Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

CERITA RAKYAT 'SRI TANJUNG' DAN KONTRIBUSINYA BAGI TATA WILAYAH ZAMAN KERAJAAN DAN ABAD MODERN ("SRI TANJUNG" FOLKLORE AND ITS CONTRTBUTION FOR PLANOLOGY OF THE KINGDOM AGE AND THE MODERN CENTURY) Sukatman Sukatman
Widyaparwa Vol 43, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3868.636 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v43i1.108

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan secara interdisipliner, yaitu gabungan penelitian sastra lisan dan sejarah. Sasaran penelitian ini adalah cerita Sri Tanjung dan situs sejarah Kerajaan Blambangan kuno di situs Gunung Ijen. Data penelitian ini dikumpulkan dengan metode dokumentasi, observasi, data wawancara bebas-mendalam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan gabungan antara metode heuristik dan metode historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat "Sri Tanjung" merupakan mitos ilmu pengetahuan cara membangun dan mengatur wilayah suatu negara model Syiwa-Budha. Situs Gunung Ijen merupakan bukti pengaturan tata wilayah yang terinspirasi oleh cerita "Sri Tanjung". Pengetahuan tentang membangun negara khususnya tata wilayah tersebut memiliki kontribusi untuk mengatur lingkungan pada abad modern.This study was conducted in an interdisciplinary that combine oral literature and historical research. The target of this research is the story of Sri Tanjung folklore and ancient of Blambangan Kingdom historical site in Ijen Mount. The research data was collected by documentation method, observation, and in-depth interview. Data analysis was perform by using a combination of heuristic method and historiography method. The result shows that Sri Tanjung folklore is a scientific myth on how to build and organize state territory of Shiva-Buddhist model. Ijen mount site is an evidence of territory organization inspired by the Sri Tanjung history. The knowledge on how to build a state, particularly planology of territory, gives contribution to regulate environment in the modern century.
PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS LITERASI BAHARI DI DESA KEDUNGREJO, KECAMATAN MUNCAR, KABUPATEN BANYUWANGI Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Siswanto Siswanto; Fitri Nura Murti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 2 No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.24 KB) | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v2i1.2393

Abstract

Program pengabdian ini dirancang sebagai skema pengabdian desa binaan yang difokuskan pada pengembangan eduwisata berbasis literasi bahari. Program ini dilaksanakan di desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi. Desa Kedungrejo merupakan desa nelayan yang penduduknya sebagian besar aktivitas kehidupannya bersentuhan dengan bahari. Dengan bermitra bersama “Rumah Baca Ikan” program ini dikembangkan untuk skema eduwisata melalui pengembangan kerajinan tangan (handycraft) dengan berbagai bahan dan permainan tradisional. Pengembangan program eduwisata seperti ini selain bermanfaat untuk memperkaya khasanah pengetahuan masyarakat dan pengembangan pengetahuan anak-anak berbasis bahari; lebih dari itu, juga diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, program pengabdian desa binaan ini dilaksanakan selama dua tahun, dengan tujuan: pada tahun pertama, diarahkan untuk pengembangan karya kerajinan tangan dengan berbagai varian produk, misalnya pemanfaatan bahan papan kayu dan kertas yang dapat difungsikan untuk pengembangan media pembelajaran berbasis literasi bahari. Program ini merupakan program tahun pertama dari skema dua tahun program. Adapun metode pelaksanaan program Hibah Pengabdian Desa Binaan ini dengan metode partisipatori rural apprasial (PRA) melalui kegiatan survei potensi dan identifikasi masalah, focus Group Discussion (FGD), workshop dan pendampingan. Hasil kegiatan pada program tahun pertama ini mampu dikembangkan media pembelajaran berbasis literasi bahari, berupa replika perahu, media gambar ikan, dan media gambar bentang alam bahari. Media tersebut digunakan untuk belajar bersama dalam pengembangan media pembelajaran berbasis literasi bahari. Oleh karena itu, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat dalam skala yang lebih luas bagi pengembangan pendidikan/pembelajaran untuk anak-anak di tingkat SD di luar daerah Muncar.
Penguatan Infrastruktur Pendukung Ekonomi Kreatif Desa Wisata Purba Sucolor Fitri Nura Murti; Sukatman Sukatman; Akhmad Taufiq; David Imamyartha
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v2i2.1369

Abstract

Desa Sucolor menjadi salah satu sasaran Hibah Pengabdian Desa Binaan Universitas Jember sejak 2020 karena memiliki potensi alam yang sangat menarik dan menjanjikan untuk dikembangkan sebagai desa wisata alam dan budaya. Sucolor memiliki aset situs Dawuhan berupa lebih dari 200 batu purbakala dan beberapa produk unggulan lokal, diantaranya kopi dan bambu. Program ini dirancang menggunakan metode three pillars system yang dilaksanakan dengan pola kolaborasi antara mitra (perangkat dan pokdarwis), juru pelihara situs, beserta dinas terkait. Pola kolaborasi ini secara konkret diwujudkan dalam bentuk workshop dan fasilitasi dan/atau pendampingan-pendampingan lain terkait tatakelola pokdarwis, digitalisasi marketing, dan pengembangan titik-titik destinasi. Tujuan kegiatan berfokus pada pengadaan infrastruktur wisata yakni plang informasi batu purbakala berdasarkan hasil riset Keris Sastra dan Tradisi Lisan Unej, nama wisata, tata tertib kunjungan, musalla, dan kamar mandi umum; dan digitalisasi marketing produk lokal. Dampak kegiatan ini ialah masyarakat dapat mandiri dan berdaya dalam industri ekonomi kreatif.
FRAGMENTS OF MADURA WOMEN IN THE WORKS OF MADURESE AND EASTERN JAVANESE LITERATURE: A READING OF ECOFEMINISM Siswanto Siswanto; Sukatman Sukatman; Akhmad Taufiq; Endang Sri Widayati; Anita Widjajanti; Fitri Nura Murti
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.10

Abstract

This paper will present the fragments or dimensions of Madurese women in the context of environmental relations with culture, social interaction and gender in the works of Madurese and East Javanese writers. The focus of this research study is the narratives of Madurese women in viewing and interpreting the relationship between nature or the environment with Madurese culture, whether influenced by environmental changes, social dynamics, local wisdom, Madurese community norms in literary works written by Madurese writers. and East Java. The approach in this study is ecofeminism as a formal object aimed at uncovering the relationship between women and the environment inherent in Madurese Man and his entire culture. The interpretive descriptive method is used to analyze and interpret data from material objects, including prose and poetry by Madurese and East Java writers which have been determined based on the research objectives.
PARONOMASIA DALAM WACANA HUMOR DI MEDIA SOSIAL D. Jupriono; Sukatman, Sukatman
TANDA Vol 1 No 03 (2021): BAHASA DAN SASTRA
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana humor di media sosial membangun suasana jenakanya melalui ketaksaan makna dengan memanfaatkan paronomasia, terutama bentuk-bentuk yang berelasi polisemi dan homonimi. Polisemi yang dimanfaatkan dalam wacana humor di media sosial bersumber dari (a) pergeseran dan perluasan penggunaan kata, (b) spesialisasi pemakaian dalam lingkungan sosial, dan (c) pemakaian bahasa figuratif dan bahasa literal, sementara polisemi karena pengaruh bahasa asing tidak ditemukan. Homonimi dalam wacana humor di media sosial berupa homonimi absolut dan homonimi parsial. Homonimi absolut mencakup kata utuh, akronim, dan singkatan. Homonimi parsial yang dimanfaatkan dalam wacana humor mencakup homofoni dan homografi.
MITOS DALAM RITUAL SIRAMAN GONG KYAI PRADAH MASYARAKAT JAWA DI LODOYO Chatarina, Lela; Sukatman, Sukatman; Nura Murti, Fitri
Lingua Skolastika Vol 1 No 1 (2022): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v1i1.33266

Abstract

Setiap daerah memiliki kebudayaan sendiri yang berbeda antara daerah satu dengan yang lainya. Salah satu daerah yang memiliki berbagai macam budaya adalah Lodoyo dan sebagian masyarakatnya masih mempercayai adanya mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah. penelitian ini dibuat karena sebagian besar masyarakat Jawa di Lodoyo masih mempercayai ritual Siraman Gong Kyai Pradah tersebut. Terdapat wujud mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah yang berupa cerita mengenai perjalanan Pangeran Prabu serta keruntuhan Kerajaan Majapahit di tanah Lodoyo. Cerita ini diungkapkan oleh Juru Kunci yang memimpin proses ritual Siraman Gong Kyai Pradah dan masyarakat yang mempercayai akan adanya mitos tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dalam penelitian ini berjumlah 28 data yang berupa tuturan dari wujud mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah masyarakat Jawa di Lodoyo. Data dalam penelitian ini berupa informasi tentang mitos dalam ritual ruwatan masyarakat Jawa di Lodoyo, berbagai informasi mengenai kegiatan ritual Siraman Gong Kyai Pradah yang dilakukan oleh masyarakat beserta wujud mitosnya, nilai budaya yang terkandung dalam wujud mitos, fungsi mitos dalam ritual Siraman Gong Kyai Pradah bagi masyarakat Jawa di Lodoyo, dan silabus mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA kurikulum 2013 revisi tahun 2017 pada KD 3.7 mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat (hikayat) baik lisan maupun tulisan dan pada KD 4.7 menceritkan kembali isi cerita rakyat (hikayat) yang didengar atau dibaca. Teknik pengumpulan data adalah cara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk menjawab permasalahan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara etnografis, dokumentasi, serta transkripsi dan terjemahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga jenis. Pertama adalah instrumen panduan wawancara, kedua yaitu pemandu pengumpul data, dan yang ketiga yaitu instrument pemandu analisis data. Prosedur penelitian yang dilakukan, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian.Kata kunci: mitos, ritual Siramnan Gong Kyai Pradah, budaya Jawa
Identitas Budaya Bugis Dalam Kumpulan Cerpen Sala Dewi Karya Emil Amir Serta Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Pembelajaran Sastra Di Sma Hamidah, Nur Sufi; Sukatman, Sukatman; Murti, Fitri Nura
Lingua Skolastika Vol 3 No 1 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i1.44551

Abstract

This study aims to describe and explain the Bugis culture which exists in the collection of Sala Dewi's short stories by Emil Amir. It was chosen because it has contain values of viscous local culture, character building that can be used as a role model for students, and each short story has good reputation, so this collection can be told has good credibility. This study is uses a descriptive qualitative method with an ethnographic research design that uses the Spradley data analysis method. Words, phrases, sentences, or paragraphs are the source of the data which represent physical culture, social system, cultural system, and cultural values of Bugis culture. This research adapted from Koentjaraningrat's theory. The data were collected by documentation and interview, and analyzed by using the Spradley analysis method, including domain analysis, taxonomic analysis, componential analysis, and cultural theme analysis. The results of this study shows that the four forms of Bugis culture in the collection of Sala Dewi's short stories are mutually sustainable, spread over four short stories, and expressed through inter-character dialogue, character monologues, or character narratives. Hereinafter, the results of this study were used as teaching materials in the XI grade of senior high school students in Indonesian as a part of Language and Literature materials.
Semiotika dalam Novel Catatan Juang karya Fiersa Besari dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Pembelajaran Sastra di SMA Wahyu, Syarifah Saptaning; Sukatman, Sukatman; Siswanto, Siswanto
Lingua Skolastika Vol 2 No 2 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i2.42110

Abstract

Simbol-simbol yang terdapat dalam novel merupakan bentuk tanda yang memiliki makna dan interpretasi yang berbeda. Semiotika sebagai teori pendukung untuk menyamakan makna dan interpretasi yang tersirat dalam novel dapat diterapkan dengan baik. Salah satu novel yang cukup relevan adalah novel Catatan Juang karya Fiersa Besari. Selain berupa penciptaan simbol untuk menemukan makna yang tersirat, novel ini juga mengandung motivasi yang dikenal dengan novel fiksi Self-Improvement. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika sastra dan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, narasi dan dialog, serta silabus. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Catatan Juang, buku teori pendukung, artikel, dan jurnal. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah teknik reduksi data, penyajian data, prosedur analisis data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi temuan. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud simbol, makna simbol, fungsi simbol dan pemanfaatannya sebagai bahan alternatif pembelajaran sastra di kelas XII SMA pada materi mengidentifikasi unsur kebahasaan dalam novel.
Ethnomulticultural dimensions in Osing literature of Banyuwangi: An analysis of Samar Wulu and Lintrik Taufiq, Akhmad; Sukatman, Sukatman; Setyono, Budi
Studies in English Language and Education Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i3.35033

Abstract

This study explores the ethnomulticultural content in Osing literature, highlighting how it expresses the Osing ethnic identity through its unique characteristics and traditions. Through a qualitative-interpretative-anthropological method, this study examined data in the form of words, sentences, and paragraphs extracted from two short stories. The short stories under investigation included a short story entitled Samar Wulu (Dusk; the time when the Sun is about to set) by Andika Fitriyah and Lintrik (Love Spell) by Dyah Agustin Wulandari. In this literary anthropology research, the data in the two short stories were analyzed based on their ethnomulticultural content. The ethnomulticultural analysis explored cultural phenomena and traditions, which included worldviews and local wisdom. The researchers conducted a three-stage reading process of the short stories for the representation of Osing cultural content: receptive reading, repeated readings to gather data on ethno-multicultural elements, and interpretive reading using a literary anthropology approach to analyze the worldview and local wisdom of the Osing community. The results revealed the significant role rituals play in expressing Osing cultural identity. Rituals like Kebo-Keboan, for overcoming plagues, and Lintrik, for warding off misfortune, are deeply rooted in Osing society and reflect themes of magic and tragedy. These rituals embody the Osing worldview, where harmony between the micro and macro cosmos is essential. The presence of magical realism in these rituals affirms the local identity of the Osing people in postcolonial society. The findings suggest potential avenues for integrating cultural insights into pedagogical approaches at the junior high school level.
Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-X: Kajian Wacana Kritis Norman Fairclough Kurniawan, Vendi; Sukatman, Sukatman; Widjajanti, Anita
Lingua Skolastika Vol 3 No 2 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i2.51158

Abstract

Penelitian ini menganalisis pidato pelatikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X menggunakan kajian analisis wacana kritis Norman Fairclough. Analisis wacana kritis memandang muatan wacana tidak pernah netral, melainkan digunakan sebagai sarana untuk memproduksi dan mereproduksi makna oleh subjek untuk kepentingan tertentu. Pada pidato Presiden Joko Widodo terdapat ideologi-ideologi yang tersusun rapi dalam bahasa yang berguna untuk melegitimasi kekuasaannya dan mengendalikan perilaku seseorang atau kelompok. Teori analisis wacana kritis Norman Fairclough digunakan untuk memahami wacana, yang membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Apa saja dimensi teks dalam Pidato Pengukuhan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Bagaimana praktik diskursif dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Bagaimana praktik sosiokultural dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: (1) Dimensi teks dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Praktik diskursif dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Praktik sosial budaya dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X.