Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH SAMBARAN PETIR TERHADAP PERALATAN LISTRIK DAN TELEKOMUNIKASI DI TVRI SULTRA Dicaprio, Jovi Jus; Hay, Sahabuddin; Mustamin, Mustamin
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Elektroda Vol 4 No 2
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v4i2.6531

Abstract

Pada penelitian kali ini adalah di angkat dari sebuah kondisi di mana, sambaran petir sebesar 54,29 kA yang mengenai menara Telekomunikasi TVRI Sultra dan merusak system proteksi pada peralatan di gedung. Dalam penelitian ini menggunakan software ATP Draw untuk mensimulasi sambaran petir sampai dapat menimbulkan kebocoran pada system proteksi alat telekomunikasi. Dari hasil simulasi tegangan yang sampai di gedung sebesar 25 kV jika tidak menggunakan arrester,  di mana arrester adalah perangkat  proteksi alat telekominikasi. Pada tegangan 25 kV masih sangat membahayakan peralatan yang ada, kemudian dalam simulasi di pasangkan arrester pada panel utama dan panel peralatan dan hasilnya yaitu membuat tegangan turun menjadi 12 V. jadi system proteksi sangat perlu di butuhkan dalam melindungi peralatan dan jaringan listrik.Kata Kunci: Sistem proteksi, Arrester, Atp Draw.
DESAIN PENGGUNAAN ARESTER PADA INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK (Studi Kasus Sistem kelistrikan Universitas Halu Oleo) Imran, Rahmad; Hay, Sahabuddin; Mustamin, Mustamin
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 3
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i3.6588

Abstract

Listrik sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dari sektor rumah tangga, pemerintahan, fasilitas umum, industri, fasilitas sosial, hingga fasilitas pendidikan seperti perguruan tinggi semua membutuhkan listrik. Mengingat semakin besar jumlah kerusakan yang ditimbulkan oleh surja petir dan surja hubung maka di Universitas Halu Oleo Kendari untuk mengantisipasi kejadian gangguan tegangan lebih yang dapat menyebabkan kerusakan pada instalasi pemanfaatan tenaga listrik dan peralatan elektronik maka diperlukan peralatan arester. Untuk mendesain penggunaan arrester diinstalasi pemanfaatan tenaga listrik dilakukan simulasi tegangan lebih akibat sambaran petir menggunakan software alternative transien program (ATP/EMTP). Penelitian ini di lakukan pada gardu distribusi teknik, gardu distribusi rektorat dan gardu distribusi kedokteran. pada Simulasi ini digunakan arus impuls petir 8/20 μs pada 20 kA dengan memvariasikan lokasi sambaran, analisis dilakukan dengan membandingan antara sebelum menggunakan arester dengan setelah menggunakan arester. Dari hasil simulasi dan analisis didapatkan sambaran petir tidak langsung tersambar di fasa A, B dan fasa C sebelum menggunakan arester tegangan transient 1,819 kV dengan lama waktu transien 0,02 ms setelah menggunakan arester tegangan transient 0,947 kV dengan lama waktu transien 0,017 ms, sambaran petir petir tidak langsung tersambar di fasa A, B dan fasa C setelah trafo distribusi sebelum menggunakan arrester di dapatkan tegangan transient 152,34 kV dengan lama waktu transient 0,032 ms, sambaran langsung mengenai gedung tersambar di fasa A, B dan C sebelum menggunakan arrester didapatkan tegangan transient 1938,95 kV dengan lama waktu transient 0,03 ms setelah menggunakan arrester didapatkan tegangan transient 491,46 kV dengan lama waktu transient 0,027 kV. penggunaan arrester diinstalasi pemanfaatan tenaga listrik efektif memotong tegangan lebih transient sehinnga dapat mengamankan peralatan dalam gedung. Kata Kunci: Arester, alternative transient program (ATP), Instalasi pemanfaatan tenaga listrik, petir 
ANALISIS KETERSEDIAN DAYA DAN KEANDALAAN SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI DIPERKANTORAN PEMDA KONAWE KEPULAUAN Adurahim, Adurahim; Mustamin, Mustamin; Hay, Sahabuddin
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Elektroda Vol 3 No 1
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jfe.v3i1.6646

Abstract

Sistem jaringan distribusi merupakan salah satu bagian sistem dari sistem penyaluran tenaga listrik, dalam sistem penyaluran ini harus diperhatikan mengenai penggunaan jenis penghantar, sistem penyalurannya, maupun proteksi atau pengamanan dari penyaluran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah luas penampang penghantar sudah sesuai dengan kapasitas beban yang ada, kualitas penyambungan, metode yang digunakan adalah metode deskriptif.Satu transformator distribusi dengan kapasitas 100 kVA menyuplai 4 titik beban, luas penampang kawat penghantar jenis NFA2X-T 3 x 70 + 50 mm2 dan sudah sesuai dengan standart yang ditentukan PUIL 2000, untuk pengaman transformator primer digunakan arrester dan fuse cut out.tegangan rendah di perkantoran pemda Konawe Kepulauan ada beberapa penyimpangan dalam pembebanan yaitu tidak seimbangnya beban pada tiap gedung, kawat penghantar udara sudah memenuhi standar. Agar masa yang akan datang pihak pemda dapat memperhatikan karakteristik dan kapasitas transformator serta besarnya penampang penghantar yang digunakan, perlu diadakan penelitian untuk beban yang terpasang sehingga akan mudah di ketahui karakteristik dan kemampuan instalasi dalam melayani beban. Keandalan sistem jaringan distribusi dipemda konawe kepulauan terhitung sebesar 0,8669.Kata kunci: Jaringan distribusi, tegangan rendah, Konawe Kepulauan
KARAKTERISTIK PEMBAKARAN BRIKET CAMPURAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DAN KULIT KAKAO Sahabuddin Hay; Budiman Sudia
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/djitm.v5i1.284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi briket antara arang tempurung kelapa dan arang kulit kakao terhadap karakteristik briket. Komposisi arang tempurung kelapa dan arang kulit kakao pada masing-masing perekat adalah : 80% arang tempurung kelapa : 20% arang kulit kakao, 70% arang tempurung kelapa : 30% arang kulit kakao, 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao dan 100% arang tempurung kelapa. Tekanan dijaga pada 2500 Psi. Kesimpulan yang diperoleh adalah : Densitas maksimum 0,716 gr/cm3 (komposisi 100% arang tempurung kelapa), densitas minimum 0,512 gr/cm3 (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao); kadar air maksimum 10,23% (komposisi 100% arang tempurung kelapa), kadar air minimum 6,74% (komposisi 80% arang tempurung kelapa : 20% arang kulit kakao), komposisi briket 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao paling cepat terbakar (28,7 detik untuk massa briket 2,26 gram), briket 100% arang tempurung kelapa paling lambat terbakar (38,2 detik untuk massa briket 3,042 gram); lama briket menyala maksimum adalah 6,14 menit untuk 15,8 gram briket (komposisi 100% arang tempurung kelapa), lama briket menyala minimum adalah 2,16 menit untuk 11,3 gram briket (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao); nilai kalor maksimum 5442,17 calori/gram (komposisi 100% arang tempurung kelapa0, nilai kalor minimum 5012 calori/gram (komposisi 60% arang tempurung kelapa : 40% arang kulit kakao).
PERHITUNGAN BIAYA POKOK PENYEDIAAN (BPP) TENAGA LISTRIK PER GOLONGAN PELANGGAN STUDI KASUS PT PLN (PERSERO) SISTEM SULSELTRABAR Sahabuddin Hay
Dinamika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.584 KB) | DOI: 10.33772/djitm.v5i2.256

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan sebuah kajian untuk menentukan besaran Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik, untuk menentukan besaran BPP tenaga listrik per jenis tegangan dan untuk menentukan besaran BPP-TL per golongan pelanggan pada PT. PLN (PERSERO) sistem Sulseltrabar. Penelitian ini menggunakan data realisasi biaya operasi pada periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2007 yang berupa data produksi dan penjualan tenaga listrik, data daya tersambung (kVA) dan data pemakaian energi (kWh). Dari data tersebut, dihitung biaya tersambung dan biaya pemakaian energi, biaya total  pokok penyediaan tenaga listrik (BPP TL), BPP per-jenis tegangan, alokasi losses pada volume penjualan, alokasi biaya variabel pada volume penjualan, alokasi biaya variabel pada daya tersambung, BPP TT,TM dan TR, BPP per-golongan pelanggan, dan biaya tetap,variabel dan total.
Quantitative Evaluation on Electric Motor Thermal Image for Comparison Hot Spot and Measuring Point Regions Wa Ode Siti Nur Alam; Sahabuddin Hay; St Nawal Jaya
Computer Engineering and Applications Journal Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.125 KB) | DOI: 10.18495/comengapp.v7i2.258

Abstract

Inspection of the condition on industrial equipment becomes an urgent matter for industry. Infrared thermography inspection provides enormous benefits in preventive and predictive maintenance routines, especially for critical electrical equipment to prevent sudden damage to the equipment when the production process is underway, insofar that it impacts on the process. The result of inspection is in the form of thermal image which depicts the temperature of the electrical equipment. In general, thermal image evaluation is still analyzed manually by relying on visual reading by technicians. This would allow for errors in evaluating the image. Thus, this study used thermal images as the results of electric motor inspections, which are in hot spot and measuring point regions. Furthermore, this study aims to quantify the overheating resulted in electric motor by comparing those two regions using color entropy by Graphical User Interface (GUI) MATLAB. The study stages comprised of: zooming and object (region) cropping on color thermal image, color image histogram, calculating of color entropy (red, green, blue), and calculating of the color entropy average. The result of study on ten electric motor thermal images showed that the color entropy is higher in the measuring point region than the color entropy in the hot spot region. The average of color entropy in hot spot region were in the range of 2.9497 – 3.9578 and measuring point region were in the range of 5.1182 – 5.4489.
Pengaruh Pemasangan Pembangkit Terdistribusi (Distributed Generation) Terhadap Magnitude Arus Gangguan pada Sistem Distribusi Tenaga Listrik Mustarum Musaruddin; Ahmad Munawir; Sahabuddin Hay
Prosiding Seminar Nasional Teknoka Vol 2 (2017): Prosiding Seminar Nasional Teknoka ke - 2
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.644 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemasangan pembangkit terdistribusi (Distributed Generation) terhadap magnitude arus gangguan hubung singkat pada lokasi gangguan pada sistem distribusi tenaga listrik. Dalam penelitian ini, sistem tenaga listrik dan pembangkit terdistribusi dimodelkan kedalam aplikasi Alternative Transient Program (ATP). Simulasi hubung singkat dilakukan dengan berbagai kondisi yaitu variasi jenis gangguan hubung singkat (dua fasa, dua fasa ke tanah dan tiga fasa), variasi lokasi gangguan serta jumlah dan lokasi pemasangan distributed generation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan distributed generation dalam sistem distribusi tenaga listrik, maka arus gangguan akan meningkat dibandingkan dengan arus gangguan sebelum adanya distributed generation pada sistem tenaga listrik, khususnya ketika gangguannya terjadi didekat pembangkit terdistribusi. Jenis gangguan, Jumlah dan Lokasi pemasangan pembangkit terdistribusi mempunyai pengaruh terhadap magnitude arus gangguan hubung singkat.
Analisis Neutral Ground Resistor (NGR) dan Ground Fault Relay (GFR) pada Transformator Daya Gardu Induk Kendari New 150 kV Brian Dwijayanto Sarira; Samuel Jie; Mustarum Musaruddin; Yuni Aryani Koedoes; Sahabuddin Hay; Indrayati Galugu; Agustinus Lolok
Jurnal Fokus Elektroda : Energi Listrik, Telekomunikasi, Komputer, Elektronika dan Kendali) Vol. 7 No. 4 (2022): Jurnal Fokus Elektroda Vol 7 No 4 2022
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2215.194 KB) | DOI: 10.33772/jfe.v7i4.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Neutral Ground Resistor (NGR) terhadap besar arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah dan penyetelan waktu kerja Ground Fault Relay (GFR) pada Transformator daya pada Gardu Induk Kendari New 150 kV. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data pada sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara lalu dibuat pemodelan dan simulasi menggunakan Matlab dan Simulink. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa besar arus gangguan satu fasa ke tanah dengan menggunakan NGR sebesar 40 Ohm pada lokasi gangguan 0% bernilai 288,41 ampere dengan nilai waktu kerja GFR pada sisi outgoing sebesar 0,299 detik dan pada sisi incoming sebesar 0,7 detik. Tetapi tanpa menggunakan NGR diperoleh besar arus gangguan ialah 6824,56 ampere dengan nilai waktu kerja GFR pada sisi outgoing sebesar 0,299 detik dan pada sisi incoming sebesar 0,7 detik. Hal ini menunjukan bahwa NGR dapat berfungsi dengan baik dalam membatasi besar arus gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah sehingga dapat melindungi transformator dari ancaman kerusakan.
Alat Pencacah Pakan Ternak Menggunakan Motor Universal Faraditha Amelia; Waode Zulkaidah; Sahabuddin Hay; Feliks Eldad Larobu; Agustina Lolok; Abd.Kadir
Piston: Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2022): Juni 2022 (Edisi Reborn)
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v7i1.27

Abstract

Feed is one of the most important factors in ruminant maintenance efforts, the success and failure of livestock business is largely determined by the feed given. Grass must be provided by breeders as the main feed for livestock every day. Additional feed must also be given to increase nutrition so that livestock meat grows faster. Additional feed such as bran, ingredients, concentrates, cassava, tofu dregs and others. The farmer took the initiative to mix the grass with additional feed to save costs. Before mixing, the grass must be chopped (chopped) first, so that the mixing process is easy to do. Every day the farmer must provide sufficient amount of grass for animal feed ingredients. In an effort to provide ruminant feed, breeders need tools so that in the process of chopping the grass even though it is large and the time and energy spent is still efficient. Therefore, a grass chopper is needed by breeders. In general, the lawn chopper consists of a motor that functions as a driver, transmission system, casing, frame shaft, and chopper blade. Things that must be considered in the manufacture of this grass chopper is how to make a machine with a strong frame, sharp knife to cut several times, ergonomic, affordable and easy to get on the market.
Monitoring suplai Listrik Berbasis SMS Gateway Bandara Halu Oleo Hanika Pasang; Gamal Abdel Nasser; Sahabuddin Hay; Waode Zulkaidah; St. Nawal Jaya
Piston: Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2022): Juni 2022 (Edisi Reborn)
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/pistonjt.v7i1.28

Abstract

In a flight process requires many systems that are required to work properly so that in the flight process there are no obstacles or damage that causes accidents that can be detrimental from all aspects, especially the loss of human life. Aviation safety facilities must be alive for 24 hours, so that if there is a power cut from PLN, the UPS (Uninterruptible Power Supply) as a backup that provides electricity supply will work automatically to provide supply to the aircraft communication system to keep it alive. However, UPS only lasts 30 minutes to supply electricity to the load and sometimes if problems occur such as loss of electricity supply from PLN, generators or UPS, the aircraft communication system at Halu Oleo airport will be very disrupted. Therefore, so that the aircraft communication system continues to live, a system is created that can help the Halu Oleo airport Navigation Telecommunication Technician in controlling the electricity supply in the airport tower halu oleo so that it does not die. In the early stages thepins Input and Output will initialize what is needed. must be done, then the current sensor will read how much current is entering the UPS load if the current has been read, the system from the GSM module will send the message SUPPLY CONNECTED LOADS but if the current is not read by the current sensor then the GSM module will send a message that the load SUPPLY is disconnected and The buzzer will flash intermittently for 10 minutes. If within 10 minutes there is no action from the technician, the system will automatically make a telephone call.