Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KEPADATAN DAN PENUTUPAN SPONS PADA GUGUSAN KANDANG HAUR DI PERAIRAN DESA SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU Nor, Muhammad; Hamdani, Hamdani; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i1.11793

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tutupan, kepadatan dan hubungan perameter, serta mengetahui genus spons pada Gugusan Kandang Haur di perairan Desa Sungai Dua Laut Kabupaten Tanah Bumbu. Data diambil menggunakan metode transek kuadran dan line transek sepanjang 50 meter, dengan luas 2m x 2m dan interval 10 m. Hasil dari pengamatan diketahui bahwa terdapat 8 genus spons yaitu Xestopongia, Gelliodes, Phyliospongia, Espriopsis, Haliclona, Petrosia, Cinachyra dan Amphimidon. Kepadatan individu tertinggi berada di Karang Katoang (2,5 ind/m2) dan terendah pada Karang Penyulingan (2 ind/m2). Penutupan rata-rata spons tertinggi di Karang Penyulingan yaitu sebesar 13,05% dan terendah pada Karang mabela sebesar 3,7%. Hubungan kepadatan spons dengan faktor pembatas di lokasi penelitian masuk dalam tingkat hubungan positif sedang, hubungan positif kuat, hubungan negatif sangat lemah dan hubungan negatif sangat kuat.
ANALISIS LAJU PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP KARANG TRANSPLANTASI DI PERAIRAN KARANG MADANI Rahmah, Yuniar; Nursalam, Nursalam; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v3i2.11775

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup karang transplantasi. Sedangkan kegunaan pada penelitian ini diharapkan menjadi solusi dan informasi terhadap suatu upaya rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Karang Madani Desa Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu pada kedalaman 8 meter, pengamatan dilakukan selama setahun dari bulan Maret 2018 – Maret 2019. Adapun Genus karang yang di transplantasikan adalah Acropora spp dengan jumlah 531 fragmen karang. rata-rata laju pertumbuhan karang transplantasi genus Acropora spp di Karang Madani tinggi/panjang yaitu sebesar 0,055cm/bulan dan lebar sebesar 0,176 cm/bulan dan tigkat kelangsungan hidup (Survival Rate) sebesar 34,1 atau termasuk dalam kriteria sedang. Sedangkan parameter lingkungan yaitu nutrien (nitrat dan fosfat) yang tinggi meningkatkan produktiftas makro alga sehingga tingkat kelangsungan hidup serta laju pertumbuhan karang transplantasi di Karang Madani menjadi rendah.
ANALISIS STOK KARBON SEBAGAI MITIGASI PEMANASAN GLOBAL DI EKOSISTEM MANGROVE DESA TANJUNG SUNGKAI KABUPATEN KOTABARU Norhadiah, Norhadiah; Nursalam, Nursalam; Salim, Dafiuddin
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v4i2.11789

Abstract

Mangrove merupakan salah satu tumbuhan penyerap karbon yang berasal dari wilayah pesisir dan diketahui memiliki potensi sebagai mitigasi pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan menganalisis biomassa dan stok karbon serta nilai ekologi di ekositem mangrove Desa Tanjung Sungkai Kabupaten Kotabaru. Prosedur penelitian meliputi pengambilan data lapangan dengan metode transek dan plot, analisis laboratorium, analisis data menggunakan rumus Shannon-Wiener dan  rumus allometrik Biomassa oleh Komiyama,  et al (2005) serta rumus kandungan karbon oleh IPCC (2003). Nilai faktor pembatas pada ekologi ekosistem mangrove mengacu pada KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Jenis mangrove yang ditemukan berjumlah 3 jenis yaitu Rhizophora apiculata (107 ind), Rhizophora mucronata (57 ind) dan Sonneratia alba (71 ind). Kerapatan dikategorikan jarang – sedang, kerapatan tertinggi terdapat pada Stasiun 2 sebesar 0,13 ind/m2, kategori kerapatan sedang ditemukan pada Stasiun 2 dan 8. Indeks Nilai penting tertinggi pada jenis Rhizophora apiculata sebesar 52%. Total biomassa tegakan sebesar 23.178,7 kg/m2 atau 231.787 ton/ha, jumlah tertinggi pada Stasiun 2 sebesar 39.641 ton/ha. Total stok karbon sebesar 115.894 ton C/ha dengan rata-rata karbon sebesar 9.657,85 ton C/ha maka stok karbon di Desa Tanjung Sungkai Sebesar 251.104 ton C. Jenis yang mampu menyimpan stok karbon tertinggi adalah jenis Rhizophora apiculata sebesar 51.424,7 Ton C/ha.
Species Density and Lead (Pb) Pollution in Mangrove Ecosystem, South Kalimantan Kadarsah, Anang; Salim, Dafiuddin; Husain, Sadang; Dinata, Marta
Jurnal Biodjati Vol 5 No 1 (2020): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v5i1.7411

Abstract

Its crucial to get information about lead (Pb) heavy metal pollution from mining and oil palm plantation on species density in mangrove ecosystem, to anticipate its impacts. This study aimed is to compare the types and densities of vegetation in mangrove ecosystems allegedly due to mining in Setarap village, Tanah Bumbu Regency and oil palm plantations in Kuala Tambangan Village, Tanah Laut Regency. We also analysis the condition of waters (TDS, pH and DO) and organic content in sediments to acquire data from the South Kalimantan mangrove ecosystems. The results showed there were four species of true mangroves (Avicennia alba, Acanthus ebracteatus, Nypa fruticans and Rhizophora apiculate) could live well in the environment affected by mining or oil palm plantations. The species density for trees was low (933 ind/ha) for mangroves affected by coal mines, while those affected by oil palm plantations had higher densities (1,067 ind/ha). pH value of waters in affected area by coal mining showed more acidic value (pH 5.76) especially at the back, while those by palm oil plantations are more acidic (pH 6) in the estuary. Organic matter content in sediments affected by coal mines was in the range of 0.61-6.59%, while those affected by oil palm plantations showed higher values (0.12-2.19%). Lead heavy metal content (Pb) in waters affected by coal mines was 0.031-0.056 mg/L, while the area affected by oil palm plantations was of higher value (0.110-0.128 mg/L). Lead (Pb) levels in sediments indicate higher values than waters, which reach 3.512-6.046 mg/Kg (affected by coal mines), and in areas affected by oil palm plantations reaching 6.658-6.66 mg/Kg. The general conclusion is that vegetation densities in areas affected by coal mines are lower than oil palm plantations. The level of lead  (Pb) pollution in the sediments is higher than in the waters.