Mangrove memiliki peran penting secara ekologis, sosial, dan ekonomi, namun menghadapi ancaman serius seperti konservasi lahan dan aktivitas tambak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terjadap 38 responden yang terdiri dari nelayan, petembak, dan masyarakat lainnya. Analisis data dilakukan dengan metode SMART (Simple Multi-Attribute Rating Technique) dan Skala Likert. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui tingkat persepsi dan pasrtisipasi masyarakat dalam resiliensi ekosistem mangrove serta kategori persepsi dan partisipasi masyarakat pesisir pantai Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap rehabilitasi mangrove sangat positif, dengan skor rata-rata 4,22 (kategori sangat baik). Masyarakat menyadari manfaat mangrove sebagai pelindung pantai, habitat biota laut, dan sumber ekonomi. Namun, pasrtisipasi masyarakat dalam rehabilitasi masih rendah, dengan smor rata-rata 2,94 (kategori kurang). Faktor penghambat partisipasi meliputi tidak adanya kelompok pengelola terorganisir, kurangnya insentif, dan minimnya pelibatan masyarakat dalam program penanaman. Kesenjangan antara persepsi positif da partisipasi yang rendah menunjukkan perlunya peningkatan keterlibatan masyarakat melalui pembentukan kelompok pengelola, program pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kebijakan yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pasrtisipasi aktif masyarakat guna mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove.