Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Pemberian Teh Celup Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) untuk Menurunkan Tekanan Darah pada Masyarakat di Kelurahan Laweyan Mursiany, Anita; Anggraini, Devina Ingrid; Semartini, Atur
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.890

Abstract

Hipertensi termasuk salah satu penyakit terbanyak di Kelurahan Laweyan berada di urutan nomor 2 yang mempunyai kunjungan pasien terbanyak di Puskesmas Pajang. Salah satu yang menjadi alasan ketidakpatuhan minum obat pada pasien hipertensi adalah penggunaan obat jangka panjang sehingga menyebabkan efek samping obat. Untuk itu terapi non farmakologi menggunakan bahan obat alam dianjurkan untuk membantu kestabilan tekanan darah. Obat alam dinilai memiliki efek samping relatif lebih sedikit dan lebih murah, sehingga banyak masyarakat yang beralih menggunakan obat tradisional. Jahe merah mengandung senyawa flavonoid, saponin dan fenol. Flavonoid memiliki efek penghambatan terhadap aktivitas angiotensin-converting enzyme (ACE) yang dapat menurunkan tekanan darah. Jahe merah juga mengandung senyawa fenol, seperti gingerol. Gingerol dapat berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi radikal bebas. Daun kemangi mengandung senyawa flavonoid dan magnesium yang dapat melebarkan pembuluh darah dan melancarkan sirkulasi darah. Penerapan teknologi tepat guna dengan membuat sediaan dalam bentuk teh celup. Pemilihan sediaan teh celup berdasarkan efektivitas jahe dikonsumsi sebelum makan pagi sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pembuatannya melibatkan produksi simplisia kering dari rimpang jahe merah dan daun kemangi, yang kemudian dicampur dan dikemas ke dalam kantong teh. Kemasan yang menarik dikembangkan, dan brosur informatif juga dibuat untuk memberikan pengetahuan tambahan tentang produk tersebut.
Gerakan Cegah Hipertensi Melalui Intervensi Herbal Di Desa Sukarare Lombok Tengah Umboro, Recta Olivia; Apriliany, Fitri; Bimmaharyanto, Dedent Eka; Mursiany, Anita; Novitarini, Novitarini
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1118

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian ke-3 setelah stroke dan tuberkulosis di Indonesia. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah dengan prevalensi hipertensi cukup tinggi, khususnya Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah penderita hipertensi terbanyak ke-2 setelah Kabupaten Lombok Timur. Desa Sukarare, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah merupakan salah satu desa yang mengalami peningkatan jumlah penderita hipertensi setiap tahunnya. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko hipertensi dan minimnya literasi kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penderita hipertensi. Berdasarkan kondisi tersebut Prodi D3 Farmasi UNIQHBA melakukan pendekatan promotif dan preventif melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan pada 16 November 2024 dengan melibatkan 61 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan pemanfaatan herbal sebagai bagian pelestarian kearifan lokal dalam mencegah serta mengatasi hipertensi berbasis bukti ilmiah. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan berbasis partisipasi masyarakat yang dipadukan dengan pemeriksaan kesehatan dan kegiatan senam sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan, dimana terjadi kenaikan rata-rata nilai post-test sebesar 50 poin (125%) dibandingkan nilai pretest. Dapat disimpulkan bahwa edukasi berbasis partisipasi masyarakat berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan hipertensi serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola kesehatan berbasis potensi lokal.
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD DR SOEDIRAN MANGUN SUMARSO WONOGIRI JAWA TENGAH Mahardika, Tarisca Dhea; Adiningsih, Retnowati; Mursiany, Anita
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v10i2.6547

Abstract

Latar belakang: Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat jumlah penderitanya dan membutuhkan terapi jangka panjang. Di Kabupaten Wonogiri sendiri terdapat 17.590 penderita DM, namun ketidakpatuhan minum obat masih menjadi penyebab kegagalan pengendalian glukosa darah. Ketidakpatuhan berdampak pada komplikasi serius seperti kerusakan organ, penurunan kualitas hidup, serta peningkatan beban layanan kesehatan. Tujuan:Mengetahui karakteristik pasien dan tingkat kepatuhan minum obat pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Metode:Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan porposive sampling. Kesimpulan: Berdasarkan karakterisrik hasil penelitian di Poliklinik Rawat Jalan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, mayoritas pasien diabetes mellitus tipe 2 adalah perempuan sebanyak 92%. Usia paling banyak yaitu 55-64 tahun sebanyak 48%. Pendidikan terakhir SMA sebanyak 41%. Sejumlah 64% dengan pekerjaan lain-lain dan menderita diabetes kurang dari lima tahun sebanyak 53%. Berdasarkan Tingkat kepatuhan minum obat pasien didominasi oleh kategori sedang sebanyak 63%, sedangkan kepatuhan tinggi hanya ditemukan pada 37% pasien.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI APOTEK REJEKI LESTARI Indria Purnama; Hartono; Retnowati Hartono; Mursiany, Anita
Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/4ck4zb88

Abstract

Penyimpanan obat dan alat kesehatan merupakan aspek penting dalam pelayanan kefarmasian karena berhubungan langsung dengan mutu, keamanan serta keselamatan pasien. Penyimpanan obat dan alat kesehatan di apotek Rejeki Lestari belum mempunyai lemari terpisah untuk obat High Alert Medication (HAM) dan obat kadaluwarsa, serta belum mempunyai pendingin ruangan (AC). Hasil stok opname bulan Februari 2025 menemukan sebanyak 10 sediaan obat yang rusak dan kedaluwarsa sehingga menimbulkan kerugian. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi penyimpanan berdasarkan standar Permenkes RI Tahun 2019. Penelitian menggunakan metode observasi deskriptif melalui pengamatan langsung. Instrument pengukuran  menggunakan lembar checklist untuk mengetahui kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan berdasarkan Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kemenkes RI tahun 2019. Sampel penelitian sebanyak 351 item yang terdiri dari 302 obat dan 49 alat Kesehatan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Data dianalisis secara deskriptif dengan menghitung persentase kesesuaian penyimpanan terhadap standar. Hasil penelitian menunjukkan aspek penyimpanan secara keseluruhan telah sesuai standar sebanyak 21 indikator, terdapat 4 indikator belum memenuhi standar penyimpanan. Yang belum memenuhi kesesuaian penyimpanan adalah  belum terdapat pendingin ruangan untuk menjaga suhu ruangan, belum terdapat lemari penyimpanan untuk obat High Alert Medication (HAM) dan untuk obat yang telah kadaluwarsa serta rusak obat rusak. Kesimpulannya, sistem penyimpanan di Apotek Rejeki Lestari sangat baik dengan presentase 84%, namun perlu dilakukan perbaikan pada aspek pemisahan obat beresiko tinggi