Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Personal Branding Konten Bella Tobing sebagai Perempuan Mandiri Muhammad Abdul Ghofur; Nikodemus Umbu Neka Jarawoli; Latif Fianto
Journal of Communication Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah maraknya konten kreator perempuan dengan tema konvensional, Bella Tobing menonjol dengan personal branding-nya sebagai perempuan mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis personal branding Bella Tobing dalam membangun citra sebagai perempuan mandiri melalui konten-kontennya di platform TikTok. Penelitian ini berlandaskan pada teori personal branding Peter Montoya. Metode yang digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh dari tiga konten video TikTok akun @bellazky16 yang dipilih secara purposive berdasarkan relevansinya dengan tema perempuan mandiri. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian konten "A Day in My Life" yang konsisten menjadi spesialisasinya, dalam video menampilkan kepribadian tegas dan blak-blakan. Keunikan kontennya terletak pada penyajian kehidupan sehari-hari yang simpel dan mudah dipahami. Visibilitas dan keteguhannya dalam membranding diri selama bertahun-tahun berhasil membangun nama baik dan kesatuan antara kehidupan pribadi dengan citra yang ditampilkan, sehingga diterima secara positif oleh audiens.
Analisis Pembingkaian Kekerasan Seksual di Media Online Times Indonesia dan Tugumalang.id Yulia Melci Bele; Latif Fianto
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.164

Abstract

This study aims to identify and analyze how the reporting of sexual violence by Julianto Eka Putra in the online media Times Indonesia and Tugumalang.id frames the event, as well as how the news elements shape the audience's understanding. This study uses the framing theory of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, focusing on the analysis of syntactic, script, thematic, and rhetorical aspects in the news coverage. The method used is qualitative descriptive, with a framing analysis approach to news from both media. The results showed significant differences in the way the two media compiled the news. Times Indonesia did not fully use the 5W+1H news structure, while Tugumalang.id was more consistent in its completeness. Differences are also seen in the choice of words in the headline, where Times Indonesia uses the term “terdakwa” (defendant) and Tugumalang.id chooses “bos” (boss) to refer to the perpetrator. Emphasis on the background of the news and quotes from sources are framing strategies used to shape different narratives. This study concludes that even though both media discuss the same issue, the way they present information and frame events can influence the audience's view of the case. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pemberitaan kekerasan seksual oleh Julianto Eka Putra di media online Times Indonesia dan Tugumalang.id membingkai peristiwa tersebut, serta bagaimana elemen-elemen berita membentuk pemahaman audiens. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan fokus pada analisis aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis framing pada berita dari kedua media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara kedua media menyusun berita. Times Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan struktur berita 5W+1H, sementara Tugumalang.id lebih konsisten dalam kelengkapan tersebut. Perbedaan juga terlihat dalam pemilihan kata di headline, di mana Times Indonesia menggunakan istilah "terdakwa" dan Tugumalang.id memilih "bos" untuk merujuk pada pelaku. Penekanan pada latar belakang berita dan kutipan narasumber menjadi strategi framing yang digunakan untuk membentuk narasi berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua media membahas isu yang sama, cara mereka menyajikan informasi dan membingkai peristiwa dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap kasus tersebut.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Aditya Eka Putra; Suraya Mansur; Latif Fianto
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Aditya Eka Putra; Suraya Mansur; Latif Fianto
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.