikologis. kesiapan mental juga sangat dibutuhkan pada masa puberitas ini, karena dengan mental yang tidak siap akan memunculkan suatu persepsi yang negatif terhadap menarche, maka dari itu peranan orang tua, dan sekolah penting untuk memberikan suatu informasi yang berkaitan dengan masa puberitas. Selain kurangnya pengetahuan terhadap menarche, remaja juga kurang pemahaman mengenai personal hygiene yang tepat sehingga seringkali personal hygiene saat menstruasi kurang baik dan bahkan salah. Tujuan dari pengabdian Masyarakat adalah memberikan Edukasi Kesiapan Remaja Dini Dalam Menghadapi Menarche sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pengetahuan terkait menarche. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk konseling pada remaja tentang Menarche.Target dari luaran ini adalah leafket dan publikasi jurna pengabmas. kegiatan ini dihadiri 15 orang siswa anak SD Muhammadiyah 7 Palembang, peserta menyimak dan memperhatikan penjelasan yang diberikan.
Pengolahan Nugget Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) Sebagai Makanan Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Di Posyandu Mutiara Kasih Kelurahan 16 Ulu Palembang Susanti, Lilis
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.469

Abstract

Stunting is a national priority health problem. Stunting prevention involves the active role of the community, households and parents with children. The national stunting prevalence in Indonesia in 2023 is 21.6%, the target the government wants to achieve in 202 is 14%. Patin fish is one of Indonesia's mainstay commodities. The nutritional value of fresh catfish contains 12.6 - 15.6% protein, 1.09 - 5.8% fat, 0.74 - 3.5% ash and 80 - 3.5% water. 85 %. Furthermore, in the form of fish protein concentrate, the nutritional value contains 75.31% protein, 2.79% fat, 2.14% ash and 6.39% water. This program was implemented in January 2023 at Posyandu Mutiara Kasih and the target of the activities was mothers with children under five in the 16 Ulu sub-district. In implementing this program, several stages were carried out, such as preparation and coordination with the posyandu, local health center, conducting counseling and demonstrations about processing catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. The hope is that after conducting outreach and demonstrations, mothers in the 16 Ulu sub-district will be able to know about stunting and the processing of catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. As a result of the activity, it is hoped that mothers in 16 Ulu sub-district will be able to process catfish nuggets made from catfish independently and apply them as a side dish for toddlers in everyday life. Keywords: Stunting, Catfish, Toddlers Stunting is a national priority health problem. Stunting prevention involves the active role of the community, households and parents with children. The national stunting prevalence in Indonesia in 2023 is 21.6%, the target the government wants to achieve in 202 is 14%. Patin fish is one of Indonesia's mainstay commodities. The nutritional value of fresh catfish contains 12.6 - 15.6% protein, 1.09 - 5.8% fat, 0.74 - 3.5% ash and 80 - 3.5% water. 85 %. Furthermore, in the form of fish protein concentrate, the nutritional value contains 75.31% protein, 2.79% fat, 2.14% ash and 6.39% water. This program was implemented in January 2023 at Posyandu Mutiara Kasih and the target of the activities was mothers with children under five in the 16 Ulu sub-district. In implementing this program, several stages were carried out, such as preparation and coordination with the posyandu, local health center, conducting counseling and demonstrations about processing catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. The hope is that after conducting outreach and demonstrations, mothers in the 16 Ulu sub-district will be able to know about stunting and the processing of catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. As a result of the activity, it is hoped that mothers in 16 Ulu sub-district will be able to process catfish nuggets made from catfish independently and apply them as a side dish for toddlers in everyday life.
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA MELALUI METODE “BESTIE” Gustirini, Ria; Susanti, Lilis; Valencia, Frenalia Valeri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1217

Abstract

Remaja adalah masa peralihan sebelum menjadi dewasa. Remaja mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang cepat baik secara intelektual, psikologis, sosial, serta pematangan organ seksual. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, haus akan petualangan dan tantangan, serta cenderung mengambil risiko tanpa pertimbangan matang. Remaja cenderung merasa malu untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang organ reproduksinya . Oleh karena itu, orang tua dan guru khawatir bahwa pengetahuan tentang perkembangan alat reproduksi dan fungsinya justru mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah. Keadaan lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk pendidikan kesehatan reproduksi juga memberikan pengaruh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja di SMA Muhammadiyah 3 Kota Palembang dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dan masalah-masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja serta pencegahannya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode metode “bestie” best sex education, informative and educative. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada remaja setelah dilakukan edukasi berdasarkan hasil pre dan post test yaitu rerata peningkatan sebesar 30 poin (p<0,05). Diharapkan metode “bestie” (Best Sex Education, Informative and Educative) dapat membantu remaja dalam mendapatkan informasi dengan cara yang lebih asik dan menarik tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dari permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja