Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

REDESAIN MESIN UNCOILER TIPE FIN N BERKAPASITAS COIL 850 Kg warno, Su; Mas’ud, Moch.; Soedarmadji, Wisma
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 4 No 1 (2017): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v4i1.866

Abstract

Mesin uncoiler tipe Fin N merupakan mesin uncoiler yang sering mengalami kerusakan akibat beban overload yang dimuatnya. Mesin uncoiler tipe Fin N digunakan untuk dapat meningkatkan kapasitas mesin uncoiler tipe Fin N 850 kg, sehingga proses produksi menjadi lebih efektif dan dapat meningkatkan produktivitas pekerja. Tujuan perancangan ini adalah meredesain mesin uncoiler tipe Fin N dengan kapasitas 850 Kg, sedangkan metode penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu identifikasi masalah, kajian pustaka, membuat konsep perencanaan, pemilihan komponen-komponen mesin uncoiler tipe Fin N, melakukan analisis perhitungan tiap komponen-komponen mesin uncoiler tipe Fin N.      Hasilpenelitianinimenun-jukkan bahwa mesin uncoiler tipe fin N dapat memiliki kapasitas muat coil 850 kg dengan menggunakan 1) poros berdimensi 85 mm, 2) pasak poros 25x14, 3) pasak gear box 20x12, 4) bantalan tipe Roller Contact Bearing dan 5) baut pengunci coil tipe M85. Selain itu, rangka mesin yang awalnya menyatu dengan rumah bearing menjadi rangka independen serta menempel dengan pillow block. 
Metallographic Analysis Of Coil Springs Against Temperature Variations Using ASTM E-122 and ASTM E-562 Soedarmadji, Wisma; Abdillah, Muhammad Ilham
Journal Knowledge Industrial Engineering (JKIE) Vol 8 No 3 (2021): JKIE (Journal Knowledge Industrial Engineering)
Publisher : Department of Industrial Engineering - Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jkie.v8i3.2694

Abstract

All agricultural tools require key components in the manufacturing process, one of which is metal. The metal commonly used in the manufacture of agricultural machinery is a type of steel with a medium carbon content. This type of metal is found in many vehicle parts, so parts with moderate carbon content are spring parts. Therefore, this study was conducted to determine the effect of temperature variations on the manufacture of agricultural equipment products made from coil springs on their mechanical properties. In this study, an analysis of the coil spring steel was carried out. The research methods used included sample pieces, heat treatment with temperature changes of 815 OC, 830 OC and 850 OC, quenching with SAE 20-50 W oil cooling media, hardness test and metallographic test. From the results of the study, the highest percentage of martensite microstructure was at 850 OC temperature specimens with a value of 64% and the lowest percentage was at 830 OC temperature specimens with a value of 42%. The high percentage of bainite microstructure is at 830 OC temperature specimen with a value of 58% and the lowest percentage is at 850 OC temperature specimen with a value of 36%. Meanwhile, the highest percentage of ferrite microstructure is at 815 OC temperature specimens and the lowest percentage is in non heat treated specimens with a value of 40%. By comparison on non-heat treated specimens which have a value of 40% ferrite and 60% pearlite. The microstructure with the largest grain shape is found in the specimen at 850 OC temperature with grain number 4 and the micro structure with the smallest grain shape is found in the specimen at 815 OC having grain number 6 with a comparison of non-heat treated specimens having grain number 7. Obtained an average value – The highest average hardness with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 76.75 HRC at a temperature of 850°C. While the lowest average hardness value with oil cooling media on coil spring steel has a hardness value of 75.4 HRC, namely at a temperature of 815 °C, with a hardness ratio of 71.3 HRC in the initial conditions without heat treatment.
Peningkatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Melalui Aneka Olahan Ikan Tongkol Novia, Cahyuni; Yahya, Yahya; Soedarmadji, Wisma
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 2, No 1 (2019): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.999 KB) | DOI: 10.51213/jmm.v2i1.16

Abstract

Desa Sumberanyar memiliki hasil laut yang melimpah, mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai nelayan tradisional. Salah satunya hasil laut yang banyak dihasilkan oleh nelayan di Desa Sumberanyar adalah ikan tongkol dengan hasil tangkapan mencapai 100 ton pada saat musim tangkap melimpah. Harga ikan tongkol segar pada saat melimpah dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu sebesar Rp. 2.000,-/kg. Selama ini masyarakat Desa Sumberanyar memanfaatkan ikan tongkol untuk dijual kepasar dalam bentuk segar (belum diolah), bahkan jika panen raya sebagian ikan tongkol banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan yang tidak laku terjual sampai dibuang ditempat sampah karena sudah busuk. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kelompok ibu-ibu PKK melalui aneka olahan ikan tongkol menjadi abon dan nugget. Metode yang dilakukan dengan metode ceramah serta demonstrasi yang berkenaan dengan proses pembuatan abon dan nugget mulai dari penanganan bahan baku, cara penggunaan alat-alat produksi, proses pencampuran bahan, pemasakan sampai pengemasan. Hasil secara keseluruahan hampir 35 peserta mitra kerja dapat membuat aneka olahan ikan tongkol dengan baik dan benar .Kata kunci : Ikan tongkol, nugget, abon
PENERAPAN KONSEP GREEN MANUFACTURING PADA BOTOL MINUMAN KEMASAN PLASTIK Soedarmadji, Wisma; Surachman, Surachman; Siswanto, Eko
JEMIS (Journal of Engineering & Management in Industrial System) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jemis.2015.003.02.3

Abstract

Abstract Green Manufacturing is a production process that uses input with a relatively low environmental impact and produce little or no waste or pollution. Application of green manufacturing in the production process of plastic packaging beverage bottles through several stages of the coloring process, preparation of cleaning, repair environmentally friendly, and environmentally friendly conditions. Delivery bottle plastic packaging to the manufacturer for recycling reaches ± 2-3 tons in one shipping every week. Delivery is done three times a month, so that averaged reach 8-12 tons per month for waste bottles of all brands. The purpose of this research are: 1) Knowing the positive influence between staining with cleansing preparation, 2) Knowing the positive influence between the preparation of cleaning with environmentally friendly improvements, 3) Knowing the positive effect between environmentally friendly improvements to the condition of eco-friendly, 4) Knowing the positive influence between staining with environmentally friendly conditions. This study used a survey method using data analysis Partial Least Square (PLS). Results of this research are: 1) Variable staining and no significant positive effect on the variable cleansing preparation 2) Variable cleaning preparations positive and significant impact on the improvement of environment-friendly 3) Variable environmentally friendly improvements and significant positive effect on the condition of environment-friendly. 4) Variable staining and no significant positive effect on the condition of environment-friendly.
Pendampingan Pengembangan Wisata Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Soedarmadji, Wisma; Wahid, Abdul
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v1i2.212

Abstract

Desa Blarang merupakan salah satu desa yang bertempat di wilayah Kecamatan Tutur berada di ujung barat daya Kabupaten Pasuruan, yang memiliki luas wilayah 612 heaktar, dan memiliki 5 Dusun yaitu Dusun Krajan, Dusun Cemoro, Dusun Manggungan, Dusun Banyusari, dan Dusun Pronojiwo. Desa Blarang potensi tempat wisata dengan pemandangan alam yang menarik diantaranya bukit Lawangan, bukit Kukusan, gunung Suwati, dan gunung Tanggung. Desa wisata Blarang belum banyak wisatawan lokal secara kontinu (berkala), hal ini banyak faktor penyebabnya seperti infrastruktur belum siap dan belum adanya sistem manajemen yang baik dalam pengelola desa wisata sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Tujuan p engabdian kepada masyarakat inimelakukan pendampingan dalam pembentukan desa wisata binaan Universitas Yudharta Pasuruan di desa Blarang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan . Metode pengabdian ini dilakukan melalui Observasi dan FGD, survey wawancara, dan dokumentasi , serta memberikan sosialisasi pelatihan. Hasil pengabdian yang didapat dukungan masyarakat akan terciptanya desa wisata karena akan berdampak positif pada ekonomi masyarakat, terciptanya website desa wisata blarang .
Konsep Alat Pembelah Bambu Bagi Pengrajin Keranjang Dusun Pronojiwo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Wahid, Abdul Wahid; Soedarmadji, Wisma; Effendi , Mohammad; Huda , Miftachul; Munir, Misbach; Nuriyanto
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.308

Abstract

Dusun Pronojiwo terletak di Desa Blarang Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Dusun ini terdiri dari sekitar 866 jiwa penduduk sebagian besar mata pencarian sebagai pengrajin keranjang. Dalam hal ini proses pengolahan bambu yang membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses produksinya. Sehingga dari sini kami merencanaan teknologi tepat guna dalam membelah bambu yang dirancang untuk lebih mudah dalam pengoperasianya, murah, dan mudah dalam perawatannya. Hasil pengabdian ini adalah membuat  konsep alat pembelah bambu sehingga dapat meningkatkan produktivitas sampai 60 %.
Pendampingan Desain Mesin Tempa Bagi UKM Pande Besi Desa Suwoyuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Soedarmadji, Wisma; Wahid, Abdul; Munir, Misbach
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.784

Abstract

Pande besi merupakan industri informal (home industri), umumnya dikerjakan disekitar rumah dan merupakan industri keluarga. Usaha pande besi biasanya bersifat turun temurun dan hanya berdasarkan pengalaman di lapangan. Industri pande besi merupakan usaha yang dikerjakan secara manual yaitu dengan menggunakan bara api untuk memanggang besi dan produk jadi yang dihasilkan berupa pisau, cangkul, sekop, sabit parang dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi pelaku pande besi ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaannya pande besi masih banyak menggunakan tenaga tradisional yaitu dengan cara memukul benda kerja secara terus menerus. Hasil pengabdian ini bahwa penggunaan mesin tempa dapat mengurangi tingkat kelelahan, fokus penempaan berkurang, keluarnya keringat yang berlebihan serta dapat meningkatkan proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Berdasarkan hasil monitoring menunjukkan bahwa lamanya waktu produksi untuk 1 buah produk 30 menit yang dikerjakan 2 orang, setelah menggunakan Mesin Tempa lama penyelesaian 1 produk hanya 15 menit dan bisa dikerjakan hanya 1 orang.