Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN KELOMPOK TANI BERBASIS AGRIBISNIS TANAMAN JERUK DI KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Abin, Salbinus; Arvianti, Eri Yusnita; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A group is a group of people consisting of two or more interacting and organized individuals who share the same activities and have the same goals. Groups formed are influenced by forming factors, thrusters and inhibitors that can create even blocking and affecting its sustainability. This study aims to determine the factors that influence the formation of farmer groups, the level of influence of inhibiting factors, and the dominant factor in influencing the formation of farmer groups based citrus agribusiness, in Dau district. The research method used quantitative descriptive, quantitative method using multiple linear regression test as well as to obtain deep data, used descriptive direct and the questionnaire. The result of the research shows that the factors that influence the formation of farmer groups are the factors that form the motivation, solidarity, curiosity and interest, the driving factors of government, family, farming, and social, economic, and financial impediments. The most influential inhibiting factors are economic, followed by social and financial as well as the dominant factors are economic and social. Kelompok tani merupakan sekumpulan orang yang terdiri dari dua individu atau lebih yang saling berinteraksi dan terorganisir yang mempunyai kesamaan kegiatan dan mempunyai tujuan yang sama. Kelompok terbentuk dipengaruhi oleh faktor pembentuk, pendorong dan penghambat yang dapat menciptakan bahkan menghalangi serta mempengaruhi keberlangsungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kelompok tani, tingkat pengaruh faktor penghambat, dan faktor dominan dalam mempengaruhi pembentukan kelompok tani yang berbasis agribisnis tanaman jeruk, di kecamatan Dau. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif, metode kuantitatif menggunakan uji regresi linear berganda serta untuk memperoleh data yang mendalam, digunakan deskriptif wancara langsung serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan kelompok tani yaitu, faktor pembentuk adalah motivasi, solidaritas, rasa ingin tau dan minat, faktor pendorong pemerintah, keluarga, usaha tani, sedangkan faktor penghambat sosial, ekonomi, keuangan. Faktor penghambat yang paling berpengaruh adalah ekonomi, diikuti sosial dan keuangan serta faktor dominannya adalah ekonomi dan sosial.
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GAPOKTAN DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Kinu Werang, Tomas Matius; Masduki, Said; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui, peran dan hambatan penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif dari data primer hasil wawancara berdasarkan pertanyaan (questioner) dan pengamatan langsung (observasi). Teknik pengambilan sampel secara sensus pada 4 orang Penyuluh Pertanian Lapangan dan 10 orang Ketua Gapoktan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan dikategorikan cukup baik, hambatan yang dialami penyuluh pertanian meliputi hambatan internal kurangnya tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan, kurangnya informasi dan teknologi pertanian, dan jadwal pertemuan Gapoktan yang tidak terorganisir dengan baik, hambatan eksternal keterbatasan lahan dan modal dari petani, minimnya sarana dan prasarana pertanian serta keterbatasan jalinan kemitraaan Gapoktan dengan pelaku agribisnis lainnya. Sedangkan factor pendukungnya adalah kebijaksanaan dari pemerintah berupa program maupun bantuan-bantuan modal misalkan dana (PUAP) Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan
PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENUMBUHAN GABUNGAN KELOMPOK TANI (GAPOKTAN) DI DESA PERMANU KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Amantur, Leonardus; Suwasono, Son; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to (a) examine the role of agricultural extensionists in the growth of Combined Farmer Groups (b) to examine the impact of agricultural extension role in the growth of the Combined Farmer Group. research method that is done include taking samples by using random sampling method. Data collection is taken primary data and secondary data. Data analysis used descriptive (Qualitative) that is with skorin. Based on the results of research in Permanu Village Pakisaji District of Malang can be concluded that: The role of Agricultural Extension Farmers in the combined growth of Madukismo farmer groups in Permanu Village is fairly good, judging from the respondents' answers Joint group members 71.4% of respondents who answered well. The impact of the role of agricultural extension in the growth of Gapoktan Madukismo in Permanu Village has increased with the involvement of agricultural extension workers. Penelitian ini bertujuan untuk (a) mengkaji peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani (b) mengkaji dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gabungan Kelompok Tani. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan sampel dengan menggunakan metode acak random sampling. Pengumpulan data diambil data primer dan data skunder. Analisis data yang digunakan deskriptif (Kualitatif) yaitu dengan skorin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : Peran Penyuluh Pertanian Lapang dalam penumbuhan gabungan kelompok tani Madukismo di Desa Permanu terbilang baik, dilihat dari jawaban responden anggota Gabungan kelompok tani sebesar 71,4% responden yang menjawab baik. Dampak peran penyuluh pertanian dalam penumbuhan Gapoktan Madukismo di Desa Permanu mengalami peningkatan dengan adanya keterlibatan penyuluh pertanian.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA BKP3 KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Hory, Adelbertus Ratu; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan pada BKP3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang Karena mempunyai Penyuluh Pertanian berpengalaman. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 20 April sampai 20 Juni 2014. Penentuan responden dilakukan dengan metode porposif mengambil semuah penyuluh yang ada pada BKP3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang berjumlah 7 orang. Dalam penelitian ini pengambilan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung kepada 7 orang penyuluh pertanian di Bkp3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang. Data sekunder diperoleh dari kantor BPP serta BadanKetahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ? faktor yang Paling Dominan mempengaruhi tingkat kinerja penyuluh pertanian Umur Penyuluh dengan nilai koefisien beta sebesar 0,359. Sehingga disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel Kinerja Penyuluh adalah Variabel Umur Penyuluh.
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN MALANG Mayor, Fenny Marthina; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current implementation of agricultural extension is expected to be able to become a facilitator, motivator and regulator of agricultural business actors and be able to build a highly competitive agribusiness system. This study aims to analyze internal and external factor of civil servant agriculture instructors: education, motivation, training, lenght of service, infra-structure, distance to work area, number of target villages, and quantity of target farmer groups and their influence on performance of agricultural instructors civil servant in carrying out TUPOKSI. Research was carried out in seven Technical Implementation Units of Counseling Centers namely: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec. Lawang, UPT-BP Kec. Karangploso, UPT-BP Kec. Dau, UPT-BP Kec. Pakis, UPT-BP Kec. Pujon, UPT-BP Kec. Pakisaji Malang Regency. Research location was determined purposively and sample was determined based on simple random sampling of 29 civil servant instructors and analyzed with multiple linear regression analysis. The analysis shows that four independent variables have a positive influence on the performance of instructors, namely education, training, work tenure, number of target villages. Performance of agriculture instructors for Civil Servants with likert scale analysis showed very good results with a value of 88,10%. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian saat ini diharapkan mampu menjadi fasilitator, motivators dan regulator pelaku usaha pertanian serta mampu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil yang meliputi: pendidikan, motivasi, pelatihan, masa kerja, sarana prasarana, jarak tempuh ke wilayah kerja, jumlah desa binaan dan jumlah kelompok tani binaan serta pengaruhnya terhadap kinerja penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan TUPOKSI. Penelitian dilakukan di tujuh Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan yaitu: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec.Lawang, UPT BP Kec. Karangploso, UPT BP Kec. Dau, UPT BP Kec. Pakis, UPT BP Kec. Pujon,dan UPT BP Kec. Pakisaji KabupatenMalang. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dan sampel ditentukan berdasarkan simple random sampling sebanyak 29 orang penyuluh PNS dan dianalisis dengan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan empat variabel independen memberikan pengaruh positif terhadap kinerja penyuluh yaitu pendidikan, pelatihan, masa kerja dan jumlah desa binaan. Kinerja penyuluh Pegawai Negeri Sipil dengan analisis skala likert menunjukkan hasil yang sangat baik dengan nilai 88,10%.
ANALISIS VOLATILITAS HARGA KOMODITAS CABAI RAWIT DI KABUPATEN PAMEKASAN Muhdar, Muhdar; Sa?diyah, Ana Arifatus; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A price stabilization policy requires information on price changes from time to time. This study aims to determine the fluctuations in the price of chili rawit in Pamekasan related to climate conditions in 2012-2017. The analytical method used is the ARCH-GARCH model. The data used in this study are secondary data obtained from various sources including BPS Pamekasan, Pamekasan Industry and Trade Service, Food Crop and Horticulture Service, and East Java Siskaberbapo (Information System for Availability and Development of Price of Staples). The results of the study show that the price range for Chili Raw commodities is heteroscedastic so that the suitable forecasting model is ARCH-GARCH. Forecasting results indicate that the variable price of cayenne 2012-2017 contains high volatility which is indicated by volatility values that exceed 2 standards and three standard deviations. Other results show that there is a correlation between price changes with climate conditions (rainfall) where the highest prices are in March and the lowest is in June for the last six years. Sebuah kebijakan stabilisasi harga membutuhkan informasi perubahan harga dari waktu kewaktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fluktuasi harga Cabai Rawit di Pamekasan berkaitan dengan kondisi iklim tahun 2012-2017. Metode analisis yang digunakan adalah model ARCH-GARCH. Data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari BPS Pamekasan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan Siskaberbapo Jawa Timur (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ragam harga untuk komoditas cabai rawit bersifat heteroskedastik sehingga model peramalan yang cocok adalah ARCH-GARCH. Hasil peramalan menunjukkan bahwa variabel harga cabai rawit 2012-2017 mengandung volatilitas yang tinggi karena nilai volatilitasnya melebihi 2 standart dan tiga standart deviasi. Hasil lain menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara perubahan harga dengan kondisi iklim (curah hujan) di mana harga tertinggi ada di bulan maret dan terendah ada di bulan juni pada enam tahun terakhir.
TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP PELAYANAN PENYULUHAN DALAM BUDIDAYA JAGUNG MANIS DI KELOMPOK TANI REJEKI BAROKAH DESA JUNREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Seko, Marthen; Suwasono, Son; Nurhananto, Dwi Asnawi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia, the development of sweet corn is still limited to farmers with strong capital who are able to apply intensive cultivation techniques. This limitation is caused by the relatively high price of seeds, the need for intensive irrigation and maintenance, resistance to pests and diseases that are still low and the need for fertilizer is quite high. In addition, also due to lack of information and knowledge of farmers about the cultivation of sweet corn and the difficulty of marketing. This study aims to determine the level of farmer satisfaction with extension services in sweet corn cultivation. Data analysis method used in this study is quantitative descriptive analysis method. Based on the results of research and discussion it can be concluded that the level of satisfaction of farmers with extension services in the cultivation of sweet corn in the farmer group Rejeki Barokah, Junrejo Village, Junrejo District, Batu City is very satisfied with a percentage of 82%. Di Indonesia pertanaman jagung manis pengembangannya masih terbatas pada petani-petani bermodal kuat yang mampu menerapkan teknik budidaya secara intensif. Keterbatasan ini disebabkan oleh harga benih yang relatif mahal, kebutuhan pengairan dan pemeliharaan yang intensif, ketahanan terhadap hama penyakit yang masih rendah dan kebutuhan pupuk yang cukup tinggi. Di samping itu juga karena kurangnya informasi dan pengetahuan petani mengenai budidaya jagung manis serta sulitnya pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluhan dalam budidaya jagung manis. Metode analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap pelayanan penyuluhan dalam budidaya jagung manis di kelompok tani Rejeki Barokah Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu adalah Sangat Puas dengan presentase 82%.
ANALISIS USAHATANI JERUK KEPROK PADA GAPOKTAN SUMBER BUMI MAKMUR DI DESA TLEKUNG Mandau JP, Agustinus Ery Paskalis; Sa?diyah, Ana Arifatus; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangerine is a fruit that is very popular among the people of Indonesia, which can be consumed directly as fresh fruit and processed. This study aims to analyze the income and feasibility of tangerine farming in the Sumber Bumi Makmur Farmer Group in Tlekung Village. Data obtained by using the method of purposive (purposive), namely farmers who have carried out tangerine farming activities at the age of 4 to 5 years. Income analysis was carried out using the cost analysis method, acceptance analysis, income analysis and while the feasibility analysis of farming used the R / C analysis method, BEP analysis, NPV analysis, IRR analysis and Net B / C Ratio analysis. The results of the analysis show that tangerine farming is profitable and feasible. Jeruk keprok merupakan buah yang sangat digemari dikalangan masyarakat Indonesia yang bisa dikonsumsi langsung sebagai buah segar maupun sebagai olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan usahatani jeruk keprok pada Gapoktan Sumber Bumi Makmur di Desa Tlekung. Data diperoleh dengan menggunakan metode sengaja (purposive) yaitu petani yang sudah melakukan kegiatan usahatani jeruk keprok pada usia 4 sampai 5 tahun. Analisis pendapatan dilakukan dengan menggunakan metode analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan dan sementara analisis kelayakan usahatani menggunakan metode analisis R/C, analisis BEP, analisis NPV, analaisis IRR dan analisis Net B/C Ratio. Hasil analisis menunjukan bahwa usahatani jeruk keprok menguntungkan dan layak untuk diusahakan.
EVALUASI DAMPAK PENYULUHAN PERTANIAN METODE DEMONSTRASI CARA PEMBUATAN PUPUK BOKASHI DI DESA MOJOSARI KECAMATAN KEPANJEN Babaro, Petronius Charbilo Baputra; Suwasono, Son; Nurhananto, Dwi Asnawi
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of agricultural extension is to create changes in knowledge, attitudes and skills and the process of adopting innovations that have been provided by extension agents to improve the standard of living, welfare and productivity of farmers. This study aims to analyze the implementation of agricultural extension demonstration of how to make the location of fertilizer fertilizer has an impact on improving the attitudes, knowledge and skills of farmers and the spread of innovation adoption. Determination of the sample using purposive sampling technique. The sample selection was done deliberately as many as 35 farmers. This research is a qualitatif descriptive study using a Likert scale. The results of this study are counseling demonstration methods how to manufacture bokashi fertilizer has an impact on increasing knowledge by 90.85%, attitudes of 86.58% and farmer skills by 89.14% with very high categories. Demonstration method of how to make bokashi fertilizer affects the spread of adoption of innovation with a very response category of 90.85%. Tujuan penyuluhan pertanian adalah menciptakan perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan dan proses penerapan adopsi inovasi yang telah diberikan oleh penyuluh agar meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan hidup dan produktivitas hasil petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan penyuluhan pertanian demonstrasi cara pembuatan pupuk bokasi berdampak pada peningkatan sikap, pengetahuan dan keterampilan petani dan penyebaran adopsi inovasi. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pemilihan sampel dilakukan secara sengaja sejumlah 35 orang petani. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian ini adalah penyuluhan metode demostrasi cara pembuatan pupuk bokashi berdampak terhadap peningkatan pengetahuan sebesar 90,85%, sikap sebesar 86,58% dan keterampilan petani sebesar 89,14% dengan kategori sangat tinggi. Metode demostrasi cara pembuatan pupuk bokashi berdampak terhadap penyebaran adopsi inovasi dengan kategori sangat respon sebesar 90,85%.
Influencing Consumers’ Satisfaction To Organic Timor Coffee Products E.S. Nunes, Aderito; Suwasono, Son; Rusdiana, Endang; DJ. Gomes, Julio
Jurnal Syntax Fusion Vol 4 No 03 (2024): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v4i03.408

Abstract

Consumers’ satisfaction were determined by the quality of expected products. There wher, quality warrantly that becomes the priority of every company, especially nowadays it becomes the basic measurement of competiveness superiority of every company. Gerson (2002) defines that consumers’ satisfaction is a consumers’ perception that their expectaion has been come true. According to Dutka (1994) there are several main factors affecting consumers’ satisfaction to a product, they are: price, quality, benefit, package, reliability of the product, and service offered by the company. This study aimed to determine the effects of simultaneously, partially, and dominantly of price, quality, benefit, and package factor affecting consumers’ satisfaction of Timor Organic Coffee. This study used 105 respondents of Timor Organic Coffee consumers. The data analysis used multiple linear regression. The results show that price, quality, benefit, and package factor simultanously affect significantly to consumers satisfaction of Timor Organic Coffee. The linear regression equation formed is: Y = - 1.975 + 0.190 X1 + 0.095 X2 + 0.415X3 + 0.462X4 + e ( R square = 0,914) the value of determination coefficient (R square) = 0.914 meaning that independent variable can explain consumers’ satisfaction as many as 91.4%, whereas the revenue is other variables which are not included in this study. Price, benefit, and package factor partially affect positively and significantly to consumers’ satisfaction, and quality factor partially does not affect significantly to consumers’ satisfaction. Based on regression coefficient, it is got that package variable has a high value so that package factor becomes the dominant factor affecting consumers’ satisfaction of Timor Organic Coffee.