Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Education Curiosity

Masa Kerja dan Kepuasan Kerja : Saling Berhubungan ? Karyati, Faridah; Ariani, Alpha; Andini, Nur Syifa Rizki
EduCurio: Education Curiosity Vol 2 No 1 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v2i1.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masa kerja dengan kepuasan kerja apakah saling berhubungan. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan asosiatif dengan metode survey. Sampel yang digunakan sebanyak 24 orang tenaga pengajar yang berada di fakultas keguruan disalah satu perguruan tinggi swasta di Kalimantan. Hasilnya menunjukkan bahwa thitung = 0,538 > ttabel = 0,404 (sig 0,000) dimana signifikan t lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti bahwa antara masa kerja dengan kepuasan kerja saling berhubungan. Sebagian besar tenaga pengajar memiliki masa kerja baru yaitu antara 1-10 tahun, dan sebagain terkecil memiliki masa kerja yang lama yaitu 20-30 tahun. Dan sebagian besar tenaga pengajar memiliki tingkat kepuasan yang cukup puas, tetapi ada pula sebagian kecil memiliki ketidakpuasan kerja. Individu yang memiliki tingkat kepuasan kerja yang tinggi akan mengembangkan komitmennya terhadap pekerjaan dan tidak ingin keluar dari organisasi/lembaga sehingga akan menambah masa kerjanya.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Melalui Layanan Konseling Individu di SMK Negeri 1 Banjarbaru Hartati, Hartati; Ariani, Alpha; Mahrita, Mahrita; Phramesti, Retno
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1224

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai alat penggali data. Subyek dalam penelitian ini adalah guru BK, 10 orang siswa dan wakil kepala sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru BK menggunakan layanan konseling individu untuk menyelesaikan masalah sosial maupun pembelajaran siswa, salah satunya tentang kepercayaan diri siswa. Tahap- tahap konseling individu ada tiga tahapan, yaitu tahap awal, pada tahap ini membangun hubungan yang baik antara guru BK dan siswa. Kedua, tahap pertengahan atau kerja, guru BK mengartikan permasalahan yang dilami oleh siswa. Ketiga, tahap akhir guru BK memberikan solusi kepada siswa. Hambatan dalam pelaksanaan layanan konseling individu yaitu, jumlah siswa yang sangat banyak menyebabkan guru BK kurang fokus dalam menyelesaikan masalah siswa. Siswa juga cenderung menganggap guru BK sebagai guru killer atau polisi sekolah, sehingga siswa jadi ragu untuk datang ke guru BK dan timbul kesalahpahaman antara siswa dengan guru BK. Solusi untuk hambatan dalam pelaksanaan layanan konseling individu, guru BK harus lebih pro aktif dalam mencari informasi siswa dan mendekatkan diri ke siswa agar mereka mau datang guru BK sehingga siswa tidak lagi mengganggap guru BK sebagai guru killer atau polisi sekolah. Hasil yang diperoleh siswa sebelum mengikuti konseling dan setelah mengikuti konseling bahwa ada perubahan pada diri siswa, yaitu kepercayaan diri yang meningkat.
Pengaruh Iklim Sekolah Terhadap Intensi Bercita-Cita Pada Siswa Ariani, Alpha; Karyati, Faridah
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 1 (2024): Agustus-November 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cita-cita harus dimunculkan sedari kecil agar tumbuh motivasi dan pada akhirnya mengarahkan perilaku mencapai cita-cita tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah iklim sekolah memiliki pengaruh terhadap intensi tumbuhnya cita-cita pada siswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dan data penelitian dianalisis secara inferensial dengan analisis regresi linier sederhana. Sampel yang digunakan sebanyak 59 orang siswa kelas 12 pada dua Sekolah Menengah Atas di Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 5%, thitung = 0,6273 ≤ ttabel = 2 yang berarti bahwa tidak ada pengaruh iklim sekolah terhadap intensi tumbuhnya cita-cita pada siswa. Iklim sekolah belum sampai membuat siswa terinspirasi untuk menentukan tujuan hidup yang teraktualisasi dalam bentuk cita-cita.