Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perubahan Penggunaan Lahan Di Pesisir Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang Jawa Timur Rahmansyah, Winarko Arif; Wardhani, Maulinna Kusumo; Sulistyo Rini, Dyah Ayu
Jurnal Kelautan Vol 17, No 3: Desember (2024)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v17i3.23696

Abstract

ABSTRAKIdentifikasi perubahan pemanfaatan lahan di wilayah pesisir perlu dilakukan secara berkala. Hal ini penting dilakukan untuk membantu memahami pengaruh perubahan lahan terhadap ekosistem. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi perubahan penggunaan lahan di pesisir Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang dalam kurun waktu 10 tahun (2013-2023) menggunakan data citra satelit Landsat 8 OLI. Analisis citra satelit menggunakan Google Eart Engine (GEE) dengan metode klasifikasi tutupan lahan terbimbing (supervised classification).dan uji akurasi menggunakan confussion matrix. Kelas lahan mencakup mangrove, pemukiman, badan air, tambak, lahan kosong, dan sawah. Hasil penelitian menunjukkan perubahan signifikan terhadap perubahan lahan kosong (pasif) menjadi lahan produktif berupa lahan pergaraman dan pertanian. Penambahan luasan lahan pergaraman dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah produksi garam sehingga terjadi ekspansi lahan. Selain itu juga terjadi pertambahan luasan lahan pada tahun 2023 yang kemungkinan dikarenakan pertamabahan luasan mangrove. Uji akurasi sebesar 86% dan dalam kategori sangat baik (acceptable result). Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan penilaian ecosystem service value untuk menunjang pengelolaan yang konservatif dan efektif.Kata kunci: klasifikasi, perubahan penggunaan lahanABSTRACTChanges in land use in coastal areas need to be identified periodically. This study is important to help understand the impact of land use changes on the ecosystem. The purpose of this study was to identify changes in land use on the coast of Pangarengan Village, Pangarengan District, Sampang Regency, over 10 years (2013-2023) using Landsat 8 OLI satellite imagery data. Satellite image analysis using Google Eart Engine (GEE) with a supervised land cover classification method and accuracy testing using a confusion matrix. Land classes include mangroves, settlements, water bodies, ponds, vacant land, and rice fields. The results of the study showed significant changes in the change of vacant land (passive) into productive land in the form of salt and agricultural land. The increase influenced the increase in the amount of salt production in the area of salt land, so land expansion occurred. In addition, there was also an increase in land area in 2023, which was likely due to the addition of a mangrove area. The accuracy test was 86% and in the outstanding category (acceptable result). Based on the results of this study, an ecosystem service value assessment is needed to support conservative and effective management.Key words: classification, land-use change
Pelatihan Pemetaan Partisipatif Ekosistem Mangroves di Desa Martajasah Kabupaten Bangkalan Rachman, Herlambang Aulia; Sari, Alfi Hermawati Waskita; Hidayah, Zainul; Wardhani, Maulinna Kusumo; Hidayati, Nurul; Ahnaf, Hariadi; Indri, Ristrianas
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.27506

Abstract

The impact of climate change on coastal ecosystems has been a widely discussed topic in recent decades. The coastal ecosystem that is quite essential is mangroves. Community-based mangrove ecosystem management has actually been carried out in several places, but it is still not optimal. One of the obstacles is that the community cannot understand the spatial or spatial context of the mangrove ecosystem area. Therefore, we tried to carry out community service activities on Participatory Mapping of the mangrove ecosystem based on the local community in Martajasah Village, Bangkalan. The results of this activity are several zones or areas of the mangrove ecosystem determined by the community itself. Some of these zones include cultivation, conservation, and tourism zones. Each zone has its own role and function for the community. It is hoped that the results of this activity can be realized into a book on sustainable mangrove ecosystem management in Martajasah Village, Bangkalan Regency.
IMPLICATIONS OF Acanthus ilicifolius LEAF EXTRACT UTILIZATION TO INHIBIT Candida albicans GROWTH TO SUPPORT MANGROVE CONSERVATION: IMPLIKASI PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN Acanthus ilicifolius UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans DALAM MENDUKUNG KONSERVASI MANGROVE Wardhani, Maulinna Kusumo; Rahman, Askur
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 3 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.221-234

Abstract

Salah satu jenis spesies mangrove yang memiliki manfaat sebagai bahan terapi adalah Acanthus ilicifolius. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi daya hambat ekstrak daun mangrove A. ilicifolius yang diambil dari 2 lokasi yang berbeda terhadap pertumbuhan khamir Candida albicans. Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen laboratorium terkontrol dengan Rancangan Acak Lengkap. Subjek dalam penelitian ini adalah daun A. ilicifolius yang diambil di kawasan mangrove Kecamatan Socah (Kabupaten Bangkalan) dan Kecamatan Paiton (Kabupaten Probolinggo) dalam kondisi segar, serta khamir C. albicans. Potensi pemanfaatan A. ilicifolius dianalisis melalui ekstraksi, dengan metode maserasi metanol 99,98%, analisis fitokimia, dan uji daya hambat. Hasil analisis fitokimia kualitatif pada A. ilicifolius menunjukkan kandungan senyawa aktif alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, tanin, dan fenol. Namun demikian, tidak ditemukan saponin. Uji fitokimia kuantitatif terhadap A. ilicifolius memperlihatkan kandungan senyawa aktif tertinggi adalah flavonoid (sebesar 162,79 ppm). Ekstrak daun A. ilicifolius memiliki daya hambat antikhamir yang dikategorikan lemah hingga sedang, meskipun setiap konsentrasi memiliki daya hambat yang berbeda nyata. Analisis statistik mengindikasikan kandungan zat aktif dalam ekstrak A. ilicifolius dari Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Probolinggo tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian ini mendukung konservasi mangrove berbasis manfaat farmakologis dan berkontribusi pada pengembangan agen antikhamir berbasis tanaman untuk terapi alternatif.
Pemetaan Partisipatif Area Peletakan Rumpon di Perairan Selatan Kabupaten Sampang, Jawa Timur Wardhani, Maulinna Kusumo; Rini, Dyah Ayu Sulistyo; Haryadi, Wahyu Tris; Kumalasari, Dewi Ratih; Putra, Aditya Januar
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.7000

Abstract

Aktivitas penangkapan ikan di Selat Madura menghadapi beberapa tantangan, antara lain anomali cuaca dan perubahan musim sehingga memengaruhi hasil tangkapan, terbatasnya akses teknologi perikanan yang lebih modern, dan tekanan ekosistem karena upaya tangkap berlebih. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat nelayan kelompok mitra KUB Selat Baru Kabupaten Sampang dengan pendekatan berbasis komunitas dan pengelolaan berbasis ekosistem. Pendekatan ini berfokus pada pemetaan partisipatif area peletakan rumpon untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan dan mengurangi konflik pemanfaatan ruang laut. Metode kegiatan meliputi sosialisasi peraturan, penyuluhan hukum dan lingkungan, Focus Group Discussion (FGD) dengan pemangku kepentingan, pelatihan penggunaan teknologi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa nelayan memahami tata kelola ruang laut sesuai dengan Permen KP No.36/2023, mampu memperkirakan peta peletakan rumpon yang disepakati bersama, serta melaporkan peningkatan penggunaan teknologi sebagai alat bantu penangkapan ikan. Penerapan teknologi ini memperkuat solidaritas kelompok nelayan, mengurangi konflik, dan mendukung prinsip blue economy. Perlu kegiatan pemantauan berkala terhadap hasil tangkapan dan kondisi rumpon, penguatan kelembagaan KUB Selat Baru, dan dukungan pemerintah daerah untuk fasilitas teknologi dan tindak lanjut evaluasi. Pendekatan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi diharapkan menjadi model replikasi pengelolaan perikanan berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya.
Analisis Prevalensi Escherichia coli Pada Air Baku Produksi Garam Di Desa Pangarengan Kabupaten Sampang, Jawa Timur Hendriansyah, Fatkhal; Wardhani, Maulinna Kusumo
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.28726

Abstract

ABSTRAKCemaran Escherichia coli (E. coli) pada air baku pembuatan garam dapat menimbulkan berbagai permasalahan yang berdampak pada kesehatan masyarakat dan kualitas produk garam yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteriE. coli dalam air baku pada pembuatan garam secara tradisional di Desa Pangarengan Kabupaten Sampang. Terdapat empat sampel yang diuji menggunakan uji pendugaan dengan titik pengambilan sampel pada pintu masuk air laut, kolam penampungan air laut, dan kolam air tua. Pengujian sampel dilakukan menggunakan lima tabung positif dengan dua kali pengulangan untuk  setiap sampel. Perhitungan total bakteri E. Coli menggunakan metode Most Probable Number (MPN) atau Angka Paling Mungkin (APM) 3 seri, yaitu pengamatan pertumbuhan bakteri dalam serangkaian tabung media selektif secara bertingkat, dan memperkirakan jumlah bakteri berdasarkan pola tabung positif menggunakan tabel APM standar 3 seri. Hasil analisis menggunakan metode APM menunjukkan jumlah E. coli pada sampel pintu masuk air laut sebesar 7,5 APN/100 mL  penampungan air laut sejumlah 6,1 APM/100 mL, dan penampungan air tua sejumlah 4,6 APM/mL. Berdasarkan jumlah total bakteri E.coli menunjukkan bahwa air baku pembuatan garam tidak sesuai dengan SNI 01-3553-2006 untuk air minum (2 APM/100 mL). Penurunan APM karena peningkatan salinitas diharapkan dapat menurunkan jumlah total bakteri E. coli pada produk garam yang dihasilkan.Kata Kunci: air baku, Escherichia coli, garamABSTRACTThe contamination of Escherichia coli (E. coli) in raw water used for salt production can cause various issues that impact public health and the quality of the resulting salt products. This study aims to determine the abundance of E. coli bacteria in raw water used for traditional salt production in Pangarengan Village, Sampang Regency. Four water samples were tested using a presumptive test, with sampling points at the seawater intake gate, seawater storage pond, and brine (concentrated seawater) pond. Each sample was analyzed using five positive tubes with two replicates per sample. The enumeration of total E. coli bacteria was conducted using the Most Probable Number (MPN) method, employing a three-series (3-tube) approach, which involves observing bacterial growth in a series of selective media tubes at different dilution levels and estimating bacterial concentration based on the pattern of positive tubes using a standard MPN table (3-tube series). The MPN analysis results showed that E. coli levels in the seawater intake sample were 7.5 MPN/100 mL, in the seawater storage pond were 6.1 MPN/100 mL, and in the brine pond were 4.6 MPN/100 mL. Based on the total E. coli counts, the raw water used for salt production does not comply with the Indonesian National Standard (SNI 01-3553-2006) for drinking water quality, which stipulates a maximum limit of 2 MPN/100 mL. The reduction in MPN values is attributed to increased salinity, which is expected to decrease the total number of E. coli bacteria in the final salt product.Key words: Escherichia coli, raw water, salt