Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Hasil Tangkapan Jaring Insang Lingkar di Desa Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Waileruny, Welem; Leskona, F.; Kesaulya, Taufiniringsi; Matrutty, Delly D.P.; Syauta, Franklin
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 1 No 1 (2023): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v1i1.11197

Abstract

Jaring insang lingkar (encircling gill net) merupakan salah satu alat tangkap yang digunakan untuk mengeksploitasi sumberdaya perikanan di perairan Desa Waai. Operasi penangkapan dilakukan pada pagi dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan dan produktivitas sumberdaya perikanan pada waktu pagi dan sore hari. Data dikumpulkan melalui percobaan penangkapan, observasi dan wawancara. Analisis data secara deskriptif, analisis catch per unit effort (CPUE) dan Uji beda menggunanakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi jaring insang lingkar di Perairan Desa Waai terdiri dari empat jenis yaitu ikan lema (Rastrlriger sp), ikan Kawalinya (Selar sp), ikan parang-parang (Chirocentrus sp) dan ikan momar putih (Decapterus sp). Ikan parang-parang (Chirocentrus sp) hanya tertangkap pada pagi hari dan ikan momar putih (Decapterus macrosoma) hanya tertangkap pada sore hari. Ikan yang mendominasi hasil tangkapan adalah ikan ikan lema (Rastreliger sp). Produktifitas (CPUE) sumberdaya ikan perairan Desa Waai lebih tinggi di pagi hari dari pada sore hari. Walaupun demikian hasil analisis statistic menunjukkan tidak ada perbedaan hasil tangkapan waktu pagi dan sore. Dengan demikian untuk meningkatkan pendapatan baiknya operasi penangkapan dilakukan pada waktu pagi dan sore hari.
Panjang Berat dan Status Pemanfaatan Ikan Kakap Kuning Hindia di Pulau-Pulau Banda Provinsi Maluku Amiludin, Nur M.; Abukena, Safrudin La; Musa, Aprilia; Waileruny, Welem
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 1 No 2 (2023): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v1i2.11881

Abstract

Ikan kakap kuning hindia (Lutjanus bengalensis) tergolong ikan bernilai ekonomis, ditangkap sepanjang tahun oleh nelayan di Pulau-pulau Banda, Provinsi Maluku. Berbagai informasi ilmiah terkini berkaitan dengan aspek biologi dan informasi penting lainnya tentang ikan kakap kuning hindia perlu disediakan untuk menentukan kebijakan pemanfaatan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan status pemanfaatan ikan kakap kuning hindia di perairan sekitar Pulau-Pulau Banda Provinsi Maluku. Data dikumpulkan dari nelayan yang melakukan penangkapan di sekitar Pulau-pulau Banda kemudian diukur panjang dan beratnya. Analisis data terdiri dari distribusi frekuensi panjang, hubungan panjang dan berat serta faktor kondisi dan tingkat pemanfaatan dengan menggunakan Fisat II. Hasil analisis menunjukkan kisaran panjang ikan kakap kuning hindia yang tertangkap adalah 10-22 cm dengan frekuensi tertinggi pada interval kelas panjang 16 cm. Pola pertumbuhannya bersifat allometrik negatif dengan koefisien pertumbuhan (K) = 0,51. Status pemanfaatannya adalah overfishing dengan nilai E sebesar 0,78 yang menunjukkan lebih dari tiga perempat sumber daya yang tersedia telah tereksploitasi. Kebijakan pemerintah disertai pengawasan yang ketat diperlukan untuk menjaga kelestarian ikan kakap kuning hindia di Pulau-Pulau Banda Provinsi Maluku.
ANALISIS KLASTER MULTIDIMENSI PADA PERIKANAN SKALA KECIL TUNA DAN CAKALANG DI MALUKU TENGAH Waileruny, Welem; Siahainenia, Stany Rachel; Kesaulya, Taufiriningsih
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 9 No 2 (2025): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2025.9.2.150

Abstract

This study examines the multidimensional performance of small-scale tuna and skipjack fisheries across four major locations in Central Maluku—Banda, Saparua, Amahai, and Tehoru—using five key dimensions: social, economic, technological, institutional, and ecological. Cluster analysis was applied to classify locations based on their multidimensional characteristics and to identify the dimensions most influential in shaping cluster separation. The findings reveal distinct differences among sites, with Saparua exhibiting the strongest social and institutional performance, Banda showing the weakest institutional conditions, and Amahai–Tehoru forming a single cluster characterized by relatively strong economic and technological conditions but weaker ecological performance, particularly in Tehoru. Institutional and social dimensions emerged as the primary drivers of cluster formation, followed by technological, economic, and ecological factors. The discussion highlights how institutional strength and social capital underpin adaptive capacity and economic–ecological outcomes, while technological intensification may heighten exploitation risks without effective effort regulation. The study concludes that fisheries management must be tailored to cluster-specific contexts: strengthening local institutions in Banda, consolidating co-management in Saparua and Amahai, and implementing effort controls and ecological monitoring in Tehoru. These results reinforce the importance of place-based and socially rooted governance in small-scale fisheries.