Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI PADI SEHAT SISTEM JAJAR LEGOWO 2:1 POKTAN TIRTOSARI II DESA MOJOSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Djata, Christian; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze healthy rice farming and what obstacles experienced by farmers in carrying out the legowo jajar system in Gambiran Hamlet, Mojosari Village, Poktan Tirtosari II, Kepanjen District, Malang Regency. The sample collection technique in this study was a simple random sampling. Data collected in this study consisted of primary data and secondary data, the data analysis method used was Cost Structure Analysis, fixed costs and variable costs ( variable cost), total cost, Revenue, Revenue and Business Analysis using Break Event Point (BEP) and Revenue Cost Ratio (R / C Ratio) .The results of the study show that the healthy rice farming system has a R / C value ratio> 1 which is 1.8 and net income which is IDR 22,754,623 so that healthy rice farming in the jajar legowo poktan tirtosari II system Gambiran Village in Mojosari Village is beneficial and the constraints of farmers in implementing the jajar legowo planting system are caused by more difficult planting systems, high planting costs and planters who have not been dive Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis usahatani padi sehat dan kendala apa yang dialami petani dalam melakukan sistem jajar legowo di Dusun Gambiran Desa Mojosari Poktan Tirtosari II Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah smpel acak sederhan (Simple Random Sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder, metode analisis data yang digunakan yakni Analisa Struktur Biaya, Biaya tetap (fix cost) dan biaya tidak tetap (variable cost), Biaya total (total cost), Penerimaan, Pendapatan dan Analisis Usaha menggunakan Break Event Point (BEP) dan Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). Hasil penelitian menunjukan usaha tani padi sehat sistem jajar legowo memiliki nilai R/C ratio > 1 yakni 1.8 dan pendapatan bersih yakni Rp. 22.754.623 sehingga usahatani padi sehat sistem jajar legowo poktan tirtosari II Dusum Gambiran Desa Mojosari Menguntungkan dan kendala petani dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo disebabkan oleh sistem tanam yang lebih sulit, mahalnya biaya tanam dan tenaga tanam yang belum berpengelaman.
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENENTU PERSEPSI PETANI TENTANG KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA PURWOREJO, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Irensius, Irensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agriculture counseling holds the important function to increase quality of farmer through process of study. the goal of this research is analysis performance of the agriculture counseling, perseption of farmer about performance of the agriculture counseling, and the effect internal and external factors toward inspection of the agriculture counseling. This research is done at village purworejo, Sub district ngantung, district malang by using dialogue method with the instrument research is quiztioner. The analysis data is description manner and double liners regression. The results of this research show that performance of Agriculture counseling is good declaration, perspective farmers are positive about performance of Agriculture counseling. The factors are age, formal education, non formal education, active farmer in group of farm, and knowledge of farmer towards performance of Agriculture counseling has significant effect toward perseption of farmer about performance of Agriculture counseling. Penyuluhan pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani melalui proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja penyuluh pertanian, persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian, dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan menggunakan metode wawancara dengan instrumen penelitian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian dinyatakan baik, persepsi petani positif tentang kinerja penyuluh pertanian. Faktor umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, keterlibatan petani dalam kelompok tani, dan pengetahuan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian.
PERANAN AUDIO VISUAL ( VIDEO ) DALAM MENDUKUNG ADOPSI INOVASI DI KELOMPOKTANI PELITA TANI DESA BOCEK KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Fernando, Frans Rendi; Khoirunnisa', Ninin; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of adoption of innovation before and after using audio visual media (video) in extension activities in the peasant farmer group and to find out what factors influence the level of farmer's innovation adoption in extension activities in the farmer group. The analysis used quantitative analysis. The level of farmer adoption of innovation before and after using audio visual media (video) there are differences. Scores for before using audio visual media (video) are 48.5 (interest) and 68.8 (rate). Whereas after using audio visual (video) there is an increase with a score of 84.2 (try) and 95.3 (accept). This is because farmers are aware of the need for innovation in farming in order to produce greater production and the factors that influence the level of innovation adoption in this study are the complexity of innovation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani dan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi petani dalam kegiatan penyuluhan di kelompoktani pelita tani. Analisis yang digunakan analisis kuantitatif. Tingkat adopsi petani terhadap inovasi sebelum dan sesudah menggunakan media audio visual (video) terdapat perbedaan. Skor untuk sebelum menggunakan media audio visual (video) adalah 48.5 (minat) dan 68.8 (menilai). Sedangkan untuk sesudah menggunakan audio visual (video) mengalami peningkatan yaitu dengan skor 84.2 (mencoba) dan 95.3 (menerima). Hal ini dikarenakan petani sudah sadar akan perlunya inovasi dalam bertani agar dapat menghasilkan produksi yang lebih besar dan Faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi inovasi dalam penelitian ini adalah kerumitan inovasi.
ANALISIS USAHA TANI PADI VARIETAS CIHERANG DI DESA SUTOJAYAN, KECAMATAN PAKISAJI, KABUPATEN MALANG Wulang, Alvonsius Kawudu; Mutiara, Farah; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to analyze the production of ciherang variety rice, rice farming income. This research was conducted by Sutojayan Village Including Podojoyo Group I, II and III in Pakisaji District, Malang Regency. The choice of location is determined purposively, with the consideration that the area is one of the potentials of producing paddy rice. The sample collection technique in this study is a simple random sample, the data collected consists of primary data and secondary data. The analytical method used is Cost Structure Analysis consisting of fixed costs, variable costs (VC), total costs (TC), Revenues, Revenues and Analysis of farming using Revenue Cost Ratio (R / C ratio). The results showed that owning a ciherang rice production business had an R / C ratio> 1, so that the ciherang rice farming could be done to provide benefits to farmers. The cost of ciherang rice farming has a total revenue of Rp. 7,132,500 Conclusions namely ciherang rice farming in the village of Sutojayan is advantageous. Tujuan Penelitian ini yakni untuk Menganalisis produksi padi varietas ciherang, pendapatan usahatani padi. Penelitian ini dilaksanakan Desa Sutojayan Meliputi Poktan Podojoyo I,II dan III di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara sengaja (Purposive), dengan dasar pertimbangan daerah merupakan salah satu potensi produksi padi sawah. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini adalah sampel acak sederhana, data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yakni Analisa Struktur Biaya yang terdiri dari Biaya tetap (fix cost), biaya tidak tetap ( variable cost = VC ), Biaya total ( total cost = TC ), Penerimaan, Pendapatan dan Untuk Analisis usahatani menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Rasio). Hasil penelitian menunjukan bahwa memiliki usaha tani produksi padi ciherang memiliki nilai R/C ratio > 1, sehingga usahatani padi ciherang dapat dilakukan memberikan keuntungan pada petani. Biaya usahatani padi ciherang memiliki penerimaan total Rp. 7.132.500 Kesimpulan yakni usahatani padi ciherang di desa sutojayan menguntungkan.
DAMPAK PENYULUHAN PROGRAM KRPL TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU ANGGOTA KWT DWI SRI DALAM BUDIDAYA SAYURAN ORGANIK Geba, Fernando Seda; Suwasono, Son; Asnawi, Dwi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Member of Dwi Sri KWT who cultivates organic vegetables in Dadaprejo Village with the aim of increasing income, agricultural productivity, and improving their welfare. This study aims to determine the level of change in behavior before and after counseling the KRPL program in cultivating organic vegetables. The population in this study were all members of Dwi Sri KWT who cultivated organic vegetables in Dadaprejo Village, which numbered 30 people. The sample is 28 members of Dewi Sri KWT using the Slovin formula. Data were analyzed descriptively quantitatively. The results showed that the level of behavior change of KWT Dewi Sri members before and after counseling from the attitude aspect before counseling (10.7%) amounted to 3 people with agreed categories and after counseling (57.1%) totaling 16 people with the agreed category. Knowledge aspects before counseling (28.6%) amounted to 8 people with the know category and after counseling (50.0%) totaling 14 people with the tofu category. Skill aspects before counseling (17.9%) amounted to 5 people in the skilled category and after counseling (71.4%) there were 20 people with the skilled category. The factors that significantly influence changes in behavior of KWT Dewi Sri members are age with a range of 41-50 years (46.4%) totaling 13 people. Anggota KWT Dwi Sri membudidayakan sayuran organik di Kelurahan Dadaprejo dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan, produktifitas, dan kesejahteraan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahua tingkat perubahahan perilaku sebelum dan sesudah penyuluhan program KRPL dalam budidaya sayuran organik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KWT Dwi Sri yang membudidayakan sayuran organik berjumlah 30 orang menggunakan rumus slovin. Data dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perubahan perilaku anggota KWT Dwi Sri sebelum dan sesudah penyuluhan dari aspek sikap sebelum penyuluhan (10,7%) berjumlah 3 orang dengan kategori setuju dan sesudah penyuluhan (57,1%) berjumlah 16 orang dengan kategori setuju. Aspek pengetahuan sebelum penyuluhan (28,6%) berjumlah 8 orang dengan kategori tahu dan sesudah penyuluhan (50,0%) berjumlah 14 orang dengan kategori tahu. Aspek keterampilan sebelum penyuluhan (17,9%) berjumlah 5 orang dengan kategori terampil dan sesudah penyuluhan (71,4%) berjumlah 20 orang dengan kategori terampil. Faktor yang berpengaruh nyata terhadap perubahan perilaku anggota KWT Dwi Sri adalah umur dengan kisaran 41-50 tahun (46,4%) berjumlah 13 orang.
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM MENSUKSESKAN SWASEMBADA BERAS DI DESA MANGLIAWAN DAN DESA PUCANGSONGO KECAMATAN PAKIS KABUPATEN MALANG Badin, Ferdinandus Bera; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of Farmer Group is felt to be more important and enough to play strategic role because it is the front guard in supporting the success of agricultural production. Rice self-sufficiency is an activity of increasing rice along with inputs of facilities and infrastructure of increasing production through optimization of agriculture, technology and institutional resource utilization in order to achieve independence of rice availability For the community. This thesis discusses the role of farmer groups in success of rice self-sufficiency in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The problem in this thesis concerns the lack of role of farmers in empowering their members so that the production result is not as expected. This research is located in Mangliawan Village and Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. The research method used is qualitative and quantitative method. While the type of analysis used is descriptive analysis. Sampling in this research using purposive sampling technique that determination of sample with certain consideration (Sugiyono 2011). Sampling in this study were 39 members of Kelompoktani in Mangliawan village and 32 in Pucangsongo Village Pakis District of Malang Regency. Peranan Kelompok tani sangat penting dan memegang peranan strategis dalam mendukung keberhasilan Produksi pertanian.Swasembada beras adalah kegiatan peningkatan beras disertai input sarana dan prasarana peningkatan produksi melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian, teknologi dan kelembagaan guna tercapainya kemandirian ketersediaan beras bagi masyarakat. Peranan Kelompok Tani Dalam Mensukseskan Swasembada Beras di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang.mengalami Permasalahan mengenai Kurangnya Peranan Kelompoktani dalam memberdayakan anggotanya sehingga hasil produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini berlokasi di Desa Mangliawan dan Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif. sedangkan analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yakni penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu 39 petani di desa Mangliawan dan 32 di Desa Pucangsongo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan petani di Desa Mangliawan yaitu sebanyak 39 orang pada kategori Cukup Baik sebanyak 30 orang (76,9%) dan Peranan kelompok tani di Desa Pucangsongo sebanyak 32 orang,Sebagian Besar berada pada kategori Cukup Baik, yaitu sebanyak 22 orang ( 68,8%).
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PELAKSANAAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Doren, Oktavianus Ratu; Suwasono, Son; Masduki, Said
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the farmer group participation in the implementation of extension program, and what factors affect the participation of farmer groups in the implementation of extension program in Sukomulyo Village, Pujon Subdistrict, Malang Regency. The method used in this research is qualitative method, which where the data needed is primary data and secondary data through observation, interview and coisoner. While the analysis used is statistical descriptive analysis and regression regression analysis. The results showed that the participation rate of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency is categorized as good or active. The factors that influence the participation of farmer groups in the implementation of the extension program are internal factors (age, education, and the number of dependents) and external factors (intensity of counseling, communication ferkuensi and organizational participation) that simultaneously internal factors and external factors significantly influence the participation of farmer groups in the implementation of agriculture extension program in Sukomulyo Village, Pujon Sub-district, Malang Regency. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagaimana tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan, dan faktor apa saja yang yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan di Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Metode yang yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, yang dimana data yang dibutuhkan adalah data primer dan data sekunder melalui observasi, wawancara dan koisoner. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif statistik dan analisis regresi regresi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tingkat partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang dikategorikan baik atau aktif. Faktor yang mempengaruhi partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan adalah faktor internal (umur, pendidikan, dan jumlah tanggungan) dan faktor eksternal (intensitas penyuluhan, ferkuensi komunikasi dan keikutsertaan organisasi) yang secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi kelompok tani dalam pelaksanaan programa penyuluhan pertanian di Desa Sukomulyo Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI CABAI MERAH(Capsicum annum L.) DI DESA SENGGURUH KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Daniel, Jefri; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepanjen District is one of the chili production centers in Malang Regency. The important thing in yaiut red chili farming in every year the production of red chili has a good change in red chili production, the prospect in this red chili business also has potential that can be developed because it is estimated that each year the number of red chili needs will change in line with the increasing number population. Analysis of the feasibility of red chili farming in Sengguruh Village, Kepanjen Subdistrict, Malang Regency by determining the sampling usingtechniques probability sampling using proportional simple random sampling. Of the population known there are 95 farmers and the precision set between 0.15 or 15% with a confidence level of 85%, the size of the sample in this study was 30 respondents. By determining the fixed cost = Rp. 1,566,170.04, variable cost = Rp. 11,328,403.69, total cost = Rp. 12,894,573.73, revenue / season = Rp. 35,020,000, income = Rp. 22,125,426.27, Revenue Cost Ratio. Based on the results of the business feasibility analysis, shows the feasibility analysis of red chili farming in the village of Sengguruh, Kepanjen sub-district, Malang district is feasible to be managed with a R / C value of 2.71. Kecamatan Kepanjen merupakan salah satu sentra produksi cabai yang ada di Kabupaten Malang. Hal penting dalam usaha tani cabai merah yaiut di setiap tahun produksi jumlah cabai merah mengalami perubahan baiknya produksi cabai merah, prospek dalam usaha cabai merah ini juga mempunyai potensi yang bisa di kembangkan karena diperkirakan setiap tahun jumlah kebutuhan cabai merah akan berubah sejalan dengan bertambah nya jumlah penduduk.Analisa kelayakan usaha tani cabai merah di Desa Sengguruh Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malangdengan menentukan pengambilan sampel dengan teknik probabilitysampling dengan menggunakan proportional simple random sampling.Dari populasi yang diketahui ada95 petani dan presisi yang ditetapkan antara 0,15 atau 15% dengan tingkat kepercayaan 85%, maka besarnya sampel pada penelitian ini adalah 30 responden.Dengan menentukan biaya tetap =Rp. 1,566,170.04, biaya variabel = Rp. 11,328,403.69, biaya total = Rp. 12,894,573.73, penerimaan/musim = Rp 35.020.000, pendapatan = Rp 22,125,426.27, Revenue Cost Rasio. Berdasarkan hasil dari hitungan analisa kelayakan usaha, menunjukkan analisis kelayakan usaha tani cabai merah di desa sengguruh kecamatan kepanjen kabupaten malang layak diusahakan dengan nilai R/C yaitu 2,71.
STRATEGI KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM DISTRIBUSI BERAS KELOMPOKTANI TIRTOSARI 2 DUSUN GAMBIRAN DESA MOJOSARI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Suwasono, Son; Nurhananto, Dwi Asnawi; Damela, Aleksandra Eduardo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the communication strategy of agriculture in the distribution of Rice Tirtosari 2 Village Hamlet Gambiran Mojosari Kepanjen District of Malang. The population in this study is the group chairman, and members of the central committee in the distribution of kelompoktani kelompoktani rice Tirtosari 2 of 30 people using the method of teleological sampling. The data collection methods used were Interview, Observation, Documentation and Questionnaire. This research uses a qualitative method. The data analysis methods used are qualitative, including data collection, data reduction and verification. The results of the questionnaire showed that the agricultural extension marketing communication strategy is more dominant to individuals at 90%, an agricultural extension communication strategy in the face of competition from dominant firms through discussions and meetings of farmers. groups, namely 60%, the agricultural extension communication strategy on the most dominant payment system through explanations and exercises how to calculate the profit of the buying and selling business is 70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Penyuluh Pertanian Dalam Distribusi Beras Kelompoktani Tirtosari 2 Dusun Gambiran Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah ketua kelompok, pengurus inti dan anggota kelompoktani dalam distribusi beras kelompoktani Tirtosari 2 sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara, Observasi, Dokumentasi, dan Kuisioner. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriftif kualitatif mencakup pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi. Hasil kuisioner membuktikan bahwa strategi komunikasi penyuluh pertanian mengenai pemasaran lebih dominan melalui pendekatan perorangan yaitu 90%, strategi komunikasi penyuluh pertanian menghadapi pesaing usaha lebih dominan melalui diskusi dan pertemuan kelompok yaitu 60%, strategi komunikasi penyuluh pertanian mengenai sistem pembayaran lebih dominan melalui penjelasan dan latihan cara menghitung keuntungan dari kegiatan jual beli yaitu 70%.
MOTIVASI DAN KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN INTENSIFIKASI TANAMAN SAWI DI DESA BANJAREJO KEC. PAKIS, KAB. MALANG Jandu, Inosensius Harmin; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Extension Agent as spearhead the implementation of the extension in the field is necessary to improve their competence according to the demands of changing times. It is therefore important to know the reality of the competence of agricultural extension.The purpose of this study is; ). To determine the role of agricultural extension Pakis subdistrict in the development of intensification of mustard. 2). To know the intensification of mustard plants in the district of fern has developed or undeveloped. This research use descriptive research quantitative, the study sample were farmers and extension workers. Data were collected using a questionnaire and analyzed mengganakan quantitative. From the results of this study indicate. 1). Extension implemented intensively by the extension so that the amount of vacant land has been reduced. 2) The real effect of an explanation is that in doing extension can change vacant land into land of mustard production. Penyuluh sebagai ujung tombak pelaksanaan penyuluhan di lapangan sangat perlu untuk meningkatkan kompetensinya sesuai tuntutan perubahan zaman. Oleh karena itu penting diketahui realitas kompetensi penyuluh pertanian, apa lagi hingga saat ini belum ada standar kompetensi yang jelas. Tujuan penelitian ini adalah ; ). Untuk mengetahui peranan penyuluh pertanian dalam pengembangan intensifikasi tanaman sawi. 2). Untuk mengetahui intensifikasi tanaman sawi di sudah berkembang atau tidak berkembang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitattif, sampel penelitian adalah petani dan penyuluh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis mengganakan analisis kuantitatif. Dari hasil penelitian ini menunjukan. 1). Penyuluhan di laksanakan secara intensif oleh para penyuluh sehingga jumlah lahan kosong sudah berkurang. 2) pengaruh nyata dari penjelasanya adalah penyuluh yang di lakukan bisa merubah lahan kosong menjadi lahan produksi sawi.