Claim Missing Document
Check
Articles

Found 55 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Geotekstil Woven Akibat Pengaruh Termal Menggunakan Metode Elemen Hingga. (Hal. 61-72) Fauzi, Imron Maulana; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.006 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.61

Abstract

ABSTRAKAda beberapa jenis perkuatan tanah untuk mengantisipasi longsoran yang sering digunakan di Indonesia seperti halnya geotekstil. Analisis stabilitas dilakukan pada lereng timbunan dengan kemiringan 1V:1H, 1V:1,5H dan 1V:2H dengan membandingkan kondisi lereng timbunan tanpa perkuatan geotekstil, lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil serta lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil yang dipengaruhi oleh termal menggunakan software PLAXIS 2D 2017. Analisis pengaruh termal dilakukan dengan memvariasikan besaran nilai suhu dan parameter termal tanah (kapasitas, konduktivitas dan ekspansi). Terjadi penurunan stabilitas lereng timbunan dengan perkuatan geotekstil yang diakibatkan oleh semakin besarnya nilai suhu termal dan terjadi peningkatan stabilitas lereng dengan perkuatan geotekstil akibat meningkatnya nilai ekspansi termal, sedangkan nilai konduktivitas dan kapasitas termal tidak berpengaruh.   Kata kunci: lereng timbunan, geotekstil, stabilitas, suhu, parameter termal tanah. ABSTRACTThere are several types of soil reinforcement to anticipate landslide that are often used in Indonesia as well as geotextile. The stability analysis is carried out on the slope of the embankment with a slope of 1V:1H, 1V:1,5H and 1V:2H by comparing the slope conditions of the embankment without geotextile reinforcement, slope of embankment with geotextile reinforcement and slope of embankment with geotextile reinforcement that influenced by thermal using PLAXIS 2D 2017. The thermal effect analysis is carried out by varying the value of temperature and soil thermal parameters (capacity, conductivity and expansion). There is a decrease in the stability of the embankment slopes with geotextile reinforcement caused by the increasing thermal temperature value and an increase in slope stability with geotextile reinforcement due to the increase of thermal expansion value, while the conductivity and thermal capacity have no effect.Keywords:  embankment slope, geotextile, stability, temperature, thermal soil parameter.
Pemodelan 3D pada Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Metode Deep Mixed Column (Hal. 26-35) Permatasari, Widya Yunita; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.66 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.26

Abstract

ABSTRAKMasalah yang sering dijumpai pada konstruksi yang dibangun diatas tanah lunak adalah masalah penurunan. Melihat kondisi tersebut maka harus dilakukan perbaikan tanah untuk mengurangi penurunan yang terjadi. Banyak metode perbaikan tanah yang dapat dilakukan, salah satu metode perbaikan tanah yaitu dengan menggunakan deep mixed column. Fungsi utama dari penggunaan deep mixed column adalah mengurangi penurunan di bawah timbunan. Ada berbagai macam pola penggunaan deep mixed column yang sering digunakan, namun pola yang digunakan pada pemodelan ini adalah pola persegi. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan Program PLAXIS 3D AE yang berbasis Elemen Hingga. Pemodelan deep mixed column dilakukan dengan berbagai jenis variasi jarak (1,4 m ; 1,6 m ; 1,8 m dan 2 m) dan diameter (0,4 m ; 0,6 m dan 0,8 m). Hasil pemodelan yang telah dilakukan menunjukan bahwa penggunaan deep mixed column dapat mengurangi penurunan sebesar 93,44 %.Kata kunci: tanah lunak, penurunan, perbaikan tanah, deep mixed column. ABSTRACTProblems that often found is construction built on soft soil is settlement problem. As on that condition, to decrease the settlement, soil improvement should be provided. Many kinds of soft soil improvement can be used, one of them is using deep mixed column. Main function of using deep mixed column is to decrease the settlement under embankment. There are lots of pattern in using deep mixed column that commonly used, none the less the pattern that used in this modeling is rectangular pattern. This analysis was done by using PLAXIS 3D with finite element method based. The deep mixed column was modeled with some variation of distance (1.4 m : 1.6 m : 1.8 m and 2 m) and diameter (0.4 m : 0.6 m and 0.8 m). The result of the modeling showing that using deep mixed column could decrease 93.44 % of settlement.Keywords: soft soil, settlement, soil improvement, deep mixed column.
Analisis Konsolidasi Dengan Prefabricated Vertical Drain Untuk Beberapa Soil Model Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 17-28) Apriyani, Ketut Devy; Ikhya, Ikhya; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.995 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.17

Abstract

ABSTRAKPembangunan di atas tanah lunak merupakan tantangan di bidang konstruksi. Sifat tanah lunak yang memiliki kuat geser rendah, kompresibilitas tinggi, dan koefisien permeabilitas rendah menjadi kendala untuk dimanfaatkan dalam pekerjaan tanah sehingga diperlukan adanya perbaikan tanah. Dua metode perbaikan tanah yang umum digunakan untuk mempercepat waktu konsolidasi adalah preloading dan vertical drain. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsolidasi menggunakan PLAXIS 2D untuk mengetahui soil model mana yang paling mampu menggambarkan kondisi tanah di lapangan. Pemodelan yang dilakukan akan menggunakan tiga dari banyak soil model yang dimiliki PLAXIS 2D yaitu Mohr Coulomb model dan dua Advanced Soil Model: Hardening Soil, dan Soft Soil. Selanjutnya nilai penurunan yang dihasilkan ketiga soil model tersebut akan dibandingkan terhadap pengukuran di lapangan dan dianalisis. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa Hardening Soil model merupakan model yang paling cocok digunakan untuk menganalisis konsolidasi karena mengghasilkan selisih nilai penurunan paling kecil bila dibandingkan dengan dua soil model lainnya.Kata kunci : prefabricated vertical drain, tanah lunak, konsolidasi, soil model, PLAXIS 2D ABSTRACTConstruction on soft soil is a challenge in construction’s world. Soft soil is characterized by a low shear strength, a high compressibility, and a low coeffiecient of permeability which makes it difficult for soil engineering so ground improvement is needed. Vertical drain combined with preloading have become common technique for speeding up time of consolidation. The purpose of this study is to analyse consolidation with PLAXIS 2D and define which soil model is closest to the field condition. PLAXIS 2D has so many soil models that can be used for modelling soil condition but this study will only use three models and those models are Mohr Coulomb model and two Advanced Soil Model:  Hardening Soil, and Soft Soil. Settlement value from those models will be compared to field measurement and being analysed. Based on the analysis, Hardening Soil model is the most suitable model for analysing consolidation because it generates settlement value closest to the field measurement.Keywords: prefabricated vertical drain, soft soil, consolidation, soil model, PLAXIS 2D
Analisis Rembesan dan Stabilitas Bendungan Bajulmati dengan Metode Elemen Hingga Model 2D dan 3D (Hal. 148-159) Nanda, Teuku Nabilla; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1550.304 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.148

Abstract

ABSTRAK Bendungan Bajulmati merupakan bendungan tipe urugan dengan inti terletak tegak pada tubuh bendungan. Bendungan urugan berpotensi runtuh akibat berubahnya tegangan dalam tanah akibat aliran air. Untuk menghindari keruntuhan, maka diperlukan analisis rembesan dan stabilitas yang dihitung secara bersamaan menggunakan metode elemen hingga dengan model 2D dan 3D pada program PLAXIS AE. Analisis akan menggunakan variasi pembebanan, yaitu saat selesai konstruksi, muka air minimum, muka air maksimum dan surut cepat yang keseluruhan kondisi akan di kombinasikan dengan pembebanan gempa pseudostatik. Hasil analisis 2D berupa faktor keamanan terkritis terjadi pada kondisi surut cepat, yaitu 1,750 sebelum ada gempa dan 1,452 setelah dibebani gempa pseudostatik. Hasil SF terkritis pada model 3D adalah 1,890 pada kondisi surut cepat.Kata kunci: bendungan bajulmati, bendungan urugan, stabilitas lereng, pseudostatik, analisis ganda, aliran air tanah, metode elemen hingga, faktor keamanan. ABSTRACTThe Bajulmati dam is types of embankment with center core rock fill dam. Embankment dam is risky to collapse due changes of stress while ground water flow. To avoid collapse, it is necessary to seepage and stability analyzes were calculated silmustaneously using the finite element method with 2D and 3D models in PLAXIS AE program. The analysis will use variation of loading, those are after construction, minimum water level, high water level, and rapid drawdown with the overall conditions is combine to pseudostatics analysis. The most critical safety factor of 2D analysis is happen at rapid drawdown condition, those are 1.750, 1.452 before and after pseudostatic/earthquake analysis. The critical safety factor result  of 3D analysis is 1.890 at rapid drawdown loading condition.Keywords: the bajulmati dam, embankment dam, slope stability, pseudostatic, coupled analysis, ground water flow, finite elemen method, safety factor.
Pengaruh Jumlah dan Diameter Helix terhadap Daya Dukung Fondasi Helical Pile (Hal. 56-67) Fitriana, Sena Bayu Adji; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.957 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.56

Abstract

ABSTRAKFondasi helical pile adalah fondasi tiang baja yang memiliki helix untuk menambah daya dukung yang dihasilkan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menentukan kapasitas daya dukung fondasi helical pile seperti, membandingkan metode analitis yang terdiri dari metode cylindrical shear dan metode individual bearing dengan metode elemen hingga. Banyak variasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya dukung fondasi helical pile, variasi yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya dukung fondasi ini seperti menambah jumlah helix dan memvariasikan diameter helix pada helical pile. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung akibat bertambahnya jumlah helix menunjukan penambahan sebesar 9,38% pada tanah lempung dan 5,58% pada tanah pasir dan adanya penambahan ukuran diameter tengah sebesar 50% menambah daya dukung sebesar 19,66% pada tanah lempung dan 10,83% pada tanah pasir.Kata kunci:  helical pile, cylindrical shear, individual bearing, elemen hingga ABSTRACTHelical pile foundation is a steel pile that has a helix to increase the bearing capacity. There are several things that can be done to determine the bearing capacity of helical pile such as, comparing analytical methods (cylindrical shear and individual bearing) with finite element method. Many variations can be done to increase the bearing capacity of the helical pile foundation, variations were made to determine the bearing capacity such as increasing the number of helix and increasing the diameter helix on the helical pile. The result of the bearing capacity due to increasing the number of helix shows the addition of 9.38% in the clay soil and 5.58% in the sand soil. By adding 20 cm diameter size of helix, it also increases the bearing capacity 19.66% in clay soil and 10.83% in sand soil.Keywords: helical pile, cylindrical shear, individual bearing, finite element
Analisis Stabilitas Lereng Menggunakan Perkuatan Tanaman Switchgrass (Hal. 71-82) Nugraha, Fikri Yudhistira; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.891 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.71

Abstract

ABSTRAKFaktor cuaca merupakan salah satu faktor yang menyebabkan longsor, upaya penanganan longsor pada lereng melalui rekayasa geoteknik dengan menggunakan teknik-teknik perkuatan tanah membutuhkan penyelesaian dengan biaya yang sangat mahal. Adapun cara alternatif, yaitu dengan sistem soil bioengineering berupa pemanfaatan tanaman, akar merupakan bagian terpenting karena keberadaan akar pada tanah berpengaruh terhadap meningkatnya nilai kohesi tanah. Tanaman yang dapat digunakan yaitu tanaman Switchgrass, yang memiliki panjang akar mencapai kedalaman maksimal 3-4 m. Pemodelan dilakukan dengan mempertimbangkan faktor hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, kedalaman akar, dan diameter akar. Hasil analisis menggunakan Program PLAXIS 2D AE yang berbasis Elemen Hingga menunjukkan kenaikan nilai faktor keamanan akibat perkuatan tanaman Switchgrass. Persentase kenaikan terbesar kondisi tanpa hujan dan kondisi dengan hujan terjadi pada tanah pasir dengan kemiringan lereng 1 : 1,5 terhadap diameter akar 0,75 mm dengan kedalaman akar 1,5 m, yaitu sebesar 13,79% untuk kondisi tanpa hujan dan 16,24% untuk kondisi dengan hujan.KataKunci: soil bioengineering, tanaman Switchgrass, nilai faktor keamanan, stabilitas lereng. ABSTRACTWeather factor is one of many factors that causes landslides, efforts to handling the landslide on slope through geotechnical engineering with soil reinforcement technique require completion at a cost that’s very expensive. As an alternative way, soil bioengineering system in the form of utilization of plants can be chosen and the root is the most important part because the existence of the root on the ground affects on increasing the value of soil cohesion. The plants that can be used namely Switchgrass, which has long roots reaching a maximum depth of 3-4 m. The modeling have been done by considering the rain factor, inclination of slope, soil type, root depth and root diameter. The result of analysis with Program PLAXIS 2D AE indicate the value of the safety factor are increased due to plant Switchgrass. The largest increase in the percentage of the condition without rainfall and conditions with rainfall are sand, with a slope 1:1.5 root diameter 0.75 mm, depth of root 1.5 m, that is 13.79% for the condition without rainfall and 16.24% for the condition with rainfall.Keywords: soil bioengineering, Switchgrass, safety factor, slope stability.
Analisis Kinerja Fondasi Kelompok Tiang Bor Gedung Museum Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (Hal. 41-50) Kresnohadi, Adrianto; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 1, No 1: Desember 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.965 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v1i1.41

Abstract

ABSTRAK Kinerja suatu fondasi tiang bergantung pada nilai daya dukungnya baik daya dukung tanah maupun daya dukung tiang itu sendiri. Suatu bangunan sipil tidak terlepas dari peran fondasi dalam mendukung kekakuan struktur untuk menghasilkan sebuah nilai kenyamanan dan keamanan. Proyek gedung museum pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia menggunakan jenis fondasi tiang bor dalam pelaksanaannya. Untuk itu, analisis kinerja dari fondasi tiang bor diperlukan dalam proyek tersebut. Metode konvensional diantaranya adalah Reese & Wright (1977) dan O’neill & Reese (1999) untuk daya dukung ujung, Kulhawy (1999) dan Reese & Wright (1977) untuk daya dukung selimut, Vesic (1977) dan metode elemen hingga. Hasil yang diperoleh dari beberapa metode tersebut akan dibandingkan perbedaan nilainya dan diambil sebuah kesimpulan tentang kinerja fondasi tiang bor.Kata kunci : metode konvensional, metode elemen hingga, daya dukung fondasi tiang ABSTRACT Performances of foundation are depended on bearing capacity value. Civil engineering project need the foundation to support rigidity and safety. Museum project at Indonesia University of Education uses bored pile foundation. Therefore, it needs to do analysis of bored pile foundation performance. Reese & Wright (1977), O’neill & Reese (1999), Kulhawy (1999), Meyerhof (1956), finite element method and Vesic (1977) has been choosen as methods  to do the analysis. The results of analysis are bearing capacity and the settlements of foundation. The results will be compared among them to make the conclusion of performance analysis of bored pile foundation.Key words: analysis method, bearing capacity, finite element method
Analisis Daya Dukung Lateral Fondasi Tiang Tunggal Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 83-94) Elfaaz, Fadjar Mohamad; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.992 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.83

Abstract

ABSTRAKFondasi merupakan bagian dari suatu sistem rekayasa yang memikul dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah pendukung yang berada dibawahnya. Fondasi tiang sering digunakan pada konstruksi yang memikul beban berat. Pada beberapa kasus tertentu, tiang memiliki kapasitas aksial yang baik namun gagal terhadap beban lateral. Analisis daya dukung lateral fondasi tiang tunggal dilakukan dengan cara melakukan pemodelan menggunakan metode elemen hingga pada jenis tanah lempung lunak dan pasir lepas, kepala tiang bebas dan kepala tiang terjepit, serta variasi ukuran penampang tiang. Kapasitas lateral akan meningkat sebesar 33% - 40% dengan memperbesar penampang tiang, dan meningkat sebesar 22% - 37% dengan menerapkan sistem jepit pada kepala tiang. Fondasi yang memikul beban lateral akan mengalami defleksi maksimum arah lateral di daerah permukaan. Pada kondisi tanah buruk seperti lempung lunak, perbaikan tanah permukaan dengan pasir padat setebal 1,5 m – 3 m dapat dilakukan.Kata kunci: beban lateral, defleksi lateral, daya dukung lateral, tahanan friksi, metode Reese Matlock, metode elemen hingga. ABSTRACTThe foundation is part of engineering system to bear and distribute the load of the upper structure to the ground support. Pile foundation is often used in constructions that carry heavy loads. In some cases, the pile has a good axial capacity but failed to lateral loads. Lateral bearing capacity analysis of single pile by performing modeling using finite element method in soft clay and loose sand, free head and fixed head, and variety of cross-sectional size of the pile. Lateral capacity will increase 33% - 40% by enlarging the cross section of the pile, and increase 22% - 37% by applying fixed system on the head. The foundation that bears the lateral load will have a maximum lateral deflection on surface area. On poor ground conditions such as soft clay, soil improvement surfaces with dense sand thickness of 1,5 m - 3 m can be done.Keywords: lateral load, lateral deflection, lateral bearing capacity, friction resistance, Reese Matlock method, finite element method.
Pengaruh Faktor Gempa terhadap Stabilitas Timbunan dengan Analisis Nume (Hal. 58-69) Alfafa, Muhamad Fadhlan; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.631 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.58

Abstract

ABSTRAKGempa bumi umumnya menggambarkan proses dinamis yang melibatkan akumulasi stress (tekanan) dan pelepasan strain (regangan). Perambatan gelombang ini bergantung pada sifat elastisitas batuan. Selama terjadinya gempa akan terjadi penjalaran gelombang dari batuan dasar ke permukaan tanah. Perjalanan perambatan gelombang sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat dinamik tanah yang dilewati oleh gelombang gempa tersebut. Program NERA adalah salah satu program yang menggunakan analisis respon satu dimensi yang berarti Gelombang geser merambat secara vertikal dalam sistem berlapis satu dimensi. Analisis stabilitas timbunan yang dihitung menggunakan metode elemen hingga dengan model 2D pada program PLAXIS 2D 2016. Analisis akan menggunakan variasi dengan dan tanpa terjadi gempa dan dengan dan tanpa muka air tanah yang tepat berada dipermukaan. Analisis stabilitas gempa tanpa muka air nilai  yang diperoleh cenderung aman dengan rata-rata nilai  1,389 dan analisis stabilitas gempa dengan muka air nilai  yang diperoleh cenderung cukup aman dengan rata-rata nilai  1,279.Kata kunci: gelombang geser, NERA, percepatam gempa, stabilitas timbunan ABSTRACTEarthquakes generally describe a dynamic process that involves the accumulation of stress (pressure) and the release of strains (strain). This wave propagation depends on the elasticity of the rock. During the earthquake there will be a wave propagation from the bedrock to the ground surface. The journey of wave propagation is strongly influenced by the dynamic properties of the soil passed by the earthquake wave. The NERA program is one program that uses one-dimensional response analysis which means shear waves propagate vertically in a one-dimensional layered system. Analysis of the embankment stability calculated using finite element method with 2D model in PLAXIS 2D 2016 program. The analysis will use variations with and without earthquake and with and without proper groundwater on the surface. Analysis of seismic stability without a water surface of values obtained tended to be safe with an average value of  is 1.389 and an earthquake stability analysis with  water level obtained is likely to be quite secure with an average value of SF is 1,279.Keywords: shear waves, NERA, earthquake acceleration, embankment stability
Analisis Model Fisik dan Model Numerik pada Daya Dukung Fondasi Lingkaran di Atas Tanah Lunak (Hal. 48-58) Wulandari, Devy Dhea; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.819 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.48

Abstract

ABSTRAKPada umumnya fondasi dangkal tidak cocok untuk tanah kompresif seperti tanah lunak karena daya dukungnya yang rendah. Oleh karena itu diperlukan adanya perkuatan untuk meningkatkan daya dukung tanah dan meminimalisasi terjadinya penurunan. Analisis daya dukung pada fondasi dangkal dengan tipe lingkaran ini dilakukan dengan menambah lapisan perkuatan di atas tanah lunak berupa lapisan granular dan geogrid. Pada kedua jenis perkuatan tersebut dilakukan variasi ketebalan lapisan granular dan posisi kedalaman geogrid. Analisis dilakukan dengan metode numerik berbasis elemen hingga dan metode analitik yang selanjutnya dibandingkan dengan hasil uji fisik laboratorium yang telah dilakukan oleh Demir, A (2009). Semakin tinggi ketebalan lapisan granular dan geogrid maka daya dukung yang dihasilkan akan semakin besar. Daya dukung maximum berada pada tanah lunak yang diberi perkuatan lapisan granular 1,5D dan geogrid 0,25D.Kata kunci: fondasi dangkal, tanah lunak, lapisan granular, geogrid, daya dukung, penurunan, metode elemen hingga ABSTRACTShallow foundation generally not compatible on compressive soil like soft soil because of its poor bearing capacity therefore, soil improvement is required to increase its bering capacity and to decrease its settlement. In this circle type of shallow foundation, the bearing capacity analysed by adding reinforcement layer such as granular and geogrid above soft soil. On both reinforcements, variation of thickness granular layer and depth position of geogrid are applied. This study was analysed by numerical method with finite element based on analytical method, then the result from both methods compared to physical test result on laboratory which was done by Demir, A (2009). The more thick granular layer and geogrid applied on soft soil, the higher its bearing capacity. The maximum of bearing capacity was on soft soil that 1,50D granular layer and 0,25D geogrid applied.Keywords: shallow foundation, soft soil, granular layer, geogrid, bearing capacity, settlement, finite element method
Co-Authors Adrianto Kresnohadi Adrianto Kresnohadi, Adrianto Adrin Tohari Alfafa, Muhamad Fadhlan Arzunnita Pramulandani asep hilman rosadi Ayu Risnawati Azizi Rochman Bahari, Sonny Riantama Bemby S. Dearini J, R. Thasyia Puteri Dedi Rahdianata Desti Santi Pratiwi Desti Santi Pratiwi Devy Dhea Wulandari Eliza, Emilia Erdina Tyagita Utami Fadhillah, Ryan Achmad Fadilah, Rifki Fadjar Mohamad Elfaaz Fadjar Mohamad Elfaaz, Fadjar Mohamad Fauzi, Imron Maulana Fauziah Fitriani Iskandar Fauziah Fitriani Iskandar, Fauziah Fitriani Fikri Yudhistira Nugraha Fikri Yudhistira Nugraha, Fikri Yudhistira Fitri Virliani Anugrah Fitriana, Sena Bayu Adji Frizkia Azifa Silmi Geni Firuliadhim Gibral Maulana Harapan Saragih, Hotma Henoch Leindrio Cornelis Henoch Leindrio Cornelis, Henoch Leindrio Hermawan, Dody Ikhya Ikhya Ikhya Ikhya, Ikhya Imam Aschuri Imron Maulana Fauzi Juarni Anita Kabul Suwitaatmadja Karminto, Karminto Ketut Devy Apriyani Ketut Devy Apriyani, Ketut Devy Kurnia, Prana Lesmana, Nirpan Marsya Imara Sabrilia Maulana, Gibral Muhamad Fadhlan Alfafa Muhammad Yanuar Ohoimas Muhammad Yanuar Ohoimas, Muhammad Yanuar Nadya Utami Rivanga Naess, Victor Firstkiel Feber Nanda, Teuku Nabilla Nirpan Lesmana Oktofani, Khansa Nuansa Permatasari, Widya Yunita Pratiwi, Desti Santi R. Thasyia Puteri Dearini J Raasyid, Muchamad Ansharie Raden Wahyu Mulyana Raden Wahyu Mulyana, Raden Wahyu Rahdianata, Dedi Rahmah, Rizka Adisya Kamila Rangga Anhar Rangga Anhar, Rangga Rifki Fadilah Rinaldi Alamsyah Riny Yolandha Parapat Rivanga, Nadya Utami Rochman, Azizi Ryan Achmad Fadhillah S., Bemby Sahib, Yasmin Jihan Fahira Sari, Namirah Nurgia Sena Bayu Adji Fitriana Shaputra, Muhammad Rio Eka Silmi, Frizkia Azifa Soegiarso, Roesdiman Sonny Riantama Bahari Suwitaatmadja, Kabul Syahril Syahril Syahril Teuku Nabilla Nanda Tumbelaka, Farrell Ramadhan Utami, Erdina Tyagita Wahab, Dimas Athhariyadi Widya Yunita Permatasari Wijaya Panjaitan, Pita Uli Artha Wulandari, Devy Dhea Yasmin Jihan Fahira Sahib Yessi Nirwana Kurniadi