Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Pembingkaian Kekerasan Seksual di Media Online Times Indonesia dan Tugumalang.id Bele, Yulia Melci; Fianto, Latif
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.164

Abstract

This study aims to identify and analyze how the reporting of sexual violence by Julianto Eka Putra in the online media Times Indonesia and Tugumalang.id frames the event, as well as how the news elements shape the audience's understanding. This study uses the framing theory of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki, focusing on the analysis of syntactic, script, thematic, and rhetorical aspects in the news coverage. The method used is qualitative descriptive, with a framing analysis approach to news from both media. The results showed significant differences in the way the two media compiled the news. Times Indonesia did not fully use the 5W+1H news structure, while Tugumalang.id was more consistent in its completeness. Differences are also seen in the choice of words in the headline, where Times Indonesia uses the term “terdakwa” (defendant) and Tugumalang.id chooses “bos” (boss) to refer to the perpetrator. Emphasis on the background of the news and quotes from sources are framing strategies used to shape different narratives. This study concludes that even though both media discuss the same issue, the way they present information and frame events can influence the audience's view of the case. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana pemberitaan kekerasan seksual oleh Julianto Eka Putra di media online Times Indonesia dan Tugumalang.id membingkai peristiwa tersebut, serta bagaimana elemen-elemen berita membentuk pemahaman audiens. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, dengan fokus pada analisis aspek sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam pemberitaan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis framing pada berita dari kedua media tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam cara kedua media menyusun berita. Times Indonesia tidak sepenuhnya menggunakan struktur berita 5W+1H, sementara Tugumalang.id lebih konsisten dalam kelengkapan tersebut. Perbedaan juga terlihat dalam pemilihan kata di headline, di mana Times Indonesia menggunakan istilah "terdakwa" dan Tugumalang.id memilih "bos" untuk merujuk pada pelaku. Penekanan pada latar belakang berita dan kutipan narasumber menjadi strategi framing yang digunakan untuk membentuk narasi berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kedua media membahas isu yang sama, cara mereka menyajikan informasi dan membingkai peristiwa dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap kasus tersebut.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Putra, Aditya Eka; Mansur, Suraya; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.
Strategi Komunikasi Promosi Kupon pada Struk Pembelian dan Dampaknya Pada Niat Pembelian Ulang Konsumen KFC Putra, Aditya Eka; Mansur, Suraya; Fianto, Latif
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2791

Abstract

This study examines the use of purchase-receipt coupons as a promotional communication strategy in fast-food restaurants, focusing on KFC outlets in Central Jakarta. It analyses how receipt-based coupon messages are constructed, how consumers interpret them, and how these coupons contribute to repurchase intention. A qualitative descriptive case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews with 14 consumers and two store managers, non-participant observation in cashier and dining areas, and document analysis of coupon-bearing receipts. The data were analysed thematically with the support of Dedoose software. The findings show that coupon messages consistently emphasise “savings” through discount magnitude and a 14-day redemption period, creating a sense of urgency. Consumer responses cluster into active, opportunistic, and passive users. Overall, receipt coupons mainly act as reinforcers and accelerators of repurchase intention, while taste, location, and service experience remain the primary drivers of repeat patronage. Abstrak Penelitian ini mengkaji penggunaan kupon yang tercetak pada struk pembelian sebagai strategi komunikasi promosi di restoran cepat saji, dengan fokus pada KFC di Jakarta Pusat. Tujuannya menganalisis bagaimana pesan pada kupon dikonstruksikan, termasuk bagaimana konsumen menafsirkannya, serta peran kupon terhadap niat pembelian ulang oleh konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 14 konsumen dan dua store manager, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen struk berkupon, lalu dianalisis secara tematik menggunakan Dedoose. Hasil menunjukkan bahwa pesan kupon menonjolkan tema “hemat” melalui besaran diskon dan batas waktu penukaran sekitar 14 hari yang menumbuhkan rasa urgensi. Respons konsumen terbagi menjadi pengguna aktif, oportunistik, dan pasif. Secara umum, kupon berfungsi sebagai penguat dan mempercepat niat pembelian ulang, sementara rasa, lokasi, dan pengalaman layanan tetap menjadi penentu utama kunjungan.
IMPLEMENTASI SEMBILAN ELEMEN JURNALISME BILL KOVACH DAN TOM ROSENSTIEL PADA BERITA MEDIA ONLINE Fianto, Latif; Ghofur, M. Abdul; Qorib, Fathul
Jurnal Bincang Komunikasi Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jbk.1.2.2023.1-9

Abstract

Pengembangan media mencerminkan transformasi budaya dan kultur masyarakat dari temuan media cetak ke media  online. Oleh karena itu, media online yang berbentuk website salah satu opsi yang keberadaanya memiliki pengaruh besar karena dapat memberikan informasi secara cepat dan terkini. Media online dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses berita-berita yang relevan. Media massa sebagai jembatan perantara atau penegah antara masyarakat dengan pemerintah, menjalankan fungsi kontrol sosial dengan mematuhi kaidah dan aturan jurnalistik untuk menyajiakan informasi yang benar dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sembilan elemen jurnalistik dalam produksi berita di media online Nusadaily.com. Elemen-elemen jurnalistik yang meliputi kebenaran, loyalitas, disiplin verivikasi, independensi, pemantau kekuasaan, forum kritik, menarik dan relevan, komprehensif dan proporsional, dan mengikuti nurani. Metode penelitian ini melibatkan analisis dan wawancara dengan jurnalis yang terlibat dalam pembuatan berita di Nusadaily.com. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang praktik jurnalistik dalam media online dan kontribusinya terhadap pengembangan konten berita yang berkualitas.