Hidayat Saputra, Hidayat
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung (Lampung University) Jl. Prof. Dr. Soemantri Brodjonegoro No.1 Bandar Lampung-Lampung, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agro Tatanen

Dampak Tata Letak Tanam dalam Sistem Tumpangsari dengan Ubi Kayu pada pertumbuhan Tiga Varietas Jagung Manis Saputra, Hidayat; Mutaqin, Zainal; Dulbari, Dulbari; Ahyuni, Destieka
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/0r6fse65

Abstract

Petani ubi kayu akan mendapatkan penghasilan dari usaha taninya setelah panen 7-10 bulan kemudian. Dengan jarak tanam ubi kayu yang cukup lebar (1-2 m) terdapat potensi ruang tumbuh di bawah tegakan ubi kayu yang dapat ditumpangsarikan dengan tanaman semusim. Agar tanaman sela yang ditanami ubi kayu dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal, maka perlu dilakukan penataan tata letak penanaman jagung manis. Selain itu, diperlukan juga informasi mengenai varietas jagung manis yang cocok dan adaptif untuk ditumpangsarikan dengan ubi kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pola tanam jagung manis terbaik yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan hasil jagung manis sistem tumpangsari, dan menentukan varietas jagung manis terbaik dalam pola tanam tumpangsari jagung manis dengan ubi kayu. Ada enam kombinasi perlakuan tanam dan varietas jagung manis. Perlakuan tersebut meliputi: dua tata letak atau posisi tanam jagung manis, yaitu di antara barisan singkong (J1) dan di dalam barisan singkong (J2), dan tiga varietas jagung manis komersial: Varietas Mira (V1), Paragon (V2), dan Bonanza. (V3). Hasil menunjukkan jagung manis yang ditanam di bawah tegakan ubi kayu mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif 144 hingga 400% dibandingkan jagung manis sistem monokultur, jagung manis yang ditanam di antar barisan tanaman ubi kayu memiliki pertumbuhan lebih baik daripada yang ditanam diantara dalam barisan ubi kayu, dan jagung manis varietas Bonanza mampu beradaptasi lebih baik jika ditumpangsarikan dengan ubi kayu.