Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Association of Malnutrition Based on Body Mass Index with A Presence of Oral Disease Meta Maulida Damayanti; Yuniarti; Caecielia Makaginsar; Siska Nia Irasanti
Denta Journal Kedokteran Gigi Vol 15 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/denta.v15i2.1

Abstract

Background: To maintain oral health, the body needs good nutrition. The relationship between nutritional status and oral health conditions is very complex, influenced by many factors, both internal and external. Inadequate nutrition can increase the risk of oral disease. Purpose: To analyze the association between malnutrition and oral diseases. Methods: This study used the cross-sectional analytic observational design. Data were collected from the Manarul Huda Islamic Boarding School in Bandung, which 38 participants were selected based on criteria. Body mass index perform to asses nutritional status, while oral disease was collected through form data. Analysis’s data using chi-square and SPSS 23 version. Results: Classification of body mass index the highest in undernutrition group (47.4%) and oral disease the highest for tooth staining (52.6%), there was no significant association between malnutrition and oral disease with p value >0.05. Conclusion: Early analysis of nutritional assessment reduced oral disease. Further assessment will be needed to determine the long-term oral health effect of malnutrition.
Hubungan Usia Dengan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Alfian Rizky Budiman; Caecielia Makaginsar; Ariko Rahmat Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.551

Abstract

Abstract. Publich Health Center is Community-Based Health Center that organizes public health efforts and first-level individual efforts. Age have an impact of cognition and physical condition that when people get older they will have degenerative problems but within those time experience and capabilities can be also increased that age can affect the performance of health workers. The purpose of this paper was to explore relationship age and performance of health workers at the Kalangsari Health Center, Karawang district. The design that this study used is analytical observational method and approached with cross-sectional. The sample of this paper was health worker who work at the Kalangsari Public Health Center, Karawang distric. Respondents were selected trough total sampling technique and used Slovin formula to determine the total sample by number for data collection using a questionnaire. The analysis was brought out univariate and bivariate with the Spearman rank test wich was proven by simple linear regression. The result of the univariate of Age most of the respondent are >40 years old about 11 Health Worker (36,7%)and the univariate analysis of performance described good performance results as many as 83,4% And for the result of the bivariate analysis showed that there is a relationship between age and performance based on data this study have it shows capability and experience that have an impact could make a relationship between the variable of health worker at the Kalangsari Public Health Center, Karawang district. Abstrak. Puskesmas merupakan Pusat Kesehatan Masyarakat yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya perseorangan tingkat pertama. Usia berpengaruh terhadap kognisi dan kondisi fisik semakin tua usia akan terdapat adanya degeneratif namun semakin tua usia semakin tinggi pengalaman dan kemampuan kerja seseorang yang akan mempengaruhi kinerja seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat hubungan usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian dilakukan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang sebanyak 30 responden yang dipilih melalui teknik total sampling dan dihitung melalui rumus Slovin untuk menentukan minimal jumlah sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas pada penelitian yang dilakukan adalah usia dan variabel terikat adalah kinerja tenaga kesehatan. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat yang di uji menggunakan uji rank spearman yang di buktikan dengan regresi linier sederhana.Hasil analisis univariat usia menunjukkan bahwa penelitian ini mayoritas berusia >40 tahun sebanyak 11 orang (36,7%) dan analisis univariat kinerja menunjukkan hasil kinerja yang baik yaitu sebanyak 83,4%. Hasil analisis bivariat memperlihatkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan kinerja terlihat dari data yang diteliti. Kemampuan serta pengalaman yang dipengaruhi usia akan membuat adanya hubungan antara usia dengan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang.
Gambaran Kepuasan Layanan terhadap Kepesertaan BPJS di Poli Kebidanan Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon Athina Ilmi Muflihah; Caecielia Makaginsar; Engkun Sopian Indrayana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1015

Abstract

Abstract. Patient satisfaction is the level of feeling that arises from the performance of health services received compared to the expected service. Health care is an effort carried out independently or jointly in an organization to improve health, prevent and treat individual, family, group and community disease. Maternal health services at the Puskesmas can be carried out with social security through BPJS. This study aims to determine the description of service satisfaction with BPJS membership at the Midwifery Poly Health Center of Sunyaragi, Cirebon City in 2021. The study used an observational analytic study with a cross-sectional approach. The research subjects were 34 BPJS patients who were selected using a non-probability sampling technique with a purposive sampling approach. The study has an independent variable, namely the type of BPJS participation and the dependent variable, namely patient satisfaction. Data were collected using a questionnaire, and analyzed using a frequency distribution. The results showed that 17 respondents (50.0%) felt that health services were unsatisfied, 7 respondents (20.6%) felt satisfied, and 10 respondents (29.4%) were very satisfied. This satisfaction is seen in the aspects of tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. From these aspects the Midwifery Poly is advised to conduct an evaluation to improve the services provided. Abstrak. Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan yang muncul dari kinerja pelayanan kesehatan yang diterima dibandingkan dengan pelayanan yang diharapkan. Pelayanan kesehatan merupakan usaha yang dilaksanakan mandiri atau bersama-sama pada sebuah organisasi guna meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Pelayanan kesehatan ibu di Puskesmas dapat dilakukan dengan jaminan sosial melalui BPJS. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kepuasan layanan terhadap kepesertaan BPJS di Poli Kebidanan Puskesmas Sunyaragi Kota Cirebon tahun 2021. Penelitian menggunakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian yaitu 34 pasien BPJS yang dipilih dengan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Penelitian memiliki variabel bebas yaitu jenis kepersertaan BPJS dan variabel terikat yaitu kepuasan pasien. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan 17 responden (50,0%) merasa pelayanan kesehatan kurang memuaskan, 7 responden (20.6%) merasa memuaskan, dan 10 responden (29.4%) sangat memuaskan. Kepuasan ini dilihat pada aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Dari aspek-aspek tersebut pihak Poli Kebidanan disarankan melakukan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan yang diberikan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang COVID-19 dengan Usia Alya Amora Pratidina; Caecielia Makaginsar; Ariko R. Putra
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1257

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic (Coronavirus Disease 2019) caused by the SARS-Cov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome) virus has become an event that poses a threat to public health worldwide. Due to the rapid spread of COVID-19 in various countries, the WHO (World Health Organization) declared it a public health emergency on January 30, 2020. Every day, the number of people with Covid-19 is increasing, even attacking everyone regardless of age. To date, in Indonesia, as of January 18, 2022, the number of Covid-19 sufferers has reached 4,272,421 cases, 144,174 deaths, and 4,119,472 recoveries. The Covid-19 pandemic can cause stress for everyone of all ages, but most especially the elderly. In this study, the researchers used a cross-sectional method. The type of data used is primary data. This research design uses an observational analytic study, while the approach is observation or data collection at one time. The analysis was carried out by univariate and bivariate using the chi-square test. The results of the data analysis of this study found that there was no significant relationship between the level of knowledge about Covid-19 and age, with a p-value = 0.288>0.05. Abstrak. Pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) yang disebabkan oleh Virus SARS Cov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome) menjadi peristiwa yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat di seluruh dunia. WHO (World Healt Organization) menetapkan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat pada tanggal 30 januari 2020 karena meluasnya penyebaran Covid-19 di berbagai negara dalam waktu yang sangat cepat. Setiap harinya, angka penderita Covid-19 semakin meningkat, bahkan menyerang setiap orang dan tidak memandang dari segala usia. Sampai saat ini di Indonesia, terhitung pada tanggal 18 Januari 2022, angka penderita Covid-19 sudah mencapai 4.272.421 kasus, meninggal sebanyak 144.174 dan sembuh 4.119.472. Pandemi Covid-19 ini bisa mengakibatkan stress pada setiap orang dengan semua usia akan tetapi yang paling utama pada lanjut usia. Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode cross-sectional. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Rancangan penelitian ini menggunakan studi analitik observasi, sedangkan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil analisis data penelitian ini ditemukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan usia dengan p-value = 0.288>0.05.
Hubungan Religiusitas terhadap Stres Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang pada Masa Pandemi COVID-19 Iqbal Miftahul Huda; Caecielia Makaginsar; Dony Septriana Rosady
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1629

Abstract

Abstract. The Covid-19 pandemic has claimed many victims, both infected and dead, causing panic everywhere, including one in Indonesia. Health workers at the puskesmas as a first-level facility are at the forefront of dealing with the pandemic. Health workers become overwhelmed and worried which has an impact on mental health, one of which is stress. One of the factors that play a role in influencing stress while doing work is religiosity. The purpose of the study was to determine the relationship between religiosity and work stress for health workers at the Kalangsari Public Health Center, Karawang Regency during the Covid-19 pandemic. The design of this study used an analytical observational method with a cross-sectional approach. The sample of this study was health workers who work at the Kalangsari Public Health Center, Karawang Regency as many as 30 respondents who were selected through a total sampling technique using the Slovin formula to determine the number of samples and data collection using The Centrality of Religiosity Scale (CRS) and Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42). which have been tested for validity and reliability. The independent variable in this study is religiosity. The dependent variable in this study is work stress. The analysis was carried out univariate and bivariate using the Pearson correlation test. The results of the univariate analysis of religiosity showed that the majority of respondents had religiosity with a high category of 60.0% and the univariate analysis of work stress showed that the results of work stress with a normal degree were 56.7%. The results showed the significance value of religiosity & work stress was 0.727 (> 0.05), there was no relationship between religiosity and work stress on health workers at the Kalangsari Public Health Center, Karawang Regency during the Covid-19 pandemic. The results showed that there was no significant relationship between religiosity and work stress in health workers. A person's work stress is not only influenced by religiosity factors, other factors that influence include age, social support, and stress coping or the ability of individuals to control things that can cause stress. Abstrak. Pandemi Covid-19 telah banyak memakan korban baik yang terinfeksi maupun yang meninggal dunia yang membuat kepanikan dimana-mana termasuk salah satunya di Indonesia. Tenaga kesehatan puskesmas sebagai fasilitas tingkat pertama merupakan garda terdepan menghadapi pandemi. Para tenaga kesehatan menjadi kewalahan dan khawatir yang berdampak pada kesehatan mental salah satu diantaranya adalah stres. salah satu faktor yang berperan mempengaruhi stres saat melakukan pekerjaan adalah religiusitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya hubungan religiusitas terhadap stres kerja tenaga kesehatan di puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang pada masa pandemi Covid-19. Rancangan penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang sebanyak 30 responden yang dipilih melalui teknik total sampling dengan menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel dan pengambilan data menggunakan kuesioner The Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan Depresion Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah religiusitas variabel terikat dalam penelitian ini adalah stres kerja. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi pearson. Hasil analisis univariat religiusitas menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki religiusitas dengan kategori tinggi sebanyak 60,0% dan analisis univariat stres kerja menunjukkan hasil stres kerja dengan derajat normal yaitu sebanyak 56,7%. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi dari religiusitas & stres kerja yaitu 0,727 (> 0,05), tidak terdapat hubungan antara religiusitas dengan stres kerja pada tenaga kesehatan di Puskesmas Kalangsari Kabupaten Karawang pada masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan stres kerja pada tenaga kesehatan. Stres kerja seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor religiusitas, faktor lain yang mempengaruhi diantaranya adalah faktor usia, dukungan sosial, dan coping stres atau kemampuan dari individu dalam mengendalikan hal-hal yang dapat menimbulkan stres.
Literature Review: Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Tingkat Stress pada Tenaga Kesehatan Asep Hilman Hermawan; Caecielia Makaginsar; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1762

Abstract

Abstract. Work stress is a condition experienced by a person caused by pressure at work and can change the normal psychological or physical function of the workforce. Since 2019 Indonesia has been hit by the rampant Covid-19 outbreak which has caused uncontrollable patients who come to the hospital in the healing process. The year 2020 is a condition where the State of Indonesia is experiencing bad times related to the Covid-19 outbreak. So many health workers such as doctors, nurses, and other health workers who experience stress at work. This research method uses literature studies that come from several journals, books, articles and several other relevant sources. The literature study conducted was then analyzed critically to find answers to the purpose of journal writing. This journal aims to determine the relationship between age and gender with stress levels in health workers. The results and conclusions based on the literature study that has been carried out are that there is a relationship between age and gender with stress levels in the health team Abstrak. Stress kerja merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh tekanan dalam bekerja dan dapat merubah fungsi normal secara psikologis ataupun fisik pada tenaga pekerja. Sejak tahun 2019 Indonesia sudah dilanda oleh maraknnya wabah Covid-19 yang menyebabkan tidak terkendalinya pasien yang datang ke rumah sakit dalam proses penyembuhan. Pada tahun 2020 merupakan kondisi dimana Negara Indonesia sedang mengalami masa-masa buruk terkait wabah Covid-19. Sehingga banyak tenaga kesehatan seperti dokter, suster, dan tenaga kesehatan lainnya yang mengalami stress saat bekerja. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur yang berasal dari beberapa jurnal, buku, artikel dan beberapa sumber relevan lainnya. Studi literatur yang dilakukan kemudian dianalisis secara kristis untuk menemukan jawaban dari tujuan penulisan jurnal. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan jenis kelamin dengan tingkat stress pada tenaga kesehatan. Hasil dan kesimpulan berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan adalah bahwa terdapat hubungan umur dan jenis kelamin dengan tingkat stress pada tim kesehatan.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Salwa Siti Salsabila; Caecielia Makaginsar; Raden Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5725

Abstract

Abstract. Parenting styles play a role in child development, one of which is authoritarian parenting. Authoritarian parenting can make children have a lot of pressure that causes stress. This study aims to analyze the relationship between parenting style and stress events in students of the Faculty of Medicine at the Islamic University of Bandung class of 2019. The research was conducted using an analytic observational design using a cross-sectional study. The research subjects were calculated using the formula for estimating the proportion of a population. There were 110 research subjects out of a total population of 178 people who met the inclusion and exclusion criteria and were selected using a non-probability sampling technique. Retrieval of parenting pattern data using the PAQ questionnaire and stress using DASS-42. Data processing used the Chi-square test with a significance degree of 0.05. The results showed that 80 people (72.7%) had parents with authoritative parenting styles and 68 people (61.3%) had normal stress levels. Statistical results show that there is no relationship between parenting style and stress events in Bandung Islamic University Medical Faculty students class of 2019 with a P value of 0.663 (p> 0.05). This research shows that there are other factors that have more influence on stress in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of Bandung class of 2019, such as a heavy academic load and high competition between students of the Faculty of Medicine. Abstrak. Pola asuh orang tua berperan pada perkembangan anak, salah satunya yaitu pola asuh otoriter. Pola asuh otoriter dapat membuat anak memiliki banyak tekanan yang menyebabkan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2019. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan studi cross-sectional. Subjek penelitian dihitung dengan menggunakan rumus estimasi proporsi sebuah populasi. Subjek penelitian berjumlah 110 orang dari total populasi 178 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dipilih dengan teknik non-probability sampling. Pengambilan data pola asuh orang tua dengan menggunakan kuesioner PAQ dan stres menggunakan DASS-42. Pengolahan data menggunakan uji Chi-square dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memilki orang tua dengan pola asuh otoritatif sebanyak 80 orang (72,7%) dan memiliki tingkat stres normal sebanyak 68 orang (61,3%). Hasil statistik menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2019 dengan P value 0.663 (p>0,05). Penelitian ini menunjukan terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung angkatan 2019 seperti beban akademik yang berat dan persaingan yang tinggi antar mahasiswa Fakultas Kedokteran.
Gambaran Karakteristik Pterygium pada Pasien di RSUD Al Ihsan pada Tahun 2016 – 2021 Lyvia Asyara Syaaf; Caecielia; mayarani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6013

Abstract

Abstract. Pterygium is an overgrowth of fibrovascular tissue of the nasal conjunctiva. The p revalence in the world is 10.2%. The aim of the study was to describe the characteristics of pterygium in patients at Al Ihsan Hospital in 2016-2021. This research was a descriptive observational study using medical records. The research subjects were selected by purposive sampling supporting 959 people. The results of 40-year-old pterygium sufferers 40-50 years, namely 243(25.3%), women, namely 713(74.4%), housewives, namely 593(61.8%), in rural areas, namely 937(97.7%), not attending school, namely 364 ( 37.9%), had no family history, namely 861(89.8%), did not smoke, namely 627(65.4%), comorbid hypertension, namely 574(40.2%), pterygium stage 2, namely 446(46,6%), clinical symptoms of red eye was 506(52.8%),medical management was 620(64.7%), had no recurrence was 869(90.6%), in the right eye was 358(37.3%),the religion of Islam is 956 (99.7%). It was concluded that pterygium occurs mostly in women aged 40-50 years, housewives, in rural areas who do not attend school, are Muslim, have no family history, do not smoke, with comorbid hypertension, suffer from stage 2 pterygium, in the right eye with clinical symptoms of red eyes, recurrence and medical management. Abstrak. Pterygium merupakan pertumbuhan berlebih jaringan fibrovascular nasal konjungtiva. Prevalensi di dunia 10,2%. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik pterygium pada pasien di RSUD Al Ihsan tahun 2016-2021.Penelitian ini deskriptif observasional menggunakan rekam medis.Subjek penelitian dipilih dengan purposive sampling berjumlah 959 orang. Hasil didapatkan mayoritas penderita pterygium berusia 40-50 tahun yaitu 243(25,3%), perempuan yaitu 713(74,4%), ibu rumah tangga yaitu 593(61,8%), di perdesaan yaitu 937(97,7%), tidak sekolah yaitu 364(37,9%), tidak memiliki riwayat keluarga yaitu 861(89,8%), tidak merokok yaitu 627(65,4%), komorbid hipertensi yaitu 574(40,2%), pterygium stage 2 yaitu 446(46,6%), gejala klinis mata merah yaitu 506(52,8%), penatalaksanaan medis yaitu 620(64,7%),tidak memiliki rekurensi yaitu 869(90,6%), pada mata kanan yaitu 358(37,3%), beragama Islam yaitu 956(99,7%). Disimpulkan pterygium banyak terjadi pada perempuan 40-50 tahun, ibu rumah tangga, di perdesaan yang tidak bersekolah, beragama Islam , tidak memiliki riwayat keluarga, tidak merokok, dengan komorbid hipertensi, menderita pterygium stage 2, di mata kanan dengan gejala klinis mata merah, rekurensi dan penatalaksanaan manajemen medis.
Pengaruh Tingkat Kecemasan terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung yang Sedang Menyusun Skripsi Nopianti Sari Fatonah; Tita Barriah Siddiq; Caecielia Makaginsar
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6025

Abstract

Abstract. Anxiety is a condition that everyone experiences when they feel something dangerous about themselves. Long-term anxiety can lead to poor sleep quality. Inadequate or poor-quality sleep can cause disturbances in cognitive and psychological functioning as well as a decrease in physical health. The purpose of this study was to determine the effect of anxiety on sleep quality in FK Unisba students who were preparing their thesis during the COVID-19 pandemic for the 2021/2022 academic year. This study used an analytic observational research method with a cross-sectional design. The research subjects totaled 134 students who were selected by a simple random sampling technique and met the inclusion and exclusion criteria. Data collection was taken using the Taylor Manifest Anxiety Scale questionnaire to assess anxiety levels and the Pittsburgh Sleep Quality Index to assess sleep quality. Data were analyzed using the chi-square statistical test. The results showed that the majority of anxiety levels were in the mild category, with as many as 49 respondents (36.57%), with 44 people (32.84%) experiencing poor sleep quality. The results of the value analysis give a p of 0.003 which indicates that the level of anxiety experienced by students affects the quality of sleep. Poor sleep quality causes students who are preparing their thesis to experience various obstacles due to bold preparation which can trigger anxiety so that students do not get peace to sleep. Keywords: Anxiety, Sleep Quality, Student, Thesis Abstrak. Kecemasan adalah suatu kondisi yang dialami setiap orang ketika merasakan sesuatu yang berbahaya pada diri mereka sendiri. Kecemasan jangka panjang dapat menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang tidak memadai atau buruk dapat menyebabkan gangguan pada fungsi kognitif dan psikologis serta penurunan kesehatan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecemasan terhadap kualitas tidur pada mahasiswa FK Unisba yang sedang menyusun skripsi di masa pandemi COVID-19 tahun akademik 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 134 mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data diambil dengan menggunakan kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale untuk menilai tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat kecemasan pada kategori ringan sebanyak 49 responden (36,57%), dengan 44 orang (32,84%) mengalami kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis memberikan nilai p sebesar 0,003 yang menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami mahasiswa berpengaruh pada kualitas tidur. Kualitas tidur buruk diakibatkan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi mengalami berbagai kendala akibat penyusunan secara daring yang dapat memicu kecemasan, sehingga mahasiswa tidak mendapatkan ketenangan untuk tertidur. Kata Kunci: Kecemasan, Kualitas tidur, Mahasiswa, Skripsi
Perilaku Merokok pada Siswa SMA Hasmaul yunanda; Caecielia Makaginsar; Susan Fitriyana
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6408

Abstract

Abstract. For adolescents, smoking is a symbolic thing because it can make them look stronger and more mature. Smoking is considered by adolescents to provide peace, reduce feelings of anxiety, and make it easier to concentrate. Smoking has both positive and negative impacts on adolescents. This study aims to determine smoking behavior among high school students at SMAN 2 Sungai Limau in 2022. This research was conducted in August 2022 with an analytic observational design using a cross-sectional study. The subjects of this study were 115 high school students who met the inclusion and exclusion criteria and were selected by the consecutive sampling technique. Primary data was collected by completing a validated smoking behavior questionnaire. The results showed that most of the respondents had a light smoking behavior of as much as 82.6%. Light smoking behavior is because in the area of West Sumatra, on average, every child from the age of four has studied religion and recited the Quran in a surau or mosque. Because they are equipped with religious knowledge from an early age, this is enough to equip students with the knowledge that smoking is prohibited and causes more harm. Abstrak. Bagi remaja, merokok adalah hal yang simbolis karena bisa menjadikan dirinya seseorang yang terlihat lebih kuat, matang, dan dewasa. Merokok dianggap oleh remaja memberikan ketenangan, mengurangi perasaan gelisah, dan berkonsentrasi jadi lebih mudah. Merokok memiliki dampak positif dan negatif pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku merokok pada siswa SMA di SMAN 2 Sungai Limau pada tahun 2022. Penelitian ini dilakukan pada Agustus 2022 dengan desain analytic observational menggunakan studi cross-sectional. Subjek penelitian ini berjumlah 115 siswa SMA yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data diambil melalui data primer dengan pengisian kuesioner perilaku merokok yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku merokok ringan sebanyak 82,6%. Perilaku merokok ringan dikarenakan di daerah Sumatera Barat rata-rata setiap anak dari umur empat tahun sudah belajar ilmu agama dan mengaji di surau atau masjid. Dikarenakan dibekali ilmnu agama sejak dini, hal tersebut cukup untuk membekali pengetahuan siswa bahwa rokok hukumnya makruh serta lebih banyak mudaratnya.