Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Holistic Community Service

Pelatihan pembuatan masker herbal dari Daun Sirih Cina (Peperomi pellucida L) dan Lidah Buaya (Aloe vera) bersama warga Desa Cipicung Purwakarta Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 1 (2024): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i1.52

Abstract

Latar belakang: Pemanfaatan tumbuhan menjadi sediaan kosmetik merupakan informasi yang masih perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Salah satunya adalah pembuatan masker dengan bahan baku daun sirih cina (Peperomia pellucida L Kunth), lidah buaya (Aloe vera) dan tepung beras. Daun sirih cina khasiatnya bisa sebagai anti jerawat dan meningkatkan elastisitas kulit sehingga dapat menghambat penuaan kulit. Didalamnya terkandung saponin sebagai antimikroba penyebab timbulnya jerawat. Lidah buaya mengandung polisakarida yang dapat mengganti sel rusak pada kulit sedangkan tepung beras memberikan efek dingin dan menyegarkan kulit wajah. Pelatihan pembuatan sediaan masker lebih mudah untuk dipraktikan pada masyarakat pedesaan. Kegiatan ini sekaligus sebagai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam pemenuhan kewajiban tridarma. Tujuan: Memberikan wawasan sekaligus pelatihan kepada masyarakat di desa Cipicung kecamatan Sukatani kabupaten Purwakarta tentang pembuatan masker yang mudah dibuat dan bermanfaat. Metode: Dilaksanakan dalam kegiatan Pengabdian  kepada  Masyarakat dengan  penyuluhan (sosialisasi) dan praktik pembuatan masker herbal secara sederhana bersama masyarakat desa Cipicung. Hasil: masyarakat  Desa  Cipicung Kabupaten  Purwakarta,  telah  memberikan jawaban yang  disampaikan melalui kuisioner. Jawaban dari peserta terhadap materi penyuluhan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang sangat setuju (73,33%); yang dijawab setuju penyuluhan dinyatakan menarik (80%); waktu penyuluhan cukup memadai (93,3%);  masyarakat  memperoleh  manfaat (66,67%); perlu dilakukan  berkelanjutan (80%); dan puas  terhadap  kegiatan  penyuluhan  ini (93,3%). Kesimpulan: Kegiatan  PkM  dalam  bentuk  pelatihan dan penyuluhan pembuatan masker herbal dari bahan daun sirih cina, lidah buaya dan tepung beras untuk pemeliharan kesehatan kulit wajah dan  pengobatan jerawat mendapatkan apresiasi yang baik berdasarkan respon kuisioner yang menjawab setuju dengan kegiatan ini yaitu sebesar 73,33%. 
Penyuluhan informasi obat untuk penyakit pembuluh darah pada sekolah lansia di Desa Cikeris Kabupaten Purwakarta Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 2 No 2 (2025): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v2i2.57

Abstract

Latar belakang: Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang mengganggu sistem jantung (kardio) dan pembuluh darah (vaskuler). Jenis penyakit ini berhubungan dengan jantung, peredaran darah dan pembuluh darah yaitu melemahnya kontraksi jantung (gagal jantung), denyut jantung tidak normal (aritmia), penyempitan pembuluh darah dan penumpukan lemak di pembuluh darah (arteriosklerosis). Sekitar 17 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung, terutama dikarenakan penyakit jantung koroner. Penyakit ini 80% dialami oleh negara-negara berkembang salah satunya Indonesia. Beberapa kasus bahkan terjadi pada usia produktif walaupun fakta di lapangan masih didominasi usia lanjut. Adanya program sekolah Lansia (Lanjut Usia) yang diadakan dibeberapa desa di Purwakarta, memberikan banyak manfaat khususnya dalam hal pengenalan obat-obat untuk kelainan pembuluh darah pada masyarakat lansia. Tujuan: Memberikan wawasan dengan penyuluhan kepada masyarakat di desa Cikeris kabupaten Purwakarta khususnya peserta sekolah lansia tentang informasi macam-macam obat dan khasiatnya untuk penyakit pembuluh darah seperti hipertensi, jantung coroner, arteriosclerosis dan aritmia. Metode: Dilaksanakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan penyuluhan (sosialisasi) secara tatap muka dengan masyarakat melalui kerja sama program sekolah lansia desa Cikeris dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIKes Holistik. Hasil: Masyarakat  Desa  Cikeris Kabupaten  Purwakarta telah menerima informasi mengenai macam-macam obat dan khasiat untuk penyakit pembuluh darah melalui kegiatan sekolah lansia. Kesimpulan: Kegiatan  PkM  dalam  bentuk  penyuluhan kepada masyarakat lansia di desa Cikeris kabupaten Purwakarta menjadi bentuk kerja sama program pemerintah daerah dan institusi pendidikan yaitu STIKes Holistik dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai macam-macam obat untuk kelainan pembuluh darah.
Penyuluhan dan praktik pembuatan jahe instan sebagai upaya pemeliharaan kesehatan di Desa Gurudug Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta Andriani, Susi
Journal of Holistic Community Service Vol 1 No 1 (2023): Journal of Holistic and Community Service
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51873/jhcs.v1i1.19

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pemanfaatan bahan alam rempah di Indonesia masih dinilai kurang, terutama pengolahan rempah menjadi produk untuk kesehatan yang praktis dan bernilai jual. Masyarakat membutuhkan penyuluhan pembuatan sediaan praktis salah satunya jahe instan dimana pemilihan tanaman ini mudah untuk dibudidaya disekitar rumah. Selain manfaatnya digunakan sebagai bumbu masak, jahe dapat dibuat minuman kesehatan. Pembuatan jahe instan tidak membutuhkan biaya yang besar, prosesnya mudah, lebih tahan lama, dan mudah diperoleh. Jahe mengandung minyak atsiri, gingerol, shigeol dan zingeron, yang manfaatnya sebagai obat herbal diantaranya mengobati masuk angin, menurunkan kadar asam urat dan hipertensi. Tujuan: agar masyarakat khususnya di desa Gurudug dapat membuat sediaan serbuk instan dari jahe dan melaksanakan pengobatan mandiri dengan tanaman disekitar rumah, serta mampu meningkatkan pendapatan keluarga dengan membuat produk yang praktis dan bernilai jual. Metode: yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan dan praktik pembuatan jahe instan kepada masyarakat secara langsung. Hasil: Berdasarkan tingkat kepuasan atau antusiasme warga akan kegiatan PKM yang sudah dilakukan yaitu dari 22 orang warga yang mengikuti praktik pembuatan jahe instan terdapat sebanyak 14 orang atau 77,07% menyatakan sangat setuju dengan adanya kegiatan pelatihan ini, 6 orang atau 22% menyatakan setuju, 0% yang menyatakan tidak setuju dan hanya 2 orang atau 1% yang tidak mengisi angket. Kesimpulan: Tingginya antusiasme masyarakat akan kegiatan PKM di desa Gurudug yaitu khususnya pada praktik pembuatan jahe instan, dan ketertarikan masyarakat akan tanaman berkhasiat obat yaitu jahe tidak diimbangi dengan informasi penggunaan, serta pembuatan secara praktis yang didapat, sehingga kegiatan seperti ini sangat bermanfaat.