Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FESTIVAL TEMBANG DOLANAN ANAK BAHARI: MODEL PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS LITERASI BAHARI DI MUNCAR BANYUWANGI Taufiq, Akhmad; Sukatman, Sukatman; Husniah, Furoidatul; Siswanto, Siswanto; Murti, Fitri Nura
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5517

Abstract

Program pengabdian ini merupakan program tahun ketiga, yang dirancang sebagai skema pengabdian desa binaan yang difokuskan pada pengembangan eduwisata berbasis literasi bahari. Program ini dilaksanakan atas dasar saran dari reviewer pada saat kolokium untuk dilanjutkan pada tahun ketiga. Dengan tetap mengambil lokus di desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pengabdian pada tahun ketiga ini difokuskan pada pengembangan desa melalui festival tembang dolanan anak bahari, sebagai bentuk implementasi dan pengembangan konsep literasi bahari. Desa Kedungrejo merupakan desa nelayan yang penduduknya sebagian besar aktivitas kehidupannya bersentuhan dengan bahari. Dengan bermitra bersama Rumah Baca Ikan (RBI) dan Putra Nelayan (PuNel) Muncar, program ini dikembangkan untuk skema eduwisata melalui festival tembang dolanan anak bahari. Program ini dilaksanakan dengan pola identifikasi, kompilasi, dokumentasi pada agenda festival tembang dolanan anak bahari di Muncar. Adapun metode pelaksanaan program Hibah Pengabdian Desa Binaan 2024 ini dengan metode partisipatori rural apprasial (PRA) melalui kegiatan survei potensi dan identifikasi masalah, focus Group Discussion (FGD), workshop dan pendampingan, dan festival tembang dolanan anak bahari. Hasil kegiatan ini mampu dilaksanakan festival tembang dolanan anak bahari yang melibatkan sembilan belas kelompok atau komunitas anak. Lebih lanjut, hasil ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan festival tembang dolanan anak bahari dalam skala yang lebih luas, yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan berbasis tradisi, maupun berkontribusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat lokal di Muncar.
TOPONIMI SUMENEP MADURA DALAM PERSPEKTIF TRADISI LISAN Siswanto, Siswanto; Sukatman, Sukatman; Taufiq, Akhmad; Murti, Fitri Nura
PANGGUNG Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i4.3183

Abstract

Nusantara memiliki ribuan narasi budaya yang berharga untuk ditelusuri dan dilestarikan. Begitu pula dengan isu kerajaan Matahari yang memimpin dunia dalam komunitas Sunda, serta isu komunitas Madura. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan interdisipliner mencakup mitologi, toponimi, semiotika, tinggalan batu purba dan bukti kebahasaan yang masih hidup di masyarakat. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode dokumentasi, (b) metode observasi, dan (c) metode wawancara bebasmendalam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi model Spradley dipadukan dengan analisis model alir interaktif. Memori kolektif hadir melalui mitos, bahasa, toponimi, dan lainnya yang akan digunakan peneliti untuk menemukan gambaran Madura purba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kata Sumenep berasan dari Songennep, yang secara geografis Sumenep memiliki gua-gua yang menjadi penguat kata Song/ Rong dan dataran rendah atau lembah/ ngarai pada nama awal Songennep. Sistem penamaan wilayahnya Sumenep didasarkan pada kondisi geografis dan sosio-budayanya. Adapun secara mitologis dapat disimpulkan bahwa nama Madura memiliki hubungan secara simbolik terkait dengan mitologis Raja Matahari. Madura secara linguistik merupakan gabungan kata Manu Pandu Raya yang berarti Raja Cahaya. Kata kunci: Toponimi, Madura, Mitologi, Sumenep
MITOLOGI DAN EKSPRESI SIMBOLIK KEPEMIMPINAN: CASE PADA MOTIF BATIK JOYOBINANGUN BANYUWANGEN Siswanto, Siswanto; Sukatman, Sukatman; Taufiq, Akhmad; Husniah, Furoidatul; Murti, Fitri Nura
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8561

Abstract

Beberapa dekade terakhir penelitian-penelitian tentang batik mewarnai narasi kebudayaan Indonesia. Motif-motif batik kian berkembang dengan tetap membawa kekhasan motif kawinya. Banyaknya motif ternyata tidak menggeser kuatnya filosofis motif-motif yang berkembang di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki local genius yang berdasar pada memori kolektifnya. Di antara melimpahnya penelitian tentang batik, salah satu motif yang jarang sekali dibicarakan ialah motif Joyobinangun. Pada ranas batik Banyuwangen, Joyobinangun merupakan salah satu motif tertua. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan mitologi dan ekspresi simbolik kepemimpinan yang hadir dalam batik motif Joyobinangun. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan multiinterdisipliner mencakup mitologi, semiotika, dan politik. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode observasi (b) metode wawancara etnografis, (c) metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi Spradley. Memori kolektif hadir melalui mitos dan simbol-simbol tradisi, salah satunya motif batik. Motif batik Joyobinangun memiliki simbol yang mencitrakan mitologis raja-raja Blambangan. Nilai-nilai dan citra diwariskan kepada rakyat sebagai simbol kekuasaan dan melanggengkan kepemimpinan. Motif Joyobinangun melalui citra Gatot Kaca, Ontorejo, dan Gajah Oling secara simbolik terkait dengan mitologi kepemimpinan raja-raja Dinasti Blambangan.
Penguatan Literasi Sastra Religi Melalui Pendidikan Hadrah: Kreativitas Pemuda Desa Karangrejo Kecamatan Gumuk Mas, Jember dalam Menciptakan Syair Islamiā€ Furoidatul Husniah; Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Fitri Nura Murti; Inno Cahyaning Tyas; Siwi Tri Purnami; Adenarsy Avereus Rahman
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JANUARI-APRIL
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v6i1.4894

Abstract

The community service program in Karangrejo Village, Gumukmas District, Jember, focuses on strengthening religious literary literacy through hadrah education and Islamic syiiran. This initiative was driven by the limited creativity of local youth in composing new religious lyrics and the absence of systematic strategies for digitalization and promotion of Islamic arts. The program was carried out through observation, problem mapping, Focus Group Discussions (FGD), training, and intensive mentoring for four months. The results show that the Majelis Sholawat Mansub Ratibul Haddad community has successfully developed independence in creating new religious lyrics inspired by stories of Uwais Al-Qarni, Sunan Kalijaga, Qorun, and KH. Ahmad Shiddiq. This creative process demonstrates the transformation of religious narratives into oral literary works with educational, spiritual, and aesthetic functions. The outcomes confirm that participatory facilitation empowers village youth to become producers of new works rather than mere consumers of tradition. These findings highlight the importance of religious literary literacy as a medium to strengthen cultural identity, revitalize moral values, and promote community-based religious edutourism.