Lilis Susanti, Lilis
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya, Malang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EDUKASI KESIAPAN REMAJA DINI DALAM MENGHADAPI MENARCHE DI SD 7 MUHAMMADIYAH PALEMBANG Susanti, Lilis
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.352

Abstract

Menarche (menstruasi) merupakan salah satu aspek kematangan seksual yang pertama kali terjadi pada masa puberitas seorang wanita. Menstruasi terjadi secara regular setiap bulan akan membentuk siklus menstruasi, yang menunjukkan bahwa organ-organ reproduksi seorang wanita berfungsi dengan baik. Usia terjadinya Menarche dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ras, keadaan gizi, dan kesehatan. Menarche biasanya terjadi pada usia 13 tahun dengan rentang usia 9-15 tahun. Menarche merupakan proses alamiah yang normal dialami remaja putri menarche sering membuat panik remaja. Kurangnya pengetahuan anak dan ketidaksiapan menghadapi menarche mengakibatkan kecemasan dan ketakutan tersendiri bagi mereka, dikarenakan anak tidak cukup mendapat informasi mengenai menarche dan yang menjadi penyebab terjadinya sehingga menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan, persepsi yang negatif terhadap menarche dan ketidaksiapan secara psikologis. kesiapan mental juga sangat dibutuhkan pada masa puberitas ini, karena dengan mental yang tidak siap akan memunculkan suatu persepsi yang negatif terhadap menarche, maka dari itu peranan orang tua, dan sekolah penting untuk memberikan suatu informasi yang berkaitan dengan masa puberitas. Selain kurangnya pengetahuan terhadap menarche, remaja juga kurang pemahaman mengenai personal hygiene yang tepat sehingga seringkali personal hygiene saat menstruasi kurang baik dan bahkan salah. Tujuan dari pengabdian Masyarakat adalah memberikan Edukasi Kesiapan Remaja Dini Dalam Menghadapi Menarche sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya pengetahuan terkait menarche. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk konseling pada remaja tentang Menarche.Target dari luaran ini adalah leafket dan publikasi jurna pengabmas. kegiatan ini dihadiri 15 orang siswa anak SD Muhammadiyah 7 Palembang, peserta menyimak dan memperhatikan penjelasan yang diberikan.
Pengolahan Nugget Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) Sebagai Makanan Untuk Pencegahan Stunting Pada Balita Di Posyandu Mutiara Kasih Kelurahan 16 Ulu Palembang Susanti, Lilis
Khidmah Vol 6 No 1 (2024): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v6i1.469

Abstract

Stunting is a national priority health problem. Stunting prevention involves the active role of the community, households and parents with children. The national stunting prevalence in Indonesia in 2023 is 21.6%, the target the government wants to achieve in 202 is 14%. Patin fish is one of Indonesia's mainstay commodities. The nutritional value of fresh catfish contains 12.6 - 15.6% protein, 1.09 - 5.8% fat, 0.74 - 3.5% ash and 80 - 3.5% water. 85 %. Furthermore, in the form of fish protein concentrate, the nutritional value contains 75.31% protein, 2.79% fat, 2.14% ash and 6.39% water. This program was implemented in January 2023 at Posyandu Mutiara Kasih and the target of the activities was mothers with children under five in the 16 Ulu sub-district. In implementing this program, several stages were carried out, such as preparation and coordination with the posyandu, local health center, conducting counseling and demonstrations about processing catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. The hope is that after conducting outreach and demonstrations, mothers in the 16 Ulu sub-district will be able to know about stunting and the processing of catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. As a result of the activity, it is hoped that mothers in 16 Ulu sub-district will be able to process catfish nuggets made from catfish independently and apply them as a side dish for toddlers in everyday life. Keywords: Stunting, Catfish, Toddlers Stunting is a national priority health problem. Stunting prevention involves the active role of the community, households and parents with children. The national stunting prevalence in Indonesia in 2023 is 21.6%, the target the government wants to achieve in 202 is 14%. Patin fish is one of Indonesia's mainstay commodities. The nutritional value of fresh catfish contains 12.6 - 15.6% protein, 1.09 - 5.8% fat, 0.74 - 3.5% ash and 80 - 3.5% water. 85 %. Furthermore, in the form of fish protein concentrate, the nutritional value contains 75.31% protein, 2.79% fat, 2.14% ash and 6.39% water. This program was implemented in January 2023 at Posyandu Mutiara Kasih and the target of the activities was mothers with children under five in the 16 Ulu sub-district. In implementing this program, several stages were carried out, such as preparation and coordination with the posyandu, local health center, conducting counseling and demonstrations about processing catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. The hope is that after conducting outreach and demonstrations, mothers in the 16 Ulu sub-district will be able to know about stunting and the processing of catfish nuggets as food to prevent stunting in toddlers. As a result of the activity, it is hoped that mothers in 16 Ulu sub-district will be able to process catfish nuggets made from catfish independently and apply them as a side dish for toddlers in everyday life.
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA MELALUI METODE “BESTIE” Gustirini, Ria; Susanti, Lilis; Valencia, Frenalia Valeri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1217

Abstract

Remaja adalah masa peralihan sebelum menjadi dewasa. Remaja mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang cepat baik secara intelektual, psikologis, sosial, serta pematangan organ seksual. Dengan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar, haus akan petualangan dan tantangan, serta cenderung mengambil risiko tanpa pertimbangan matang. Remaja cenderung merasa malu untuk mendapatkan informasi yang cukup tentang organ reproduksinya . Oleh karena itu, orang tua dan guru khawatir bahwa pengetahuan tentang perkembangan alat reproduksi dan fungsinya justru mendorong remaja untuk melakukan hubungan seks pranikah. Keadaan lingkungan sekolah, pengaruh teman, ketidaksiapan guru untuk pendidikan kesehatan reproduksi juga memberikan pengaruh. Pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman remaja di SMA Muhammadiyah 3 Kota Palembang dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dan masalah-masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja serta pencegahannya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode metode “bestie” best sex education, informative and educative. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada remaja setelah dilakukan edukasi berdasarkan hasil pre dan post test yaitu rerata peningkatan sebesar 30 poin (p<0,05). Diharapkan metode “bestie” (Best Sex Education, Informative and Educative) dapat membantu remaja dalam mendapatkan informasi dengan cara yang lebih asik dan menarik tentang kesehatan reproduksi khususnya organ seksual dan pencegahan dari permasalahan kesehatan reproduksi yang sering terjadi di kalangan remaja
Scout Extracurricular Role in Developing Religious Attitudes and Student Profiles of Pancasila Bukhori, Akh.; Solikhah, Insaniyatus; Susanti, Lilis; Ni’mah, Muflihatun; Ratnaningtias, Shiva Pratidina; Fatimah, Siti; Rinawati, Atim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.551 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila dengan metode, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. n. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya peran ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila merupakan sarana yang tepat untuk mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila peserta didik. Metode yang digunakan untuk mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila adalah pengarahan dan pemberian nasihat, pemberian tugas, pemberian sanksi dan penghargaan, serta pengisian SKU. Faktor-faktor pendukungnya adalah Kamabigus, pembina, peserta didik, pesantren dan lingkungan sekitar yang nantinya akan berpengaruh terhadap sikap, pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Adapun mengenai faktor yang menghambat yaitu dari diri peserta didik, sarana dan prasarana, serta cuaca yang tidak menentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya peran ekstrakurikuler Pramuka dalam mengembangkan sikap religius dan profil pelajar Pancasila . Metode yang digunakan adalah pengarahan dan pemberian nasihat, pemberian tugas, pemberian sanksi dan penghargaan, serta pengisian SKU.