Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

MITOLOGI DAN EKSPRESI SIMBOLIK KEPEMIMPINAN: CASE PADA MOTIF BATIK JOYOBINANGUN BANYUWANGEN Siswanto, Siswanto; Sukatman, Sukatman; Taufiq, Akhmad; Husniah, Furoidatul; Murti, Fitri Nura
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8561

Abstract

Beberapa dekade terakhir penelitian-penelitian tentang batik mewarnai narasi kebudayaan Indonesia. Motif-motif batik kian berkembang dengan tetap membawa kekhasan motif kawinya. Banyaknya motif ternyata tidak menggeser kuatnya filosofis motif-motif yang berkembang di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki local genius yang berdasar pada memori kolektifnya. Di antara melimpahnya penelitian tentang batik, salah satu motif yang jarang sekali dibicarakan ialah motif Joyobinangun. Pada ranas batik Banyuwangen, Joyobinangun merupakan salah satu motif tertua. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan mitologi dan ekspresi simbolik kepemimpinan yang hadir dalam batik motif Joyobinangun. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan multiinterdisipliner mencakup mitologi, semiotika, dan politik. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode observasi (b) metode wawancara etnografis, (c) metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi Spradley. Memori kolektif hadir melalui mitos dan simbol-simbol tradisi, salah satunya motif batik. Motif batik Joyobinangun memiliki simbol yang mencitrakan mitologis raja-raja Blambangan. Nilai-nilai dan citra diwariskan kepada rakyat sebagai simbol kekuasaan dan melanggengkan kepemimpinan. Motif Joyobinangun melalui citra Gatot Kaca, Ontorejo, dan Gajah Oling secara simbolik terkait dengan mitologi kepemimpinan raja-raja Dinasti Blambangan.
Penguatan Literasi Sastra Religi Melalui Pendidikan Hadrah: Kreativitas Pemuda Desa Karangrejo Kecamatan Gumuk Mas, Jember dalam Menciptakan Syair Islamiā€ Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Fitri Nura Murti; Inno Cahyaning Tyas; Siwi Tri Purnami; Adenarsy Avereus Rahman
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.4894

Abstract

The community service program in Karangrejo Village, Gumukmas District, Jember, focuses on strengthening religious literary literacy through hadrah education and Islamic syiiran. This initiative was driven by the limited creativity of local youth in composing new religious lyrics and the absence of systematic strategies for digitalization and promotion of Islamic arts. The program was carried out through observation, problem mapping, Focus Group Discussions (FGD), training, and intensive mentoring for four months. The results show that the Majelis Sholawat Mansub Ratibul Haddad community has successfully developed independence in creating new religious lyrics inspired by stories of Uwais Al-Qarni, Sunan Kalijaga, Qorun, and KH. Ahmad Shiddiq. This creative process demonstrates the transformation of religious narratives into oral literary works with educational, spiritual, and aesthetic functions. The outcomes confirm that participatory facilitation empowers village youth to become producers of new works rather than mere consumers of tradition. These findings highlight the importance of religious literary literacy as a medium to strengthen cultural identity, revitalize moral values, and promote community-based religious edutourism.
Ethnomulticultural dimensions in Osing literature of Banyuwangi: An analysis of Samar Wulu and Lintrik Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Budi Setyono
Studies in English Language and Education Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i3.35033

Abstract

This study explores the ethnomulticultural content in Osing literature, highlighting how it expresses the Osing ethnic identity through its unique characteristics and traditions. Through a qualitative-interpretative-anthropological method, this study examined data in the form of words, sentences, and paragraphs extracted from two short stories. The short stories under investigation included a short story entitled Samar Wulu (Dusk; the time when the Sun is about to set) by Andika Fitriyah and Lintrik (Love Spell) by Dyah Agustin Wulandari. In this literary anthropology research, the data in the two short stories were analyzed based on their ethnomulticultural content. The ethnomulticultural analysis explored cultural phenomena and traditions, which included worldviews and local wisdom. The researchers conducted a three-stage reading process of the short stories for the representation of Osing cultural content: receptive reading, repeated readings to gather data on ethno-multicultural elements, and interpretive reading using a literary anthropology approach to analyze the worldview and local wisdom of the Osing community. The results revealed the significant role rituals play in expressing Osing cultural identity. Rituals like Kebo-Keboan, for overcoming plagues, and Lintrik, for warding off misfortune, are deeply rooted in Osing society and reflect themes of magic and tragedy. These rituals embody the Osing worldview, where harmony between the micro and macro cosmos is essential. The presence of magical realism in these rituals affirms the local identity of the Osing people in postcolonial society. The findings suggest potential avenues for integrating cultural insights into pedagogical approaches at the junior high school level.
FESTIVAL TEMBANG DOLANAN ANAK BAHARI: MODEL PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS LITERASI BAHARI DI MUNCAR BANYUWANGI Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Furoidatul Husniah; Siswanto Siswanto; Fitri Nura Murti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5517

Abstract

Program pengabdian ini merupakan program tahun ketiga, yang dirancang sebagai skema pengabdian desa binaan yang difokuskan pada pengembangan eduwisata berbasis literasi bahari. Program ini dilaksanakan atas dasar saran dari reviewer pada saat kolokium untuk dilanjutkan pada tahun ketiga. Dengan tetap mengambil lokus di desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pengabdian pada tahun ketiga ini difokuskan pada pengembangan desa melalui festival tembang dolanan anak bahari, sebagai bentuk implementasi dan pengembangan konsep literasi bahari. Desa Kedungrejo merupakan desa nelayan yang penduduknya sebagian besar aktivitas kehidupannya bersentuhan dengan bahari. Dengan bermitra bersama Rumah Baca Ikan (RBI) dan Putra Nelayan (PuNel) Muncar, program ini dikembangkan untuk skema eduwisata melalui festival tembang dolanan anak bahari. Program ini dilaksanakan dengan pola identifikasi, kompilasi, dokumentasi pada agenda festival tembang dolanan anak bahari di Muncar. Adapun metode pelaksanaan program Hibah Pengabdian Desa Binaan 2024 ini dengan metode partisipatori rural apprasial (PRA) melalui kegiatan survei potensi dan identifikasi masalah, focus Group Discussion (FGD), workshop dan pendampingan, dan festival tembang dolanan anak bahari. Hasil kegiatan ini mampu dilaksanakan festival tembang dolanan anak bahari yang melibatkan sembilan belas kelompok atau komunitas anak. Lebih lanjut, hasil ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan festival tembang dolanan anak bahari dalam skala yang lebih luas, yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan berbasis tradisi, maupun berkontribusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat lokal di Muncar.