Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perancangan dan Implementasi Photostock di Sekolah Smkn 10 Batam dengan Penerapan Metode 4d Cen, Li; Rismayana, Rismayana; Tan, Tony
National Conference for Community Service Project (NaCosPro) Vol. 7 No. 01 (2025): The 7th National Conference for Community Service Project 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas kegiatan kerja praktek yang dilakukan di SMK Negeri 10 Batam, dengan fokus pada produksi photostock sebagai solusi terhadap kebutuhan dokumentasi dan promosi visual sekolah. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan arsip visual yang representatif dan siap pakai. Untuk menjawab tantangan tersebut, digunakan metode 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang terbukti efektif dalam pengembangan media berbasis kebutuhan pengguna. Proses kegiatan dimulai dengan identifikasi kebutuhan visual, perancangan konsep pemotretan, pelaksanaan pengambilan gambar, hingga penyusunan hasil akhir dalam bentuk digital. Luaran berupa kumpulan photostock diklasifikasikan ke dalam kategori yang relevan dan diserahkan kepada pihak sekolah melalui Google Drive. Hasil dokumentasi telah diimplementasikan secara aktif oleh sekolah dalam media promosi seperti banner, poster, dan video Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi mitra, tetapi juga meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengelolaan proyek media visual secara profesional.
Eksperimen Pengaruh Layout, Color Scheme, dan Typography dalam Meningkatkan Efektivitas Situs Web Pemerintah di Kota Batam Cen, Li; Rismayana, Rismayana; Tan, Tony
Jurnal Infomedia: Teknik Informatika, Multimedia, dan Jaringan Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Infomedia
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jim.v10i2.8215

Abstract

The rapid development of digital governance has positioned government websites as essential tools for delivering information and services to citizens. This study evaluates the effectiveness of official websites of regional government offices (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) in Batam City across six indicators: task completion time, user satisfaction, layout, color, typography, and success rate. Data were collected from 135 respondents who were assigned tasks on nine OPD websites, and results were analyzed using descriptive statistics and one-way ANOVA. The findings reveal that while most indicators showed variation among websites, only the success rate differed significantly across OPDs (F = 5.21; p 0.05). Other indicators, including task time, satisfaction, and visual aspects, did not demonstrate statistically significant differences. These results highlight that the ability of users to successfully complete assigned tasks remains the most decisive factor for website effectiveness, while aesthetic elements play a secondary role. The study suggests that standardizing navigation structures and information design across OPD websites could improve user experiences and ensure consistent performance. Future research should expand to include mobile usability and accessibility for vulnerable groups to support inclusive digital public services.
Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah, Pencegahan Stunting, dan Pengendalian Hipertensi di Kelurahan Cabenge, Kabupaten Soppeng: Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah, Pencegahan Stunting, dan Pengendalian Hipertensi di Kelurahan Cabenge, Kabupaten Soppeng Acha, Muhammad Arsyad; Riskiyani, Shanti; Rahma.Ss, Alya Muftia; Rismayana, Rismayana; Fauzi Rachman, Langkar Diyang
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2538

Abstract

This community service program aimed to empower the community in waste management, stunting prevention, and hypertension control through asset-based community development (ABCD) and human-centered design (HCD) approaches. The activity was conducted from January 5–19, 2026, in Cabenge Village, Soppeng Regency, involving 15–28 participants per session, including village officials, health cadres, community leaders, midwives, and residents. Methods included focus group discussions, asset mapping (six asset categories), root cause analysis using fishbone diagrams, and collaborative action plan development. Results indicated that the root cause of waste management problems was the absence of a community-based system with adequate facilities. Stunting was caused by low family knowledge and practices in child nutrition and care. Hypertension was caused by unhealthy lifestyles and low awareness of early detection. Asset mapping identified local potentials, including health cadres, posyandu, puskesmas, moringa and papaya plants, sphygmomanometers, and mutual cooperation traditions. The program concludes that integrating ABCD and HCD approaches effectively identifies root causes and maps local assets for sustainable health interventions. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah, pencegahan stunting, dan pengendalian hipertensi melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Human-Centered Design (HCD). Kegiatan dilaksanakan 5–19 Januari 2026 di Kelurahan Cabenge, Kabupaten Soppeng, dengan 15–28 peserta setiap pertemuan (aparat kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, bidan, warga). Metode: FGD, pemetaan aset (6 kategori), analisis fishbone, dan penyusunan rencana aksi. Hasil: akar masalah sampah adalah belum adanya sistem berbasis masyarakat; stunting disebabkan rendahnya pengetahuan gizi keluarga; hipertensi akibat gaya hidup tidak sehat. Pemetaan aset mengidentifikasi kader, posyandu, puskesmas, kelor, pepaya, tensimeter, dan gotong royong. Kegiatan menyimpulkan integrasi ABCD dan HCD efektif mengidentifikasi akar masalah dan memetakan aset lokal untuk intervensi berkelanjutan.