Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KARAKTERISASI MINYAK JARAK TERHIDROGENASI SEBAGAI BAHAN PELUNAK KARET ALAMI Puspitasari, Santi; Cifriadi, Adi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 32, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v32i1.152

Abstract

Minyak jarak castor terhidrogenasi diharapkan dapat berfungsi sebagai bahan pelunak karet alami. Bahan pelunak harus memiliki kesesuian yang baik dengan karet agar diperoleh efektivitas pencampuran yang tinggi. Percobaan ini akan mempelajari kinerja dan pengaruh minyak jarak castor terhidrogenasi sebagai bahan pelunak karet alami pada pembuatan kompon karet SIR 20 dan EPDM 6250 terhadap karakteristik vulkanisasi kompon dan sifat fisika vulkanisat karet. Dosis bahan pelunak ditetapkan 10 dan 20 bsk. Kinerja minyak jarak castor terhidrogenasi dibandingkan dengan bahan pelunak komersial golongan parafinik yaitu HVI 60 dan HVI 650. Tahapan dalam percobaan diawali dengan pembuatan kompon, kemudian vulkanisasi kompon dan pengujian sifat fisika vulkanisat karet. Saat pembuatan kompon dilakukan pengamatan terhadap waktu dan konsumsi energi pengkomponan serta persentase kehilangan berat kompon. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penambahan minyak jarak castor terhidrogenasi mampu menurunkan waktu dan energi pengkomponan serta persentase kehilangan berat kompon. Pengaruh minyak jarak castor terhidrogenasi pada karakteristik vulkanisasi sangat tampak pada penurunan modulus torsi sebagai akibat terputusnya rantai molekul karet. Penambahan minyak jarak castor terhidrogenasi juga menurunkan kekerasan, kekuatan tarik, dan pampatan tetap tetapi meningkatkan perpanjangan putus dan kekuatan sobek baik vulkanisat karet SIR 20 maupun EPDM 6250. Dengan demikian minyak jarak castor terhidrogenasi dapat digunakan sebagai bahan pelunak karet alami terutama dalam pembuatan kompon karet sintetik EPDM. Diterima : 19 Juli 2013; Direvisi : 27 Agustus 2013; Disetujui : 9 November 2013 How to Cite : Puspitasari, S., & Cifriadi, A. (2014). Karakterisasi minyak jarak terhidrogenasi sebagai bahan pelunak karet alami. Jurnal Penelitian Karet, 32(1), 65-73. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/152
PENGGUNAAN LINDI HITAM SEBAGAI BAHAN PELUNAK DALAM KOMPON KARET ALAM Cifriadi, Adi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 31, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v31i1.130

Abstract

Sifat fisika vulkanisat dan karakteristik kematangan kompon karet alam yang mengandung lindi hitam dan analisis spektrometri FTIR dari lindi hitam telah dikaji untuk mengevaluasi penggunaan lindi hitam sebagai bahan pelunak. Bahan pelunak jenis aromatik digunakan sebagai bahan pelunak kontrol. Bahan pelunak dari lindi hitam dibuat dengan perlakuan berdasarkan jenis bahan pembasa yang ditambahkan pada lindi hitam serta jumlah kadar padatannya. Hasil pengujian spektrometri FTIR dapat menyimpulkan gugus fungsi yang terikat pada struktur molekul lindi hitam dan hasil interpretasi spektra FTIR menunjukkan bahwa lindi hitam mengandung senyawa cincin aromatik pada struktur molekulnya dan mengandung gugus fungsi –OH, -C-O, serta –C=O. Berdasarkan hasil pengujian karakteristik kematangan kompon menunjukkan bahwa kompon karet yang mengandung bahan pelunak lindi hitam tanpa perlakuan ataupun dengan perlakukan penambahan bahan pembasa NH4OH dan NaOH memiliki waktu masak optimum (t90) dan waktu scorch (t2) yang lebih cepat dari pada kompon karet yang mengandung bahan pelunak kontrol (Minarex).  Hasil pengujian sifat fisika vulkanisat menunjukkan bahwa vulkanisat yang mengandung lindi hitam tanpa perlakuan penambahan bahan pembasa dengan kadar padatan sebesar 60%  memiliki kinerja yang setara dengan vulkanisat yang mengandung bahan pelunak kontrol.    Diterima : 15 Februari 2013; Disetujui : 25 Mei 2013 How to Cite : Cifriadi, A. (2013). Penggunaan lindi hitam sebagai bahan pelunak dalam kompon karet alam. Jurnal Penelitian Karet, 31(1), 20-29. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/130
KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KETAHANAN TERHADAP LINGKUNGAN ASAM LAHAN GAMBUT MATERIAL CANAL BLOCKING BERBASIS KOMPOSIT KARET ALAM Kinasih, Norma Arisanti; Cifriadi, Adi; Wijaya, Thomas
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 36, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v35i2.415

Abstract

Penggunaan komposit berbasis karet alam sebagai alternatif material konstruksi canal blocking merupakan hal yang baru. Tujuan penelitian adalah mempelajari sifat fisik dan mekanik dan ketahanan terhadap lingkungan asam lahan gambut material canal blocking yang terbuat dari komposit karet alam. Komposit karet alam didisain dengan nilai kekerasan yang divariasikan sebesar 70, 80 dan 90 Shore A dan jenis bahan pengisi tipe partikulat meliputi karbon hitam dan kalsium karbonat (CaCO3). Data hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi komposit karet alam untuk produksi canal blocking terbaik diperoleh menggunakan partikulat CaCO3 sebanyak 140 bsk dan karbon hitam 65 bsk. Komposit karet alam ini memiliki sifat fisik dan ketahanan yang baik pada lingkungan asam lahan gambut yang memiliki tingkat keasamaan pH 3 (setara dengan larutan asam sulfat 20%) dan pH 2,5 (setara dengan larutan asam sulfat 40%), yang ditandai dengan rendahnya perubahan volume dan sifat fisika serta mekanik vulkanisat setelah perendaman dalam larutan asam sulfat 20% dan 40%. 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT KARET ALAM/SELULOSA DENGAN VARIASI JENIS SELULOSA Handayani, Hani; Cifriadi, Adi; Handayani, Aniek Sri; Chalid, Mochammad; Herlina, Riana; Savetlana, Shirley
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 36, Nomor 2, Tahun 2018
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v36i2.582

Abstract

Karet alam dan selulosa merupakan dua material yang memiliki kompatibilitas yang sangat berbeda. Karet alam bersifat nonpolar sedangkan selulosa bersifat polar. Kombinasi antara karet alam dengan selulosa diharapkan akan menjadi komposit dengan kekuatan yang lebih tinggi. Konsep penguatan bahan polimer, seperti karet alam dengan bahan pengisi selulosa, terjadi akibat peningkatan interaksi karet-bahan pengisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis selulosa terhadap sifat fisik komposit yang dihasilkannya. Sebanyak tiga jenis selulosa digunakan dalam penelitian ini yaitu serbuk selulosa dari tandan kosong kelapa sawit, selulosa onggok dari limbah pati singkong, dan CMC (Carboxy Methyl Cellulose). Bahan selulosa digiling dalam mesin giling terbuka bersama dengan karet alam dan bahan-bahan lainnya menggunakan dua jenis bahan penyambung (coupling agent) yaitu hexamine/resorcinol dan anhidrida maleat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CMC memberikan hasil sifat fisik yang relatif lebih baik dibandingkan dengan dua jenis selulosa lainnya terutama dalam hal kuat tarik, pampatan tetap, dan ketahanan pantul komposit yang dihasilkannya. Sementara itu hexamine/ resorcinol lebih kompatibel digunakan sebagai bahan penyambung dibandingkan anhidrida maleat. 
Oxidation of Cellulose from Oil Palm Empty Fruit Bunch Using Hydrogen Peroxide in Alkaline Condition Isroi, Isroi; Cifriadi, Adi
JURNAL SELULOSA Vol 8, No 02 (2018): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.602 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v8i02.233

Abstract

There are growing interest to use cellulose as renewable material in order to replace non-renewable polymeric materials. Alteration and chemical modifications of the cellulose by oxidation is needed to improve its properties and functionality. The aim of this study was to evaluate oxidation effect of the cellulose from oil palm empty fruit bunch (OPEFB) using hydrogen peroxide in alkaline condition. Cellulose has been isolated and purified by sodium hydroxide method followed by sodium hypochlorite bleaching. The oxidation effect of the cellulose by hydrogen peroxide was investigated by component analysis of the lignocelluloses, visual analysis, physical and chemical properties. Fourier transform infrared spectroscopy was employed to evaluate the changes of functional groups. Digesting of the OPEFB by sodium hydroxide at temperature 160oC for 4 hours reduced lignin content from 22.58% to 16.60%, increase cellulose and hemicelluloses content from 60.76% to 73.87% and 25.86% to 30.95%, respectively. Treatment of the OPEFB pulp using sodium hypochlorite removed all residual lignin. Cellulose content was increased up to 90.86%. Degree of polymerization of the oxidized cellulose was reduced from 1997 to 658. Carboxyl groups of celluloses was significantly increased and confirmed by titration analysis. OPEFB cellulose fiber was damage and broken, meanwhile crystallinity of the cellulose was reduced.Keywords: cellulose, oxidation, oil palm empty fruit bunch, carboxyl group, crystallinity, physical properties Oksidasi Selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit menggunakan Hidrogen Peroksida dalam Kondisi BasaAbstrakPerhatian untuk memanfaatkan selulosa sebagai polimer terbarukan untuk menggantikan polimer tidak terbarukan mengalami peningkatan. Perubahan dan modifikasi kimia selulosa melalui proses oksidasi diperlukan untuk meningkatkan sifat dan fungsi selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh oksidasi selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menggunakan hidrogen peroksida dalam suasana basa. Selulosa diisolasi dan dimurnikan dengan metode natrium hidroksida dan dilanjutkan dengan pemutihan natrium hipoklorit. Efek oksidasi selulosa oleh hidrogen peroksida dievaluasi menggunakan analisis komponen lignoselulosa, analisis visual, sifat fisik dan kimia. Analisis spektroskopi inframerah (FTIR) digunakan untuk mengevaluasi perubahan gugus fungsional selulosa. Pemasakan TKKS dengan natrium hidroksida pada suhu160oC selama 4 jam mengurangi kandungan lignin dari 22,58% menjadi 16,60%, meningkatkan kandungan selulosa dari 60,76% menjadi 73,87% dan hemiselulosa dari 25,86% menjadi 30,95%. Perlakuan pulp TKKS menggunakan natrium hipoklorit menghilangkan semua sisa lignin. Kandungan selulosa meningkat hingga 90,86%. Oksidasi selulosa dengan hidrogen peroksida menurunkan derajat polimerisasi selulosa dari 1997 menjadi 658. Gugus karboksil selulosa meningkat secara signifikan dan dikonfirmasi dengan analisis titrasi. Analisis visual menunjukkan kerusakan serabut selulosa, sesuai dengan pengurangan kristalinitas selulosa.Kata kunci: selulosa, oksidasi, tandan kosong kelapa sawit, gugus karboksil, kristalinitas, sifat fisik 
KESTABILAN KEKUATAN KOMPOSIT KARET ALAM PADA PROTOTIPE SEKAT KANAL DI LINGKUNGAN ASAM LAHAN GAMBUT Kinasih, Norma Arisanti; Cifriadi, Adi; Wijaya, Thomas
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i1.602

Abstract

Prototipe sekat kanal berbasis komposit karet alam telah dibangun di Desa Sungei Rengit, Sumatera Selatan. Validasi pengembangan produk dilakukan dengan melakukan pengujian sifat fisika dan morfologi komposit karet sebelum dan setelah aplikasinya di lapangan. Hasil pengujian fisika komposit karet sebelum dan setelah diaplikasikan di lapangan relatif stabil, dengan nilai penurunan sifat fisika vulkanisat yang berkisar 20% setelah direndam pada suasana asam air gambut dan asam sulfat baik di laboratorium maupun di lapangan. Penurunan tersebut diakibatkan menurunnya interaksi antara matriks karet dan partikulat-pengisi sesuai hasil pengamatan morfologi komposit karet.
PENGARUH JENIS ARANG HITAM TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPOSIT KARET ALAM PADA VULKANISAT ELASTOMER BANTALAN JEMBATAN Andriani, Woro; Cifriadi, Adi; Puspitasari, Santi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i1.606

Abstract

Karet bantalan jembatan dan jalan layang berbasis karet alam produksi lokal sering  kali mengalami permasalahan kualitas dalam hal ketahanan terhadap pengusangan dan pampatan tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh berbagai tipe carbon black sebagai bahan pengisi dalam pembuatan vulkanisat komposit karet alam untuk bantalan jembatan dan jalan layang. Tipe carbon black yang digunakan terdiri atas N330 (HAF), N550 (FEF), N774 (SRF-HM-NS), dan N990 (MT). Percobaan diawali dengan pembuatan kompon karet pada skala laboratorium berkapasitas 120 g kompon/batch. Kompon karet yang diperoleh kemudian dicetak untuk sampel uji karakterisasi sifat mekanik vulkanisat komposit karet bantalan. Parameter uji mengacu pada SNI 3967:2013. Mengacu pada hasil pengujian diketahui bahwa sifat mekanik vulkanisat komposit karet bantalan jembatan dan jalan layang bergantung pada derajat ikatan silang dan interaksi antara partikel bahan pengisi dengan molekul karet. Interaksi semakin kuat didapatkan dari carbon black yang memiliki ukuran diameter partikel terkecil atau luas permukaan terbesar terbesar. Tipe carbon black yang dianggap sesuai untuk komposit karet bantalan jembatan dan jalan layang adalah N550, N774, kemudian N330.
PENGARUH VULKANISASI LATEKS KARET ALAM DENGAN CARA RADIASI MENGGUNAKAN MESIN BERKAS ELEKTRON (MBE) TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN KADAR PROTEIN BARANG JADINYA Ramadhan, Arief; Darsono, Darsono; Nuraini, Elin; Handayani, Hani; Cifriadi, Adi; Puspitasari, Santi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.661

Abstract

Saat ini, terdapat tiga proses vulkanisasi yang umum digunakan di industri lateks karet alam, yaitu vulkanisasi dengan belerang, radiasi, dan peroksida. Vulkanisasi belerang menghasilkan produk dengan sifat mekanis yang unggul dibandingkan dengan vulkanisasi radiasi dan peroksida. Vulkanisasi lateks karet alam dengan radiasi dilakukan dengan mengekspos lateks karet alam terhadap radiasi pengion berenergi tinggi seperti sinar gamma atau berkas elektron. Penggunaan radiasi berkas elektron untuk vulkanisasi karet alam masih terbatas terutama untuk aplikasi pada barang jadi lateksnya seperti sarung tangan. Makalah ini membahas efek iradiasi berkas elektron pada vulkanisasi lateks terhadap sifat mekanik barang jadi lateksnya. Tiga jenis lateks yang digunakan (lateks pekat, lateks terdeproteinisasi, dan kompon lateks) kemudian diradiasi dengan mesin berkas elektron pada variasi dosis (0, 50, 70, 90, 130, dan 150 Kgy). Setelah vulkanisasi, lateks dituang di atas lapisan tipis kaca film membentuk film lateks. Film lateks kemudian diuji sifat mekaniknya seperti kekuatan tarik dan perpanjangan putus. Vulkanisasi lateks dengan belerang digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tarik film lateks yang divulkanisasi menggunakan radiasi berkas elektron lebih rendah dibandingkan vulkanisasi dengan belerang. Lateks iradiasi dengan mesin berkas elektron membentuk ikatan silang hanya di lapisan permukaan sehingga tidak dapat meningkatkan sifat mekanik keseluruhan barang jadi lateksnya.
KARET ALAM HIDROGENASI SEBAGAI MATRIKS POLIMER ALTERNATIF PADA KOMPOSIT ELASTOMER BANTALAN JEMBATAN Puspitasari, Santi; Chalid, Mochammad; Ferdian Falaah, Asron; Cifriadi, Adi
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 41, Nomor 2, Tahun 2023
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v41i2.872

Abstract

Karet alam hidrogenasi yang terbuat melalui modifikasi kimiawi lateks karet alam secara transfer hidrogenasi katalitik berpotensi digunakan sebagai matriks polimer alternatif pada karet bantalan jembatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peluang pemanfaatan karet alam hidrogenasi pada pembuatan karet bantalan jembatan. Karet alam hidrogenasi yang digunakan pada penelitian ini disintesis pada variasi konsentrasi hidrasin hidrat (40 dan 42,5 bsk) terhadap hidrogen peroksida (30 dan 35 bsk) suhu 40oC dan 50oC. Eksperimen diawali dengan persiapan kompon karet menggunakan mesin giling terbuka dilanjutkan dengan pembuatan vulkanisat karet pada mesin cetak hidraulik. Vulkanisat karet dikarakterisasi sifat fisik dan mekanik mengikuti parameter yang tercantum dalam SNI 3967:2013. Karet SIR 20 digunakan sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karet alam hidrogenasi yang diolah dari 40 bsk hidrasin hidrat dan 35 bsk hidrogen peroksida pada suhu 40oC ditetapkan sebagai matriks polimer alternatif yang paling menjanjikan untuk produk karet bantalan jembatan. Vulkanisat karet bantalan jembatan dari karet alam hidrogenasi tersebut memiliki sifat fisik dan mekanik yang sesuai dengan persyaratan SNI 3967:2013 dan persentasi rentensi yang lebih tinggi daripada vulkanisat karet bantalan jembatan dari SIR 20.
FORMULASI DAN ANALISIS MUTU SELANG KARET UNTUK DME, LPG, DAN GAS ALAM (LNG) CIFRIADI, Adi; FALAAH, Asron Ferdian; Handayani, Hani; RAMADHAN, Arief; FITRIANI, Rachma; FITRIANI, Irma Nur
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 42, Nomor 1, Tahun 2024
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v42i1.911

Abstract

Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari bahan bakar alternatif untuk rumah tangga dalam rangka mensubstitusi LPG, diantaranya adalah penggunaan DME dan gasalam. Upaya ini dilakukan dalam rangka mengurangi ketergantungan impor LPG dan bahkan menciptakan kemandirian energi, khususnya untuk bahan bakar rumah tangga. Pada saat aplikasi DME dan gas alam sebagai bahan bakar rumah tangga untukmenggantikan LPG maka diperlukan pemastian bahwa aksesoris kompor gas, salah satunya adalah material selang karet yang digunakan tahan terhadap LPG, DME, dan gas alam sesuai persyaratan di dalam SNI 9137:2022 tentang selang karet untuk kompor gas dimetil eter (DME) dan SNI 7213:2014 tentang selang karet untuk kompor gas LPG. Penelitian yang telah dilakukan ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan analisis ketahanan kompon selang karet terhadap paparan DME, LPG, dan gas alam. Penelitian ini menggunakan variasi jenis elastomer terdiri dari karet NBR/PVC, CR, dan NBR/PVC blend NR (85/15) serta variasi bahan pengisi carbon black (CB) N330, N550, dan N774. Analisis dan karakterisasi mutu meliputi karakterisasi pematangan, kekerasan, kuat tarik, perpanjangan putus (sebelum dan sesudah pengusangan), uji ketahanan terhadap DME menggunakan gas DME, uji ketahanan terhadap LPG menggunakan gas LPG, dan uji ketahanan terhadap gas alam menggunakan cairan n-pentana. Sebanyak 3 (tiga) formula kompon bagian luar (cover) telah dibuat dan hasilnya semua formula telah memenuhi persyaratan SNI yang diacu. Sementara itu sebanyak 6 (enam) buah formula kompon selang bagian dalam (lining) telah berhasil dibuat dan hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 4 (empat) dari 6 (enam) formula yang dibuat telah memenuhi persyaratan mutu selang karet sesuai SNI yang diacu. Sementara itu, 2 (dua) formula yang lainnya masih belum memenuhi persyaratan yaitu formula NBR1 untuk persen penambahan massa (cairan terserap) setelah direndam dalam n-pentana dan formula NBR/NR2 untuk parameter perubahan perpanjangan putus setelah pengusangan.