Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH ARUS PENGELASAN GMAW PADA PLAT BAJA ST 42 TERHADAP UJI KEKERASAN DAN MIKROSTRUKTUR Syaifudin, Mohamad; Soedarmadji, Wisma
Jurnal Teknik Mesin Cakram Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtc.v6i2.40071

Abstract

Pengelasan dapat dibagi menjadi tiga kelompok menurut klasifikasi metode kerjanya, yaitu pengelasan cair, pengelasan tekanan dan mematri. Metode pengelasan yang paling banyak digunakan adalah las busur cair (las busur) dan las gas. Ada 4 jenis las busur, yaitu las busur elektroda, las pelindung gas (TIG, MIG, las busur CO2), las tanpa pelindung gas, dan las busur terendam. Salah satu jenis las pelindung gas adalah Gas Metal Arc Welding (GMAW). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh kuat arus pengelasan terhadap kekerasan dan struktur mikro plat baja ST.42 ketebalan 5 mm yang dibuat kampuh V dan dilas dengan arus 70A, 75A dan 80A dengan las GMAW. Pada hasil uji arus 70A meiliki nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 75,6 HRa. Pada arus 75A nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 75,3 HRa. Dan pada arus 80A nilai kekerasan rata-rata daerah HAZ 78,2 HRa. Dari hasil analisa yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa besar kuat arus pengelasan GMAW yang lebih baik terhadap sambungan las pada baja ST.42 yaitu pada kuat arus 80Ampere karena memiliki rata-rata tingkat kekerasan dan jumlah butir mikrostruktur yang tinggi. Hal ini diakibatkan karena pengaruh pengelasan terdistribusi sesuai jarak dan titik pusat las.
Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Tawar pada Kelompok Swadaya Masyarakat "Balesemi" di Desa Bakalan Kabupaten Pasuruan Ernawati; Nugroho, Matheus; Hidayati, Novi Itsna; Soedarmadji, Wisma; Akbar, Maulana Jamaludin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2024): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i4.2195

Abstract

Desa Bakalan berada di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan, mempunyai potensi wilayah yang dilewati aliran sungai yang cukup melimpah airnya, sehingga dimanfaatkan untuk mengairi tanaman dan memelihara ikan antara lain nila, tombro ataupun lele. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah teknologi budidaya perikanan air tawar kurang berkembang, pengetahuan tentang perikanan masih cukup rendah, dan penggunaan alat produksi serta sarana prasaran masih sederhana. Rendahnya pengetahuan mengenai teknologi dalam budidaya menyebabkan kegiatan produksinya tidak berjalan secara kontinyu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) “Balesemi” desa Bakalan. Anggota kelompok berjumlah 20 orang, yang berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok mitra guna menjaga kontinyuitas produksi dengan penerapan teknologi wadah kolam terpal sebagai media budidaya. Kegiatan dimulai dari tahap persiapan, sosialisasi, pelaksanaan sampai dengan pendampingan. Tahap persiapan dengan cara survei dan wawancara, melakukan pendekatan dan identifikasi masalah, diskusi bersama tentang pemecahan masalah. Adapun tahap pelaksanaan Bimtek meliputi: 1) Penyiapan kolam, 2) Pemilihan bibit, 3) Penebaran benih 4) Pemilihan pakan berkualitas; 5) Cara panen dan pasca panen. Solusi selanjutnya adalah pemberian bantuan kolam terpal yang dapat digunakan untuk budidaya ikan yang lebih baik. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui hasil survei dan kuisioner. Hasil survei didapat bahwa peningkatan pemahaman peserta sebelum Bimtek terhadap materi pada kisaran paling rendah 25% dan persentase pemahaman tertinggi 50%. Kemudian setelah dilakukan Bimtek mengalami peningkatan pemahaman tertinggi pada materi persiapan kolam mencapai 100% sedangkan terendah  pada materi mengenai pakan sebesar 80%. Hasil pengabdian ini penting artinya bagi perkembangan budidaya perikanan pada umumnya dan peningkatan pendapatan bagi kelompok mitra. Technical Guidance for Freshwater Fish Cultivation at the "Balesemi" Community Self-Help Group in Bakalan Village, Pasuruan Regency Abstract Bakalan Village is located in Purwosari District, Pasuruan Regency, has the potential of an area crossed by a river with abundant water, so it is used to irrigate plants and raise fish including tilapia, tombro or catfish. One of the problems faced is that freshwater fisheries cultivation technology is underdeveloped, knowledge about fisheries is still quite low, and the use of production tools and infrastructure is still simple. The low knowledge of technology in cultivation causes production activities not to run continuously. The activity partner is the Community Self-Help Group (KSM) "Balesemi" in Bakalan Village. This activity aims to improve the knowledge and skills of partner groups in order to maintain production continuity by implementing tarpaulin pond technology as a cultivation medium. Activities start from the preparation stage, socialization, implementation to mentoring. The preparation stage is by means of surveys and interviews, approaching and identifying problems, and discussing together about solving problems. The implementation stages of the Technical Guidance include: 1) Preparation of ponds, 2) Selection of seeds, 3) Spreading seeds, 4) Selection of quality feed; 5) How to harvest and post-harvest. The next solution is to provide assistance in the form of tarpaulin pools that can be used for better fish farming. Evaluation of success is carried out through survey results and questionnaires. The survey results showed that the increase in participants' understanding before the Technical Guidance on the material was in the range of the lowest 25% and the highest percentage of understanding was 50%. Then after the Technical Guidance was carried out, there was the highest increase in understanding in the material on pond preparation reaching 100% while the lowest was in the material on feed at 80%. The results of this service are important for the development of fisheries cultivation in general and increasing income for partner groups.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PERMEN AGAR-AGAR TIPE RAK Rokhim, Muhamad Ainur; Huda, Miftachul; Soedarmadji, Wisma

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i2.5668

Abstract

Permen merupakan camilan yang diminati semua kalangan mulai anak-anak hingga orang dewasa, banyak jenis permen seperti permen keras dan lunak salah satunya yaitu permen agar-agar atau biasa disebut permen kristal. Dalam proses pembuatan permen agar-agar diperlukan proses pengeringan, dalam produksi rumahan proses pengeringan dilakukan dengan menjemur dibawah sinar matahari dengan waktu 2-3 hari yang kurang efisien. Dalam penelitian ini dibuat mesin pengering untuk permen agar-agar berkapasitas 10kg dengan tipe rak susun yang dilengkapi dengan pemanas, kipas sirkulasi udara panas, pengatur suhu dan kelembapan, timer, serta ventilasi udara otomatis. Mesin menggunakan material utama berupa kayu pinus seberat 19.54 kg – 25.91 kg dengan ukuran mesin 80 cm x 51,5 cm x 93 cm didapatkan hasil analisa pembebanan analisis stress dengan nilai minimal sebesar -0,0209059 MPa dan nilai maksimal sebesar 0,0165018 MPa, Deplacement nilai minimal -0,0112649 mm dan maksimal 0,00231762 mm, Strain mendapatkan nilai minimal 0 ul dan nilai maksimal 0,0000305181 ul, Safety factor nilai minimum maupun maksimum dari safety factor adalah 15 dengan pembebanan sebesar 1000N. Hasil pengeringan terbaik menggunakan suhu sebesar 40oC dapat mengeringkan dalam waktu 4 jam 15 menit didapatkan pengeringan sebesar 0,066 % per menit atau sekitar 3,4 gram dengan menggunakan daya 1.3 Kwh atau biaya Rp.1.878,00.
Analisa Efektivitas Mesin Paletizer dengan Metode OEE dan FMEA Wahyudi, Muhammad; Soedarmadji, Wisma
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v7i2.1165

Abstract

The manufacturing industry demands high production machine effectiveness to ensure smooth operations and maintain competitiveness. Issues related to machine effectiveness also occur at PT Tirta Fresindo Jaya, where the Palletizer machine recorded the highest downtime of 0.21%, compared to other production machines, indicating the need for a comprehensive performance evaluation. This study aims to analyze the effectiveness of the Palletizer machine using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and to identify potential failures through Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). A quantitative approach was employed in this research, with primary data collected through direct observation and recording of machine operational variables, while secondary data were obtained from production reports and company maintenance records. The OEE analysis was conducted based on three main parameters: availability, performance, and quality rate, whereas FMEA was applied to identify failure modes using the Risk Priority Number (RPN) as the assessment indicator. The results reveal that the OEE value of the Palletizer machine ranged between 84.42% and 90.10%, with both availability and quality rate meeting international standards, while performance remained below the world-class OEE benchmark. The Six Big Losses analysis indicated that the largest loss was caused by equipment failure, contributing 1.72% of the total downtime. Furthermore, the FMEA results showed that the sleding conveyor had the highest RPN value (343), followed by the push box and hydraulic pallet (336). Based on these findings, improvement efforts are recommended to focus on preventive maintenance of the sleding motor, scheduled replacement of hydraulic components, and routine inspections of the push box to minimize failure risks. Therefore, the integration of OEE and FMEA not only evaluates machine effectiveness but also provides strategic recommendations to reduce downtime and enhance sustainable productivity
MONITORING TORSI DAN FAKTOR KEAMANAN PENGGUNAAN DISK COUPLING PADA POMPA SENTRIFUGAL Zaman, Muhammad Badaruz; Soedarmadji, Wisma; Karim, Malihul; Syawaldi, Muhammad Yudha Darly
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/xyjb8482

Abstract

Keandalan pompa sentrifugal yang merupakan aset vital industri sangat bergantung pada disk coupling. Penelitian ini bertujuan memverifikasi Faktor Keamanan (Safety Factor) aktual dari disk coupling pada 30 pompa sentrifugal di PT X untuk mendukung monitoring berbasis keandalan. Dengan metode deskriptif kuantitatif, torsi sistem TSystem​ dihitung dari daya motor P dan kecepatan putar ω, kemudian dibandingkan dengan kapasitas torsi kopling TRating​. Hasil menunjukkan TSystem​ berkisar antara 35,63 Nm hingga 240,86 Nm. Sistem memiliki nilai Faktor Keamanan antara 5,03 hingga 8,55. Nilai tersebut jauh melampaui batas minimum standar industri. Menurut ISO 10441 dan API Std 671 Faktor Keamanan yang diizinkan tidak kurang dari 1,25. Hal ini mengartikan bahwa disk coupling yang digunakan pada masing-masing sistem memiliki margin keamanan yang sangat tinggi, meskipun berpotensi over-engineered dan kurang ekonomis
REDESAIN MESIN UNCOILER TIPE FIN N BERKAPASITAS COIL 850 Kg warno, Su; Mas’ud, Moch.; Soedarmadji, Wisma
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 1 (2017): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i1.866

Abstract

Mesin uncoiler tipe Fin N merupakan mesin uncoiler yang sering mengalami kerusakan akibat beban overload yang dimuatnya. Mesin uncoiler tipe Fin N digunakan untuk dapat meningkatkan kapasitas mesin uncoiler tipe Fin N 850 kg, sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Tujuan perancangan ini adalah meredesain mesin uncoiler tipe Fin N dengan kapasitas 850 Kg, sedangkan metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu identifikasi masalah, kajian pustaka, membuat konsep perencanaan, pemilihan komponen-komponen mesin uncoiler tipe Fin N, melakukan analisis perhitungan tiap komponen-komponen mesin uncoiler tipe Fin N.      Hasilpenelitianinimenun-jukkan bahwa mesin uncoiler tipe fin N dapat memiliki kapasitas muat coil 850 kg dengan menggunakan 1) poros berdimensi 85 mm, 2) pasak poros 25x14, 3) pasak gear box 20x12, 4) bantalan tipe Roller Contact Bearing dan 5) baut pengunci coil tipe M85. Selain itu, rangka mesin yang awalnya menyatu dengan rumah bearing menjadi rangka independen serta menempel dengan pillow block. 
Metallographic Analysis Of Coil Springs Against Temperature Variations Using ASTM E-122 and ASTM E-562 Soedarmadji, Wisma; Abdillah, Muhammad Ilham
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 8 No 3 (2021): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v8i3.2694

Abstract

All agricultural tools require key components in the manufacturing process, one of which is metal. The metal commonly used in the manufacture of agricultural machinery is a type of steel with a medium carbon content. This type of metal is found in many vehicle parts, so parts with moderate carbon content are spring parts. Therefore, this study was conducted to determine the effect of temperature variations on the manufacture of agricultural equipment products made from coil springs on their mechanical properties. In this study, an analysis of the coil spring steel was carried out. The research methods used included sample pieces, heat treatment with temperature changes of 815 OC, 830 OC and 850 OC, quenching with SAE 20-50 W oil cooling media, hardness test and metallographic test. From the results of the study, the highest percentage of martensite microstructure was at 850 OC temperature specimens with a value of 64% and the lowest percentage was at 830 OC temperature specimens with a value of 42%. The high percentage of bainite microstructure is at 830 OC temperature specimen with a value of 58% and the lowest percentage is at 850 OC temperature specimen with a value of 36%. Meanwhile, the highest percentage of ferrite microstructure is at 815 OC temperature specimens and the lowest percentage is in non heat treated specimens with a value of 40%. By comparison on non-heat treated specimens which have a value of 40% ferrite and 60% pearlite. The microstructure with the largest grain shape is found in the specimen at 850 OC temperature with grain number 4 and the micro structure with the smallest grain shape is found in the specimen at 815 OC having grain number 6 with a comparison of non-heat treated specimens having grain number 7. Obtained an average value – The highest average hardness with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 76.75 HRC at a temperature of 850°C. While the lowest average hardness value with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 75.4 HRC, namely at a temperature of 815 °C, with a hardness ratio of 71.3 HRC in the initial conditions without heat treatment.
Pendampingan Desain Mesin Tempa Bagi UKM Pande Besi Desa Suwoyuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Soedarmadji, Wisma; Wahid, Abdul; Munir, Misbach
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.784

Abstract

Pande besi merupakan industri informal (home industri), umumnya dikerjakan disekitar rumah dan merupakan industri keluarga. Usaha pande besi biasanya bersifat turun temurun dan hanya berdasarkan pengalaman di lapangan. Industri pande besi merupakan usaha yang dikerjakan secara manual yaitu dengan menggunakan bara api untuk memanggang besi dan produk jadi yang dihasilkan berupa pisau, cangkul, sekop, sabit parang dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi pelaku pande besi ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaannya pande besi masih banyak menggunakan tenaga tradisional yaitu dengan cara memukul benda kerja secara terus menerus. Hasil pengabdian ini bahwa penggunaan mesin tempa dapat mengurangi tingkat kelelahan, fokus penempaan berkurang, keluarnya keringat yang berlebihan serta dapat meningkatkan proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Berdasarkan hasil monitoring menunjukkan bahwa lamanya waktu produksi untuk 1 buah produk 30 menit yang dikerjakan 2 orang, setelah menggunakan Mesin Tempa lama penyelesaian 1 produk hanya 15 menit dan bisa dikerjakan hanya 1 orang.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Aneka Olahan Ikan Tongkol Novia, Cahyuni; Yahya, Yahya; Soedarmadji, Wisma
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 2, No 1 (2019): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.999 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v2i1.16

Abstract

Desa Sumberanyar memiliki hasil laut yang melimpah, mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan tradisional. Salah satunya hasil laut yang banyak dihasilkan oleh nelayan di Desa Sumberanyar adalah ikan tongkol dengan hasil tangkapan mencapai 100 ton pada saat musim tangkap melimpah. Harga ikan tongkol segar pada saat melimpah dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu sebesar Rp. 2.000,-/kg. Selama ini masyarakat Desa Sumberanyar memanfaatkan ikan tongkol untuk dijual kepasar dalam bentuk segar (belum diolah), bahkan jika panen raya sebagian ikan tongkol banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan yang tidak laku terjual sampai dibuang ditempat sampah karena sudah busuk. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kelompok ibu-ibu PKK melalui aneka olahan ikan tongkol menjadi abon dan nugget. Metode yang dilakukan dengan metode ceramah serta demonstrasi yang berkenaan dengan proses pembuatan abon dan nugget mulai dari penanganan bahan baku, cara penggunaan alat-alat produksi, proses pencampuran bahan, pemasakan sampai pengemasan. Hasil secara keseluruahan hampir 35 peserta mitra kerja dapat membuat aneka olahan ikan tongkol dengan baik dan benar .Kata kunci : Ikan tongkol, nugget, abon
USULAN PERBAIKAN EFEKTIFITAS MESIN MAKER DAN MESIN PACKER PADA PT. TRI SAKTI PURWOSARI MAKMUR BERDASARKAN RPN Munir, Misbach; Soedarmadji, Wisma
JMMT Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i1.5022

Abstract

Dunia industri saat ini sangat pesat dan industri harus mampu bersaing terutama kualitas produk yang dihasilkan. Untuk memastikan bahwa setiap perusahaan bahwa alat atau mesin produksinya dapat berfungsi optimal tanpa gangguan, sehingga target jumlah produksi dan kualitas produk dapat memenuhi target. PT. Tri Sakti Purwosari Makmur mengalami penurunan performa mesin pada proses produksi rokok sigaretnya. Permasalahan lain adanya produk yang mengalami reject sehingga produk yang diproduksi memiliki kualitas yang kurang atau tidak layak untuk dipasarkan. Hal ini berpengaruh pada jumlah target produksi yang telah ditentukan dan dapat merugikan bagi perusahaan karena target produksi tidak tercapai. Penelitian ini menggunakan metode failure and mode effect analysis dengan pendekatan risk priority number. Hasilnya merupakan suatu rekomendasi bahwa Nilai OEE yang dicapai oleh mesin belum dapat diterima karena nilainya masih berada dibawah kondisi ideal efektivitas mesin yaitu 85%. Hasil FMEA dan nilai RPN kritis menunjukan kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan adalah reciprocrating pocket tidak center, folding turret tidak center, trimmer disk tidak presisi, needle roller tidak presisi dan glue jet tersumbat, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang sebelum mesin digunakan.