Claim Missing Document
Check
Articles

Found 55 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Analisis Vacuum Consolidation pada Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Model Axisymmetric (Hal. 68-79) Rivanga, Nadya Utami; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.377 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.68

Abstract

ABSTRAKTanah lempung lunak merupakan jenis tanah yang memiliki kuat geser yang kecil, koefisien permeabilitas yang kecil, kompresibilitas yang besar, dan mempunyai daya dukung rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tanah lempung lunak menjadi tantangan pada kontruksi yang akan di bangun diatasnya, sehingga diperlukan perbaikan tanah. Salah satu perbaikan tanah untuk tanah lempung lunak yang banyak dijumpai yaitu vertical drain dan preloading. Pada tugas akhir ini metode tersebut akan dikombinasikan dengan vacuum consolidation. Tegangan vakum yang digunakan pada kasus ini sebesar 50 dan 80 kPa. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 2D dengan model Axisymmetric. Analisis dilakukan dengan memvariasikan tiga dari sekian banyak soil model yaitu Mohr Coulomb, Hardening Soil, dan Soft Soil. Berdasarkan hasil dari penelitian nilai penurunan, tegangan pori, dan waktu konsolidasi yang dihasilkan berbeda tetapi hasil penurunan soil model dengan Hardening Soil dan Soft Soil tidak terlalu berdeda secara signifikan.Kata Kunci: tanah lempung lunak, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D  ABSTRACTSoft clay is a type of soil that has low shear strength,  high compressibility,  low coeffiecient of permeability and low bearing capacity. The condition caused soft clay soil to be a challenge on the construction that will be built on it, so that it needed soil improvement. The soil improvement for soft clay that often found is vertical drain and preloading. In this final project that method will be combined with vacuum consolidation. The vacuum pressure used in this case amount from 50 and 80 kPa. The analysis was performed using PLAXIS 2D program with Axisymmetric model. The analysis was done by varying the three of soil models Mohr Coulomb, Hardening Soil, and Soft Soil. Based on the settlement of the research, settlement value, pore pressure, and time of consolidation are different but the result of soil models of Hardening Soil and Soft Soil is not significantly differentiated.Keywords: soft clay, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D
Pengaruh Floating Stone Column Dalam Perbaikan Tanah Pada Tanah Lempung Lunak Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 83-93) Anhar, Rangga; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 2: Juni 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.024 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i2.83

Abstract

ABSTRAK Tanah lunak umumnya memiliki daya dukung yang rendah. Apabila ada pembebanan konstruksi melampaui daya dukung kritisnya, akan terjadi penurunan yang drastis. Maka perlu dilakukan perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Pada analisis ini pemodelan dengan Stone Column dipilih sebagai metode perbaikan tanah. Pemodelan Stone Column yang dilakukan adalah mengambang (floating) di lapisan tanah lunak. Dalam analisis ini menggunakan perhitungan numerik pada program PLAXIS 2D AE yang berbasis metode elemen hingga. Analisis dengan Floating Stone Column dilakukan dengan variasi pemodelan dan variasi kedalaman. Variasi konfigurasi yang dilakukan dengan berbagai tipe yaitu tipe sejajar, tipe tangga dan tipe piramida. Variasi kedalaman yang dilakukan yaitu 90%, 80%, 70%, 60%, dan 50% dari kedalaman tanah lunak. Model floating stone column dipilih mana yang paling effiesien baik dari segi hasil maupun segi ekonomis. Kondisi S2 dipilih dengan nilai penurunan 0,158 m dengan dan waktu konsolidasi 62 hari.Kata Kunci: Floating Stone Column, Perbaikan Tanah, Tanah Lempung Lunak, Metode Elemen Hingga. ABSTRACT Soft soil generally has low bearing capacity. Therefore the soft soil is need to improve for increase the bearing capacity of soft soil. The method of soil improvement that chosen in this analysis is stone column method. The model of Stone Column is floating in soft soil layer. PLAXIS 2D AE with finite element method are used in the numerical analysis. Analysis with Floating Stone Column were done by variation of configuration and depths. The configurations of floating stone column model are parallell type, stairs type and pyramid type. The depths variation of floating stone column are  90%, 80%, 70%, 60%, and 50% in soft soil layer. The model of stone column was selected which most efficient model in term both of result and ecomically. S2 Condition is selected that the settlement is 0,158 m and the time of consolidation is 62 days.Key Words: Floating Stone Column, Soil Improvement, Soft Soil, Finite Element Method.
Analisis Stabilitas pada Perbaikan Tanah Lunak Metode Preloading dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga. (Hal. 1-9) Utami, Erdina Tyagita; Hamdhan, Indra Noer; Suwitaatmadja, Kabul
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 3: September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.643 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i3.1

Abstract

ABSTRAKTanah lunak merupakan tanah dengan stabilitas rendah yang dapat mengalami penurunan yang besar saat diberi beban. Preloading adalah salah satu cara memperbaiki tanah lunak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas tanah lunak akibat perbaikan tanah menggunakan preloading. Pemodelan dilakukan dengan cara menghitung kenaikan kuat geser tanah. Untuk mencari faktor keamanan dan bidang longsor dilakukan pemodelan dengan menggunakan Metode Elemen Hingga Plaxis 2D dengan pembebanan 2 tahap. Pembebanan pertama yang dilakukan adalah setinggi 5 meter dan pembebanan ke dua yaitu setinggi 1-2 meter. Jarak perbaikan tanah juga dimodelkan dalam penelitian ini sejauh 5 meter, 10 meter, dan 15 meter dari sisi lokasi  timbunan batu bara. Batasan faktor keamanan (SF) minimum terhadap keruntuhan adalah 1,5. Perbaikan tanah dengan metode preloading menyebabkan tanah akan memampat dan dapat stabil dalam menerima beban.Kata kunci: tanah lunak, stabilitas tanah, preloading, faktor keamanan, metode elemen hingga ABSTRACTSoft soils are soils with low stability which can experience a large settlement under loading process. Preloading is one of the ways to improve the soft soil. This study aims to determine the stability of soft soils due to soil improvement using preloading. Modeling is done by calculating the increase in soil shear. To find the safety factor and the landslide field, modeling is done using Finite Element Method 2D Plaxis by two stages of loading. The first loading is 5 meters high and the second loading is 1-2 meters. Ground improvement distances are also modeled in this study as far as 5 meters, 10 meters and 15 meters from the side of the location of the coal emankment. The minimum safety factor (SF) limit to collapse is 1.5. Improvement of the soil using the preloading method causes the soil to compress and can be stable in receiving loads.Keywords: soft soil, soil stability, preloading, safety factor, finite elemen method
Pemodelan Numerik Pada Perbaikan Tanah Menggunakan Stone Column Di Tanah Lempung Lunak Di Bawah Tanah Timbunan (Hal. 107-118) Iskandar, Fauziah Fitriani; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 1: Maret 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.604 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i1.107

Abstract

ABSTRAKTanah lempung lunak memiliki sifat gaya geser tanah yang kecil, kompresibilitas yang sangat besar, koefisien permeabilitas yang kecil dan mempunyai daya dukung rendah. Agar tanah lempung lunak dapat digunakan sebagai tanah dasar dari timbunan, maka perbaikan tanah diperlukan. Salah satu perbaikan tanah untuk tanah lempung lunak yaitu stone column. Stone column merupakan kolom-kolom vertikal dari material kerikil. Analisis yang dilakukan menggunakan program PLAXIS 2D AE dengan model Axisymmetric. Analisis yang dilakukan dengan memvariasikan jarak antar stone column dan diameter stone column. Kedua variasi ini menggunakan pengaruh smear zone dan tanpa smear zone. Variasi jarak antar stone column yang digunakan yaitu 2 m, 3 m dan 4 m dan variasi diameter stone column menggunakan diameter 40 cm, 70 cm dan 100 cm. Hasil analisis menunjukan adanya pengurangan penurunan hingga 80% dan pengurangan waktu hingga 2367 hari. Kata Kata Kunci : Tanah Lempung Lunak, Stone Column, Smear Zone, Axisymmetric, penurunan, PLAXIS 2D AE ABSTRACT Soft clay is characterized by low shear strength, a high compressibility, a low coeffiecient of permeability and a low bearing capacity. Soft soil as subgrade of embankment must be improved using soil improvement. One of soil mprovement methods for soft clay soil is stone column. Stone column is a vertical column with gravel material. The Analysis of stone column for soil improvement used PLAXIS 2D AE and Axisymmetric model. The analysis was did by two variation, The variation of spacing between stone column and diameter stone column used in this analysis. Effect smear zone and without smear zone are considered. The Variation spacing of stone column that have been used for analysis are 2 m, 3 m and 4 m and the variation of diameter for stone column are 40 cm, 70 cm and 100 cm. The result show the settlement reduced until 80% and time of consolidation until 2367 days using stone column.Key Words : Soft clay, Stone column, smear zone, Axisymmetric, settlement, PLAXIS 2D AE.
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Campuran Renolith dan Kapur (Hal. 11-21) Maulana, Gibral; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 4: Desember 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i4.11

Abstract

ABSTRAKTanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki kemampuan kembang susut yang tinggi akibat adanya perubahan kadar air. Perubahan kadar air ini dipengaruhi oleh perubahan musim, dimana hal tersebut dapat menyebabkan tanah menjadi tidak stabil. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini memiliki engineering properties yang tergolong buruk dengan nilai CBR rendamannya sebesar 2,88%.  Untuk mengatasi kondisi tersebut diperlukan upaya perbaikan tanah. Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kemampuan kembang susut tanah ekspansif adalah dengan cara dicampur dengan bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini yaitu  campuran dari renolith dan kapur. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan nilai CBR rendaman menjadi 11,13% dan menurunkan nilai potensial pengembangan dari 29,54% menjadi 0,96%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan campuran renolith dan kapur dapat meningkatkan CBR rendaman hingga 286,45% dan menurunkan potensi pengembangan hingga 96,75%.Kata kunci: tanah ekspansif, renolith, kapur, CBR. ABSTRACTAn expansive clay soil that has high shrinkage capability development due to change in moisture content. Changes in water content are affected by the change of seasons, it caused the soil become unstable. The soil that used in this study had a relatively poor engineering properties which CBR soaked value of 2.88%. To overcome these condition the soil improvement is necessary to increase the soil stability. The one of the effective ways to overcome shrinkage and development capability of expansive soil are mixed with chemicals. The chemicals are used in this study is a mixture of renolith and lime. The result from using a mixture of renolith and lime showed that increase the value of soaked CBR into 11.13% and decrease the value of swelling potential from 29.54% to 0.96%. Summary of using this material can increase the value of soaked CBR up to 286.45% and decrease the swelling potential until 96.75%.Keywords: expansive soil, renolith, lime, CBR.
Analisis Geoteknik pada Teknologi Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP) dalam Perencanaan Flyover Antapani (Hal. 70-81) Bahari, Sonny Riantama; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.678 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.70

Abstract

ABSTRAKJalan lintas atas (overpass) dapat dipilih untuk pengembangan jaringan jalan dalam mengurangi kemacetan yang diakibatkan oleh meningkatnya arus lalu lintas dan mengatasi konflik pada persimpangan sebidang. Pada tahun 2016 Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) telah melakukan sebuah Pilot Project Flyover Antapani di Kota Bandung dengan menggunakan teknologi struktur baja bergelombang yang dikombinasikan dengan mortar busa sebagai oprit jembatan, teknologi ini dikenal dengan nama Corrugated Mortar Pusjatan (CMP). Timbunan dengan menggunakan mortar busa dapat mengurangi besar penurunan yang terjadi dibandingkan dengan teknologi konvensional. Analisis dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 3D yang berbasis metode elemen hingga. Dari hasil analisis didapat bahwa penurunan seketika pada fondasi Flyover Antapani di Kota Bandung sudah memenuhi standar izin. Selain itu penggunaan teknologi CMP pada perencanaan Flyover Antapani yang digunakan pada jenis tanah lunak juga menunjukkan hasil serupa, sehingga efektif apabila dilaksanakan pada tanah lunak.Kata kunci: penurunan, mortar busa, teknologi CMP, PLAXIS 3D ABSTRACTOverpass can be choosen as road network development to reduce traffic jam caused by increasing traffic flow and resolve conflict on intersection. In 2016 Puslitbang Jalan dan Jembatan (Pusjatan) has done a Pilot Project Flyover Antapani in Bandung City using corrugated steel structure technology combined with foamed mortar as backfill, this technology was known as Corrugated Mortar Pusjatan (CMP). Foamed mortar embankment could reduce settlement compared to using conventional technology. Analysis was done using PLAXIS 3D program based on finite element method. It shows that immediate settlement on Flyover Antapani’s foundation in Bandung City met the necessary standard. On the other side the use of CMP technology in Flyover Antapani design which applied to soft soil resulting a similar output, which will be effective if applied to soft soil.Keywords: settlement, foamed mortar, CMP technology, PLAXIS 3D
Pengaruh Perkuatan Sheetpile terhadap Deformasi Area Sekitar Timbunan pada Tanah Lunak Menggunakan Metode Partial Floating Sheetpile (PFS) (Hal. 75-84) Rochman, Azizi; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 3: September 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.304 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i3.75

Abstract

ABSTRAKKonstruksi timbunan pada tanah lunak mengakibatkan penurunan, deformasi lateral, dan geseran tanah ke atas yang dapat terjadi pada area sekitar timbunan. Hal ini disebabkan karena tanah lunak memiliki kuat geser dan permeabilitas yang rendah serta kompresibilitas besar. Perkuatan sheetpile digunakan untuk membentuk ketidaksinambungan tegangan antara timbunan dan area sekitarnya sehingga dapat mengurangi permasalahan yang terjadi. Tujuan penulisan ini adalah untuk membandingkan beberapa metode pemasangan sheetpile pada tanah lunak yaitu all bottom out (pemasangan semua sheetpile sampai tanah keras) dan partial floating sheetpile (pemasangan sheetpile dengan dengan sebagian mencapai tanah keras dan sebagian floating) dengan menggunakan program PLAXIS 3D. Sehingga hasil analisis dapat mengetahui besarnya penurunan dari berbagai metode pemasangan sheetpile yang telah dimodelkan.Kata kunci: timbunan, sheetpile, penurunan, metode elemen hingga, partial floating sheetpile (PFS) ABSTRACT The construction of embankment on a soft ground has involved a ground settlement, lateral deformation, and upheaval that occur to surrounding area. This is due to soft soils have low shear strength, low permeability and great compressibility. The sheetpile is used to form stress discontinuity between the embankment and the surrounding area so that its reduce the problem that occur. The purpose of this paper is to compare several methods of sheetpile installation on soft soil such as all bottom out (all sheetpile installation into bearing stratum), and partial floating sheetpile (installation of sheetpile with partially reaching bearing stratum and Partly floating) by using the PLAXIS 3D program. The results of the analysis is settlement of various methods of sheetpile installation that has been modeled.Keywords: embankment, sheetpile, settlement, finite element method, partial floating sheetpile (PFS)
Analisis Daya Dukung Lateral pada Suction Pile dengan Menggunakan Metode Numerik. (Hal. 96-106) Dearini J, R. Thasyia Puteri; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 5, No 2: Juni 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.932 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v5i2.95

Abstract

ABSTRAKSuction Pile merupakan fondasi berbentuk silinder baja berdiameter besar yang tertutup pada bagian atas dan terbuka pada bagian bawah. Fondasi ini sering digunakan untuk menyokong bangunan offshore dan platforms. Beban yang diterima oleh suction pile merupakan beban aksial yang berasal dari beban strukturnya dan juga beban lateral dari tekanan tanah dan air laut di sekelilingnya. Analisis daya dukung lateral pada suction pile dilakukan dengan menggunakan metode numerik, yaitu menggunakan software PLAXIS 3D dengan soil model Mohr-Coulomb dan Hardening Soil, serta menggunakan metode analisis, yaitu metode COM624 dari Federal Highway Administrasion (FHWA). Pemodelan suction pile dilakukan dengan cara memvariasikan panjang dari suction pile dengan mutu baja, diameter suction pile, dan parameter tanah yang sama. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa semakin panjang penampang dari suction pile yang digunakan, maka daya dukung lateral yang diperoleh semakin meningkat dikarenakan letak titik jepit yang masih berubah.Kata Kunci: suction pile, daya dukung lateral, titik jepit, Mohr-Coulomb, Hardening Soil ABSTRACTSuction pile is a large cylinder-shaped steel foundation which has a closed top and an open bottom. This foundation is often used to support offshore buildings and platforms. The loads resisted by the suction pile are the axial load from its own structure weight and the lateral load caused by soil and deep-sea pressure around it. Analysis of lateral bearing capacity of suction pile is done by using numerical method is conducted using commercial software PLAXIS 3D, with Mohr-Coulomb and Hardening Soil as the soil model and analysis method is conducted using COM624 method from Federal Highway Administrasion (FHWA). Suction pile model is designed by varying the suction pile lengths of equal steel quality, suction pile diameter, and soil parameter. The result of the research showed that the longer the cross section of the suction pile used, the higher its lateral bearing capacity, due to the location of the fixity point is still changed.Keywords: suction pile, lateral bearing capacity, fixity point, Mohr-Coulomb, Hardening Soil.
Analisis Stabilitas dan Penurunan pada Timbunan Mortar Busa Ringan Menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 59-69) Fadilah, Rifki; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.789 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.59

Abstract

ABSTRAKSolusi penimbunan di atas tanah lunak di Indonesia sudah dilakukan dengan beberapa cara salah satunya adalah penggunaan material ringan sebagai timbunan di atas tanah lunak. Analisis Stabilitas dan Penurunan akan dilakukan pada timbunan yang menggunakan mortar busa ringan di oprit jembatan Kedaton Kota Cirebon, Jawa Barat dan di ruas badan jalan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Pemodelan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan 3 model tanah yang berbeda. Pada studi kasus di oprit jembatan model timbunan biasa terjadi penurunan rata rata sebesar 3,34 m dengan nilai faktor keamanan (SF) 1,129 sedangkan pada timbunan yang menggunakan material ringan penurunan yang terjadi sebesar 1 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 3. Pada studi kasus di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah model timbunan biasa terjadi penurunan sebesar 2,5 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 2,3 sedangkan pada timbunan ringan penurunan terjadi sebesar 1 m dengan nilai faktor keamanan (SF) sebesar 6,1.Kata kunci: timbunan,  analisis geoteknik, faktor keamanan, metode elemen hingga, penurunan. ABSTRACTIn Indonesia there are many solution that has been applied for land work above poor ground condition, one of the solution is using a lightweight material as an embankment above the poor ground condition. Stability and settlement analysis will be calculated in approach embankment for bridge in Kedaton Cirebon, Jawa Barat and in road embankment Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah using Finite Element Method with 3 different soil models. In approach embankment using selected fill the value of settlement is 3,34 m with safety factor value 1,129 while using a lightweight material embankment the value of settlement is 1 m with safety factor value 3. In road embankment using selected fill the value of settlement is 2,5 m with safety factor value 2,3 while using a lightweight material embankment the value of settlement is 1 m with safety factor value 6,1.Keywords: embankment, geotechnical analysis, safety factor, finite element method, settlement.
Pengaruh Tension Crack (Tegangan Retak) pada Analisis Stabilitas Lereng menggunakan Metode Elemen Hingga (Hal. 80-89) Silmi, Frizkia Azifa; Hamdhan, Indra Noer
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.27 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.80

Abstract

ABSTRAKKondisi kemarau yang terus menerus menyebabkan kondisi lingkungan sekitar menjadi kekeringan. Jika hal tersebut  terjadi pada tanah khususnya lereng maka akan menimbulkan tegangan retak dan memicu terjadinya kelongsoran. Pemodelan ini mengkolaborasikan antara kedalaman tegangan retak, posisi tegangan retak serta kemiringan lereng dengan kondisi tanah tidak jenuh air dan kondisi tanah jenuh air menggunakan PLAXIS 2D dengan metode elemen hingga. Dari hasil analisis diperoleh nilai faktor keamanan untuk kondisi tanah tidak jenuh air berada pada 1,6-1,8 dengan kondisi aman sedangkan untuk kondisi jenuh air untuk kemiringan 1:1 dibawah satu atau berada pada kondisi tidak aman, kemiringan 1:1,5 dan kemiringan 1:2 berada pada 1,4-1,5 dengan kondisi aman.Kata kunci: tegangan retak, lereng dan Metode Elemen Hingga ABSTRACTDrought conditions that continue to cause environmental conditions become dry. If it happens to the ground especially the slope it will cause a Tension crack and trigger the occurrence of sliding. This model is collaborated among a depth of tension crack, position of tension crack and slope gradient with unsaturated soil condition and saturated soil condition using PLAXIS 2D with finite element method. The analysis result for the condition of unsaturated soil is at 1.6-1.8 with safe condition and for saturated soil condition for slope of 1: 1 under one or is in unsafe condition, slope of 1:1,5 and slope of 1:2 are at 1.4-1.5 with safe conditions.Keyword: tension crack, slope dan Finite Elemen Method
Co-Authors Adrianto Kresnohadi Adrianto Kresnohadi, Adrianto Adrin Tohari Alfafa, Muhamad Fadhlan Arzunnita Pramulandani asep hilman rosadi Ayu Risnawati Azizi Rochman Bahari, Sonny Riantama Bemby S. Dearini J, R. Thasyia Puteri Dedi Rahdianata Desti Santi Pratiwi Desti Santi Pratiwi Devy Dhea Wulandari Eliza, Emilia Erdina Tyagita Utami Fadhillah, Ryan Achmad Fadilah, Rifki Fadjar Mohamad Elfaaz Fadjar Mohamad Elfaaz, Fadjar Mohamad Fauzi, Imron Maulana Fauziah Fitriani Iskandar Fauziah Fitriani Iskandar, Fauziah Fitriani Fikri Yudhistira Nugraha Fikri Yudhistira Nugraha, Fikri Yudhistira Fitri Virliani Anugrah Fitriana, Sena Bayu Adji Frizkia Azifa Silmi Geni Firuliadhim Gibral Maulana Harapan Saragih, Hotma Henoch Leindrio Cornelis Henoch Leindrio Cornelis, Henoch Leindrio Hermawan, Dody Ikhya Ikhya Ikhya Ikhya, Ikhya Imam Aschuri Imron Maulana Fauzi Juarni Anita Kabul Suwitaatmadja Karminto, Karminto Ketut Devy Apriyani Ketut Devy Apriyani, Ketut Devy Kurnia, Prana Lesmana, Nirpan Marsya Imara Sabrilia Maulana, Gibral Muhamad Fadhlan Alfafa Muhammad Yanuar Ohoimas Muhammad Yanuar Ohoimas, Muhammad Yanuar Nadya Utami Rivanga Naess, Victor Firstkiel Feber Nanda, Teuku Nabilla Nirpan Lesmana Oktofani, Khansa Nuansa Permatasari, Widya Yunita Pratiwi, Desti Santi R. Thasyia Puteri Dearini J Raasyid, Muchamad Ansharie Raden Wahyu Mulyana Raden Wahyu Mulyana, Raden Wahyu Rahdianata, Dedi Rahmah, Rizka Adisya Kamila Rangga Anhar Rangga Anhar, Rangga Rifki Fadilah Rinaldi Alamsyah Riny Yolandha Parapat Rivanga, Nadya Utami Rochman, Azizi Ryan Achmad Fadhillah S., Bemby Sahib, Yasmin Jihan Fahira Saragih, Hotma Harapan Sari, Namirah Nurgia Sena Bayu Adji Fitriana Shaputra, Muhammad Rio Eka Silmi, Frizkia Azifa Soegiarso, Roesdiman Sogiarso, Roesdiman Sonny Riantama Bahari Suwitaatmadja, Kabul Syahril Syahril Syahril Teuku Nabilla Nanda Tumbelaka, Farrell Ramadhan Utami, Erdina Tyagita Wahab, Dimas Athhariyadi Widya Yunita Permatasari Wijaya Panjaitan, Pita Uli Artha Wulandari, Devy Dhea Yasmin Jihan Fahira Sahib Yessi Nirwana Kurniadi