Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tinjauan Literatur Tentang Penerapan Model Manajemen Pendidikan Modern Shelty D. M. Sumual; Joulanda A. M. Rawis; Ariel N. Rengkuan; Nancy L. Sampouw
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5757

Abstract

Manajemen pendidikan modern merupakan pendekatan yang terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan pendidikan global. Artikel ini bertujuan untuk meninjau teori-teori yang mendasari manajemen pendidikan modern dan penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan. Tiga fokus utama tersebut adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Manajemen Mutu Terpadu (TQM), dan Kepemimpinan Transformasional. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat kinerja lembaga pendidikan. Literatur review ini mengeksplorasi konsep-konsep utama dari manajemen pendidikan, termasuk teori kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Melalui analisis literatur, ditemukan bahwa penerapan model manajemen modern, seperti manajemen berbasis sekolah, kepemimpinan transformasional, dan pendekatan kolaboratif, memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Temuan ini menunjukkan dampak menguntungkan dari MBS dan TQM dalam meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan dan kualitas pendidikan. Meskipun demikian, kesiapan sekolah dan kemampuan sumber daya yang dimiliki akan menentukan bagaimana model manajemen tersebut diterapkan. Kesimpulannya yaitu keberhasilan implementasi model-model manajemen ini sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan kemampuan sumber daya yang tersedia, oleh karena itu, semua pemangku kepentingan, termasuk manajemen sekolah, guru, dan masyarakat, perlu berkomitmen untuk menerapkan pendekatan yang efektif dan beradaptasi dengan tuntutan lokal serta kondisi spesifik masing-masing lembaga. Upaya kolaboratif dan inovatif dalam pengelolaan pendidikan akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan.
The Role of the Principal in Optimizing Teaching Factory Services in Vocational High Schools (SMK): A Study at SMK Negeri 3 Tondano Rotty, Viktory N. J.; Ngadiorejo, Hartini; Sampouw, Nancy L.; Tengker, Irithca J.; Kalesaran, Renaldy J.
International Journal of Information Technology and Education Vol. 4 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : JR Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of industry and technology demands that vocational education adapt to produce graduates ready to compete in the job market. This study aims to analyze the role of the school principal in optimizing Teaching Factory (TeFa) services in Vocational High Schools (SMK), with a case study at SMK Negeri 3 Tondano. TeFa is a learning model based on real production activities that integrates education with the needs of the business and industrial sectors (DUDI). This research uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving several informants, including the principal, teachers, students, and industry partners. The findings show that the school principal has a strategic role in the planning, organizing, implementation, and evaluation of TeFa services. The principal exhibits visionary and transformational leadership that encourages innovation, collaboration with industry, and the strengthening of a productive work culture and entrepreneurial spirit within the school environment. Adapting the TeFa implementation based on the characteristics of each department is also a key strategy to enhance the relevance and effectiveness of learning. The principal also succeeded in overcoming challenges such as limited facilities, rigid regulations, and a lack of industry-experienced teachers through collaborative approaches and policy advocacy. Various innovative initiatives, such as digital management systems, the implementation of a multi-stakeholder engagement model, and the integration of curriculum with real project-based learning, demonstrate that school leadership is a determining factor in the successful implementation of TeFa. These findings highlight the essential role of school principals as change agents in creating adaptive, excellent, and competitive vocational education.
Dinamika Lingkungan Strategis Pendidikan Nasional: Analisis Kritis Faktor Internal dan Eksternal Shelty D. M. Sumual; Joulanda A. M. Rawis; Jeffry S. J. Lengkong; Ariel N. Rengkuan; Nancy L. Sampouw
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): Juni : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v5i2.5786

Abstract

Education in Indonesia is the main foundation of national development and is now in the comprehensive transformation process. This research aims to analyse the dynamics of the strategic environment of national education by reviewing internal factors such as government policies, the quality of human resources, and infrastructure, as well as external factors such as globalisation, technological developments, and societal demands. The method used is a qualitative literature study with a thematic analysis approach to policy documents, scientific articles, and related institutional reports. The study results show that although policies such as Merdeka Belajar have been launched to improve the quality of education, challenges such as teacher quality inequality, limited infrastructure, and digital divide still hinder implementation in various regions. Globalisation and technology drive the importance of competency-based education in the 21st century, but it has not been fully accommodated in the existing system. The public's demand for more relevant and inclusive education also pressures policymakers. This research emphasizes the importance of holistic, adaptive, and evidence-based education reform to address the complexity of national education challenges in the future.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FLASHCARD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TENTANG KESEHATAN GIGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Sampouw , Nancy Lidya
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38459

Abstract

Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi yang dapat diakibatkan karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi pada anak, sehingga diperlukan metode pembelajaran dengan permainan flashcard yang sesuai dengan usia anak untuk menambah pengetahuan anak. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas penggunaan flashcard sebagai media pembelajaran tentang kesehatan gigi pada anak sekolah dasar. Desain penelitian deskriptif dengan metode pre-eksperimen satu kelompok pre-test dan post-test, yaitu kelompok diberikan eksperimen untuk mengamati perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Populasi yaitu siswa dan siswi di Sekolah Dasar Swasta di Kabupaten Minahasa Utara kelas IV, V, VI jumlah 110 orang, menggunakan teknik pengumpulan sampel yaitu total sampling. Analisis menggunakan uji statistik presentasi dan paired t-test. Pengetahuan pre-test pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 73 siswa (66%), hasil pengetahuan post-test pada kategori pengetahuan baik sebanyak 74 siswa (67%), dan hasil uji analisis diperoleh nilai signifikan 0,000 (p=<0,05) artinya ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pre-test dan post-test setelah eksperimen atau perlakuan. Pengetahuan pre-test pada kategori pengetahuan kurang, pengetahuan post-test pada kategori pengetahuan baik, dan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan pre-test dan post-test setelah eksperimen atau perlakuan melalui metode pembelajaran dengan permainan flashcard tentang kesehatan gigi pada anak sekolah dasar. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan mengeksplorasi lebih banyak metode pembelajaran yang berbasis permainan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi pada anak usia sekolah dasar.
Creative Education Management Strategy in Health Service Transformation : Electronic Medical Record Innovation at Kandou Manado General Hospital Joulanda A. M. Rawis; Verry R. Palilingan; Nancy L. Sampouw; Ariel N. Rengkuan; Hartini Ngadiorejo; Lando E. Sumarauw; Renaldy J. Kalesaran
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): August : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i2.2169

Abstract

Along with technological advancements, the healthcare sector is increasingly encouraged to adopt digital systems to improve efficiency and service quality. This study aims to analyze the implementation and challenges of using the Electronic Medical Record (EMR) system at the Kandou General Hospital (RSUP) in Manado, as well as explore the perspectives of various parties involved in this digital transformation process. The main focus of this research is to explore the role of the Information Technology (IT) team, medical staff, and training staff in the successful implementation of the EMR system. This study adopts a qualitative approach, utilizing in-depth interviews and participatory observations as data collection methods. The results indicate that although the EMR system can improve efficiency in documenting and managing medical information, its implementation faces various technical challenges, such as the complex system integration and the limited capacity of IT human resources (HR). Furthermore, medical staff, particularly those less skilled in technology, face challenges in adapting to this system, especially during the transition period. On the other hand, training staff plays an important role in overcoming these obstacles through creative training approaches tailored to the specific work unit context. The study concludes that the success of EMR implementation heavily depends on effective training strategies, good coordination between the IT team and medical staff, and continuous technical support. The findings are expected to provide insights for hospital policies and relevant stakeholders in enhancing the adoption of digital technologies in the healthcare sector.
Tinjauan Literatur Tentang Penerapan Model Manajemen Pendidikan Modern Shelty D. M. Sumual; Joulanda A. M. Rawis; Ariel N. Rengkuan; Nancy L. Sampouw
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5757

Abstract

Manajemen pendidikan modern merupakan pendekatan yang terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan pendidikan global. Artikel ini bertujuan untuk meninjau teori-teori yang mendasari manajemen pendidikan modern dan penerapannya dalam berbagai konteks pendidikan. Tiga fokus utama tersebut adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Manajemen Mutu Terpadu (TQM), dan Kepemimpinan Transformasional. Strategi-strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat kinerja lembaga pendidikan. Literatur review ini mengeksplorasi konsep-konsep utama dari manajemen pendidikan, termasuk teori kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan inovasi dalam pengelolaan lembaga pendidikan. Melalui analisis literatur, ditemukan bahwa penerapan model manajemen modern, seperti manajemen berbasis sekolah, kepemimpinan transformasional, dan pendekatan kolaboratif, memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Temuan ini menunjukkan dampak menguntungkan dari MBS dan TQM dalam meningkatkan partisipasi pemangku kepentingan dan kualitas pendidikan. Meskipun demikian, kesiapan sekolah dan kemampuan sumber daya yang dimiliki akan menentukan bagaimana model manajemen tersebut diterapkan. Kesimpulannya yaitu keberhasilan implementasi model-model manajemen ini sangat bergantung pada kesiapan sekolah dan kemampuan sumber daya yang tersedia, oleh karena itu, semua pemangku kepentingan, termasuk manajemen sekolah, guru, dan masyarakat, perlu berkomitmen untuk menerapkan pendekatan yang efektif dan beradaptasi dengan tuntutan lokal serta kondisi spesifik masing-masing lembaga. Upaya kolaboratif dan inovatif dalam pengelolaan pendidikan akan menjadi kunci dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik di masa depan.