Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Evidance Based Practice Penerapan Kompres Air Hangat untuk Menurunkan Demam dengan Diagnosa Demam Berdarah Dengue Manampiring, Dio Juventa; Kairupan, Michelle Jessica; Lontoh, Esther
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO (JIKMA)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The number of dengue fever (DHF) cases in North Sulawesi in 2021 was recorded at 1,196, with 32 deaths. Meanwhile, from January to June 2023, there were 1,120 cases of DHF in North Sulawesi. In Manado City, there were 230 cases of DHF in 2023. The purpose of this case study is to analyze the evidence-based practice of warm water compresses on An.E.M. to reduce fever. implementing interventions according to the EBN journal "nursing care with the application of evidence-based warm water compresses to reduce fever. The final evaluation results showed that An. E. M's body temperature on July 24, 2024 was known before being given warm water compress therapy, the client's body temperature was 38.00C, and after the intervention, the client's body temperature was 37.70C. On July 25, 2024, it was known before being given warm water compress therapy, the client's body temperature was 37.70C, and after the intervention, the client's body temperature was 36.20C. On July 26, 2024, it was known before being given warm water compress therapy, the client's body temperature was 36.80C, and after the intervention, the client's body temperature was 36.00C. These results indicate that the intervention that had been carried out for 3 days had a change or decrease in the client's body temperature after the application of warm water compress therapy.
Pengaruh edukasi kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan siswa siswi Kelas VII SMP Negeri 2 Pineleng Kabupaten Minahasa Sutjiato, Margareth; Mongi, Thirsa; Lontoh, Esther
Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Adolescent reproductive health is a crucial issue influencing physical, mental, and social well-being. Many adolescents still possess limited knowledge about reproductive health, including the risks of unsafe sexual behavior and sexually transmitted infections. Preliminary findings at SMP Negeri 2 Pineleng indicated that most students lacked understanding of reproductive health and had never received education from health professionals. Aim: To determine the effect of reproductive health education on the knowledge level of students at SMP Negeri 2 Pineleng, Minahasa Regency. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pre-test and post-test approach. A total of 30 seventh-grade students were selected using total sampling. The intervention consisted of structured reproductive health education delivered through lectures, discussions, and leaflet media. Knowledge levels were assessed using a Guttman-scale questionnaire. Data were analyzed using a Paired Sample T-Test with a significance level of 0.05. Results: Prior to the intervention, all students (100%) demonstrated poor knowledge. After receiving the education, 96.67% achieved good knowledge levels. The Paired Sample T-Test yielded p = 0.000, indicating a statistically significant difference between pre-test and post-test scores. Conclusion: Reproductive health education significantly improves students’ knowledge of adolescent reproductive health. Structured educational interventions supported by visual media are effective in enhancing adolescents’ understanding and may help prevent reproductive health problems. Keywords: health education, adolescent reproductive health, knowledge, quasi-experiment.
ASUHAN KEPERAWATAN BERBASIS EVIDENCE MASSAGE EFFLEURAGE PADA NYERI POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI IRINA D BAWAH RSUP PROF DR R.D KANDOU MANADO kairupan, Michelle; Molintao, Winarsi; Lontoh, Esther; Manengkey, Olvin; Nindi, Engryne; Lolon, Yani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57438

Abstract

Sectio Caesarea (SC) merupakan tindakan pembedahan untuk membantu proses persalinan ketika tidak dapat dilakukan secara normal akibat kondisi ibu atau janin. Prosedur ini menyebabkan terputusnya kontinuitas jaringan yang memicu pelepasan reseptor nyeri, sehingga pasien sering mengalami nyeri pasca operasi terutama setelah efek anestesi hilang. Nyeri menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan efektif, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan evidence based practice Massage Effleurage dalam menurunkan nyeri post operasi SC. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Populasi adalah pasien post operasi SC, dengan sampel Ny. K yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi Massage Effleurage diberikan selama dua hari, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. K setelah diberikan intervensi massage effleurage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 2 (nyeri ringan) pada hari kedua. Penerapan evidence based practice Massage Effleurage efektif dalam menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi Sectio Caesarea. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan.
PENERAPAN TERAPI FOOT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN NY. A DENGAN POST OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANGAN IRINA D BAWAH RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Manengkey, Olvin; Lontoh, Esther; Molintao, Winarsi; Kairupan, Michelle; Nindi, Engryne; Manibui, Lidya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.57902

Abstract

Sectio caesarea adalah suatu tindakan pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding abdomen setelah usia kehamilan cukup bulan atau janin dapat hidup diluar kandungan. Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) memberikan dampak bagi ibu dan bayi. Nyeri post sectio caesarea dapat menimbulkan berbagai masalah pada ibu maupun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan terapi foot massage terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien Ny. A dengan post operasi sectio caesarea di ruangan Irina D Bawah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus evidence based practice (EBP) dengan satu responden yang mengalami nyeri post operasi sectio caesarea. Intervensi diberikan dua kali sehari dilakukan selama dua hari, masing-masing selama 20 menit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan form checklist lembar observasi skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada Ny. A setelah diberikan intervensi foot massage. Skala nyeri awal berada pada tingkat 5 (nyeri sedang) dan menurun menjadi skala 3 (nyeri ringan) pada hari kedua, pasien sudah terlihat lebih tenang, rileks dan nyaman serta pasien sudah bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan. Penerapan evidence based practice foot massage sebagai manajemen untuk menurunkan nyeri luka post operasi sectio caesarea. Intervensi ini terbukti efektif dalam menurunkan nyeri, dan bisa menjadi pilihan terapi non farmakologi yang dapat membantu klien dengan masalah nyeri, karena pengobatan nonfarmakologi mempunyai banyak keuntungannya seperti dapat dilakukan dimana saja dan tentunya biayanya relatif lebih murah.