Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengendalian Sosial pada Kejahatan Lingkungan (Studi Kasus Pembakaran Lahan oleh Korporasi) Usmita, Fakhri
Jurnal Analisis Sosial Politik Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Analisis Sosial Politik
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jasp.v2i2.31

Abstract

Land burning in land clearing efforts has been done for a long time, not only by individuals, but also by corporations. The burning of land widely and for a long time has brought its own losses, both to the environment, even to humans. I argue that is due to the lack of social control of land-burning behavior. Using literature study that although there have been rules governing the burning of land, but socializing the values of environmental conservation, availability of facilities, and the irregularities of sanction caused the it phenomenon happens again. Pembakaran guna membersihkan lahan telah dilakukan sejak lama, tidak hanya oleh perorangan, tetapi juga oleh korporasi. Pembakaran lahan secara luas dan dalam waktu yang lama telah membawa kerugiannya tersendiri, baik bagi lingkungan, bahkan bagi manusia. Penulis berpendapat bahwa ini disebabkan oleh kurangnya control social atas perilaku pembakaran lahan. Menggunakan studi literature ditemukan bahwa walaupun telah ada aturan yang mengatur tentang pembakaran lahan, tetapi belum berhasilnya sosialisasi nilai-nilai konservasi lingkungan, ketidaksediaan fasilitas, dan sanksi yang diberikan, menyebabkan fenomena itu terjadi lagi.
Pengaruh Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Terhadap Kesadaran Situasional Pelajar Patdilah, Patdilah; Usmita, Fakhri
Journal of Knowledge and Collaboration Vol. 2 No. 8 (2025): Journal of Knowledge and Collaboration
Publisher : Arbain Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/8m9wah60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkotika terhadap kesadaran situasional pelajar di SMAN 2 dan SMAN 1 Minas, Kabupaten Siak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha sebelum penyuluhan 0,694. 0,670 dan sesudah penyuluhan 0,746. 0,713). Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum penyuluhan, hubungan antara penyuluhan dan kesadaran situasional berada pada kategori cukup di SMAN 2 Minas (r = -0,676; p = 0,000) dan lemah SMAN 1 Minas (r = -0,053; p = 0,772). Namun setelah penyuluhan dilakukan, hubungan tersebut meningkat signifikan menjadi kuat dan positif, yaitu di SMAN 2 Minas (r = 0,752; p = 0,000) dan di SMAN 1 Minas (r = 0,665; p = 0,000). Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan efektif meningkatkan kesadaran situasional pelajar sesuai dengan teori kesadaran situasional yang dikemukakan oleh Endesley (1995), yang meliputi tahap persepsi, pemahaman, dan proyeksi. Melalui penyuluhan, pelajar tidak hanya mampu mengenali bahaya narkotika, tetapi juga memahami dampak jangka panjangnya dan memproyeksikan resiko yang mungkin terjadi.
Program Inovasi Desa (PID) Solusi Permasalahan Peningkatan Sumber Daya Manusia dalam Pemberantasan Kasus Narkotika di Kabupaten Pelalawan Usmita, Fakhri; Hidayati, Hidayati; Nurnissa, Raffelya; Alfarizi, Muhammad Wildan
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 5 No. 2 Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v5i2.4955

Abstract

Penyalahgunaan narkotika menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah dengan kesadaran rendah terhadap bahaya narkoba. Kabupaten Pelalawan menghadapi tantangan besar dalam pemberantasan narkotika, mengingat penyebarannya yang semakin meluas. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian melalui Program Inovasi Desa (PID) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, strategi pencegahan, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan kasus narkotika. Program ini melibatkan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pemuda, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, dengan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini meliputi seminar, diskusi interaktif, dan pemutaran video edukatif yang membahas dampak negatif narkotika serta cara-cara pencegahannya. Evaluasi setelah penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dari hanya 30% sebelum kegiatan menjadi 85% setelahnya. Selain itu, program ini juga berhasil membentuk Kelompok Masyarakat Sadar Narkoba (KMSN), yang berfungsi sebagai agen edukasi dan pengawasan di masyarakat. Kelompok ini diharapkan dapat terus menjalankan peranannya dalam mendidik masyarakat dan mengawasi potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba, dan dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan bisa menjadi agenda rutin untuk menciptakan desa yang sehat dan bebas narkotika.
PENGHUKUMAN BAGI KORPORASI PERUSAK LINGKUNGAN Usmita, Fakhri
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.862 KB) | DOI: 10.38043/jids.v3i2.2199

Abstract

Meski telah ada perorangan maupun korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran lahan, bahkan telah ada diantaranya yang diberikan sanksi. Namun pembakaran lahan secara luas yang menyebabkan polusi udara berupa kabut asap di beberapa wilayah Indonesia masih terjadi. Saya berargumentasi itu disebabkan oleh belum tergentarjerakannya pelaku dan calon pelaku oleh sanksi yang ada. Secara umum terdapat lima doktrin utama penghukuman, yaitu: rehabilitasi, deterrence, incapacitation, retribusi, dan restorative justice. Menggunakan pendekatan literatur, disarankan adanya perbaikan pola penghukuman bagi korporasi pelaku kejahatan lingkungan di Indonesia. Sehingga diharapkan, penghukuman bagi korporasi di masa dating, selain mempu memperbaiki keadaan sosial, juga mendatangkan efek gentar dan jera.
Peran Sekolah Dalam Mengatasi Perlakuan Body Shaming Rahmi, Fauziah; Usmita, Fakhri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2018

Abstract

Body shaming adalah suatu bentuk tindakan yang memberikan komentar negatif terhadap penampilan fisik seseorang dengan cara mempermalukan dan mengejek bentuk ataupun ukuran tubuh seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran sekolah dalam mengatasi perlakuan body shaming di SMP YLPI Perhentian Marpoyan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan informasi dengan melakukan pengamatan, serta wawancara. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kesiswaan ,dan juga beberapa siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah melakukan berbagai upaya preventif dan kuratif, seperti memberikan edukasi tentang dampak body shaming, membangun komunikasi yang efektif antara guru dan siswa, serta melibatkan orang tua dalam penanganan kasus. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman siswa tentang bahaya body shaming dan keterbatasan sumber daya sekolah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen sekolah dan keluarga untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan positif siswa.
Pencegahan Pencurian di Menara Seluler (Studi Kasus di Pt Persada Sokka Tama Regional Sumbagteng Tahun 2024-2025) Anggi, Mika Sastra; Usmita, Fakhri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus - October
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i3.2109

Abstract

Sejalan dengan jumlah pengguna internet diproyeksikan mencapai 5,35 miliar pada tahun 2024, yang mencakup 66% dari populasi global, berdasarkan hal tersebut infrastruktur telekomunikasi yang kuat menjadi semakin penting. Meskipun ada tim keamanan di menara-menara ini, insiden pencurian masih sering terjadi. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini meneliti penerapan strategi pencegahan yang dilakukan oleh layanan terkelola PT Persada Sokka Tama Regional Sumbagteng sebagai penanggung-jawab pengawasan dan keamanan guna menjaga menara seluler dari pencurian dengan memanfaatkan kerangka teori aktivitas rutin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa langkah-langkah pencegahan saat ini sebagian besar tidak efektif, karena protokol keamanan yang diberlakukan oleh tim keamanan menara—yang berfungsi sebagai penjaga utama—sebagian besar berfokus pada keamanan fisik menara. Langkah-langkah ini, yang meliputi pemasangan CCTV dan sistem alarm, terutama mengatasi keamanan target, khususnya titik-titik inersia dan akses. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa upaya pencegahan oleh PT Persada Sokka Tama Regional Sumbagteng belum mengoptimalkan pelibatan masyarakat setempat dalam pengamanan menara. Studi ini menyoroti perlunya evaluasi ulang terhadap strategi keamanan yang ada untuk meningkatkan perlindungan aset telekomunikasi penting.
Penegakan Hukum oleh Polres Kampar dalam Tindak Pidana yang dilakukan oleh Anak (Studi terhadap Anak yang Melakukan Pencurian Buah Kelapa Sawit) Askarial, Askarial; Rinaldi, Kasmanto; Usmita, Fakhri
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol. 9 No. 4 (2023): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pencerah.v9i4.4142

Abstract

Kejahatan di Indonesia juga didominasi oleh anak anak. Anak-anak terlibat dalam melakukan kejahatan, salah satunya adalah kejahatan pencurian. Salah satu kasus pencurian oleh anak yang terjadi adalah pencurian kelapa sawit yang terjadi di kabupaten Kampar. Anak-anak yang terlibat dalam sistem hukum memiliki kebutuhan dan hak-hak khusus yang harus diperhatikan dan dilindungi. Pendekatan terhadap anak-anak ini haruslah berbeda dengan pendekatan terhadap orang dewasa. Salah satu pendekatan yang cocok untuk menyelesaikan kasus pencurian yang dilakukan oleh anak adalah dengan menggunakan Restorative Justice. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh bagaimana penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Polres Kampar terhadap tindak pidana pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan oleh anak. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasilnya adalah kepolisian mengarahkan untuk kasus pencurian buah kelapa sawit ini diterapkan restorative justice. Para pihak yang hadir yakni pelaku, korban (pelapor), orang tua pelaku, perangkat desa (Kepala Dusun dan Ketua RW) tempat terjadinya kejahatan. Kemudian surat kesepakatan damai diajukan ke pihak kepolisian untuk penarikan atau pencabutan laporan yang telah dilaporkan korban. Penerapan restorative justice dalam kasus pencurian buah kelapa sawit yang dilakukan anak di bawah umur telah terpenuhi semua kriterianya, sehingga penerapan restorative justice menjadi keputusan yang bijak diambil oleh penegak hukum.
PENINGKATAN KEPATUHAN PELAJAR TERHADAP TATA TERTIB DI SEKOLAH Usmita, Fakhri; Rinaldi, Kasmanto; Hidayati
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.29

Abstract

Kepatuhan merujuk pada kemampuan pelajar dalam mengikuti aturan, norma, dan tata tertib yang telah ditetapkan oleh sekolah. Tata tertib di sekolah adalah pedoman yang mengatur perilaku dan interaksi pelajar, dan memastikan lingkungan belajar yang aman dan produktif. Peningkatan kepatuhan pelajar terhadap tata tertib di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kriminologi yang dapat memberikan wawasan dan strategi yang efektif dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pelajar dalam melangar tata tertib serta upaya pencegahannya. Hal ini dapat mencakup pengembangan program pendidikan dan pencegahan untuk remaja, pembentukan komunitas sekolah yang inklusif, peningkatan pengawasan dan pengawasan di lingkungan sekolah, serta penerapan sanksi yang proporsional dan rehabilitatif bagi pelajar yang melanggar tata tertib. Tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini yaitu agar membentuk pemahaman pelajar khsuusnya pelajar UPT SMP Negeri 2 Bangkinang Kota mengenai kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah beserta dampaknya sehingga diharapkan pelajar mematuhi tata tertib di sekolah. Métode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan tahap persiapan yang berupa observasi dan tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian.  Dari hasil yang diperoleh dari pengabdian, para siswa memahami tentang manfaat kepatuhan terhadap tata tertib di sekolah. Para siswa dapat menaati tata tertib yang ada di sekolah dengan lebih baik lagi.
PENYULUHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP ETNOGRAFI KEJAHATAN Rinaldi, Kasmanto; Usmita, Fakhri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2230

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya buat tingkatkan harkat serta martabat susunan warga yang dalam keadaan saat ini tidak sanggup buat membebaskan diri dari perangkap kemiskinan serta keterbelakangan. Sedangkan Etnografi kejahatan ialah satu disiplin ilmu yang mengkaji tentang fenomena kejahatan di bermacam wilayah di Indonesia, yang bentuk- bentuknya dipengaruhi oleh aspek budaya ataupun tradisi etnis tertentu di daerah- daerah tersebut. Pelaksanaan Pengabdian di Kelurahan Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pemberdayaan masyarakat terhadap etnografi kejahatan. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan tiga tahapan, dimana tahap pertama merupakan tahap persiapan dan tahap kedua adalah tahap pelaksanaan pengabdian. Tim pengabdian memberikan pengetahuan mengenai pemberdayaan masyarakat terhadap bentuk etnografi kejahatan. Hasil dari pengabdian ini yaitu Masyarakat Kelurahan Sungai Pagar, Kecamatan Kampar Kiri Hilir secara umum telah memahami defenisi kejahatan dan jenis-jenisnya tetapi tidak memahami tentang etnografi kejahatan di Indonesia, sehingga dengan dilakukannya sosialisasi terkait pemberdayaan etnografi kejahatan maka diharapkan masyarakat lebih mengenal lagi terkait dengan etnografi kejahatan. Kata kunci:masyarakat, etnografi, kejahatan
UPAYA PERANGKAT DESA DALAM MENCEGAH BERKEMBANGNYA RADIKALISME Usmita, Fakhri; Rinaldi, Kasmanto; Rangkuti, Riska Ayu Saputri
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2614

Abstract

Di dalam masyarakat tidak jarang berkembangnya paham-paham radikalisme. Maraknya radikalime di masyarakat dapat berimplikasi pada stabilitas dan keamanan antar umat beragama Radikalisme maupun terorisme sama-sama menggunakan instrumen kekerasan terbuka dalam mencapai kepentingannya. Radikalisme dapat dilakukan dengan mekanisme pencucian otak dan penolakan terhadap hukum maupun pancasila. Metode pengabdian dilaksanakan dalam tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksaaan. Perangkat desa adalah komponen penting didalam masyarakat, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, perangkat desa memiliki berbagai manfaat salah satunya yaitu dalam hal pencegahan. Hasilnya pengabdian ini berupa Masyarakat mengetahui tentang terorisme namun belum sepenuhnya paham terkait apa saja yang dikategorikan paham radikalisme selain itu, perangkat Desa tidak terlalu berperan aktif dan belum secara benar mengetahui cara mencegah berkembangnya paham radikalisme di masyarakat. Oleh karena itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi guna untuk mengedukasi anak mengenai upaya perangkat desa dalam mencegah berkembangnya radikalisme Kata Kunci: Radikalisme, Masyarakat, Perangkat Desa